8 Cara Meningkatkan Open Rate Email pada Newsletter

8 Cara Meningkatkan Open Rate Email pada Newsletter

Ada berbagai metode digital marketing yang bisa diterapkan dalam mempromosikan bisnis Anda.

Barang kali, Anda sudah mencoba banyak teknik untuk mengenalkan bisnis kepada audiens, termasuk menggunakan email.

Lalu, bagaimana cara meningkatkan open rate email?

Tidak dipungkiri, email adalah strategi marketing yang telah digunakan sejak dulu, bahkan sebelum media sosial menguasai komunikasi virtual seperti sekarang ini.

Meskipun, email masih tetap relevan untuk digunakan hingga detik ini. Asal dikelola dengan tepat, maka akan menjadi media iklan yang efektif.

Apa itu Click Through Rate (CTR)?

Apa itu Click Through Rate (CTR)?

Click Through Rate merupakan salah satu unsur penting yang berhubungan erat dengan open rate. Jika CTR pada email tinggi, maka otomatis open rate juga meningkat.

Seperti yang diketahui, setiap orang yang menggunakan smartphone pasti setidaknya memiliki satu alamat email untuk menunjang berbagai kepentingan.

Meskipun jarang digunakan untuk kebutuhan komunikasi personal, faktanya email banyak dipakai untuk keperluan registrasi atau pendaftaran di website atau aplikasi tertentu.

Oleh karena itu, tidak heran jika email marketing sering digunakan untuk kebutuhan beriklan online.

Apalagi, ada dua goals yang bisa dicapai sekaligus jika menerapkannya, yakni untuk menghubungi konsumen potensial dan terus terhubung dengan konsumen setia. Lalu, apa itu CTR dalam email?

Ketahui pengertian dan rumusnya di bawah ini:

1. Pengertian Click Through Rate

Anda perlu memahami istilah-istilah penting dalam email marketing, salah satunya CTR.

CTR atau Click through rate merupakan rata-rata jumlah pengguna yang mengklik link dibanding seluruh pengguna yang melihat email.

Pada platform email, CTR adalah jumlah pengguna yang membuka email serta melakukan klik CTA dibanding semua user penerima email.

Walaupun nampak sederhana, namun hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi email marketer. Jika open rate email rendah, maka Anda perlu mengganti teknik yang sebelumnya telah digunakan.

2. Rumus Click Through Rate

Agar dapat mengetahui seberapa besar CTR email marketing Anda, gunakan rumus berikut ini:

Email CTR = Total jumlah klik / jumlah email yang terkirim x 100

Rumus tersebut dapat membantu Anda untuk menghitung CTR. Selain itu, Anda juga dapat mengevaluasi hal-hal yang perlu diperbaiki dari teknik email marketing yang diterapkan.

Barangkali masalahnya terletak pada audiens yang tidak sesuai dengan kriteria produk yang ditawarkan.

Bisa juga masalahnya terletak pada call to action (CTA) yang kurang tepat.

Apa pun masalahnya, seorang digital marketing perlu mengetahui CTR untuk mengoptimalkan omset dari email marketing.

Cara Meningkatkan Open Rate Email

Open rate merupakan suatu metrik yang menampilkan jumlah rasio email yang berhasil dibuka dengan email yang sudah terkirim.

Agar hasil yang didapatkan maksimal, sebaiknya ketahui cara meningkatkan open rate email di bawah ini:

1. Pahami Tujuan

Pahami Tujuan

Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah membuat rencana kampanye email marketing. Mengingat, tujuan yang jelas termasuk hal yang wajib diketahui.

Dengan mengetahui tujuan dalam meningkatkan email, maka akan membantu pengusaha untuk membentuk strategi yang berorientasi pada hasil.

Biasanya tujuan ini sangat berhubungan dengan sebuah pencapaian tertentu yang diharapkan.

Entah dalam bentuk peningkatan omset, peningkatan traffic, konsistensi komunikasi dengan konsumen, dan lain sebagainya. Apapun tujuannya, hal tersebut perlu diingat dan dipahami dengan baik.

2. Gunakan Nama Domain yang Tepat

Gunakan Nama Domain yang Tepat

Sebelum mengirim email kepada para konsumen potensial, pastikan terlebih dahulu bahwa Anda telah memiliki domain yang tepat.

Hal ini karena nama domain yang tepat dapat membantu Anda untuk mempunyai alamat email profesional.

Menggunakan platform email gratis sebenarnya tidak disarankan untuk digunakan oleh perusahaan. Sebab, alamat email seperti Gmail dan Yahoo sudah pasti masuk ke folder spam jika digunakan untuk promosi.

Oleh karena itu, ciptakan alamat domain dengan ekstensi unik. Contohnya seperti SITE, .TECH, .STORE, .SPACE, .ONLINE, atau lainnya.

Dengan menggunakan nama dan ekstensi domain unik, maka hal ini tidak hanya akan membuat tampilannya keren, tetapi juga membuat email Anda mudah diingat dan dikenali.

Bayangkan saat Anda memperoleh email dari beauty@aurora.store yang namanya terlihat meyakinkan dan terpercaya. Pastinya, nama ini akan lebih mudah dikenali, bukan?

Jadi, sebelum mengirimkan email, pastikan Anda memiliki nama domain dan alamat email yang profesional.

Dapatkan berbagai pilihan domain murah dan unik di jasa developer terpercaya.

3. Buat Email yang Personal

Buat Email yang Personal

Berbagai aktivitas virtual sekarang semakin dipermudah seiring dengan berkembangnya teknologi.

Oleh karena itu, tidak heran jika komunikasi kepada konsumen bisa dibuat semakin personal.

Email yang terlihat akrab dan personal akan mampu meningkatkan angka transaksi, bahkan sampai enam kali lipat.

Pada dasarnya, membuat email newsletter yang personal tidak sulit dilakukan.

Metode ini diawali dengan mengumpulkan data konsumen saat mereka melakukan sign-up ke situs Anda. Kemudian, gunakanlah data personal tersebut untuk mengirim newsletter.

Contohnya, tambahkan nama konsumen ke subjek email. Melalui metode ini, konsumen akan merasa lebih tersanjung atau bahkan terhormat karena Anda mengetahui namanya.

Jika konsumen memberikan feedback yang positif, maka hal ini akan membuat CTR menjadi meningkat.

Newsletter yang personal memang dapat membuat ikatan antara konsumen dan perusahaan bisa lebih terjaga.

Walaupun banyak yang beranggapan formal lebih baik, nyatanya email yang personal akan memberikan sebuah dampak yang lebih baik pada hasil atau tujuan yang diharapkan.

4. Susun Segmentasi Penerima Email

Susun Segmentasi Penerima Email

Cara meningkatkan open rate email Android yang berikutnya adalah dengan menyusun segmentasi penerima email.

Mengetahui siapa target audiens bisnis adalah hal yang harus dilakukan oleh pengusaha.

Ini adalah salah satu kunci sukses untuk bisa mengirimkan email ke target audiens yang tepat.

Oleh karena itu, sangat penting bagi pengusaha untuk membagi atau mengklasifikasikan penerima email berdasarkan segmentasi khusus.

Segmentasi tersebut dapat dibagi berdasarkan kebutuhan konsumen, produk yang sering dibeli, topik yang diminati konsumen, dan lain sebagainya.

Anda juga dapat membuat segmentasi berdasarkan lokasi, profesi, hobi, atau konten yang disukai.

Hal ini akan membantu Anda untuk benar-benar mengetahui cara berkomunikasi yang tepat dengan konsumen melalui email.

Pastinya, yang perlu diingat saat berkomunikasi dengan konsumen adalah fokus terhadap tujuan utama yang tidak lain adalah bisnis.

5. Tulis Subjek Email yang Menarik

Tulis Subjek Email yang Menarik

Agar bisa meningkatkan open rate, maka penulisan subjek email sangat penting untuk diperhatikan.

Subjek email yang terlalu panjang akan membuat penerima email merasa tidak tertarik untuk membukanya.

Justru, subjek yang terlalu panjang pada email akan membuat penerimanya merasa risih dan membuangnya ke dalam folder spam.

Oleh karena itu, sebaiknya tulislah subjek email yang singkat, namun menarik bagi konsumen.

Pastinya, subjek email juga harus jelas dan mudah dipahami, meskipun hanya dibaca sekilas oleh konsumen.

Subjek email yang menarik juga bisa dibuat dengan menghindari pemakaian huruf kapital (capslock) dan juga tanda seru.

Secara psikologis, tulisan capslock dan tanda seru akan membuat seseorang yang membacanya merasa seperti diperintah.

Sebaiknya, buatlah subjek yang dapat membangkitkan rasa penasaran konsumen pada isi pesan email Anda.

Kemudian, buatlah badan email yang berbobot dan tidak berbelit-belit. Dengan demikian, diharapkan cara ini dapat meningkatkan open rate email.

6. Jangan Gunakan Kata yang Berpotensi Spamming

8 Cara Meningkatkan Open Rate Email pada Newsletter

Setelah menyimak pembahasan sebelumnya, dapat diketahui bahwa menyusun email marketing tidak semudah yang dibayangkan.

Diperlukan banyak pertimbangan dan rasa ingin tahu yang besar agar dapat sukses di bidang digital marketing ini.

Salah satu hal yang perlu dihindari adalah pemakaian kata yang berpotensi spam.

Spam itu sendiri merupakan pemakaian perangkat elektronik yang digunakan untuk mengirimkan pesan secara bertubi-tubi meskipun tidak dikehendaki oleh penerimanya. Aktivitas ini biasanya disebut dengan spamming.

Oleh karena itu, penting sekali bagi pengelola email bisnis untuk memastikan agar promosi yang dilakukannya tidak terdeteksi sebagai spam.

Percuma jika Anda sudah mengirimkan email yang bagus, tetapi pada akhirnya berakhir di folder spam karena dianggap pesan yang mengganggu oleh email

Agar email dapat dibaca oleh konsumen, hindarilah kata-kata spamming. Contohnya seperti gratis, diskon, promo, tanpa biaya, harga terendah, dan lain sebagainya.

Sebelum mengirimkan email kepada audiens potensial, periksalah kembali struktur penulisan newsletter dan pastikan tidak ada kata-kata promosi yang monoton.

Tips lainnya yang bisa diterapkan yakni masukkan opsi unsubscribe pada bagian atas email agar tidak terdeteksi sebagai spam.

Cara ini diharapkan dapat membantu Anda untuk mengetahui apakah audiens akan memberikan feedback terhadap email marketing tersebut atau tidak.

7. Gunakan Gambar yang Tepat

8 Cara Meningkatkan Open Rate Email pada Newsletter

Cara meningkatkan open rate email yang selanjutnya yakni gunakan gambar yang tepat untuk meningkatkan peluang call to action dari audiens.

Seperti yang diketahui bersama, email yang diisi dengan seluruh teks akan membuat penerimanya tidak tertarik dan tidak berminat untuk membukanya.

Email yang tidak disertai dengan gambar akan membuat penerimanya terburu-buru untuk menutupnya.

Bahkan, bisa jadi email yang Anda kirim tersebut akan masuk ke keranjang sampah.

Namun, lain halnya dengan email newsletter yang memadukan antara teks dan gambar.

Umumnya, impresi audiens terhadap gaya email tersebut akan lebih terbuka dan tertarik untuk mengambil penawaran dari email tersebut.

Harus diakui bahwa peletakan gambar di email marketing memiliki pengaruh besar terhadap open rate email.

Oleh karena itu, meskipun terlihat sepele, langkah ini tidak seharusnya diabaikan.

Jika sudah menyertakan gambar pada email, jangan sampai lupa untuk memasukkan call to action. Pasalnya, tanpa unsur tersebut, maka kampanye marketing Anda kemungkinan besar gagal.

Oleh karena itu, pastikan agar di bagian akhir email terpasang tombol CTA. Isilah CTA dengan aksi yang spesifik agar konsumen bersedia melakukan hal yang Anda inginkan.

Selain itu, pastikan pula agar tombol yang dipasang tersebut membawa audiens ke laman yang tepat.

8. Hapus Daftar Email Tidak Responsif

8 Cara Meningkatkan Open Rate Email pada Newsletter

Langkah berikutnya yang perlu diperhatikan untuk memaksimalkan open rate adalah dengan melakukan pembersihan daftar alamat email audiens.

Tidak dipungkiri, tidak semua audiens memberikan respon positif terhadap email newsletter.

Jika Anda terus menumpuk alamat email yang tidak responsif, maka hal tersebut tentu hanya akan membuang-buang waktu.

Apalagi, kapasitas kontak email marketing cukup terbatas sehingga Anda perlu memberi ruang bagi para audiens baru agar juga ikut mendapatkan email newsletter dari Anda.

Hal ini memiliki tujuan penting untuk menjaga daftar email agar tetap potensial dan berkualitas.

Periksalah secara berkala siapa saja audiens yang tidak membuka email Anda dalam jangka waktu tertentu, contohnya selama dua bulan.

Dengan begitu, maka list email Anda akan selalu terisi oleh audiens yang potensial.

Pentingnya Open Rate pada Email Newsletter

8 Cara Meningkatkan Open Rate Email pada Newsletter

Kini Anda sudah tahu cara meningkatkan open rate email. Namun, mungkin saja Anda masih merasa ragu untuk menerapkan strategi open rate pada email newsletter. Mengingat, strategi marketing ini memang memiliki tantangannya tersendiri.

Meskipun demikian, terdapat beberapa alasan mengapa Anda perlu menerapkan open rate sebagai salah satu atribut promosi.

Metode ini mempunyai sejumlah keunggulan yang tidak kalah hebat dari media promosi lain, di antaranya sebagai berikut:

1. Email Mudah Diakses

Email merupakan salah satu platform yang umumnya dimiliki oleh pengguna smartphone.

Setidaknya, dalam satu smartphone terdapat satu alamat email yang digunakan untuk berbagai kebutuhan komunikasi.

Hal ini membuat email menjadi media yang cocok untuk digunakan promosi.

Oleh karena itu, gunakanlah strategi open rate yang baik dan tepat agar Anda memperoleh respon yang positif dari audiens.

2. Mudah Membalikkan Modal

Sebuah penelitian menunjukkan hasil bahwa email marketing merupakan strategi promosi terbaik untuk membalikkan modal.

Pasalnya, email marketing hanya membutuhkan modal $1 untuk memperoleh pemasukan $42 jika dibanding metode marketing online lainnya,.

Walaupun demikian, mengirim email marketing harus dilakukan dengan strategi yang tepat seperti yang telah dibahas sebelumnya. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui cara mengkalkulasi ROI.

ROI itu sendiri merupakan rasio antara keuntungan/kerugian dari sebuah investasi dibanding total uang yang diinvestasikan.

Jika tidak ingin bersusah payah menghitung secara manual, gunakanlah tools yang bisa memudahkan Anda untuk menghitungnya.

Siapa yang tidak ingin mengeluarkan modal sedikit untuk hasil yang besar?

Oleh karena itu, perhitungan ROI ini harus benar-benar dilakukan untuk memastikan bahwa modal yang dikeluarkan benar-benar kembali dan bahkan memberikan keuntungan.

3. Mengetahui Performa Teknik Marketing

Anda berkesempatan untuk mengetahui kesuksesan dari performa email marketing yang dijalankan.

Caranya yakni dengan menggunakan open rate email yang mampu mengkalkulasi jumlah email yang dibuka oleh konsumen.

Jika performa email belum maksimal, maka kemungkinan besar strategi yang dijalankan tersebut harus diperbaiki atau diubah.

Oleh karena itu, setiap pengelola email marketing perlu mengetahui cara menghitung open rate.

4. Mengetahui Topik yang Paling Digemari Konsumen

Terdapat berbagai opsi topik yang dapat Anda gunakan untuk email newsletter.

Dengan menggunakan open rate, Anda berkesempatan untuk mengetahui topik yang paling disukai oleh calon konsumen atau konsumen setia.

Agar hasil marketing lebih optimal, ketahui jenis-jenis email newsletter agar Anda dapat memilih topik yang tepat dan sesuai untuk kebutuhan marketing.

5. Menghitung Audiens yang Berminat dengan Email

Open rate email dikatakan penting karena Anda bisa mengkalkulasi jumlah subscriber yang berminat atau tertarik dengan email yang Anda kirim kepada mereka.

Ketahuilah, open rate akan sangat dibutuhkan dalam upaya strategi marketing.

Open rate, ROI, dan CTR adalah beberapa indikator yang tergolong sebagai sales funnel.

Sales funnel itu sendiri adalah saluran penjualan yang sangat penting diperhatikan agar dapat memperoleh lebih banyak konsumen. Dengan adanya sales funnel, maka seseorang dapat menjadi konsumen tetap.

Setelah menyimak penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa cara meningkatkan open rate email dapat menjadi strategi jitu untuk mendapatkan audiens potensial yang sebanyak-banyaknya.

Dengan begitu, diharapkan omset penjualan melalui email memperoleh hasil maksimal.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar