Interview Kerja: Jenis dan Cara Membuat Interview Berkesan

Interview Kerja Jenis dan Cara Membuat Interview Berkesan

Daftar Isi

Sebagai seorang yang sedang mencari pekerjaan, interview kerja adalah tahap penting yang harus dilewati.

Oleh karena itu, persiapan mental sangat diperlukan agar kita bisa tampil percaya diri dan memberikan jawaban yang baik pada pertanyaan dari pewawancara.

Apa Itu Interview Kerja?

Interview kerja adalah proses interaksi antara seorang pelamar pekerjaan dan pewawancara dari perusahaan tempat pelamar melamar.

Tujuannya adalah untuk mengetahui lebih banyak tentang calon pekerja dan apakah mereka cocok untuk posisi yang ditawarkan.

Dalam interview kerja, pewawancara akan mengajukan pertanyaan mengenai latar belakang pekerjaan, pengalaman, kemampuan, dan motivasi pelamar.

Interview kerja juga merupakan kesempatan bagi pelamar untuk menunjukkan minat dan kecocokan mereka terhadap pekerjaan dan perusahaan tersebut.

Jenis-jenis Interview Kerja

Jenis-jenis Interview Kerja

Ada beberapa jenis yang berbeda yang digunakan oleh perusahaan untuk memastikan bahwa mereka memilih kandidat yang tepat untuk posisi tertentu.

Dalam artikel ini, kita akan membahas jenis-jenis interview kerja yang paling umum dan bagaimana mereka digunakan dalam proses rekrutmen.

1. Interview individu

Interview individu adalah jenis wawancara kerja yang paling umum dan paling sering digunakan. Dalam interview ini, pelamar akan berinteraksi langsung dengan pewawancara, biasanya hrd atau pemimpin departemen.

Pewawancara akan mengajukan pertanyaan mengenai latar belakang pekerjaan, pengalaman, dan kemampuan pelamar.

Ini juga merupakan kesempatan bagi pelamar untuk menunjukkan minat dan kecocokan mereka terhadap pekerjaan dan perusahaan.

2. Interview tim

Jenis ini adalah wawancara kerja di mana sekelompok pewawancara dari berbagai departemen dalam perusahaan berkumpul untuk meminterview seorang pelamar.

Ini memungkinkan perusahaan untuk memastikan bahwa pelamar akan cocok dengan budaya dan kebutuhan dari berbagai departemen dalam perusahaan.

Interview tim juga memungkinkan perusahaan untuk memastikan bahwa pelamar memiliki kemampuan dan pengalaman yang diperlukan untuk menangani tugas yang berbeda.

3. Interview kerja tahap

Interview tahap kerja adalah jenis wawancara kerja di mana pelamar harus melewati beberapa tahap sebelum diterima untuk bekerja. Setiap tahap akan menguji kemampuan dan pengalaman pelamar dalam area tertentu.

Ini memungkinkan perusahaan untuk memastikan bahwa pelamar memiliki kemampuan dan pengalaman yang diperlukan untuk bekerja dengan efisien dan mencapai hasil yang diinginkan.

4. Interview berbasis kompetensi

Berbasis kompetensi adalah jenis wawancara kerja di mana pewawancara akan mengajukan pertanyaan yang berfokus pada kemampuan dan pengalaman pelamar dalam menyelesaikan tugas tertentu.

Pewawancara akan mencoba untuk menentukan apakah pelamar memiliki kompetensi yang diperlukan untuk menangani tugas dan tanggung jawab dalam posisi yang dilamarinya.

Ini juga memungkinkan perusahaan untuk memastikan bahwa pelamar memiliki gaya kerja dan cara berpikir yang sesuai dengan posisi yang ditawarkan.

5. Interview teambuilding

Teambuilding adalah jenis wawancara kerja di mana perusahaan mencoba untuk menentukan apakah pelamar cocok dengan budaya dan lingkungan kerja dalam perusahaan.

Pewawancara akan mengajukan pertanyaan yang berfokus pada gaya kerja dan gaya hidup pelamar, dan bagaimana pelamar berinteraksi dengan rekan kerja dan atasan.

Ini memungkinkan perusahaan untuk memastikan bahwa pelamar akan dapat bekerja dengan baik dalam tim dan membentuk hubungan yang baik dengan rekan kerja dan atasan.

6. Interview tertulis

Jenis tertulis adalah di mana pelamar harus menjawab pertanyaan dalam bentuk tulisan. Ini biasanya dilakukan dengan memberikan beberapa pertanyaan tertulis pada pelamar dan meminta mereka menjawabnya dalam waktu tertentu

Ini memungkinkan perusahaan untuk mengetahui lebih banyak tentang gaya penulisan dan tingkat kemampuan berbahasa pelamar.

7. Interview telepon

Interview telepon adalah jenis wawancara kerja di mana pelamar berinteraksi dengan pewawancara melalui telepon.

Ini biasanya dilakukan untuk memastikan bahwa pelamar memiliki informasi yang benar dan untuk menjawab pertanyaan dasar mengenai posisi yang dilamarinya.

Jenis ini juga memungkinkan perusahaan untuk memastikan bahwa pelamar benar-benar tertarik dengan posisi yang ditawarkan.

8. Interview video

Jenis ini adalah jenis di mana pelamar berinteraksi dengan pewawancara melalui video call.

Ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan interview dengan pelamar yang berada di lokasi yang berbeda, tanpa harus melakukan perjalanan fisik.

Interview video juga memungkinkan pewawancara untuk melihat ekspresi dan cara berbicara pelamar, membantu perusahaan untuk membuat keputusan lebih informatif.

Cara Memberikan Gambaran Tentang Diri Sendiri saat Interview

Cara Memberikan Gambaran Tentang Diri Sendiri saat Interview

Dalam interview kerja, pewawancara akan mencoba untuk mengetahui lebih banyak tentang kita sebagai individu, termasuk kemampuan, pengalaman, dan kepribadian.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menyampaikan gambaran tentang diri kita dengan tepat dan efektif.

1. Kenali posisi dan perusahaan

Sebelum melakukan interview, pastikan bahwa kita sudah memahami posisi yang dilamar dan perusahaan yang akan kita lamar.

Ini akan membantu kita untuk mempersiapkan diri dan memahami apa yang diharapkan dari posisi tersebut.

Kemudian, carilah informasi tentang visi dan misi perusahaan, produk dan layanan yang ditawarkan, dan budaya perusahaan.

Baca Juga : Cara Membangun Budaya Perusahaan yang Baik Secara Mudah

2. Persiapkan diri dengan baik

Persiapkan diri dengan baik sebelum interview kerja. Pastikan kita mengenakan pakaian yang sesuai dan membuat kesan yang baik. Sediakan dokumen penting seperti cv, ijazah, dan sertifikat yang akan dibutuhkan pada saat interview.

Latihlah menjawab pertanyaan umum yang mungkin diajukan pewawancara dan berlatih untuk menjawab dengan natural dan dalam waktu yang singkat.

3. Sampaikan kemampuan dan pengalaman saat interview kerja

Ketika memberikan gambaran tentang diri kita, pastikan untuk menyampaikan kemampuan dan pengalaman kita yang relevan dengan posisi yang dilamar.

Berikan contoh nyata tentang bagaimana kita telah berhasil menyelesaikan tugas dan mengatasi tantangan dalam pekerjaan sebelumnya. Sampaikan bagaimana kita dapat membantu perusahaan untuk mencapai tujuannya.

4. Tunjukkan kepribadian dan motivasi

Tunjukkan kepribadian dan motivasi kita saat memberikan gambaran tentang diri kita. Berikan contoh tentang apa yang memotivasi kita dan bagaimana kita memiliki energi dan semangat untuk bekerja.

Sampaikan bagaimana kita sangat tertarik dengan posisi yang dilamar dan memiliki antusiasme untuk bergabung dengan perusahaan.

5. Jawab pertanyaan dengan jujur dan jelas

Jawablah pertanyaan dengan jujur dan jelas. Jangan berbohong atau memberikan jawaban yang tidak benar.

Pewawancara mungkin dapat memverifikasi informasi yang kita berikan dan ini dapat merusak kredibilitas kita.

Berikan jawaban yang singkat dan jelas dan jangan ragu untuk meminta penjelasan jika kita tidak yakin dengan pertanyaan yang diajukan.

6. Berikan contoh positif

Berikan contoh situasi yang menunjukkan bagaimana kita berperilaku positif dan memberikan solusi yang inovatif dalam situasi sulit. Ini akan menunjukkan bahwa kita adalah pemikir kreatif dan dapat mengatasi masalah dengan cara yang efektif.

Cara Mengatasi Kegugupan saat Interview Kerja

Kegugupan dapat mempengaruhi performa kita dan membuat kita tidak berbicara dengan lancar. Oleh karena itu, sangat penting untuk belajar bagaimana mengatasi kegugupan saat interview kerja.

1. Persiapkan diri dengan baik

Pelajari informasi tentang perusahaan dan posisi yang dilamar, latihan jawab pertanyaan yang mungkin diajukan, dan memastikan bahwa kita mengenakan pakaian yang sesuai.

Persiapan yang baik akan membuat kita merasa lebih percaya diri dan meminimalisir kegugupan.

2. Fokus pada nafas dan relaksasi

Kegugupan sering terjadi karena kita merasa tertekan dan stres saat interview kerja. Fokus pada nafas dan relaksasi dapat membantu mengatasi kegugupan.

Coba berlatih meditasi atau yoga untuk membantu menenangkan pikiran dan mengontrol stres.

3. Visualisasikan kemampuan dan kualifikasi

Visualisasikan kemampuan dan kualifikasi yang kita miliki. Bayangkan bahwa kita sudah melakukan interview dengan sukses dan merasa percaya diri.

Ini akan membantu membangun rasa percaya diri dan mengatasi kegugupan saat interview.

4. Luangkan waktu untuk istirahat

Luangkan waktu untuk istirahat sebelum interview. Ini akan membantu mengatasi stres dan membuat kita merasa lebih tenang dan rileks.

5. Atur pikiran dan fokus pada pertanyaan

Atur pikiran dan fokus pada pertanyaan yang diajukan oleh pewawancara. Ini akan membantu kita berpikir jernih dan menjawab pertanyaan dengan baik saat interview kerja.

Jangan terlalu fokus pada kegugupan dan cobalah untuk menikmati proses interview.

6. Fokus pada konten dan bukan formalitas

Fokus pada konten dan bukan formalitas saat menjawab pertanyaan. Pewawancara tertarik pada apa yang kita katakan dan bagaimana kita mengatakan hal tersebut, bukan bagaimana kita berbicara atau bagaimana kita berpakaian.

Fokus pada konten akan membantu kita berbicara dengan lancar dan mengatasi kegugupan.

7. Ingatlah bahwa kegugupan adalah hal yang normal

Ingatlah bahwa kegugupan adalah hal yang normal dan banyak orang mengalaminya saat menghadapi interview kerja.

Jangan terlalu keras pada diri sendiri dan berusaha untuk memandang kegugupan sebagai hal yang positif. Ini akan membantu kita untuk mengatasi kegugupan dan melakukan interview dengan sukses.

8. Gunakan gerakan tubuh dan gesticulasi

Gunakan gerakan tubuh dan gesticulasi saat berbicara saat interview kerja. Ini akan membantu kita untuk memperlihatkan energi dan antusiasme, serta membuat kita merasa lebih percaya diri.

9. Bayangkan pewawancara sebagai teman

Bayangkan pewawancara sebagai teman dan berbicara dengan mereka seperti berbicara dengan teman. Ini akan membantu kita merasa lebih nyaman dan meminimalisir kegugupan.

Persiapan Mental Sebelum Interview Kerja

Dalam artikel ini, akan dibahas lima hal penting yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan diri sebelum interview kerja.

1. Kenali dan pahami perusahaan yang akan ditemui

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu sebanyak mungkin informasi tentang perusahaan yang akan ditemui.

Ini akan membantu kita untuk mengetahui visi, misi, produk, dan layanan yang ditawarkan oleh perusahaan.

Dengan begitu, kita akan memiliki gambaran tentang bagaimana perusahaan itu beroperasi dan apa yang diharapkan dari kandidat yang diterima bekerja di sana.

2. Latihan memberikan jawaban

Setelah mengetahui perusahaan yang akan ditemui, selanjutnya adalah melatih diri untuk memberikan jawaban pada pertanyaan yang sering diajukan pada interview kerja.

Pertanyaan ini bisa berupa pertanyaan tentang latar belakang pribadi, kemampuan, dan pengalaman kerja.

Latihan ini akan membantu kita untuk terbiasa menjawab pertanyaan dan memberikan jawaban yang baik dan memuaskan pewawancara.

3. Buatlah gambaran tentang diri sendiri dan tujuan karier ketika interview kerja

Sebelum interview, kita juga harus mempersiapkan gambaran tentang diri sendiri dan tujuan karier kita.

Ini akan membantu kita untuk mempresentasikan diri dengan baik pada pewawancara dan memberikan jawaban yang jelas dan terarah pada pertanyaan tentang masa depan karier.

4. Persiapkan pakaian dan perlengkapan yang dibutuhkan

Persiapan fisik juga sangat penting. Pastikan pakaian dan perlengkapan yang akan dibawa sesuai dengan standar perusahaan dan memperlihatkan bahwa kita memperlakukan interview dengan serius.

5. Fokus dan kendalikan emosi

Sebelum interview kerja, fokus dan kendalikan emosi agar bisa tampil percaya diri dan tenang. Terlalu gugup atau stres bisa mempengaruhi kualitas jawaban yang diberikan.

Ambil waktu untuk menenangkan diri sebelum interview dan pastikan untuk fokus pada tujuan akhir yaitu mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

6. Berlatihlah menjawab pertanyaan dengan spontan dan alami

Berlatihlah menjawab pertanyaan dengan spontan dan alami seperti pada saat interview sebenarnya. Ini akan membantu kita untuk lebih terbiasa dan tenang saat harus menjawab pertanyaan pewawancara.

Jangan terlalu memikirkan jawaban yang harus diberikan, namun fokuslah pada menjawab dengan alami dan sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kita akan lebih siap dan percaya diri saat menghadapi interview kerja. Jangan lupa untuk tetap optimis dan percaya pada diri sendiri.

Cara Membuat Penampilan Profesional pada interview Kerja

Cara Membuat Penampilan Profesional pada interview Kerja

Dalam interview kerja, penampilan adalah hal yang sangat penting untuk mempengaruhi pewawancara.

Oleh karena itu, sangat penting bagi kandidat untuk membuat penampilan professional dan memukau saat menghadapi interview.

1. Kenali perusahaan dan posisi yang dilamar

Langkah pertama untuk membuat penampilan professional adalah dengan mengetahui perusahaan dan posisi yang dilamar.

Informasi ini bisa didapat melalui website perusahaan, media sosial, atau bahkan dengan bertanya kepada teman atau relasi yang bekerja di perusahaan tersebut.

Ini akan membantu kita untuk memahami budaya dan lingkungan kerja perusahaan sehingga kita bisa menyesuaikan penampilan kita sesuai dengan itu.

2. Pakailah pakaian yang tepat

Pakaian adalah salah satu hal penting dalam membuat penampilan professional. Pastikan saat interview kerja untuk memakai pakaian yang tepat dan sesuai dengan budaya perusahaan.

Jika perusahaan memiliki dress code formal, maka pakaian yang baik untuk digunakan adalah kemeja dan celana formal. Jika perusahaan memiliki dress code semi-formal, maka pakaian yang baik adalah kemeja dan celana pendek.

3. Perlakukan interview sebagai acara formal

Treat interview sebagai acara formal dan penting. Berpakaian dengan baik dan bersikap profesional akan membuat kita terlihat lebih memukau dan dihormati oleh pewawancara.

Bersikaplah ramah dan sopan, dan hindari bersikap santai atau cuek.

4. Sertakan aksesoris yang sesuai

Aksesoris yang tepat dapat membantu membuat penampilan kita terlihat lebih profesional dan memukau ketika melakukan interview kerja.

Gunakan aksesori yang sesuai seperti jam tangan, ikat pinggang, atau sepatu yang bersih dan rapi.

Hindari menggunakan aksesori yang terlalu berlebihan atau mencolok yang dapat memdistrak pewawancara.

5. Pertahankan postur dan gerakan yang baik

Postur dan gerakan yang baik adalah hal penting dalam membuat penampilan professional.

Berdiri tegak dan berbicara dengan lantang akan membuat kita terlihat lebih percaya diri dan profesional saat di-interview.

6. Gunakan bahasa dan gaya berbicara yang sesuai

Bahasa dan gaya berbicara juga merupakan bagian penting dalam membuat penampilan professional. Gunakan gaya berbicara yang tenang dan jelas, dan hindari berbicara terlalu cepat atau terlalu pelan.

Gunakan bahasa yang jelas dan sopan, dan hindari menggunakan bahasa yang terlalu santai atau menjurus ke bahasa slang.

7. Persiapkan diri secara mental dan fisik

Tahap terakhir dalam membuat penampilan professional adalah dengan mempersiapkan diri secara mental dan fisik.

Persiapkan diri dengan mempelajari informasi tentang perusahaan dan posisi yang dilamar, dan berlatih mempresentasikan diri dengan baik.

Jangan lupa untuk istirahat yang cukup dan memakan makanan sehat sebelum interview untuk memastikan kita terlihat dan merasa segar saat interview kerja.

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, kita dapat membuat penampilan professional dan memukau saat menghadapi interview kerja.

Ini akan membantu kita untuk memimpin pewawancara dan membuktikan bahwa kita merupakan kandidat yang tepat untuk posisi yang dilamar.

Baca Juga : Rekomendasi Peluang Usaha yang Menjanjikan

Tips Membuat Kesan yang Baik setelah Interview Kerja

Tips Membuat Kesan yang Baik setelah Interview Kerja

Setelah interview, adalah hal yang penting untuk membuat kesan yang baik pada pewawancara dan perusahaan.

Berikut adalah beberapa tips untuk membuat kesan yang baik setelah interview kerja.

1. Terima kasih secara langsung

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengirimkan email atau surat terima kasih. Ini akan menunjukkan bahwa kita memperhatikan dan menghargai waktu pewawancara dan menunjukkan keinginan kita untuk bekerja di perusahaan tersebut.

2. Ajukan pertanyaan

Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan posisi yang dilamar atau perusahaan. Ini akan menunjukkan minat kita terhadap posisi dan perusahaan, dan membantu kita memahami apa yang harus dilakukan selanjutnya.

3. Pertahankan kontak ketika interview kerja

Setelah interview, pertahankan kontak dengan pewawancara dan perusahaan. Ini dapat dilakukan dengan mengirimkan email atau melakukan follow up melalui telepon. Hal ini akan membantu membangun hubungan dan membuat kesan yang baik.

4. Tunjukkan kemampuan dan kompetensi

Setelah interview, pertahankan kompetensi dan kemampuan kita dengan terus belajar dan berkembang. Ini akan membantu membangun reputasi dan membuat kesan yang baik pada pewawancara dan perusahaan.

5. Hindari memberikan keluhan atau kritik

Setelah interview kerja, hindari memberikan keluhan atau kritik terkait dengan interview atau perusahaan. Ini akan membuat kesan buruk pada pewawancara dan perusahaan.

6. Tunjukkan antusiasme dan keinginan untuk bekerja

Setelah interview, tunjukkan antusiasme dan keinginan untuk bekerja dengan memperlihatkan minat dan dedikasi terhadap posisi yang dilamar dan perusahaan.

Ini akan membuat kesan yang baik pada pewawancara dan membantu meningkatkan kesempatan untuk diterima.

7. Jangan lupa untuk refleksi

Setelah interview, jangan lupa untuk melakukan refleksi terhadap proses interview. Ini akan membantu kita memperbaiki kesalahan dan mempersiapkan diri untuk wawancara berikutnya.

Penutup

Interview kerja menjadi sangat penting untuk dipersiapkan guna mendapatkan hasil yang baik.

Pahami beberapa hal di atas supaya Anda dapat memaksimalkan proses interview dan mendapatkan pekerjaan yang diimpikan. Terimakasih!

Bagikan:

Tags

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar