5 Cara Rekonsiliasi dalam Bisnis, Ternyata Gampang Banget!

5 Cara Rekonsiliasi dalam Bisnis, Gampang Banget!

Rekonsiliasi bisnis pastinya sangat diperlukan untuk mencatat pendapatan. Hal ini dilakukan untuk memastikan akurat atau tidaknya laporan keuangan dalam bisnis tersebut. Bagi seorang pemula akan sangat membutuhkan cara rekonsiliasi dalam bisnis yang benar.

Penerapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan dengan baik untuk menghindair kesalahan dalam pencatatan saldo atau pendapatan.

Melalui rekonsiliasi, keuangan perusahaan bisa diatur dengan mudah sehingga bisa memantau saldo bisnis dengan cepat.

Apa itu Rekonsiliasi Bisnis?

Sebelum membahas bagaimana cara rekonsiliasi dalam bisnis, Anda harus memahami pengertian dari rekonsiliasi itu sendiri.

Rekonsiliasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencatat keuangan antara perusahaan dan bank yang memberikan layanan rekening koran.

Selain itu, rekonsiliasi juga dapat diartikan sebagai bentuk verifikasi atau pencocokan data keuangan perusahaan dan data keuangan oleh bank yang tidak tepat.

Ketidaktepatan tersebut bisa terjadi karena transaksi nasabah belum dicatat oleh pihak bank.

Rekonsiliasi sangat diperlukan dalam sistem keuangan bisnis. Tujuannya adalah untuk membuat laporan keuangan sebuah perusahaan dan bank selama beberapa waktu atau periode lebih akurat dan tertata dengan baik.

Baca Juga : 5 Investor Terkaya di Indonesia, Total Kekayaan dan Bisnisnya

Cara Rekonsiliasi dalam Bisnis dengan Mudah

Untuk melakukan rekonsiliasi yang tepat dalam sebuah bisnis, Anda bisa mengikuti beberapa cara di bawah ini.

1. Mencatat Setiap Pemasukan dan Pengeluaran

Mencatat Setiap Pemasukan dan Pengeluaran

Langkah atau cara pertama yang harus Anda lakukan adalah mencatat seluruh transaksi, baik pemasukan atau pengeluaran bisnis Anda.

Apabila setiap transaksi dapat dipantau dengan baik maka akan lebih mudah dalam melihat history atau riwayatnya.

Transaksi yang dilakukan melalui bank pastinya dapat ditinjau dengan mudah karena informasinya langsung ditulis dalam rekening koran.

Agar lebih transparan, Anda bisa lakukan pencatatn seperti ini tiap kali melakukan transaksi melalui bank.

Setelah itu, cocokkan nominal saldo yang ada di bank dengan saldo yang ada dalam catatan keuangan perusahaan Anda.

2. Membandingkan Saldo Kas Perusahaan dengan Rekening Koran Bank

Membandingkan Saldo Kas Perusahaan dengan Rekening Koran Bank

Cara rekonsiliasi dalam bisnis ini berkaitan dengan cara pertama di atas. Setelah mencatat uang masuk dan keluar Anda perlu membandingkan catatan transaksi tersebut dengan data rekening koran.

Kemudian jika terjadi perbedaan atau selisih bisa dilakukan rekonsiliasi selanjutnya.

Rekening koran bank menunjukkan kegiatan transaksi yang dilakukan oleh perusahaan misalnya setoran, cek, dan biaya layanan, dan saldo kas yang tersimpan.

Artinya isi dari rekening koran dapat dibandingkan langsung dengan catatan keuangan milik perusahaan.

Saat dilakukan pembandingan, akan ada kemungkinan bahwa kedua nilai saldo tersebut mengalami perbedaan.

Faktor yang menyebabkan perbedaan ini di antaranya adalah kesalahan dalam pencatatan atau human error oleh perusahaan atau bank itu sendiri.

3. Memeriksa Transaksi yang Masih Diproses

Memeriksa Transaksi yang Masih Diproses 1

Transaksi yang masih diproses atau belum berhasil perlu ditinjau lebih lanjut.

Hal ini dikarenakan bahwa setiap transaksi yang belum berhasil dapat mempengaruhi jumlah saldo perusahaan Anda. Saat transaksi pengeluaran dilakukan maka saldo Anda akan langsung terpotong.

Sedangkan pada saldo tujuan belum bertambah. Tentunya hal seperti ini bisa menimbulkan kekeliruan satu sama lain.

Untuk itu, tinjau secara berkala setiap transaksi yang masih diproses agar tidak terjadi kesalah pahaman berupa deposit in transit atau outstanding check.

4. Menyusun dan Menyesuakan Jurnal Rekonsiliasi

Menyusun dan Menyesuakan Jurnal Rekonsiliasi

Selain memeriksa setiap transaksi keuangan, Anda perlu menyusun dan menyesuaikan jurnal rekonsiliasi bisnis. Jurnal tersebut bertujuan untuk menghitung seluruh transaksi yang sudah tercatat.

Perhitungan ini nantinya akan memungkinkan Anda untuk menemukan selisih dari saldo perusahaan dan rekening koran.

Apabila tidak ada selisih antara kedua saldo tersebut, maka proses rekonsiliasi bisa dikatakan selesai.

Akan tetapi jika masih ada kesalahan dan selisih maka harus dilakukan pengecekan dan perhitungan ulang.

5. Memanfaatkan Payment Solution

Memanfaatkan Payment Solution

Cara rekonsiliasi dalam bisnis berikutnya adalah memanfaatkan metode payment solution.

Metode ini membantu Anda dalam pengecekan transaksi keuangan di perusahaan. Seluruh transaksi yang Anda lakukan bisa disimpan history-nya dalam sebuah aplikasi.

Dengan begitu akan lebih mudah dalam memantau perkembangan keuangan perusahaan dan lebih gampang saat mencocokkannya dengan rekening koran.

Baca Juga : Payment Gateway, Apa Itu? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya

Kenapa Dilakukan Rekonsiliasi Bank?

Kenapa Dilakukan Rekonsiliasi Bank_

Alasan mengapa Anda harus menerapkan cara rekonsiliasi dalam bisnis di atas adalah sebagai berikut.

1. Mengontrol Aktivitas Keuangan

Alasan pertama mengapa harus dilakukan rekonsiliasi bisnis adalah untuk mengontrol aktivitas keuangan yang ada dalam suatu bisnis.

Contohnya adalah jika terjadi selisih yang cukup signifikan antara catatan keuangan dan data rekening koran.

Kejadian seperti ini membutuhkan rekonsiliasi baik dari pihak bank atau pun pihak pengusaha. Perbedaan tersebut bisa saja terjadi karena human error dan kredit bank.

Kredit bank yang dimaksud adalah deposito yang hanya diketahui oleh perusahaan setelah menerima data rekening koran.

Dalam pengontrolan ini juga sering terjadi outstandingcheck yang menyebabkan pencatatan keuangan jadi tidak sinkron.

Kemudian deposit in transit yang terjadi dalam transaksi keuangan juga memicu adanya perbedaan data sehingga butuh dilakukan rekonsiliasi bisnis.

2. Menghemat Keuangan

Rekonsiliasi dapat membantu Anda dalam menghemat keuangan. Apabila keuangan dicatat dan direkap dengan baik maka akan lebih mudah dalam mengontrolnya.

Pengeluaran yang sama bisa dihindari sehingga dana yang dikeluarkan jadi lebih sedikit.

3. Memastikan Jalannya Arus Kas

Pengusaha kecil yang mengeluarkan modal rendah perlu memperhatikan arus kas usahanya.

Tentunya arus tersebut tidak bisa dilakukan dengan leluasa karena pengusaha kecil tidak memprioritaskan adanya rekonsiliasi dengan bank.

Pembeli dan investor juga harus memeriksa laporan rekonsiliasi untuk menilai kestabilan dana dari usaha yang sedang dijalankan.

Dengan demikian, baik itu pengusaha kecil atau besar sama-sama mempunyai kepentingan untuk melakukan rekonsiliasi bank.

4. Memeriksa Kesalahan

Kesalahan penulisan pada rekening atau laporan keuangan seperti salah tanda baca, pengalihan nomor, dan data entri yang lupa dimasukkan pastinya lebih mudah dideteksi dengan metode akuntansi umum.

Namun, kesalahan yang tidak terdeteksi dari beberapa bulan akan sulit untuk diketahui.

Masalah serius seperti itu akan lebih mudah jika dilakukan rekonsiliasi yang tepat dan benar dengan pihak bank, sehingga terjadinya kesalahan yang menyangkut dengan saldo bisnis bisa diatasi dengan mudah.

5. Mencegah Terjadinya Penipuan

Saat terjadi penipuan, bisa diindikasikan dari nomor kartu kredit perusahaan yang tiba-tiba disedot dan tercantum dalam laporan kartu kredit.

Semakin cepat indikasi ini diketahui dampaknya juga lebih baik karena pelaku penipuan bisa ditangkap dengan cepat.

Apabila kartu tersebut dicek berulang kali, kemungkinan kartu yang lainnya juga seperti itu.

Dengan demikian, rekonsiliasi yang dilakukan secara teratur mampu meminimalkan adanya penipuan. Akan tetapi, banyak pengusaha yang mengabaikan hal tersebut.

Bahkan pekerja sendiri yang menjadi pelakunya. Kasus seperti ini sering terjadi saat karyawan mengubah dan mencuri sebuah cek, rekonsiliasi bank bisa mengungkap kasus penipuan seperti itu.

Jadi, nampak jelas bahwa rekonsiliasi bank pada dalam membuka bisnis sangat diperlukan.

Dengan menerapkan cara rekonsiliasi dalam bisnis, Anda bisa mengontrol keuangan dengan maksimal.

Oleh karena itu, jumlah keuntungan yang diperoleh dapat diketahui dengan mudah. Tidak hanya nominal keuntungan tapi juga aktivitas keuangan yang pernah dilakukan.

Kemudian Anda juga bisa memanfaatkan rekonsiliasi ini untuk menarik investor, karena dapat menjelaskan bahwa dana yang Anda miliki bersih dari kegiatan yang kurang baik.

Baca Juga: Apa Itu Penipuan Online? Kenali Berbagai Macam Modus Penipuan

Bagikan:

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar