7 Cara Menjaga Keseimbangan Antara Pekerja dan Pengusaha

7 Cara Menjaga Keseimbangan Antara Pekerja dan Pengusaha

Bagi Anda pemilik usaha, tentunya harus mengetahui cara menjaga keseimbangan antara pekerja dan pengusaha.

Sebab, dengan mengetahui cara tersebut proses bisnis yang ada di perusahaan Anda akan berjalan normal sesuai dengan yang diharapkan.

Cara Menjaga Keseimbangan Antara Pekerja dan Pengusaha

Cara Menjaga Keseimbangan Antara Pekerja dan Pengusaha

Perlu Anda ketahui, cara menjaga keseimbangan antara pekerja dan pengusaha sebenarnya tidaklah sulit.

Baca Juga : 10 Karakteristik Pemilik Usaha Yang Harus Anda Miliki

Nah, adapun cara untuk menjaga keseimbangan di antara pekerja dan pengusaha adalah sebagai berikut:

1. Menjaga komunikasi

Cara menjaga keseimbangan antara pekerja dan pengusaha yang pertama adalah dengan menjaga komunikasi yang baik.

Sebab dengan menjaga komunikasi yang baik bisa menemukan solusi yang bisa memberikan kedua belah pihak keuntungan guna menyelesaikan permasalahan yang mungkin terjadi.

Tidak hanya itu saja, dengan menjaga komunikasi akan membuat kedua belah pihak menjadi saling memahami sudut pandang satu sama lain.

Jika kedua belah pihak bisa saling memahami, maka lingkungan kerja akan menjadi nyaman dan produktivitas semakin meningkat.

Dengan begitu kesempatan untuk mencapai kesuksesan akan semakin terbuka lebar. Untuk mewujudkan hal tersebut pengusaha harus meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan karyawan.

Karena itulah, tidak ada baiknya pengusaha mengadakan meeting rutin dengan karyawan setidaknya seminggu sekali.

Dalam pertemuan tersebut nantinya kedua belah pihak harus saling terbuka dan jujur terhadap perasaan dan permasalahan yang dialami ketika melakukan pekerjaannya. Sebab, jika tidak saling terbuka maka akan percuma saja diadakan pertemuan rutin.

2. Mencari Kesepakatan Yang Saling Menguntungkan

Cara menjaga keseimbangan antara pekerja dan pengusaha berikutnya adalah dengan mencari dan mencapai kesepakatan yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Jangan hanya mencari keputusan egois yang hanya membuat satu pihak untung namun merugikan pihak lainnya. Sebab jika mencapai kesepakatan yang menguntungkan satu pihak, maka yang terjadi adalah terjadi perselisihan.

Apabila perselisihan ini dibiarkan terus menerus, maka lingkungan pekerjaan tidak akan kondusif dan akan mengganggu proses bisnis yang sedang berjalan.

Tentunya Anda tidak ingin jika proses bisnis sampai terganggu karena malah akan membuat kedua pihak sama-sama mengalami kerugian.

Ini mengapa sangat penting bagi Anda untuk bisa mencari dan mencapai kesepakatan yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Namun perlu diingat, kesepakatan yang saling menguntungkan ini perlu dicapai secepat mungkin. Sebab, semakin lama Anda menemukan kesepakatan yang bisa menguntungkan kedua belah pihak maka proses bisnis akan kacau dan lebih buruknya lagi bisnis akan bangkrut. Untuk itulah jika terjadi perselisihan sesegera mungkin diselesaikan.

3. Melakukan Negosiasi

Melakukan negosiasi juga merupakan salah satu cara menjaga keseimbangan antara pekerja dan pengusaha. Sebab, tanpa melakukan negosiasi maka sudah tentu hanya akan ada satu pihak yang diuntungkan.

Untuk menghindari hal tersebut negosiasi sangatlah diperlukan demi kebaikan semua pihak.

Dengan begitu semua pengambilan keputusan berdasarkan kepentingan semua orang, baik itu pengusaha atau pun pekerja. Nah untuk mewujudkan hal ini, sangat dibutuhkan keberanian dalam mengeluarkan pendapat.

Karena jika hanya diam dan tidak berani menyerukan pendapat maka negosiasi tidak akan bisa berjalan.

Namun yang perlu diingat, saat melakukan negosiasi pastikan jangan memaksakan keinginan pribadi. Pastikan apa yang Anda kompromikan dapat membawa dampak baik untuk semua orang tanpa terkecuali.

4. Melibatkan Pihak Ketiga

Cara menjaga keseimbangan antara pekerja dan pengusaha berikutnya adalah dengan melibatkan pihak ketiga ketika melakukan negosiasi atau diskusi.

Dengan adanya pihak ketiga ini akan membantu proses mediasi untuk mencapai kepentingan semua pihak. Namun yang perlu diingat, Anda perlu memastikan jika pihak ketiga tersebut adalah orang yang netral alias tidak memihak salah satu pihak.

Karena jika pihak ketiga yang dipilih untuk mendampingi proses negosiasi adalah orang yang tidak netral maka akan sia-sia saja.

Sebab keputusan yang diambil tidak untuk kepentingan banyak orang namun hanya untuk kepentingan pihak yang didukung.

Inilah mengapa, pemilihan pihak ketiga yang akan mendampingi proses negosiasi haruslah berdasarkan kesepakatan pengusaha dan pekerja.

Dengan begitu penilaian yang terjadi akan menjadi adil untuk kedua belah pihak. Sebab pandangan dari pihak ketiga tersebut benar-benar bersifat objektif bukan subjektif, yang tentunya akan bisa diterima oleh kedua belah pihak.

5. Libatkan Hukum

Melibatkan hukum bisa dikatakan adalah cara yang paling efektif untuk menjaga keseimbangan antara pekerja dengan atasan.

Sebab, dengan melibatkan hukum maka batasan untuk menjaga keseimbangan hak dari kedua belah pihak menjadi lebih jelas. Meskipun beberapa orang menganggap cara ini sangat berlebihan namun hal ini sangat perlu dilakukan.

Dengan begitu, semua pihak menjadi lebih bertanggung jawab dan berhati-hati dalam bertindak.

Sebab, jika sampai terlibat dengan hukum karena melanggar aturan mengenai keseimbangan hak antara pegawai dan pengusaha bisa mengakibatkan dihukum. Untuk jenis hukumannya tergantung berdasarkan kesepakatan bersama bisa berupa denda ataupun bui.

Untuk melibatkan hukum ini sebenarnya bisa membuat surat perjanjian bermaterai yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Namun lebih baik lagi jika surat perjanjian yang dibuat melibatkan notaris, sebab akan membuat perjanjian yang dilakukan semakin kuat dimata hukum.

Tanpa adanya bukti perjanjian antara kedua belah pihak, maka hukum tidak bisa membantu jika terjadi masalah suatu saat nanti.

6. Saling Memahami Hak Dan Kewajiban

Jika ingin menjaga keseimbangan antara pekerja dengan pengusaha, maka sangat penting memastikan bahwa kedua belah pihak memahami hak dan kewajibannya masing-masing.

Dengan memahami hal tersebut, maka secara otomatis akan tercipta keseimbangan yang harmonis antara pekerja dengan pengusaha.

Untuk itu, kedua belah pihak harus bisa meredam ego atau pun keinginan pribadi dan berfokus pada hak dan kewajibannya masing-masing.

Tidak hanya memahami hak dan kewajiban pribadi, kedua belah pihak juga harus saling mengingatkan jika ada seseorang yang tidak memenuhi kewajibannya.

Sebab, jika membiarkan ada pihak yang tidak menjalankan kewajibannya maka proses bisnis yang terjadi dalam perusahaan tersebut akan terganggu. Jika proses bisnis terganggu tentunya hal tersebut akan merugikan semua orang.

7. Tidak Mencampurkan Urusan Pribadi

Cara menjaga keseimbangan antara pekerja dan pengusaha yang terakhir adalah dengan tidak mencampurkan urusan atau masalah pribadi dengan pekerjaan.

Mencampurkan permasalahan pribadi dengan pekerjaan akan membuat hubungan antara pengusaha dan pekerja menjadi semakin buruk dan tidak seimbang. Hal ini tentunya tidak akan berakhir baik apabila tidak kedua pihak tetap bersikukuh membawa permasalahan ke tempat kerja.

Untuk itulah, jika memiliki urusan pribadi selesaikan di luar tempat kerja. Namun jika memang permasalahan tersebut belum mencapai titik temu penyelesaiannya, setidaknya jangan dibawa ke tempat kerja dan bersikap profesional. Dengan begitu keseimbangan antara pekerja dan pegawai dalam masalah pekerjaan bisa terjaga.

Nah, sebenarnya cara menjaga keseimbangan antara pekerja dan pengusaha tidak hanya seperti kami sampaikan di atas.

Tetapi setidaknya jika cara tersebut dilakukan maka keseimbangan antara pekerja dan pengusaha di suatu perusahaan akan tercipta.

Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan Anda mengenai cara untuk menjaga keseimbangan antara pekerja dan pengusaha.

Baca Juga : Pengertian Negosiasi Bisnis, Tujuan, Teknik dan Faktor Keberhasilannya

Bagikan:

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar