Macam Aset Pemasaran yang Menjadi Faktor Keberhasilan Bisnis

Macam-macam Aset Pemasaran yang Menjadi Faktor Keberhasilan Bisnis

Dalam era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat, aset pemasaran menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan. Ada banyak macam aset pemasaran yang dapat membantu perusahaan untuk memperoleh keuntungan, mencapai target pasar, dan membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Macam Aset Pemasaran

Macam Aset Pemasaran

Dalam artikel ini, kami akan membahas beberapa macam aset pemasaran yang penting, seperti brand image dan brand reputation, analisis kompetitor, dan lain-lain.

Baca Juga : Cara Mengoptimalkan Customer Delight untuk Atasi Persaingan Bisnis

Berikut penjelasan yang rinci akan diberikan pada masing-masing jenis untuk memberikan pemahaman yang lebih baik.

1. Brand Image dan Brand Reputation

Brand image dan brand reputation adalah dua aset pemasaran yang saling terkait dan memiliki peran penting dalam membangun citra dan identitas perusahaan di mata konsumen.

Nah, brand image mencerminkan persepsi, citra, dan kesan yang dimiliki oleh konsumen terhadap suatu merek.

Sementara itu, brand reputation mengacu pada reputasi dan kepercayaan yang dibangun oleh perusahaan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Poin-poin yang perlu diperhatikan terkait brand image dan brand reputation:

  • Konsistensi

Penting bagi perusahaan untuk menjaga konsistensi dalam mengkomunikasikan pesan merek kepada konsumen. Hal ini termasuk dalam hal desain, gaya komunikasi, dan nilai-nilai yang diusung oleh merek tersebut.

Contoh: Apple telah berhasil membangun brand image yang kuat dengan desain produk yang inovatif, kualitas yang terjaga, dan kesan eksklusivitas yang terus dipertahankan dalam setiap produk yang diluncurkannya.

  • Pengalaman pelanggan

Brand image dan brand reputation dapat diperkuat melalui pengalaman positif yang diberikan kepada pelanggan.

Perusahaan harus berfokus pada memberikan layanan berkualitas tinggi dan memastikan kepuasan pelanggan.

Contoh: Starbucks menjadi contoh yang baik dalam membangun brand image dan brand reputation melalui pengalaman pelanggan yang unik, mulai dari suasana kafe yang nyaman hingga kualitas kopi yang terjaga.

2. Analisis Kompetitor

Analisis kompetitor merupakan langkah penting dalam macam-macam aset pemasaran untuk memahami kekuatan dan kelemahan pesaing di pasar.

Dengan memahami pesaing, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dapat mempengaruhi posisi mereka dalam persaingan bisnis.

Poin-poin yang perlu diperhatikan dalam analisis kompetitor:

  • Identifikasi pesaing

Perusahaan perlu mengidentifikasi pesaing langsung dan tidak langsung di pasar.

Pesaing langsung adalah perusahaan yang menawarkan produk atau jasa serupa, sedangkan pesaing tidak langsung adalah perusahaan yang memenuhi kebutuhan yang sama dengan cara yang berbeda.

Contoh: Apple dan Samsung adalah pesaing langsung di pasar smartphone, sementara Amazon adalah pesaing tidak langsung melalui platform e-commerce mereka.

  • Analisis kekuatan dan kelemahan

Perusahaan perlu menganalisis kekuatan dan kelemahan pesaing untuk mengetahui di mana mereka memiliki keunggulan dan peluang untuk bersaing.

Contoh: Dalam analisis kompetitor, perusahaan dapat menemukan bahwa pesaing memiliki kelemahan dalam hal distribusi produk, yang dapat menjadi peluang bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar mereka.

Baca Juga : Apa itu Kompetitor?

3. Manajemen Krisis

Manajemen krisis adalah aspek penting dalam macam-macam aset pemasaran yang melibatkan upaya untuk mengidentifikasi, mencegah, dan mengelola situasi krisis yang dapat membahayakan reputasi perusahaan.

Dalam dunia bisnis yang dinamis, kejadian tak terduga seperti bencana alam, kegagalan produk, skandal, atau serangan siber dapat terjadi.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memiliki rencana dan strategi yang efektif untuk menghadapi dan menangani krisis yang mungkin terjadi.

Poin-poin yang perlu diperhatikan dalam manajemen krisis:

  • Identifikasi risiko

Perusahaan perlu mengidentifikasi potensi risiko dan ancaman yang dapat menyebabkan krisis. Ini melibatkan evaluasi internal dan eksternal, pengawasan media sosial, serta pemantauan tren dan isu yang relevan dengan industri perusahaan.

Contoh: Perusahaan teknologi dapat mengidentifikasi risiko seperti pelanggaran data, serangan siber, atau kegagalan produk yang dapat menyebabkan krisis.

  • Rencana tanggap darurat

Perusahaan harus memiliki rencana tanggap darurat yang terstruktur dan terdokumentasi untuk menghadapi situasi krisis.

Rencana ini harus mencakup langkah-langkah tindakan, komunikasi internal dan eksternal, serta penugasan tugas dan peran tim krisis.

Contoh: Ketika terjadi kebocoran data, perusahaan harus memiliki rencana yang jelas tentang bagaimana mengatasi insiden tersebut, termasuk pemberitahuan kepada pelanggan, kerja sama dengan otoritas yang berwenang, dan langkah-langkah pemulihan data.

  • Pelibatan publik

Komunikasi yang efektif dengan publik dan pemangku kepentingan sangat penting dalam manajemen krisis. Perusahaan harus transparan, memberikan informasi yang akurat, dan mengelola ekspektasi publik dengan baik.

Tanggapan yang cepat dan terbuka dapat membantu membangun kepercayaan dan membatasi dampak negatif krisis.

Contoh: Ketika terjadi kegagalan produk, perusahaan harus segera mengeluarkan pernyataan publik yang jujur dan memberikan solusi atau kompensasi kepada pelanggan terkena dampak.

4. Organic Paid, Owned, dan Earned Media

Dalam macam aset pemasaran digital, organic, paid, owned, dan earned media adalah tiga jenis media yang berbeda yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kehadiran dan pengaruhnya di pasar.

Poin-poin yang perlu diperhatikan dalam organic, paid, owned, dan earned media:

  • Organic media

Ini mencakup upaya untuk meningkatkan kehadiran organik perusahaan melalui upaya seperti optimasi mesin pencari (SEO), konten berkualitas tinggi, dan interaksi aktif dengan audiens di media sosial.

Contoh: Menulis artikel blog yang informatif dan relevan dengan kata kunci yang relevan untuk meningkatkan peringkat pencarian organik perusahaan.

  • Paid media

Ini melibatkan pengeluaran untuk iklan berbayar seperti iklan online, iklan cetak, iklan radio, atau iklan televisi. Perusahaan membayar agar kontennya ditempatkan di media yang relevan agar lebih terlihat oleh audiens target.

Contoh: Membayar untuk iklan Google AdWords untuk muncul di hasil pencarian yang relevan dengan produk atau jasa perusahaan.

  • Owned media

Ini mencakup aset media yang dimiliki dan dikendalikan langsung oleh perusahaan, seperti situs web perusahaan, blog perusahaan, akun media sosial resmi, dan newsletter. Perusahaan memiliki kendali penuh atas konten dan pengelolaan platform ini.

Contoh: Mempublikasikan artikel terkait industri di blog perusahaan dan membagikannya melalui akun media sosial perusahaan.

  • Earned media

Ini adalah media yang diperoleh secara alami melalui liputan pers, ulasan pelanggan, atau viralitas konten perusahaan. Dalam earned media, perusahaan mendapatkan eksposur tanpa membayar secara langsung.

Contoh: Dapat dicapai ketika produk perusahaan mendapatkan liputan positif di media atau ketika konten perusahaan menjadi viral di media sosial.

5. Social Media Engagement

Social media engagement adalah salah satu macam aset pemasaran yang penting dalam era digital saat ini.

Dengan munculnya berbagai platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan LinkedIn, perusahaan memiliki kesempatan untuk terhubung dan berinteraksi langsung dengan audiens mereka.

Poin-poin yang perlu diperhatikan dalam social media engagement:

  • Membangun audiens yang relevan

Perusahaan perlu mengidentifikasi audiens target mereka di platform media sosial dan membangun basis pengikut yang relevan dengan menyediakan konten yang menarik dan bermanfaat bagi mereka.

Contoh: Perusahaan fashion dapat membangun audiens yang terdiri dari pecinta mode, influencer, atau penggemar merek yang serupa.

  • Aktif dan responsif

Perusahaan harus aktif di platform media sosial dengan memposting secara teratur, merespons komentar, pesan, dan tanggapan dari audiens. Ini akan memperkuat keterlibatan dan membangun hubungan yang lebih baik dengan pelanggan.

Contoh: Perusahaan yang menjawab pertanyaan pelanggan dengan cepat dan memberikan respon yang informatif dan ramah akan menciptakan pengalaman positif bagi audiens.

Penutup

Dalam era bisnis yang kompetitif, memahami dan mengoptimalkan macam-macam aset pemasaran dapat membantu perusahaan mencapai keberhasilan jangka panjang.

Dengan menggabungkan strategi yang tepat untuk masing-masing aset pemasaran, perusahaan dapat memperoleh keuntungan kompetitif dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan.

Baca Juga : Masalah Keuangan di Indonesia, Penyebab, dan Dampaknya

Bagikan:

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar