Apa Itu Elastisitas Permintaan? Ini Pengertian hingga Perhitungannya

Apa Itu Elastisitas Permintaan Ini Pengertian hingga Perhitungannya

Tahukah Anda bahwa permintaan konsumen di pasaran dapat dilihat dari elastisitas permintaan?

Di mana jika harga suatu barang atau jasa turun sedikit saja, maka konsumen akan membeli atau menggunakan jasa tersebut lebih banyak lagi.

Sedangkan untuk harga yang naik sedikit saja, maka konsumen akan berhenti membeli atau menggunakan barang atau jasa tersebut hingga menunggu harga kembali normal.

Oleh sebab itu, elastisitas permintaan bisa terjadi ketika perubahan harga baik naik turunnya permintaan.

Pengertian Elastisitas Permintaan Secara Umum

Sebelum terlalu jauh, Anda perlu mengetahui arti elastisitas permintaan secara umum.

Elastisitas dari permintaan disebut dengan price elasticity of demand sendiri merupakan penggambaran perubahan jumlah permintaan barang terhadap perubahan harganya.

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa elastisitas permintaan merupakan sebuah alat ukur yang membantu atau digunakan dalam mengukur besarnya kepekaan perubahan jumlah permintaan barang apabila terjadinya perubahan harga baik barang atau jasa tersebut.

Untuk lebih jelasnya akan digambarkan dengan contoh, ketika penurunan harga dari produk atau jasa akan mempunyai imbas terhadap meningkatnya jumlah permintaan terhadap barang atau jasa yang digunakan tersebut.

Pengertian Elastisitas Menurut Ahli

Jika sudah mengetahui pengertian elastisitas permintaan secara umumnya, ada baiknya Anda juga mengetahui pengertian elastis itu sendiri menurut beberapa pendapat ahli.

Hal ini bertujuan untuk lebih memudahkan Anda memahami elastisitas itu sendiri.

1. Menurut Nicolson

Menurut Nicolson, elastisitas sendiri merupakan suatu variabel yang ada disebabkan oleh perubahan yang sama pada variabel lainnya.

Dengan begitu perubahan tersebut akan saling berkaitan dengan erat antara variabel di dalamnya.

2. Menurut Salvatore

Menurut Salvatore, elastisitas yang dijelaskan yaitu elastisitas harga, bahwa tingkat perubahan harga yang didasarkan pada kepekaan harga terhadap suatu barang atau jasa yang diminta oleh konsumen di mana perubahannya bersifat relatif.

Relativitas tersebut dapat dilihat dari adanya perubahan harga yang terjadi akibat permintaan suatu barang.

Dengan begitu, perubahan tersebut juga akan sebanding dengan adanya permintaan dan harga barang atau jasa tersebut.

3. Menurut Sadono Sukirno

Terakhir pengertian elastisitas menurut Sadono Sukirno yaitu suatu ukuran yang diukur secara kuantitatif guna melihat adanya perubahan yang terjadi pada jumlah permintaan terhadap barang atau jasa tersebut.

Dengan gambaran seperti itu, maka Sadono Sukirno menjelaskan bahwa ada penggambaran besarnya pengaruh harga terhadap permintaan suatu barang atau jasa tertentu yang akan berimbas ke lainnya.

Mekanisme Elastisitas Permintaan

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa melihat elastisitas permintaan barang atau jasa akan dipengaruhi oleh berbagai hal.

Guna memudahkan penggambaran tersebut, maka akan digambarkan mekanisme elastisitas melalui rasio persentase perubahan harganya.

1. Nilai Elastisitas di Atas Angka 1

Memang sudah kita sadari jika harga sangat berpengaruh terhadap penentuan elastisitas ini. Maka, mekanisme pertamanya jika nilai elastisitas di atas angka 1 dapat digambarkan jika besarnya permintaan barang disebabkan kecilnya harga.

Oleh sebab itu, penilaian ada tidaknya suatu perubahan permintaan barang dapat digambarkan dengan nilai elastisitas di atas angka 1 dengan konteks pembahasan permintaan barang atau jasa untuk elastisitas tersebut.

2. Nilai Elastisitas di Bawah Angka 1

Sementara mekanisme lainnya dapat digambarkan dengan nilai elastisitas permintaan yang ada atau di bawah angka 1.

Hal ini menggambarkan sebaiknya, di mana jika kenaikan harga suatu barang atau jasa tidak akan berpengaruh terhadap perubahan permintaan tersebut.

Dengan adanya kasus tersebut, maka permintaan barang sifatnya inelastic.

Hubungan antara kualitas barang dengan harga dinyatakan dalam hukum permintaannya. Ditambah kuantitas yang dibeli konsumen juga akan berpengaruh terhadap naik turunnya harga.

Macam-macam Elastisitas Permintaan

Setelah Anda mempunyai gambaran mekanisme, selanjutnya macam atau jenis elastisitas yang dibahas ini berguna untuk membedakan elastisitas satu dengan lainnya.

1. Elastisitas Permintaan Silang

Macam pertama yaitu elastisitas silang.

Elastisitas silang dari permintaan ini artinya perubahan permintaan suatu barang atau jasa karena adanya perubahan harga barang atau jasa lainnya.

Elastisitas silang ini akan berkaitan erat dengan barangnya. Sebagai contoh harga suatu bahan makanan dan makanan olahan yang akan menggunakan barang tersebut.

2. Elastisitas Permintaan Harga

Untuk elastisitas harga sendiri merupakan suatu perubahan jumlah yang akan diminta atau ditawarkan karena adanya perubahan terhadap harga barang atau jasa tersebut.

Dengan gambaran lainnya bahwa beberapa perubahan tersebut mempunyai persentase yang cukup tinggi, akan tetapi ada juga beberapa perubahan persentase yang hanya mengalami sedikit perubahan.

Sehingga, akan menjadi dasar untuk menentukan jenis elastisitasnya.

3. Elastisitas Permintaan Pendapatan

Jenis selanjutnya yaitu elastisitas pendapat.

Elastisitas pendapatan sendiri merupakan sebuah perubahan permintaan terhadap suatu barang atau jasa yang disebabkan oleh perubahan pendapatan seseorang.

Artinya semakin kecil pendapatan, akan semakin kecil pula jumlah permintaan masyarakatnya.

Tentu hal ini merupakan sebuah kewajaran, karena pendapatan dari seseorang akan mempengaruhi elastisitas tersebut.

Jenis-jenis Elastisitas Berdasarkan Persentase Perubahan Barang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa berdasarkan jenis elastisitas permintaan sendiri juga dapat dilihat dari persentase perubahan barang atau jasanya.

Maka, inilah beberapa jenis elastisitas yang bisa Anda ketahui :

1. Elastis

Jenis elastisitas permintaan pertama yaitu elastis, suatu barang atau jasa yang dapat dikatakan elastis akan terjadi karena perubahan harga atau pendapatan. Sehingga, besarnya perubahan akan lebih besar dari satu (E > 1).

Biasanya jenis barangnya yaitu barang-barang mewah.

Barang-barang mewah yang dikategorikan dalam barang yang tidak begitu penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa barang yang masuk dalam elastis barang mewah yaitu kebutuhan tersier.

2. Elastis Sempurna

Jenis elastisitas permintaan selanjutnya yaitu elastis sempurna.

Artinya elastis yang akan terjadi ketika perubahan harga barang atau jasa  dengan jumlah yang diminta tidak berubah atau dapat dikatakan permintaan tetap.

Maka, besarnya elastis sama dengan nol atau E = 0.

Biasanya elastis sempurna yang masuk dalam permintaan ini barang yang dikategorikan bisa berupa bahan-bahan makanan utama yang ada di dunia.

Jika di Indonesia bisa beras, gandum, minyak dan lain sebagainya.

3. Tidak Elastis

Jenis ketiga dari elastisitas permintaan adalah elastis tidak elastis.

Jenis ini dapat dikatakan sebagai suatu barang inelastic, sehingga jika terjadi sebuah perubahan harga, perubahan jumlah barang yang diminta tidak akan lebih dari satu atau E < 1.

Biasanya tidak elastis yang masuk dalam permintaan ini barang yang dikategorikan bisa berupa bahan-bahan kebutuhan pokok atau primer yang dimiliki oleh negara masing-masing.

Biasanya akan berbeda-beda tergantung pada kebutuhannya.

4. Tidak Elastis Sempurna

Jenis keempat elastisitas permintaan yaitu tidak elastis sempurna.

Artinya suatu barang yang telah mengalami perubahan jumlah permintaan yang diminta tanpa batas.

Dengan begitu, apa pun yang akan terjadi jumlah yang diminta oleh pasaran akan selalu konstan atau E = 0.

Untuk jenis barangnya sendiri yang biasanya masuk dalam kategori tidak elastis sempurna yaitu segala sesuatu tentang perubahan harga yang tidak akan berpengaruh sama sekali.

Contoh seperti tanah, air minum dan lain sebagainya.

5. Satuan

Jenis terakhir berdasarkan perubahan barang yaitu satuan. Artinya suatu barang yang dapat dikatakan sebagai barang yang mempunyai elastisitas kesatuan termasuk dalam elastisitas permintaan.

Sehingga, apabila barang tersebut dikategorikan dalam jenis barang baik mahal atau murah maka jumlah yang diminta sama dengan satu atau E = 1.

Biasanya barang tipe ini yaitu barang-barang yang masuk dalam kebutuhan sekunder yang harus dipenuhi oleh seseorang.

Faktor-faktor yang Menentukan Elastisitas Permintaan

Jika berbicara mengenai faktornya, maka Anda akan menemukan banyak faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan ini.

Berikut beberapa faktor yang dikategorikan dapat menentukan elastisitasnya.

1. Besar Kecilnya Pendapatan yang Dimiliki Seseorang

Faktor pertama yang masuk dalam penentu yaitu poin pendapatan, baik itu besar atau kecil yang dimiliki oleh seseorang.

Karena semakin pendapatan tinggi, maka pengaruh terhadap kebutuhan barang atau jasa juga akan tinggi.

2. Tersedianya Barang atau Jasa

Faktor selanjutnya yang menjadi poin utama yaitu ketersediaan akan barang atau jasa itu sendiri.

Karena barang atau jasa jika tersedia dalam jumlah terbatas, maka juga akan memberikan perubahan terhadap permintaan kebutuhan konsumennya akan barang atau jasa.

3. Adanya Permintaan Terhadap Kebutuhan Khusus

Faktor penentu ketiga mungkin tidak terjadi setiap saat, bisa saja hal ini terjadi pada kondisi tertentu.

Karena jika permintaan barang khusus tersebut menjadi prioritas utama bagi konsumen, maka harga turun permintaan akan menjadi semakin tinggi.

4. Jangka Waktu Kebutuhan Barang atau Jasanya

Selanjutnya yaitu jangka waktu kebutuhan barang atas jasa itu sendiri.

Seperti halnya suatu barang atau jasa yang mempunyai jangka waktu terbatas pada penggunaan, maka akan cepat mengalami perubahan.

5. Permintaan Konsumen yang Tinggi

Jangan lupakan pada poin kelima ini, karena permintaan konsumen juga akan memberikan pengaruh atau faktor penentu terjadinya elastisitas.

Seperti barang atau jasa yang ada dalam jumlah banyak dibutuhkan oleh konsumen, maka akan mempengaruhi permintaan.

Baca Juga : Apa itu Prilaku Konsumen?

6. Adanya Barang yang Mempunyai Kualitas Tinggi

Faktor penentu lainnya yaitu adanya barang kebutuhan yang mempunyai kualitas tinggi.

Gambaran secara umumnya yaitu adanya konsumen yang butuh barang sesuai standarnya, maka kebutuhan barang tersebut terbatas dan mempengaruhi.

7. Masa Penyesuaian

Ternyata masih ada banyak faktor penentu elastisitas dari permintaan bisa terjadi, salah satunya yaitu masa penyesuaian.

Biasanya permintaan akan cenderung mengalami elastis jika periode penyesuaian jumlah barang akan jasa semakin lama.

8. Intensitas Kebutuhan Barang atau Jasa

Jangan sampai dilupakan bahwa faktor penentu selanjutnya yaitu intensitas kebutuhan barang atau jasa.

Dapat dikatakan bahwa suatu barang atau jasa yang mempunyai intensitas tinggi maka akan banyak digunakan oleh orang.

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa kebutuhan barang atau jasa yang semakin tinggi atau besar, akan memberikan pengaruh terhadap kenaikan harga yang mempunyai pengaruh sedikit terhadap perubahan permintaan.

9. Permintaan Peak dan Off Peak

Adanya waktu-waktu khusus atau periode peak atau waktu sibuk ini biasanya juga akan memberikan permintaan barang menjadi tidak elastis.

Sementara untuk waktu tidak sibuknya elastisitas dari permintaan akan mengalami peningkatan.

10. Penundaan Penggunaan Barang atau Jasa

Jangan salah karena nyatanya penundaan penggunaan suatu barang atau jasa juga akan memberikan pengaruh terhadap elastisitas permintaan.

Sebagai contoh sederhananya ketika bahan bangunan dapat menunda proses renovasi rumah, maka harga akan semakin tinggi.

11. Kebutuhan Lainnya dengan Penggunaan yang Berbeda

Faktor penentu elastisitas selanjutnya sekaligus terakhir yaitu kebutuhan akan barang lainnya dengan penggunaan yang berbeda.

Biasanya barang-barang seperti ini mengandung elastis, dengan begitu kenaikan harga suatu komoditas bisa disebabkan oleh perubahan penggunaan.

Perbedaan Elastisitas Permintaan dan Elastisitas Penawaran

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa elastisitas permintaan dan penawaran mempunyai perbedaan.

Hal pertama yang dapat dilihat dari segi fokusnya, di mana elastisitas dari permintaan lebih berfokus pada perubahan permintaan karena adanya perubahan harga.

Sementara untuk elastisitas penawaran mempunyai titik fokus yang akan menunjukkan pada perubahan harga yang dapat berpengaruh pada kuantitas barang atau jasa yang akan dijual atau digunakan oleh pasaran.

Perbedaan lainnya, dapat Anda lihat dari respon terhadap kenaikan yang berbeda. Jika elastisitas dari  permintaan mempunyai respon yang bisa meningkat ketika penurunan harga, maka penawaran akan meningkat ketika harganya menurun.

Secara umumnya, permintaan sendiri mempunyai elastisitas harga yang cenderung lebih elastis dalam jangka waktu yang panjang.

Hal tersebut bisa terjadi karena konsumen memerlukan waktu untuk menyesuaikan kebiasaan konsumsinya sekaligus substitusi tersedia.

Cara Sederhana Menghitung Elastisitas Permintaan

Secara sederhana cara menghitung  elastisitas permintaan ini menggunakan hukum permintaan dan penawaran rumus PED atau Price Elasticity of Demand.

Dengan begitu, dapat diketahui hal-hal sebagai berikut :

PED = abs (%ΔP/ %ΔQ)

  • PED sendiri yang merupakan rumus elastisitas permintaan selalu menjadi nilai absolutnya, walaupun nilai positif karena poin yang dibutuhkan dalam jumlah besarannya.
  • % Quantity Demand merupakan sebuah perubahan permintaan kuantitas. Dengan begitu dapat dihitung dari perhitungan kuantitas baru yang dikurangi dengan kuantitas lama dibagi dengan kuantitas rata-ratanya.
  • % Price merupakan sebuah perubahan harga atau P yang dihitung dengan cara harga baru dikurangi dengan harga lama dibagi dengan harga rata-ratanya.

Selain itu, dapat dilanjut lagi untuk sumber daya dari ekonominya.

Biasanya rumus perhitungan yang digunakan dalam menghitung elastisitas dari permintaan akan menggunakan rumus sebagai berikut :

Qd = Kuantitas Baru – Kuantitas Lama / Kuantitas Lama

P/ Harga = Harga Baru – Harga Lama / Harga Lama

Sebagai contohnya ada sebuah kasus yang akan membantu Anda memahami rumus di atas.

Permintaan konsumen terhadap suatu barang ketika harga Rp 500.- per unit sebanyak 60 unit, kemudian terjadi kenaikan Rp 600,- per unit dengan permintaan turun menjadi 50 unit.

Maka dapat disimpulkan menggunakan data tersebut, bahwa cara mengetahui elastisitas permintaan dapat diketahui dengan cara yang sederhana dan mudah.

Untuk perhitungannya sendiri yaitu sebagai berikut :

Diketahui :

P1 = 500

P2 = 600

Q1 = 60

Q2 = 50

ΔP = +100

ΔQ = – 10

Sehingga, PED     = % ΔQ / % ΔP

= ((600-500)/ 500) / ((50-60)/ 60)

= -1,2

Penutup

Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa elastisitas permintaan mempunyai peran yang sangat besar untuk membantu seseorang menstabilkan keadaan pasar yang terjadi.

Pasar yang stabil berguna untuk menjaga nilai perekonomian secara global.

Baca Juga : Rumus dan Cara Menghitung Elastisitas Permintaan, Cari Tahu di Sini!

Bagikan:

Tags

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar