Apa Itu Audit? Mengapa Fungsinya Sangat Vital Bagi Perusahaan?

Apa Itu Audit Mengapa Fungsinya Sangat Vital Bagi Perusahaan

Anda mungkin seringkali mendengar kata ‘audit’ karena hal ini akan selalu ada di berbagai instansi.

Secara singkat, audit merupakan suatu proses pemeriksaan untuk memastikan bahwa semua pembukuan dilakukan dengan cara yang adil dan tidak ada kesalahan.

Audit dapat dilakukan secara internal oleh karyawan atau kepala departemen tertentu dan secara eksternal oleh perusahaan luar atau auditor independen.

Audit dilakukan dengan cara memeriksa dan memverifikasi rekening oleh otoritas independen.

Mengapa Audit Penting?

Ketidaktahuan tentang tentang apa itu audit biasanya didasarkan pada ketidaktahuan seberapa pentingnya hal ini.

Padahal sudah semestinya audit dilakukan jika ingin organisasi yang dimiliki dikategorikan sebagai organisasi yang ‘sehat’.

Audit memiliki peran penting bagi berbagai bisnis karena memberikan kredibilitas pada serangkaian laporan keuangan dan memberikan kepercayaan kepada pemegang saham bahwa akun tersebut benar dan adil, serta meningkatkan kontrol dan sistem internal perusahaan.

Tipe-Tipe Audit

Setelah mengetahui  apa itu audit, Anda mungkin penasaran tentang apa saja hal yang akan diaudit.

Berikut 4 tipe yang sering dilakukan dan perlu Anda ketahui.

1. Audit Internal

Audit internal dilakukan oleh karyawan dan pemangku kepentingan dari dalam organisasi itu sendiri.

Tujuannyai ialah untuk mengevaluasi dan menilai apakah organisasi mengikuti proses internal, norma, aturan, dan peraturan yang telah ditetapkan.

Tipe ini merupakan pos pemeriksaan pertama bagi organisasi untuk menentukan apakah pembukuan, proses operasional, infrastruktur, dan protokol keamanan sesuai dengan tujuan internal, keharusan strategis, dan persyaratan peraturan eksternal.

Banyak masyarakat awam yang tidak begitu mengetahui apa itu audit internal. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan yang lebih memilih jenis ini karena dinilai lebih adil dan dapat dipercaya.

2. Audit Eksternal

Ini adalah lawan dari internal, tipe ini dilaksanakan oleh lembaga independen atau pihak ketiga.

Umumnya berupa perusahaan yang secara khusus bertugas menilai dan mengevaluasi kepatuhan organisasi terhadap norma-norma peraturan.

Lebih lanjut, beberapa organisasi tidak begitu mengetahui secara dalam apa itu audit, sehingga mereka lebih memilih menggunakan jasa audit eksternal yang dinilai lebih mudah dan bisa menghindari penilaian yang bias oleh tim internal.

Alasan lain mengapa jenis ini lebih banyak diminati adalah :

  • Meningkatkan sistem dan kontrol internal. Hal ini memungkinkan auditor mengidentifikasi kekurangan dalam sistem akuntansi, membuat bisnis lebih efisien dan tidak rentan terhadap penipuan atau kesalahan.
  • Memberikan kredibilitas dengan memberikan laporan keuangan yang dapat membantu perusahaan membuat keputusan dalam meningkatkan bisnis atau meningkatkan penjualan.
  • Memberikan kepercayaan pemegang saham dengan memberikan laporan keuangan yang transparan. Sehingga, pemegang saham dapat menyoroti masalah apa pun yang telah terjadi yang mungkin tidak menjadi perhatian mereka.

Selain itu, jenis ini juga bersifat wajib karena alasan peraturan dan kepatuhan serta karena persyaratan pemegang saham yang mengamanatkan bahwa audit eksternal perlu dilakukan setiap tahun, triwulanan, dan setengah tahunan untuk dipresentasikan dalam rapat perusahaan.

3. Audit Keuangan

Seperti disebutkan sebelumnya, audit keuangan adalah bentuk yang paling umum karena berbagai alasan termasuk fakta bahwa bisnis ada untuk menghasilkan uang dan mengembalikan keuntungan serta menghasilkan kekayaan bagi pemegang saham mereka.

Ini berarti bahwa investor dan pemangku kepentingan lainnya harus mengetahui bahwa bisnis dijalankan dengan benar sehingga modal mereka aman dan menghasilkan keuntungan yang jelas.

Oleh karena itu, investor pun perlu mengetahui sedikit tentang permasalah keuangan.

Selain itu, audit keuangan juga merupakan titik evaluasi pertama apakah perusahaan menyatakan kebenaran dan apakah mereka menyembunyikan atau menutupi beberapa aspek yang dapat terungkap dalam audit.

4. Audit Strategis, Operasional, dan TI

Apa itu audit strategis, operasional, dan TI? Seperti namanya, ada 3 hal berbeda yang ditelaah dalam jenis ini.

Jenis ini mulai banyak diminati oleh berbagai bisnis di dunia karena dinilai memiliki peran yang tidak kalah penting.

Hal ini dikarenakan meningkatnya kompleksitas proses organisasi serta infrastruktur TI dan pasar eksternal yang serba cepat yang membutuhkan evaluasi apakah organisasi menyelaraskan proses dan strategi internal mereka dengan perubahan-perubahan yang terjadi.

Berikut rincian strategis, operasional, dan TI jika di breakdown ke dalam masing-masing unsur.

  • Audit strategis membantu memastikan bahwa tujuan, rencana, dan kebijakan perusahaan tidak bertentangan dengan keputusan strategisnya, melalui proses pengujian dan evaluasi untuk lingkungan internal dan eksternal perusahaan.
  • Audit operasional mengacu pada proses evaluasi kegiatan operasi perusahaan pada tingkat sehari-hari dan skala yang lebih luas. Sementara jenis audit lain mungkin hanya melihat satu departemen atau keuangan perusahaan dan audit operasional menggali lebih dalam.
  • Audit TI adalah pemeriksaan dan evaluasi infrastruktur, kebijakan, dan operasi teknologi informasi organisasi. Audit teknologi informasi menentukan apakah kontrol TI melindungi aset perusahaan, memastikan integritas data, dan selaras dengan tujuan bisnis secara keseluruhan.

Pelaksanaan Audit

Berikut langkah-langkah pelaksanaan yang secara umum sering dilakukan.

  1. Manajemen organisasi menyiapkan laporan keuangan yang telah sesuai dengan pedoman pelaporan keuangan yang sudah ditetapkan dari lembaga keuangan.
  2. Direktur organisasi menyetujui laporan keuangan.
  3. Auditor memulai pemeriksaan mereka dengan memperoleh pemahaman tentang kegiatan organisasi, dan mempertimbangkan masalah ekonomi dan industri yang mungkin mempengaruhi bisnis selama periode pelaporan.
  4. Untuk setiap aktivitas utama yang tercantum dalam laporan keuangan, auditor mengidentifikasi dan menilai setiap risiko yang dapat berdampak signifikan pada posisi keuangan atau kinerja keuangan, dan juga beberapa tindakan (disebut pengendalian internal) yang telah dilakukan organisasi untuk mengurangi risiko tersebut.
  5. Berdasarkan risiko dan pengendalian yang teridentifikasi, auditor mempertimbangkan apa yang telah dilakukan manajemen untuk memastikan keakuratan laporan keuangan, dan memeriksa bukti pendukung.
  6. Auditor kemudian membuat penilaian apakah laporan keuangan secara keseluruhan menyajikan pandangan yang benar dan wajar dari hasil keuangan dan posisi organisasi serta arus kasnya harus sesuai dengan standar pelaporan keuangan.
  7. Akhirnya, auditor menyiapkan laporan yang menetapkan pendapat mereka. Bagi pemegang saham atau anggota organisasi inilah titik penting dari audit.

Petugas Audit

Petugas audit atau yang sering disebut auditor mendiskusikan ruang lingkup pekerjaan audit dengan organisasi.

Auditor menjaga independensi dari manajemen dan direktur sehingga pengujian dan penilaian dilakukan secara objektif.

Auditor menentukan jenis dan luas prosedur yang akan mereka lakukan, tergantung pada risiko dan pengendalian yang telah mereka identifikasi. Prosedur pelaksanaan dapat dijabarkan seperti berikut ini.

  1. Mengajukan berbagai pertanyaan – dari pertanyaan tertulis formal, hingga pertanyaan lisan informal dari berbagai individu di organisasi.
  2. Memeriksa catatan keuangan dan akuntansi, dokumen lain, dan barang berwujud seperti pabrik dan peralatan.
  3. Membuat pertimbangan atas estimasi atau asumsi signifikan yang dibuat manajemen ketika mereka menyusun laporan keuangan.
  4. Mendapatkan konfirmasi tertulis tentang hal-hal tertentu, misalnya meminta debitur untuk mengkonfirmasi jumlah hutang mereka dengan organisasi.
  5. Menguji beberapa pengendalian internal organisasi.
  6. Mengamati proses atau prosedur tertentu yang sedang dilakukan.

Aturan dalam Proses Audit

Perusahaan yang akan melakukan audit eksternal harus mengetahui secara detail dan apa saja yang menjadi tugas seorang auditor untuk menghindari kesalahpahaman antara kedua belah pihak.

Perusahaan perlu mengetahui batasan tugas, kewajiban, dan wewenang seorang auditor.

Seorang auditor tidak boleh melakukan hal-hal berikut:

  • Melakukan audit informasi lain yang diberikan kepada anggota organisasi, misalnya laporan direktur.
  • Melakukan pemeriksaan pada setiap angka dalam laporan keuangan, seorang auditor seharusnya hanya melakukan audit yang didasarkan pada pengujian selektif saja.
  • Menilai kelayakan bisnis atau strategi atau keputusan yang dibuat perusahaan.
  • Mengamati setiap transaksi yang dilakukan oleh organisasi.
  • Melakukan uji kecukupan pada semua pengendalian internal organisasi.
  • Memberikan komentar kepada pemegang saham tentang kualitas direktur dan manajemen, kualitas tata kelola perusahaan atau kualitas prosedur dan kontrol manajemen risiko organisasi.

Seorang auditor tidak dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Memprediksi masa depan. Hal ini berkaitan dengan periode akuntansi tertentu di masa lalu. Itu tidak menilai apa yang mungkin terjadi di masa depan, dan karenanya tidak dapat memberikan jaminan bahwa organisasi akan melanjutkan bisnis dari waktu ke waktu.
  • Berada di sana sepanjang waktu. Hal ini dilakukan selama jangka waktu yang ditentukan, dan auditor tidak berada di organisasi sepanjang waktu. Ini berarti bahwa meskipun auditor mencari tanda-tanda potensi penipuan material, tidak mungkin untuk memastikan bahwa penipuan akan diidentifikasi.

Bagaimana Memilih Auditor yang Baik?

Seorang auditor, tidak hanya mengetahui apa itu audit melainkan memiliki kombinasi kualifikasi, pengalaman, teknologi, dan pendekatan yang tepat untuk tugas tersebut.

Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan saat mencari auditor.

1. Kualifikasi

Ketika audit dilakukan untuk tujuan memenuhi persyaratan regulator eksternal, mitra utama harus memenuhi persyaratan yang diwajibkan regulator.

Misalnya, calon auditor harus memiliki sertifikat atau telah lulus Certified Internal Auditor (CIA).

2. Pengalaman Industri

Memilih auditor yang memahami jenis industri perusahaan Anda akan lebih efisien dilakukan.

Kesinambungan staf yang memahami industri perusahaan yang akan diaudit memungkinkan audit yang lebih efisien dari tahun ke tahun.

3. Penggunaan Teknologi

Kesinambungan antara audit dan teknologi adalah dapat mencerna seluruh kumpulan data dalam organisasi, lebih cepat menemukan anomali dan membebaskan auditor untuk menilai temuan mereka, menafsirkan data, dan fokus pada implikasi bisnis.

4. Proses Penjaminan Mutu

Setiap auditor yang Anda pilih harus dapat menunjukkan bagaimana mereka memastikan kualitas layanan profesional atau kepatuhan mereka terhadap persyaratan legislatif yang relevan, standar audit, dan praktik terbaik pelaporan.

5. Biaya yang Wajar

Saat memilih auditor, biaya seringkali menjadi faktor keputusan utama.

Namun, penting bagi direktur bisnis untuk memastikan bahwa biaya audit memadai dan tidak berpotensi mempengaruhi kualitas yang didapatkan.

6. Reputasi Perusahaan Audit

Testimonial, referensi atau penghargaan merupakan indikasi yang baik dari reputasi perusahaan audit di industri.

Setelah mengetahui apa itu audit dengan lebih baik, Anda akan mulai dapat membandingkan kualitas masing-masing calon auditor.

7. Dukungan Berkelanjutan untuk Pengambilan Keputusan dan Pertumbuhan

Auditor yang baik juga merupakan penasihat bisnis yang selalu berhubungan sepanjang tahun untuk menyampaikan hal-hal yang relevan dengan bisnis Anda.

Hal ini menunjukkan auditor tidak ‘kabur’ atas penilaian yang telah ia berikan.

8. Membuka Ruang untuk Negosiasi

Anda pasti ingin bernegosiasi untuk mendapatkan nilai terbaik bagi organisasi.

Jika biaya yang Anda bayarkan kepada auditor tidak tetap, maka carilah dan pilih perusahaan audit yang menawarkan harga yang kompetitif dengan kualitas yang baik.

9. Pelayanan Pelanggan

Pelayanan pelanggan yang berkualitas akan menggambarkan seluruh kualitas perusahaan audit.

Perhatikan apakah perwakilan perusahaan responsif, ramah, dan tentunya menjadikan Anda prioritas.

Menjadi seorang Auditor

Saat mengetahui pengertian audit dan seberapa pentingnya hal itu, Anda mungkin mulai tertarik untuk menjadi seorang auditor.

Lalu, apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menjadi auditor?

Auditor adalah profesional independen yang menyiapkan, memeriksa, dan menilai catatan keuangan dan operasi organisasi untuk memastikannya berjalan secara efisien dan legal.

Berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang pekerjaan seorang auditor.

1. Tugas Auditor

  • Mengumpulkan bukti tentang keadaan keuangan suatu organisasi untuk memastikan bahwa uang yang masuk dan keluar dicatat dan diproses dengan benar.
  • Menyiapkan laporan, yang mungkin termasuk neraca, laporan laba rugi dan arus kas untuk pemangku kepentingan dan pemegang saham dari suatu organisasi.
  • Mengukur tingkat risiko keuangan dalam suatu organisasi dan memastikan aset dilindungi.
  • Auditor juga dapat melaporkan kepatuhan organisasi terhadap berbagai peraturan, seperti yang berkaitan dengan keberlanjutan dan emisi gas rumah kaca atau K3.
  • Auditor dapat bekerja secara internal di dalam organisasi atau dapat melakukan audit keuangan eksternal independen terhadap organisasi sektor komersial dan publik.

2. Langkah-Langkah Menjadi Auditor

  • Langkah pertama, Anda memerlukan setidaknya gelar sarjana di bidang akuntansi. Keahlian yang harus dimiliki diantaranya penggunaan database, spreadsheet, komunikasi, dan pemahaman yang mendalam tentang ekonomi dan keuangan.
  • Gelar master online di bidang akuntansi atau administrasi bisnis juga dapat membantu calon auditor menonjol. Gelar master di bidang akuntansi dapat mempersiapkan Anda untuk mengikuti ujian Certified Public Accountant (CPA).
  • Selanjutnya, mencari pengalaman dalam bidang yang sama. Pada awalnya, Anda mungkin akan melakukan pekerjaan seperti mempersiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan, hal ini merupakan dasar yang perlu diketahui terlebih
  • Langkah selanjutnya yakni memperoleh sertifikasi CPA. Dengan pengalaman sekitar lima tahun, seorang auditor dapat pindah ke peran tingkat yang lebih tinggi, seperti direktur, manajer audit, dan bahkan mempertimbangkan untuk membuka perusahaan jasa akuntansi.
  • Penting juga bagi auditor untuk tetap mengikuti tren industri. Mereka dapat memperluas pengetahuan dan keterampilan dengan mengikuti berita bisnis dan keuangan terbaru dengan berlangganan publikasi seperti The Wall Street Journal atau media lokal.
  • Bergabung dengan organisasi profesional, seperti Institute of Internal Auditors (IIA) dan American Institute of CPAs (AICPA), dapat membantu auditor tetap mengikuti standar, serta memberikan peluang untuk jaringan dan pengembangan profesional.
  • Dapatkan sertifikasi dan l Auditor harus disertifikasi oleh negara tempat mereka akan bekerja, dan persyaratannya bervariasi. Untuk bekerja di perusahaan publik, Anda harus menjadi CPA dan kemudian mendapatkan lisensi negara.
  • Setelah disertifikasi sebagai CPA, Anda akan sering mengambil kursus tambahan untuk memenuhi syarat bagi pemberi kerja. Misalnya, IIA menawarkan kursus di berbagai bidang profesional dan audit kepada auditor internal dengan pengalaman lebih dari dua tahun.

Penutup

Audit merupakan proses yang tidak dapat dikesampingkan bagi sebuah instansi. Jika memiliki bisnis dan tidak mengetahui apa itu audit dan hal lainnya, lebih baik bagi Anda untuk segera berkonsultasi dengan auditor profesional.

Anda juga perlu mengetahui berbagai hal terkait audit sebelum mencari jasa audit.

Apabila ingin menjadi seorang auditor, tidak cukup hanya mengetahui apa itu audit dan hal teoritis umum lainnya, Anda juga harus memiliki pengalaman dan sertifikasi formal untuk menggapainya.

Bagikan:

Tags

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar