CDN Adalah: Pengertian, Manfaat, Cara Kerja, dan Penggunaannya

CDN Adalah Pengertian, Manfaat, Cara Kerja, dan Cara Menggunakannya

Content Delivery Network atau CDN adalah salah satu elemen penting dalam suatu website dan aplikasi.

Konten-konten yang ada pada website atau aplikasi pada HP Anda, biasanya dikirim melalui CDN.

Jika sudah sering belajar tentang hosting dan website, tentu Anda tidak asing dengan CDN.

Teknologi yang satu ini banyak dimanfaatkan oleh pengembang website untuk memantau situs web agar tetap aktif dan stabil saat ada kendala yang muncul.

Agar dapat memanfaatkan fitur ini dengan maksimal, maka pengembang/pengelola website perlu memahami seluk beluknya lebih lanjut di artikel ini.

Pengertian CDN Adalah

Pengertian CDN Adalah

Content Delivery Network (CDN) merupakan sekumpulan server internasional yang ada di beberapa data pusat dan terdistribusi di berbagai negara.

Fungsinya yaitu untuk mengirim konten dari suatu server ke website tertentu.

Secara umum, cara kerja Content Delivery Network adalah memaksimalkan kecepatan dalam mengirim data dengan memanfaatkan jaringan server untuk visitor dari area terdekat dan paling memungkinkan.

Beberapa pengguna berpikir bahwa jika memakai hosting yang kuat seperti dedicated server atau VPS sudah cukup, sehingga tidak perlu lagi menggunakan CDN.

Padahal, berapa pun besarnya resource server yang digunakan, lokasi dari suatu server merupakan salah satu penyebab utama dalam meningkatkan kecepatan suatu website.

Misalnya, lokasi visitor terletak di Indonesia, namun server situs yang Anda gunakan berada di Belanda.

Dikarenakan jarak dari lokasi server dan visitor cukup jauh, maka pengiriman konten membutuhkan proses yang lama.

Namun, dengan hadirnya server CDN di sejumlah tempat atau Negara, maka proses transfer konten bisa berlangsung lebih cepat.

Apabila visitor Anda asalnya dari Indonesia, maka Content Delivery Network akan mengirim berkas dari wilayah yang terdekat dan paling memungkinkan.

Jadi, file bisa saja dikirim dari suatu server yang letaknya juga berada di Indonesia.

Kelebihan Menggunakan Content Delivery Network

Kelebihan Menggunakan CDN

Ada sejumlah kelebihan yang bisa didapatkan jika menggunakan CDN untuk website.

Hal ini yang menjadikan banyak orang ingin menggunakannya.

Sebenarnya, apa saja kelebihan tersebut?

Untuk tahu lebih lengkapnya, mari simak ulasan selengkapnya berikut ini:

1. Alternatif untuk Website dengan Banyak Visitor

Kelebihan menerapkan CDN yang pertama yakni sangat cocok digunakan untuk situs yang mempunyai banyak visitor atau pengunjung.

Hal ini karena CDN dapat menyimpan cache situs di berbagai server dan terdistribusi di seluruh negara.

Saat terdapat visitor yang hendak mengakses website Anda, CDN akan menyalurkannya ke server terdekat dengannya.

Metode ini sangat efektif untuk meminimalisir beban server meskipun situs memiliki banyak visitor.

2. Mendukung Seluruh Tipe Hosting dan Website

Kelebihan Content Delivery Network yang berikutnya adalah mampu mensupport seluruh tipe hosting dan website.

Jadi, alat ini tidak hanya merujuk pada salah satu jenis hosting atau website saja, melainkan seluruh layanan hosting.

Dengan begitu, hal ini dapat meningkatkan kinerja website.

Jadi, jangan cemas jika hosting yang Anda gunakan tidak mampu dipasang CDN.

Bahkan, situs web yang menggunakan memiliki plugin pada WordPress juga bisa dikolaborasikan dengan CDN.

3. Memastikan Website Dapat Dibuka secara Luas

Developer memiliki sejumlah server yang terdistribusi di berbagai Negara di dunia.

Hal ini membuat para visitor yang berasal dari seluruh negara bisa mengunjungi website milik Anda.

Perlu diketahui bahwa di beberapa negara terkadang menggunakan kebijakan berupa pemblokiran akses pada jaringan yang dianggap aneh atau berbahaya.

Hal ini tentu membuat para pengguna di negara tersebut tidak dapat membuka situs yang terdapat di dalam daftar jaringan tersebut.

4. Efektif Meminimalisir Pemakaian Resource

Kelebihan yang selanjutnya adalah meminimalisir pemakaian resource. Hal ini karena CDN akan mengumpulkan cache dan mentransfernya kepada pengunjung dengan mengurangi permintaan kepada server hosting.

Alat ini cukup efektif untuk Anda yang memiliki hosting dengan energi yang terbatas.

Contohnya, pembatasan bandwidth terkadang justru melampaui kapasitas yang disediakan.

Bukan hanya itu, beberapa penyedia layanan hosting juga mengatur batas disk space atau RAM untuk suatu jaringan hosting.

5. Memaksimalkan Kecepatan Loading Website

Kelebihan yang berikutnya mampu memaksimalkan kecepatan loading pada situs web, utamanya jika lokasi pengunjung web berada dekat dengan lokasi server CDN.

Saat CDN mengarahkan untuk mengunduh ke server terdekat dengan pengunjung web, maka pilihan ini bisa mempercepat proses loading situs.

Dengan begitu, maka pengunjung web tidak harus melalui sejumlah routing server yang ada di berbagai negara.

Namun, perlu diketahui bahwa langkah ini bisa berjalan tidak terlalu baik apabila letak servernya dengan target visitor terletak di negara sama.

Meskipun demikian, tidak salah jika Anda mencoba untuk menggunakan dan membandingkannya sebelum dan sesudah mengimplementasikan CDN.

6. Mampu Meningkatkan Ranking di Search Engine

CDN adalah server yang mampu memaksimalkan kecepatan loading pada website sehingga menyebabkan search engine atau mesin pencari dapat percaya bahwa situs tersebut baik dan berkualitas.

Pastinya, cara ini sangat efektif untuk membawa website Anda menempati ranking teratas di mesin pencari dan mampu menyaingi situs lain yang tidak menerapkan CDN.

Mengingat, mesin pencari akan lebih mengutamakan website yang cepat dan aman. Beberapa penyedia CDN juga menerapkan fitur SSL yang bisa dipakai secara cuma-cuma alias gratis.

Jika ingin menggunakan yang lebih berkualitas, maka Anda dapat membeli SSL yang murah dan terpercaya untuk mengoptimalkan kepercayaan mesin pencari.

7. Memastikan Ketersediaan Konten

Sejatinya, kelebihan ini adalah hasil otomatis dari penerapan CDN dengan maksud kesederhanaan, ketersediaan konten yang dimaksud di sini yakni bisa dianggap sebagai tolok ukur sederhana tentang seberapa lama website dan fungsi-fungsinya mampu digunakan dalam periode tertentu.

Umumnya, saat memakai server, maka Anda perlu menambah lebih banyak server ketika traffic website meningkat.

Hal yang menjadi kendala adalah jika terjadi masalah yang tidak terduga pada server atau database, maka dapat menimbulkan down pada website.

CDN dapat melakukan dua upaya, yakni menerima banyak traffic dan tetap menyediakan konten meskipun server sedang bermasalah.

8. Mendukung Keamanan Website

CDN adalah sejenis server yang mendukung keamanan website perusahaan besar.

Hal ini tidak terlepas dari peran edge server atau Pop yang termasuk lapisan pertama dari sistem penerima traffic, sehingga hal ini secara tidak langsung menjadi garis terluar perlindungan bagi website Anda.

Jika CDN dapat menjauhkan bad traffic dari radar good traffic, maka CDN juga dapat menghalau bad traffic untuk masuk ke server Anda.

Nantinya, server Anda hanya akan menerima good traffic yang masuk dari visitor website.

Cara Kerja

Cara Kerja CDN

Secara umum, CDN adalah suatu jaringan server yang terkoneksi secara bersamaan yang bertujuan untuk mengirimkan konten dengan murah, cepat, aman, dan sepraktis mungkin dengan memanfaatkan teknologi cache.

Baca Juga : Pengertian Cache

Berikut ini cara kerja dari CDN yang perlu diketahui:

1. Visitor Meminta Akses ke Website

Website yang memakai layanan CDN umumnya memakai nama server yang telah disajikan oleh CDN.

Oleh karena itu, saat kunjungan perdana, visitor akan meminta akses terlebih dahulu ke sebuah website.

2. CDN Mengunduh Static Content

Kemudian, CDN akan mendownload static content atau konten statis.

Contohnya, seperti gambar, Javascript, dan CSS untuk dikirim ke pengunjung web melalui browser.

Saat kunjungan pertama, mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama dibanding kunjungan kedua atau setelahnya.

3. Visitor Membawa Cache

Saat kunjungan website yang kedua, visitor membawa konten yang telah di-cache-kan oleh CDN. Dengan begitu, hosting tidak harus memberi konten secara keseluruhan karena hanya perlu melengkapi saja.

Proses tersebut nantinya juga dapat meminimalisir waktu pengiriman karena mengambil berkas dari server terdekat dengan pengunjung.

Jadi, walaupun telah melakukan perubahan di halaman website, maka tidak akan langsung terganti ketika diakses visitor.

Hal ini karena visitor masih memperoleh cache dari tampilan lama sehingga memerlukan waktu pada CDN untuk mengecek kembali pembaruan di bagian server hosting.

4. Analisis Website

Apabila konfigurasinya telah berhasil diterapkan, Anda dapat melakukan analisis pada website.

Misalnya, Anda bisa menerapkan webpagetest lagu untuk memeriksa apakah semua rencana berjalan tepat dengan yang Anda inginkan.

5. Konfigurasi Content Delivery Network

Melakukan konfigurasi Content Delivery Network (CDN) pada sebuah website adalah salah satu cara mempercepat loading blog dan mengurangi penggunaan resource pada waktu waktu yang bersamaan.

Anda telah belajar tentang pengertian CDN dan cara memperoleh manfaat dari fitur yang disediakan CDN gratis.

Cara Menggunakan Content Delivery Network

Cara Menggunakan CDN

Agar bisa menggunakan Content Delivery Network, maka ada beberapa upaya yang perlu diperhatikan.

Oleh karena itu, pastikan agar Anda mempunyai akses ke setting DNS domain di website.

Adapun cara menggunakan CDN yakni sebagai berikut:

1. Pastikan CDN Bisa Bekerja dengan Baik

Langkah pertama yang perlu diperhatikan dalam memakai Content Delivery Network adalah pastikan agar CDN benar-benar bisa dioperasikan dengan baik di situs yang Anda kelola.

Cara memastikanya bisa dilakukan melalui pemeriksanaan menggunakan alat penganalisis website.

Dalam proses pengecekan tersebut, Anda akan memperoleh pesan, “CDN for all static assets:0/100”.

Pesan tersebut menandakan bahwa CDN belum bisa terkonfigurasi dengan kondusif. Selain itu, hasil tersebut menunjukkan bahwa website Anda dapat beroperasi dengan Content Delivery Network.

2. Analisis Website beserta CDN

Langkah berikutnya dalam menggunakan Content Delivery Network adalah dengan menganalisis website beserta CDN.

Cara ini perlu dilakukan ketika Anda sudah benar-benar memastikan bahwa CDN bisa bekerja dengan optimal.

Perlu diketahui bahwa ada dua jenis Content Delivery Network yang dapat digunakan, yakni CDN gratis dan berbayar.

Keduanya sama-sama memiliki keunggulan maupun kekurangan. Jika website yang dikelola belum mempunyai banyak pengunjung dan masih tergolong baru, maka gunakanlah website gratis terlebih dahulu.

Namun, jika website yang dikelola sudah menghasilkan jumlah pengunjung yang banyak dan traffic yang tinggi, maka CDN berbayar dapat dipilih.

Apabila mampu memilih layanan Content Delivery Network dengan tepat, maka hal ini bisa berpengaruh terhadap efektivitas anggaran.

3. Settingan

Cara menggunakan Content Delivery Network yang berikutnya adalah dengan memperhatikan setting atau pengaturan di dalamnya.

Setting Content Delivery Network dipengaruhi oleh jenis CDN yang digunakan, antara yang gratis atau berbayar.

Oleh karena itu, pilihlah jenis CDN yang sesuai dengan kondisi website dan kemampuan finansial.

Contoh Content Delivery Network Gratis

Pada dasarnya, ada dua jenis Content Delivery Network yang bisa digunakan, yakni CDN gratis dan CDN berbayar.

CDN gratis bisa dipilih jika saat ini Anda mengelola website yang tidak terlalu besar dengan jumlah pengunjung yang masih sedang.

Berikut ini beberapa contoh Content Delivery Network gratis akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini:

1. Cloudflare

Cloudflare

Salah satu contoh Content Delivery Network gratis adalah Cloudflare. Fitur yang disajikan oleh layanan ini mencakup SSL Certificate, ddos Protection, serta WAF.

Layanan ini merupakan reverse proxy yang menghadirkan banyak fasilitas untuk para pengguna.

Selain CDN, cloudflare juga menyediakan perlindungan terhadap SSL, gratis DDOS, dan lain sebagainya.

Bukan hanya itu, Cloudflare juga memberikan layanan cache konten yang statis dan berasal dari lokasi terdekat, sehingga menjadikan loading website bisa lebih cepat.

Content Delivery Network gratis ini  dapat digunakan dengan komposisi yang sederhana dan mudah diterapkan. Meskipun demikian, ada batasan dalam pemakaian CDN gratis ini.

2. Incapsula

Incapsula

Seperti halnya Cloudflare, Incapsula juga memiliki reverse proxy yang termasuk fasilitas dari CDN.

Incapsula menerapkan alur cache dengan memakai machine learning beserta pilihan panel kontrol. Selain itu, Incapsula juga diimbangi penyimpanan cepat beserta tools optimasi untuk memaksimalkan performa website.

Dengan begitu, maka layanan ini dapat menurunkan pengeluaran bandwidth. Pengelola website bisa mencoba untuk memakai layanan Incapsula selama 7 hari untuk yang paket bisnis dan 14 hari untuk paket Pro.

Setelah melewati waktu tersebut, maka Anda harus membatalkan atau membayarnya apabila tidak ingin mendapat tagihan.

Anda juga dapat memasukkan informasi pembayaran apabila ingin menggunakan uji coba secara gratis. Dengan begitu, Anda perlu memastikan telah memblokir uji coba apabila tidak ingin dikirim tagihan di lain hari.

3. Jetpack Photon

Jetpack Photon

Pada dasarnya, Jetpack Photon tidak sepenuhnya menerapkan inovasi Content Delivery Network.

Jetpack Photon berada di WordPress yang dipakai untuk mengimplementasikan CDN khusus gambarnya saja.

Adapun caranya yakni dengan memakai plugin ini yang telah menjadi plugin asli dari wordpress.

Jenis CDN ini hanya menerapkan cache di file gambar saja sehingga tidak dianjurkan untuk website yang hanya menampilkan sedikit gambar.

Namun, Content Delivery Network gratis ini bisa ditetapkan untuk website yang memiliki beberapa gambar.

Contoh Content Delivery Network Berbayar

Jika website yang Anda kelola sudah mempunyai trafik atau penggunaan resource server yang cukup tinggi, maka tidak ada salahnya untuk menerapkan Content Delivery Network berbayar.

Bahkan, layanan berbayar ini sangat dianjurkan oleh para ahli website karena kualitasnya tentu tidak bisa disamakan dengan CDN gratis.

Jika berencana memakai Content Delivery Network berbayar, inilah beberapa opsi layanan yang bisa dipilih untuk diterapkan di website Anda, yaitu:

1. Maxcdn

Maxcdn

Maxcdn merupakan Content Delivery Network berbayar yang bisa dijadikan sebagai alternatif untuk website yang menerapkan CMS (Joomla, wordpress, Drupal) dengan jumlah gambar yang cukup banyak.

Berbagai fitur dan performa dari maxcdn telah tergabung dengan stackpath secara lebih aman.

2. CDN77 dan Rackspace

CDN77 dan Rackspace

Content Delivery Network dan Rackspace merupakan contoh CDN yang terbilang efisien untuk diterapkan pada website yang berkonten streaming dan video.

Jargonnya “Transform The Way Yo Do Business” memberikan layanan yang memudahkan pengembang untuk mencapai bisnis sesuai tujuan utamanya.

3. Jsdeliver

Jsdeliver

Content Delivery Network yang satu ini merupakan layanan penyedia CDN yang ditujukan pada website dengan banyak javascript.

Jenis Content Delivery Network berbayar ini dikelola oleh perusahaan Prospect One. Meskipun nama pengembang ini tidak terlalu populer, namun cukup menggoda untuk dicoba.

Setelah menyimak penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa CDN adalah sekumpulan server dalam skala global yang terdapat di beberapa area data center dan tersebar di berbagai Negara di dunia.

Adapun kegunaannya adalah untuk mengirimkan konten dari satu server ke situs web tertentu.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar