Pro Kontra Bisnis MLM di Indonesia dan Tips Menjalankannya

bisnis mlm

Pernahkah Anda mendengar sebuah bisnis dengan nama bisnis MLM? MLM merupakan singkatan dari multilevel marketing dan memiliki nama lain sebagai network marketing. Dengan meningkatnya penggunaan internet di berbagai kalangan, bisnis ini pun menjamur di berbagai negara.

Bisnis ini menjual berbagai macam produk dan juga merekrut banyak orang untuk menjual produk. Semakin banyak produk yang dijual oleh network yang dipimpin, maka semakin banyak pula keuntungannya. Berikut ini adalah pro, kontra dan tips untuk menjalankan bisnis ini.

Pro Bisnis MLM

Pro Bisnis MLM

1. Pelaku menjual barang yang disukai

Tidak menampik bahwa tidak semua pelaku bisnis akan menjual produk atau barang yang mereka sukai. Kadang, mereka hanya menjual karena keuntungannya yang cukup besar. Hal ini sangat bertolak belakang dengan contoh bisnis MLM karena pelakunya harus menyukai produk tersebut.

Pelaku bisa saja menggunakan produk yang dijualnya karena memang menyukainya dari sisi fungsional dan bermanfaat untuk diri sendiri. Itu sebabnya kita tidak bisa menyepelekan orang yang melakukan bisnis ini karena mereka cenderung tahu seluk beluk tentang produk.

Pebisnis dalam jaringan ini juga dituntut untuk bisa memberikan pemahaman yang lebih kepada downline atau target pasarnya. Inilah sisi yang mereka jual, yakni meyakinkan pelanggan bahwa produk busa membawa manfaat. Dengan begitu, penjualan pun akan menjadi efektif.

2. Kesempatan bisnis sambilan

Tidak masalah jika sebenarnya Anda memiliki pekerjaan asli yang menghabiskan waktu 8 jam setiap harinya. Bisnis ini cenderung bisa dilakukan sebagai sebuah sambilan atau sampingan. Anda bisa memanfaatkan jaringan kerja, klien dan kenalan Anda untuk mempromosikan produk yang dijual.

Bisnis ini juga tidak terikat dengan jam kerja tertentu. Anda bisa dengan bebas melakukan promosi kapan saja, sesuai dengan waktu luang yang Anda miliki. Bisnis ini juga dikenal sebagai bisnis dengan risiko investasi yang rendah sehingga Anda tidak perlu takut merugi.

Sebagai bisnis sambilan, Anda juga dapat memanfaatkan sosial media yang Anda miliki untuk melakukan promosi. Sambil bersantai, Anda bisa memanfaatkan waktu untuk mengenalkan produk ke orang-orang di sekeliling tanpa harus mendirikan toko yang perlu dijaga.

3. Memiliki banyak waktu di rumah

Bisnis ini tidak memerlukan jam kerja yang sangat ketat seperti jenis pekerjaan yang lainnya. Anda bisa memiliki banyak waktu di rumah karena pekerjaan ini bisa disambi dengan pekerjaan lain. Itu sebabnya banyak orang yang melirik bisnis MLM karena terkesan sangat santai.

Jenis bisnis ini menjadi mimpi bagi banyak orang karena tidak harus melakukan tes pasar. Produk yang dijual juga sudah ada dengan perusahaan yang juga sambil melakukan branding. Anda hanya perlu mencari target pasar dan melakukan penjualan.

Itu sebabnya, sebelum memilih jenis produk MLM apa yang akan dijalankan sebagai bisnis, Anda perlu mengetahui perusahaan apa yang sudah memiliki reputasi yang baik. Hal ini akan sangat mempengaruhi bagaimana penjualan Anda terhadap downline dan konsumen.

Baca Juga: Apa Itu Branding ? Pengertian dan Fungsi untuk Bisnis

4. Mendapatkan pendapatan tambahan

Bisnis ini tidak membutuhkan nilai modal yang besar. Apabila ingin mulai berbisnis namun tidak terlalu yakin akibat modal yang terbatas, Anda bisa menjalankan bisnis yang satu ini. Perusahaan tidak meminta modal awal yang besar karena Anda cenderung dididik untuk bisa berjualan.

Keuntungan yang didapatkan dari bisnis ini juga berupa komisi langsung apabila Anda bisa berhasil menjual barang. Perusahaan atau upline juga akan menghitung poin penjualan yang telah Anda lakukan. Semakin banyak poin yang didapat, maka semakin besar pula bonus yang Anda dapatkan.

Belum lagi jika Anda memiliki banyak downline yang juga berhasil melakukan penjualan. Maka, semakin besar pula komisi yang didapat dari perusahaan sebagai upline. Performa dari bisnis ini menjadi target utama karena keuntungan akan didasarkan pada hal tersebut dalam jangka waktu tertentu.

5. Sistem bisnis yang sudah jelas

Apapun jenis produknya, MLM sudah memiliki sistem yang sangat jelas. Sistem MLM tidak akan berubah, pun diterapkan oleh perusahaan lain yang juga melakukan bisnis multilevel marketing. Jadi, Anda tidak perlu lagi melakukan percobaan bisnis dengan metode lainnya karena sudah ditentukan.

Yang perlu Anda lakukan adalah dengan terus belajar untuk bisa memahami bagaimana bisnis MLM bekerja agar keuntungan yang didapat juga semakin besar. Biasanya, leader akan membangun network dan membimbing Anda setidaknya dalam hal penjualan dan kepemimpinan.

Jadi, Anda tidak akan hanya sekedar menjual barang melainkan mendapatkan manfaat yang besar bagi diri sendiri. Rasa percaya diri yang tumbuh dari aktivitas bisnis ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Begitu juga dengan kemampuan komunikasi yang akan berkembang.

6. Mendapatkan mentor

Tidak dipungkiri jika dalam MLM dan jenis bisnis lainnya memang membutuhkan mentor. Mentor adalah orang yang sudah profesional, dalam hal ini menjalankan cara bisnis MLM. Nah, mentor akan membimbing Anda saat menemukan masalah yang terjadi saat berbisnis.

Mentor dalam bisnis ini biasanya adalah upline atau orang yang bekerja pada perusahaan produk itu sendiri. Mereka sering membagikan tips jitu dalam berbisnis, sehingga Anda bisa menerapkannya dan mudah mendapatkan komisi langsung dari penjualan yang telah dilakukan.

Mentor bisa juga datang dari network Anda. Setiap pelaku usaha MLM pasti akan menemukan masalah atau kendala yang berbeda. Dengan melakukan sharing, Anda bisa menemukan ide dan solusi jitu yang juga berguna untuk networking Anda sendiri.

Kontra Bisnis MLM

Kontra Bisnis MLM

1. Tidak bisa menjadi pekerjaan utama

Sayangnya, tipe bisnis yang satu ini sama sekali tidak bisa dijadikan pekerjaan utama. Penghasilan dari komisi dan bonus tidak akan selalu datang dengan jumlah yang sama setiap bulannya. Ada kalanya, Anda tidak berhasil menjual sehingga sama sekali tidak mendapatkan poin.

Jadi, sebelum Anda terjun ke cara kerja bisnis MLM sebaiknya memikirkan faktor yang satu ini. Bisnis ini hanya cocok untuk dijadikan sambilan atau part time dari pekerjaan utama. Perusahaan produksi barang juga tidak akan memberikan Anda gaji yang pasti setiap bulan melainkan dari komisi saja.

2. Dilakukan tatap muka

Meskipun bisa dilakukan dengan santai, penjelasan terhadap downline dan juga sasaran pembeli biasanya dilakukan dengan cara tatap muka. Sebagian waktu Anda akan tersita untuk melakukan penjelasan produk dan juga bimbingan terhadap jaringan yang Anda bangun.

Hanya sedikit saja porsi untuk melakukan bisnis secara online. Kecuali jika Anda sudah memiliki downline yang banyak, maka Anda hanya perlu memantau bisnis ini agar berjalan dengan baik. Jika posisinya belum sampai di tingkat manajer, maka pertemuan tatap muka sangat dianjurkan.

Hal ini bisa menjadi masalah apabila Anda tidak terbiasa bertemu dengan orang lain dan membangun komunikasi yang baik. Itu sebabnya, Anda tetap perlu melatih diri agar bisa berkomunikasi secara efektif, jelas dan tidak gugup terutama di hadapan orang banyak.

3. Butuh waktu dan kesabaran

Tidak memungkiri bahwa membangun sebuah jaringan MLM membutuhkan waktu dan kesabaran yang cukup banyak. Anda tidak bisa memandang sebelah mata bisnis ini sebagai sebuah cara untuk menghasilkan uang dengan cara yang instan karena bukan diri Anda yang membangun dari nol.

Faktor lainnya adalah Anda juga tidak bisa mengubah strategi bisnis karena MLM terikat dengan hubungan antara upline dan downline. Semakin banyak downline Anda, maka semakin banyak pula waktu yang dibutuhkan untuk membimbing mereka.

Untuk bisa membangun jaringannya pun butuh waktu yang lama. Anda harus bisa mengenal siapa saja downline Anda dan bagaimana performa mereka. Jika tujuan Anda membangun downline yang banyak daripada komisi berjualan, maka butuh setidaknya dua tahun dengan usaha yang telaten.

4. Risiko ditolak

Jangan kaget jika Anda akan mendapatkan penolakan dari orang-orang yang Anda tawarkan. Mereka bisa saja menolak dengan kasar meskipun Anda telah mengenal mereka sekalipun. Persiapan mental dan etika bisnis MLM tidak main-main.

Butuh cara komunikasi yang baik untuk setidaknya menarik minat mereka dalam mendengarkan penjelasan terlebih dahulu. Responnya bisa berbeda dan tetap ada kemungkinan bahwa mereka akan tertarik karena cara menjelaskan Anda yang mudah diterima.

Tips Bisnis MLM

1. Selalu bersikap jujur dan etis

Selalu bersikap jujur dan etis

Sikap ini akan membawa Anda meraih keuntungan yang baik. Anda juga akan mendapatkan kepercayaan dari orang lain, bahwa Anda tidak semata-mata menjual janji dan kekayaan yang instan. Itu sebabnya, gaya komunikasi perlu diperhatikan dalam hal ini.

Banyak orang yang merendahkan bisnis ini, karena orang yang terjun di dalamnya menjual janji yang tidak etis. Hindari hal ini dengan bersikap jujur. Jika mereka tertarik dengan produk yang dibisniskan, maka akan dengan mudah untuk membuat mereka ikut dengan bisnis ini.

2. Tidak Memaksa

Tidak memaksa

Prinsip yang harus ditekankan dalam bisnis MLM adalah dengan tidak memaksa siapapun untuk ikut melakukan apa yang Anda lakukan. Kesalahan fatal banyak orang adalah memaksa keluarga dan teman untuk ikut semata-mata untuk menjadikan mereka sebagai seorang downline.

Padahal, cara ini tidak akan berjalan dengan mulus. Mereka bisa jadi terdaftar sebagai downline, namun penjualan tidak akan berjalan dengan efektif. Untuk itu, Anda perlu merencanakan siapa saja yang bisa Anda targetkan untuk menjadi seorang downline.

3. Ketahui target pasar

Ketahui target pasar

Apapun bisnisnya, Anda perlu tahu siapa sasaran pasar Anda. Tanpa hal ini, Anda akan lelah dalam prosesnya karena menawarkan ke orang yang tidak tepat. Misalnya produk kosmetik wanita ditawarkan ke konsumen lelaki, tentu saja hal ini akan berujung kegagalan.

Buatlah list yang berisi siapa saja target dari pasar Anda dan lakukan identifikasi lebih jauh. Anda mula-mula bisa menawarkan ke orang terdekat terlebih dahulu untuk mendapatkan dukungan moral. Meski belum tentu ikut, setidaknya mereka bisa menyebarkan info tentang bisnis Anda.

4. Membuat business plan

Membuat business plan

Tak banyak pebisnis yang tahu bahwa sebuah plan bisnis merupakan hal yang penting. Business plan atau plan bisnis akan bisa menjaga Anda untuk berada di jalur sesuai dengan tujuan yang Anda inginkan. Ada dua macam plan dalam MLM yakni membangun networking atau menjual produk.

Sama seperti dengan bisnis lainnya, plan bisnis harus direncanakan dengan matang dan terkait dengan waktu tertentu. Jika rencana yang dibuat tidak sesuai dengan keadaan riil, maka Anda bisa mencari solusi bersama mentor atau network yang Anda bangun.

Bisnis MLM semakin menjamur dengan berbagai produk yang dijual mulai dari produk kesehatan, kecantikan, hingga teknologi. Sebelum terjun ke bisnis ini, pastikan Anda memahami risiko yang ada sambil melatih diri dengan menjalankan beberapa tips di atas.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar