Apa Itu Internal Audit? Fungsi, Tujuan dan Langkah Melakukannya

Apa Itu Internal Audit Fungsi, Tujuan dan Langkah Melakukannya

Bagi Anda yang berkecimpung dalam dunia bisnis pasti sudah tidak lagi asing dengan istilah internal audit atau audit internal.

Lalu, apa itu internal audit sehingga banyak diperbincangkan dan bahkan berperan penting dalam sebuah perusahaan?

Istilah ini sebenarnya bukanlah hal yang asing dalam dunia perekonomian dan bisnis.

Hal ini dikarenakan berhubungan dengan masalah keuangan. Audit sendiri memiliki peran penting dalam penyajian laporan keuangan yang berfungsi untuk mengambil langkah dalam sebuah perusahaan.

Apa Itu Internal Audit?

Istilah internal audit menurut kamus keuangan merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh auditor internal yang berfungsi untuk memastikan tidak terdapat manipulasi pada tugas dan juga tanggung jawab pengurus dan komisaris dalam melaksanakan tugasnya.

Sedangkan menurut salah seorang pakar ekonomi, Milton Stevens Fonorow, dalam bukunya ia mengatakan jika internal audit merupakan salah satu penilaian yang dilakukan oleh karyawan perusahaan yang telah terlatih dalam bidang ketelitian, dapat dipercaya, dan efisien.

Sehingga dengan kata lain, internal audit dapat diartikan sebagai bentuk penilaian yang sistematis dan juga objektif. Ini dilakukan oleh auditor internal dengan melalui kegiatan organisasi.

Apabila audit ini bertugas memberi penilaian dari luar maka tugas internal audit adalah memberikan penilaian secara rinci dari bagian dalam.

Internal audit sendiri memiliki peran yang detail dalam memeriksa secara keseluruhan dari data keuangan tahunan yang terdapat pada sebuah perusahaan.

Meskipun auditor internal bekerja di dalam perusahaan, namun ia harus memiliki kedudukan yang netral dalam menilai atau bersikap objektif sama seperti lembaga independen yang berada di luar atau auditor eksternal.

Namun, sayangnya banyak yang menganggap jika pihak auditor internal tersebut tidak bekerja sebagai independen. Hal ini tidak lepas karena ia sebagai pegawai perusahaan dari sebuah perusahaan di mana ia bernaung.

Yang dikhawatirkan adalah pihak perusahaan menutupi beberapa kepentingan data pada internal audit dan hal tersebut jelas berbeda dengan cara kerja dari audit eksternal. Karena merupakan lembaga independen di luar naungan sebuah perusahaan.

Meskipun demikian, internal audit masih dibutuhkan. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya kerugian besar pada sebuah perusahaan tertentu.

Jenis-Jenis Internal Audit

Jenis-Jenis Internal Audit

Ternyata internal audit ini memiliki beberapa jenis. Untuk lebih jelasnya berikut adalah jenis-jenis  yang perlu Anda ketahui:

1. Keuangan

Internal audit keuangan merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilakukan oleh staff audit yang melakukan internal audit pada bidang keuangan. Umumnya jenis audit ini paling banyak dilakukan oleh perusahaan besar.

Hal ini bertujuan untuk mengetahui penyelewengan dana dari departemen atau dari cabang perusahaan yang bisa mengakibatkan perusahaan tidak berkembang.

Oleh sebab itu jenis audit ini paling banyak dilakukan oleh tim qualified internal.

Baca Juga : Pengertian Manajemen Keuangan

2. Non Keuangan

Selain jenis audit yang berfungsi untuk memeriksa bagian keuangan, juga terdapat kegiatan audit non keuangan yang umum dikerjakan.

Jenis audit non keuangan tersebut terbagi menjadi tiga yaitu :

  • Kepatuhan Audit

Kepatuhan audit adalah salah satu jenis kegiatan audit yang berfungsi untuk mengetahui bagaimana unit kerja dalam menjalankan sebuah perusahaan, kedisiplinan terhadap aturan serta prosedur yang telah dijalankan oleh perusahaan.

  • Operasional Audit

Audit ini mencangkup mengenai operasional atau kinerja internal yang dilakukan untuk mengecek pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.

Apakah pengelolaan tersebut dapat dilakukan secara efektif atau tidak sesuai dengan misi dan tujuan dari kegiatan yang dilakukan.

Hubungannya pada penggunaan sumber daya yang dapat dimanfaatkan dengan seefektif mungkin.

  • Pengadaan Audit

Selain kedua jenis di atas, juga terdapat jenis audit mengenai pengadaan. Dalam sebuah bidang usaha sudah pasti pengadaan merupakan sebuah hal yang lumrah.

Apakah pengadaan barang tersebut untuk kebutuhan produksi atau termasuk barang konsumsi.

Pengadaan barang perihal kenyamanan kerja seperti AC dan peralatan elektronik yang lainnya.

Tim internal auditl yang memiliki kualitas berfungsi untuk melakukan audit terhadap bidang tertentu. Hal ini dikarenakan pengadaan adalah cara yang paling mudah untuk melakukan penggelapan dana.

3. Khusus

Jenis internal yang satu ini memiliki dua macam, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Internal Audit Menindaklanjuti

Jenis yang pertama adalah internal audit yang berfungsi untuk mengecek hasil audit dan juga hasil supervisi yang telah dilakukan.

Hasil dari jenis ini adalah untuk melakukan perubahan dan perbaikan pada satu hal yang dianggap salah.

  • Investigasi Internal Audit

Jenis audit ini adalah jenis yang dilakukan di luar periode audit. Kegiatan tersebut umumnya dilakukan karena terdapat indikasi terjadinya pelanggaran atau penyimpangan yang kemungkinan perusahaan menjadi rugi.

Seperti penggunaan nota palsu dan juga penyelewengan dana yang dilakukan oleh pihak berwenang dalam sebuah unit kerja.

Apabila terdapat indikasi terjadinya kejahatan pidana, tim internal audit akan dikerahkan untuk melakukan penyelidikan.

Tujuan Internal Audit

Untuk lebih jelasnya berikut adalah beberapa tujuan dari internal audit.

  1. Untuk memberi kepastian antara hubungan peraturan dan prosedur dalam sebuah manajemen.
  2. Memberikan penilaian dan juga pengawasan atas efektivitas yang berfungsi untuk mengendalikan manajemen bagian internal.
  3. Untuk memastikan sebuah aset yang dijaga dengan tanggung jawab sepenuhnya.
  4. Dapat memberikan saran untuk tujuan memperbaiki sistem operasional perusahaan, supaya lebih efektif dan efisien.
  5. Memberikan penilaian atas mutu dan kualitas kerja dalam sebuah manajemen tertentu.
  6. Memastikan olahan data dalam sebuah perusahaan atau organisasi tertentu, sehingga bisa dipertanggungjawabkan.

Manfaat Internal Audit

Manfaat Internal Audit

Lalu, apa sajakah manfaatnya? Berikut adalah beberapa manfaat dari internal audit.

1. Manfaat Secara Umum

Internal audit memiliki berbagai manfaat untuk sebuah perusahaan. Hal itu yang menyebabkan mengapa kehadiran internal audit merupakan hal yang sangat penting untuk berjalannya sebuah perusahaan.

Berikut adalah manfaat internal audit secara umum untuk sebuah perusahaan.

  • Melaporkan secara langsung kepada para pemangku kepentingan. Tujuannya adalah supaya perusahaan tersebut bisa memanfaatkan hasil laporan untuk mengidentifikasi dan juga memperbaiki kelemahan sebagai persiapan audit eksternal yang dibagikan kepada publik.
  • Untuk meningkatkan lingkungan pengendali perusahaan. Tujuannya adalah supaya proses tata kelola internal tersebut dapat berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.
  • Mengidentifikasi redundansi dalam prosedur operasional dan juga untuk pengendalian serta untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.
  • Sebagai sistem peringatan dini apabila terjadi kendala. Sehingga setiap terjadi masalah yang mungkin terjadi bisa diidentifikasi dan diperbaiki secara tepat waktu.
  • Meningkatkan akuntabilitas dalam sebuah organisasi perusahaan.

Dari beberapa manfaat audit di atas dapat disimpulkan bahwa dengan melakukan internal audit berarti sebuah perusahaan telah memiliki seorang advokat, pakar kontrol, manajer risiko, spesialis efisiensi, dan juga pemecah masalah yang nantinya akan membantu untuk memenuhi misi, tujuan serta sasaran perusahaan.

2. Manfaat Menurut Para Ahli

Manfaat Internal Audit selain secara umum, hal ini juga dijelaskan oleh beberapa ahli. Lalu, apa saja manfaat internal audit menurut para ahli?

Berikut adalah beberapa manfaat atau fungsi menurut para ahli yang perlu diketahui.

  • Menurut Sawyer

Fungsi atau manfaat yang pertama adalah menurut Sawyer adalah untuk memeriksa aktivitas-aktivitas yang terdapat dalam perusahaan.

Dalam sebuah perusahaan, internal audit berfokus pada manajemen risiko, proses pengamanan dan juga untuk mempertahankan kepatuhan terhadap aturan.

Sehingga fokus itu sendiri tergantung pada banyaknya departemen bisnis yang terdapat dalam perusahaan.

  • Menurut Mulyadi

Manfaat internal audit menurut Mulyadi adalah untuk menentukan apakah pengendalian internal perusahaan tersebut sudah bisa dikatakan baik atau belum.

Selain itu juga untuk menentukan kebenaran informasi yang sudah dibuat oleh pihak manajemen.

  • Menurut IIA

Manfaat menurut IIA ini terdiri atas beberapa, diantaranya adalah untuk membantu melindungi aset dan juga untuk mengurangi adanya kemungkinan tindakan penipuan. Selain itu juga untuk meningkatkan efisiensi dalam operasi.

Tidak hanya itu saja menurut IIA manfaat lainnya dalam sebuah perusahaan adalah untuk meningkatkan integritas keuangan, dan juga kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan serta mendapatkan prosedur pemantauan.

Langkah Internal Audit yang Harus Diketahui

Langkah Internal Audit yang Harus Diketahui

Terdapat enam langkah yang spesifik dalam melakukan proses audit. Tujuannya adalah agar pengauditan tersebut dapat berjalan dengan sukses.

Proses audit yang akan dijabarkan adalah proses audit yang umumnya dilakukan oleh auditor eksternal.

1. Meminta Data yang Dibutuhkan

Auditor akan mendatangi klien yang nantinya akan diaudit. Auditor akan meminta beberapa dokumen yang diperlukan perihal kebutuhan audit.

Bahkan umumnya auditor telah mengirimkan daftar dokumen yang diperlukan terlebih dahulu kepada para klien melalui dalam audit checklist.

Dokumen audit tersebut bisa mencakup salinan laporan audit sebelumnya, nota keuangan, rekening koran, dan juga buku besar.

2. Menyiapkan Proses Audit

Sebelum auditor melakukan audit ia biasanya akan memeriksa terlebih dahulu perihal informasi yang terkandung dalam dokumen dan juga merencanakan bagaimana proses audit yang nantinya akan dilakukan.

Setiap auditor tentu memiliki gaya audit yang berbeda dengan lainnya namun tetap mengindahkan kode etik sebagai auditor.

Workshop risiko bisa dilakukan oleh tim audit untuk mengidentifikasi adanya kemungkinan masalah yang akan terjadi selama proses audit dilaksanakan.

Kemudian, auditor akan menyusun rencana yang sesuai dengan workshop atau diskusi yang telah dilakukan oleh tim audit.

3. Membuat Jadwal Rapat Terbuka

Auditor harus mengundang manajemen senior, general affair, staff administrasi utama dari pihak klien untuk melakukan rapat secara terbuka.

Pada rapat tersebut auditor akan mempresentasikan ruang lingkup audit, lama waktu dalam melaksanakan audit.

Selain itu auditor juga akan menjelaskan masalah lain yang dikira perlu untuk dibahas perihal pelaksanaan audit.

Setiap kepala departemen yang berasal dari pihak klien bisa diminta tolong untuk mengkomunikasikan kepada staf bahwa tentang adanya kemungkinan wawancara dengan auditor.

4. Mulai Bekerja

Auditor akan mengambil informasi yang dikumpulkan dari rapat terbuka dan juga menggunakannya untuk merealisasikan rencana audit.

Kerja lapangan kemudian dilaksanakan dengan melakukan komunikasi kepada anggota staf dan meninjau prosedur dan proses audit.

Auditor akan menguji kepatuhan klien perihal pencatatan dan pelaporan keuangan yang sesuai dengan PSAK. Kontrol internal dievaluasi untuk memastikan apabila hal tersebut benar-benar dijalankan secara reliable dan juga memadai.

Auditor bisa mendiskusikan perihal suatu masalah ketika masalah tersebut muncul kepada klien untuk memberikan klien tersebut kesempatan untuk memberikan feedback yang sesuai.

5. Menyusun Laporan Audit

Langkah yang selanjutnya adalah auditor nantinya akan menyiapkan laporan audit yang biasanya berisi rincian temuan-temuan audit selama proses audit dilaksanakan. Laporan tersebut nantinya akan merangkum segala kesalahan matematis.

Temuan yang bersifat material dan tidak material, pembayaran yang terotorisasi namun tidak dibayar, dan juga temuan-temuan yang lainnya.

Setelah itu auditor akan menulis komentar perihal temuan-temuan audit dan merekomendasikan solusi kepada klien.

6. Menyiapkan Rapat Penutupan Dalam Proses Audit

Langkah yang terakhir adalah auditor akan meminta tanggapan dan persetujuan dari klien perihal masalah dan temuan dalam laporan audit pada rapat penutupan.

Auditor tersebut juga akan menjelaskan deskripsi perihal rencana aksi manajemen untuk mengatasi masalah serta temuan tersebut.

Selain itu juga mereka akan memastikan tugas selesai sesuai tanggal penyelesaian yang telah disepakati.

Pada saat rapat penutupan, semua pihak yang terlibat akan mendiskusikan laporan audit dan tanggapan manajemen secara matang. Apabila terdapat masalah lain, mereka akan langsung menyelesaikan dan mencari solusinya ketika penutupan rapat.

Masalah Pada Saat Melakukan Audit

Dalam praktik tentunya terdapat banyak sekali hambatan yang nantinya akan dilalui oleh auditor selama melaksanakan audit.

Hambatan tersebut pastinya dapat diminimalisir dengan cara mematangkan persiapan dan perencanaan audit.

Persiapan ini dilakukan terutama ketika workshop tim auditor sebelum terjun langsung melakukan audit perusahaan klien.

Baik itu auditor internal maupun eksternal, tentunya mereka memerlukan data yang berupa dokumen, buku besar akuntansi, serta laporan keuangan untuk kebutuhan pelaksanaan audit.

Penyertaan data tersebut dapat dilakukan dengan mudah apabila sebuah perusahaan dan akuntan menggunakan sistem keuangan yang modern.

Tujuannya adalah supaya ketika auditor meminta dokumen seperti nota, bukti pembayaran dan dokumen, dapat ditemukan dengan mudah.

Penutup

Setelah mengetahui apa itu internal audit lengkap beserta jenis, fungsi serta langkah dalam melakukannya, apakah Anda tertarik untuk menggunakan dalam perusahaan?

Pastikan Anda memberi keputusan yang baik apakah menggunakan internal audit untuk perusahaan atau tidak.

Bagikan:

Tags

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar