Pengertian Pasar Monopoli, Ciri-ciri, Jenis, Dampak & Contohnya

Mengenal Praktik Pasar Monopoli dari Pengertian Hingga Contohnya

Sistem monopoli sudah ada sejak masa penjajahan dahulu. Rempah-rempah menjadi salah satu alasan adanya praktik pasar monopoli di Indonesia. Meskipun kala itu Indonesia dimanfaatkan oleh bangsa lain sebagai pekerjanya.

Namun, praktik pasar ini ternyata masih digunakan hingga sekarang. Meskipun terdengar merugikan bagi beberapa pihak, pasar dengan sistem monopoli juga sangat dibutuhkan untuk menyediakan kebutuhan penting masyarakat.

Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan pasar ini? Untuk mencari tahu tentang pengertiannya, maka harus dipahami terlebih dahulu arti kata ‘monopoli’ tersebut.

Nah, untuk mendapatkan semua informasi terkait sistem pasar monopoli, simak artikel berikut hingga selesai, ya.

Pengertian Pasar Monopoli Secara Umum

Pengertian Umum

Diketahui ada jenis pasar yang memiliki jumlah pembeli dan penjualnya tidak seimbang. Kondisi ini menimbulkan istilah pasar persaingan tidak seimbang.

Pada kondisi tersebut, penjual memiliki jumlah yang lebih banyak dibandingkan jumlah pembelinya.

Sehingga, proses ekonomi yang terjadi dalam pasar ini tidak sama rata. Pasar monopoli adalah salah satu jenis pasar persaingan tidak seimbang tersebut.

Dalam kasus sistem monopoli di pasar ini, jumlah penjual dan pembeli tidak seimbang disebabkan produsen hanya ada satu.

Istilah pasar ini sesuai dengan arti dari kata monopoli. Menurut sumber katanya, monopoli berasal dari bahasa Yunani. Asal katanya adalah monos dan polein yang masing-masing memiliki arti satu dan menjual.

Jadi, maksud dari kata monopoli ini mengacu pada jumlah penjual yang terdiri dari satu perusahaan.

Hanya ada satu sumber barang dan jasa yang bisa dibeli oleh para pembeli. Sehingga, persaingannya rendah dan produsen bebas mengatur harga pasar.

Baca Juga: Pangsa Pasar: Definisi, Jenis-jenis, Manfaat, Tujuan dan Strateginya

Ciri-Ciri Pasar Monopoli

Ciri-Ciri Pasar Monopoli

Kondisi monopoli dalam sebuah pasar tidak terjadi secara menyeluruh. Ada beberapa hal yang menandakan kondisi monopoli ini.

Sehingga, sebuah pasar dikatakan sebagai monopoli, jika memiliki lima ciri-ciri berikut ini, diantaranya:

1. Industri Hanya di Satu Perusahaan

Sesuai namanya, pasar ini hanya memiliki satu perusahaan yang mampu menghasilkan barang dan jasa.

Sehingga, proses industri hanya terjadi di perusahaan tersebut. Dengan begitu, perusahaan tersebut menjadi andil besar dalam proses jual beli yang ada di pasar.

Hal ini menunjukkan bahwa, barang atau jasa yang menjadi produk perusahaan tidak bisa diproduksi oleh perusahaan lain. Jadi, pembeli tidak memiliki pilihan lain, selain menggunakan produk jasa ataupun barang dari perusahaan tersebut.

2. Industri Tidak Bisa Dimasuki Perusahaan Lain

Pasar monopoli memiliki berbagai hambatan yang menyebabkan perusahaan lain tidak bisa masuk dalam industri.

Inilah yang menyebabkan pasar hanya bisa dikuasai oleh satu perusahaan saja. Selain itu, pasar ini juga berhubungan erat dengan hak cipta atau kepemilikan sumber daya.

Tidak hanya itu, pasar ini juga memiliki hubungan dengan pemerintah. Terutama dengan surat izin atau lisensi pemerintah. Harga atau modal awal yang cukup tinggi, juga menjadi salah satu alasan produsen di pasar ini menjadi produsen tunggal.

Hal-hal tersebut menjadi beberapa hambatan yang menyebabkan perusahaan lain tidak bisa memasuki proses industri. Inilah yang menjadi alasan, hanya ada perusahaan tunggal dalam pasar dengan sistem monopoli ini.

3. Produk Tidak Bisa Diganti

Karena banyaknya hambatan dan proses produksi yang terjadi pada satu perusahaan, mengakibatkan produk yang dihasilkan hanya berasal dari perusahaan tersebut. Bahkan, produk tersebut tidak bisa diganti dengan produk yang mirip sekalipun.

4. Tidak Memerlukan Iklan

Iklan pasar monopoli hanyalah sebuah syarat untuk menjaga hubungan dengan masyarakat. Bisa dibilang, iklan untuk promosi tidak menjadi hal yang penting bagi perusahaan yang menerapkan sistem monopoli ini.

Produk yang dihasilkan sudah pasti dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, masyarakat tentu saja sudah mengenal barang ataupun jasa yang ditawarkan tersebut. Maka dari itu, iklan tidak menjadi bagian penting dalam promosi produknya.

5. Menguasai Penentuan Harga

Jumlah perusahaan yang hanya satu untuk menghasilkan produk dalam pasar, menyebabkan perusahaan tersebut menjadi penentu harga.

Pasalnya, kenaikan atau penurunan harga produk dari perusahaan tersebut, bisa mempengaruhi harga pasar secara keseluruhan.

Jenis-Jenis Pasar Monopoli

Jenis-Jenis Pasar Monopoli

Sebenarnya, penerapan sistem pasar monopoli di Indonesia tidaklah dibenarkan. Bahkan, ada undang-undang yang mengatur penerapan sistem ini.

Namun, karena beberapa hal, khususnya kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, ada beberapa sektor yang menerapkan sistem monopoli ini.

Dalam penerapan sistemnya, jenis pasar ini ternyata dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Setidaknya, ada tiga jenis pasar yang tergolong dalam sistem monopoli. Apa saja jenis-jenis tersebut? Simak penjelasan berikut ini.

1. Monopoli Legal

Legal berarti sistem tersebut sesuai dengan peraturan pemerintah dan perundang-undangan. Itu artinya, pasar monopoli legal adalah pasar yang diatur keberadaannya berdasarkan hukum yang berlaku di sebuah negara.

Dengan kata lain, pemerintah memberikan izin bagi perusahaan tersebut untuk menjadi perusahaan tunggal.

Hal ini bisa saja disebabkan karena kebutuhan masyarakat yang hanya bisa dipenuhi dari produk barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

Ini juga berhubungan dengan hak paten sebuah produk, serta penyedia sumber daya yang dibutuhkan negara.

Ketika sebuah perusahaan memiliki sumber daya yang banyak untuk menyediakan kebutuhan masyarakat, maka pemerintah bisa memberikan izin baginya untuk menjadi perusahaan tunggal.

2. Monopoli Legal-Regional

Jenis pasar yang satu ini juga sudah mendapatkan izin dari pemerintah. Artinya, jenis sistem monopoli dalam pasar juga sudah diatur secara hukum dan boleh berlangsung. Namun, jenis monopoli ini berbeda dengan jenis monopoli legal sebelumnya.

Apabila monopoli legal memiliki cakupan secara luas, yakni berlaku untuk semua masyarakat di sebuah negara. Maka, cakupan monopoli legal lebih kecil.

Pasar satu ini hanya terjadi ketika sebuah barang yang dihasilkan dijual secara monopoli di sebuah wilayah tertentu.

3. Monopoli Natural

Sistem monopoli memang tidak boleh berlaku di Indonesia. Ada undang-undang yang berlaku untuk mengatur penerapan sistem ini. Namun, kebutuhan masyarakat menyebabkan monopoli tetap menjadi bagian dari pasar di Indonesia.

Salah satu jenis sistem monopoli di pasar yang tanpa sadar bisa terus terjadi yakni monopoli natural. Sesuai namanya, jenis pasar yang satu ini terjadi tanpa disengaja. Faktor lingkungan yang menjadi salah satu penyebab berlakunya sistem ini.

Dimana, pasar monopoli natural terjadi ketika cakupan penjualan barang atau jasa sangat kecil.

Dalam sebuah pasar, hanya ada satu produsen yang menyajikan barang atau jasa yang diperlukan. Biasanya, hal ini terjadi ketika nilai jual atau keuntungan dari produk tersebut rendah.

Meskipun begitu, masih ada proses jual beli yang terjadi. Pasalnya, ketika ada penjual yang tetap menyediakan sebuah produk, pasti akan ada pembeli yang membutuhkan produknya.

Dengan begitu, tanpa disadari sistem monopoli terjadi dalam situasi tersebut.

Baca Juga: Memahami Pengertian Keseimbangan Pasar

Dampak Pasar Monopoli

Dampak Pasar Monopoli

Setiap kegiatan ekonomi selalu memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat. Salah satu contoh dampak yang berpengaruh, ketika ketersediaan barang di pasar menipis, tetapi permintaan selalu tinggi, sehingga menyebabkan inflasi.

Harga barang di pasar akan terus meroket dalam waktu yang cukup lama. Dengan begitu, masyarakat mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Contoh tersebut, sering terjadi di pasar persaingan sempurna.

Namun, tidak jarang pula, penyebab utamanya bisa diikuti oleh adanya kenaikan harga di pasar persaingan tidak sempurna, yakni pasar monopoli.

Ketika salah satu produk di pasar tersebut menerangkan naik, semua harga di pasar juga ikut mengalami kenaikan.

Nah, inilah yang menjadi salah satu dampak pasar dengan sistem monopoli ini.

Seperti yang telah dijelaskan juga, pasarmonopoli menjadi patokan penentuan harga, sehingga semua harga di berbagai jenis pasar ikut naik, sebagai imbas dari pasar ini.

Selain dari hal yang telah dijelaskan. Masih ada dampak lain dari penerapan sistem monopoli ini, diantaranya sebagai berikut:

1. Tidak Ada Kebebasan

Karena hanya ada satu perusahaan atau produsen yang bisa menyediakan produk barang ataupun jasa, maka pembeli tidak memiliki kebebasan.

Pembeli seakan dipaksa untuk membeli produk dari perusahaan yang tersedia. Sehingga, kebebasan dalam memilih tidak berlaku.

Penyediaan barang dan penawaran harga produk, semuanya disajikan dan ditawarkan oleh pihak produsen. Sehingga, pembeli tidak memiliki wewenang penuh untuk memilih jasa atau barang yang dibutuhkan.

2. Tidak Ada Perkembangan

Selain berdampak pada pembeli atau kegiatan jual beli di pasar, adanya praktik pasar monopoli juga menyebabkan kerugian bagi perusahaan itu sendiri.

Kerugian disini tidak berhubungan dengan finansial, tetapi berhubungan dengan perkembangan perusahaan.

Tidak adanya pesaing dalam pasar persaingan tidak sempurna ini, menyebabkan perusahaan tidak memiliki motivasi untuk berkembang.

Produk barang atau jasa yang ditawarkan selalu digunakan oleh masyarakat, sehingga perusahaan tidak memikirkan inovasi terbaru.

Meskipun tidak semua perusahaan tunggal ikut masa bodoh dengan motivasi, tetapi bisa saja inovasi dan teknologi dari perusahaan seperti ini tidak banyak berkembang. Berbeda dengan perusahaan yang memiliki banyak pesaing.

Perusahaan seperti itu akan memiliki motivasi penuh untuk menampilkan inovasi dan teknologi terbaru. Maka dari itu, biasanya inovasi produk dari perusahaan tunggal tidak terlalu banyak terlihat.

3. Kesenjangan dalam Kegiatan Ekonomi

Dalam setiap kegiatan ekonomi, selalu ada pembagian hasil. Kegiatan pembagian hasil dalam pasar dengan sistem monopoli tentu saja berbeda dengan pembagian hasil di pasar persaingan sempurna.

Pasalnya, pasar persaingan sempurna memiliki jumlah pembeli dan penjual yang setara.

Proses jual dan beli juga berlangsung dengan lancar. Sehingga, produsen, konsumen, serta distributor mendapat bagian atau porsinya masing-masing.

Namun, di pasar dengan sistem monopoli, biasanya hasil yang didapatkan produsen tentulah lebih banyak.

Pasalnya, produsen menjadi pusat utama dari proses industri yang berlangsung. Perusahaan tersebut juga menyediakan sumber daya yang dibutuhkan untuk proses industri, sehingga hasil yang didapatkan bisa lebih banyak dari distributor.

Alasan Terjadinya Pasar Monopoli

Alasan Terjadinya Pasar Monopoli

Sistem monopoli sudah berlaku sejak masa penjajahan. Kala itu, Belanda menguasai penjualan rempah-rempah yang ada di Indonesia.

Meskipun sistem ini tidak disarankan untuk berlaku di Indonesia saat ini, tetapi ada beberapa alasan yang menyebabkan sistem monopoli bisa diterapkan.

Adapun alasan tersebut diantaranya, sebagai berikut:

1. Sumber Daya

Monopoli bisa terjadi ketika sebuah perusahaan beroperasi di dekat wilayah yang memiliki sumber daya untuk menghasilkan produk barang atau jasa.

Hal ini biasanya berhubungan erat dengan sumber daya alam yang dibutuhkan untuk menyediakan produk.

Tidak hanya lokasinya, iklim dan geografis lokasi perusahaan juga berpengaruh. Ketika itu sudah dipenuhi, maka perusahaan tersebut bisa menjadi perusahaan tunggal yang menyediakan barang ataupun jasa yang dibutuhkan konsumen.

Alasan satu ini juga disebut sebagai istilah monopoly by nature. Artinya, pasar monopoli terjadi karena kebutuhan akan sumber daya dalam proses industri yang hanya bisa dipenuhi oleh perusahaan pada lokasi tertentu.

2. Hukum

Ketika sebuah perusahaan bisa menghasilkan produk atau jasa yang dibutuhkan masyarakat, maka perusahaan tersebut bisa mendapatkan izin menjadi perusahaan tunggal. Dalam situasi ini, perusahaan akan mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Pasalnya, izin yang dikeluarkan berhubungan dengan izin hukum dan undang-undang. Selain itu, harga pasar yang diterapkan juga menjadi bagian dari hal yang dikendalikan pemerintah.

3. Hak Paten

Sebuah perusahaan juga bisa mendapatkan izin menjadi perusahaan tunggal, ketika perusahaan tersebut memiliki hak penuh atau hak paten. Hak ini berlaku apabila perusahaan memiliki teknologi atau produk yang sangat diperlukan oleh masyarakat.

Maka dari itu, hak paten dari produk yang dihasilkan hanya dimiliki oleh perusahaan.

Meskipun ada perusahaan lain yang bisa mengembangkan produk serupa, tetapi kualitasnya tidak sebanding dengan produk yang ada. Masyarakat juga akan lebih memilih produk dari perusahaan tersebut.

Salah satu contohnya adalah perusahaan Microsoft Office. Dimana, hak paten untuk produk Microsoft hanya dimiliki oleh perusahaan pengembangnya.

Dan hingga saat ini, hanya ada produk Microsoft office yang bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kelebihan Sistem Monopoli

Kelebihan Sistem Monopoli

Meskipun terkenal sebagai salah satu sistem yang cukup merugikan, tetapi sistem monopoli di pasar tetap memiliki kelebihan.

Dikatakan merugikan sebab, hanya ada satu penjual yang menjalani kegiatan ekonomi. Sehingga, terjadi kesenjangan dalam kegiatan ekonomi tersebut.

Namun, sistem ini tetap bisa berjalan dan disisi lain menguntungkan bagi beberapa pihak. Lalu, apa saja sebenarnya kelebihan dari sistem ini? Berikut beberapa diantaranya:

  • Pemilik sumber daya mampu mengelola sumber daya tersebut menjadi barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat.
  • Kebutuhan penting bagi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.
  • Para pemilik hak paten mendapatkan pasar yang baik untuk mengelola produknya.

Contoh-Contoh Pasar Monopoli

Contoh-Contoh Pasar Monopoli

Berbagai kebutuhan penting masyarakat dipenuhi oleh pelaku dalam pasar satu ini.

Maka dari itu, meskipun praktek pasar monopoli tidak disarankan secara hukum oleh pemerintah, tetapi produknya selalu memenuhi kebutuhan. Sehingga, ada beberapa perusahaan yang diizinkan.

Semua kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan adanya perusahaan-perusahaan tunggal ini. Beberapa contoh penerapan pasar dengan sistem monopoli di Indonesia, diantaranya sebagai berikut:

  • Penyedia air bersih yakni Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
  • Penyedia listrik di masyarakat yakni Perusahaan Listrik Negara (PLN).
  • Penyedia bahan bakar kendaraan yakni PT. Pertamina.
  • Penyedia transportasi kereta api yakni PT. Kereta Api Indonesia (KAI).
  • Penyedia transportasi laut yakni PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).
  • Penyedia beras yakni Badan Urusan Logistik (Bulog).
  • Penyedia alat sistem senjata yakni PT Pindad.

Jadi, pasar monopoli merupakan sistem pasar yang hanya terdiri dari perusahaan. Hanya ada satu produsen yang terlibat dalam proses industri.

Maka dari itu, persaingan di pasar monopoli tidak sempurna, sehingga membuatnya masuk ke kelompok pasar persaingan tidak sempurna.

Pasar dengan sistem ini, di satu sisi menguntungkan, tetapi disisi lain cukup merugikan. Meskipun begitu, semua kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan adanya sistem pasar monopoli.

Perusahaan tunggal juga sangat dibutuhkan untuk mengelola sumber daya yang dimilikinya agar bermanfaat.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

7 pemikiran pada “Pengertian Pasar Monopoli, Ciri-ciri, Jenis, Dampak & Contohnya”

  1. Trimakasih atas beberapa ulasan yg saya dapat hari ini..semoga dengan melihat dan membaca artikel yg bpk buat membuat saya lebih bersemangat lagi dalam mengembangkan usaha saya .

    Balas
  2. Trimakasih atas beberapa ulasan yg saya dapat hari ini..semoga dengan melihat dan membaca artikel yg bpk buat membuat saya lebih bersemangat lagi dalam mengembangkan usaha saya .

    Balas
  3. Saya sangat terkesan dengan artikel ini karena memberikan pandangan yang lengkap tentang pasar monopoli. Penjelasan tentang berbagai jenis pasar monopoli dan dampaknya yang mungkin timbul sangat informatif.

    Balas

Tinggalkan komentar