Pengertian Akuntansi Perpajakan dan Penjelasan Lengkapnya!

Pengertian Akuntansi Perpajakan dan Penjelasan Lengkapnya!

Pengertian akuntansi perpajakan merupakan hal yang sangat mendasar yang harus dipahami oleh tax officer atau akuntan pajak dalam menyusun laporan transaksi keuangan.

Pada umumnya akuntansi memang memiliki banyak cabang yang hanya dipahami beberapa orang.

Terdapat beberapa aturan dan prinsip pedoman yang bisa Anda ikuti untuk membuat laporan akuntansi perpajakan. Aturan dan prinsip ini bisa membantu Anda ketika menjalani proses pengauditan atau ketika waktu pengecekan telah tiba.

Pengertian Akuntansi Perpajakan

Pengertian Akuntansi Perpajakan

Pengertian akuntansi perpajakan merupakan aktivitas pencatatan keuangan yang ada di sebuah badan usaha atau lembaga yang bertujuan untuk mengetahui jumlah besaran pajak yang perlu dibayarkan.

Akuntansi sebenarnya menjadi istilah yang berperan dalam pembukuan atau pencatatan suatu laporan keuangan badan, institusi, atau perusahaan tertentu.

Berdasarkan sistem pajak yang saat ini diterapkan pemerintah mengharuskan setiap badan usaha untuk menerapkan akuntansi.

Pada prinsipnya akuntansi dan perpajakan memiliki cara kerja yang mirip dan saling berhubungan dalam laporan keuangan yang dihasilkan.

Akuntasi akan menghasilkan laporan keuangan, sedangkan untuk akuntansi perpajakan akan menghasilkan laporan pajak.

Pemahaman akan dasar pengertian akuntansi perpajakan ini tidak hanya khusus untuk pihak akuntan perpajakan saja.

Namun juga sebagai pelaku bisnis tentunya sangat penting mengetahui dan menjalankan dasar akuntansi untuk bisnisnya agar bisa berjalan optimal.

Baca Juga : Pengertian Pajak

Fungsi Akuntansi Perpajakan

Fungsi Akuntansi Perpajakan

Terlepas dari pengertian akuntansi perpajakan, ternyata memiliki fungsi untuk mengetahui besaran jumlah pajak yang perlu dibayar.

Namun, akuntansi perpajakan juga memiliki beberapa fungsi lain yang perlu Anda ketahui sebagai pebisnis, yaitu sebagai berikut :

1. Sebagai Analisis Data

Akuntansi perpajakan ternyata akan sangat membantu Anda yang sedang melakukan analisis data untuk mendapatkan banyak hasil dari pembiayaan yang dilakukan.

Ternyata dari analisis akuntansi perpajakan tersebut bisa membantu Anda yang akan melakukan analisis pajak pengeluaran.

Proses analisa data ini adalah salah satu faktor penting sebagai penentu keberhasilan dari hasil pengauditan keuangan.

Analisa yang dilakukan bertujuan untuk menghindari adanya kecurangan dan pencegahan penyalahgunaan dana pajak yang membuat urusan perpajakan menjadi mudah.

2. Sebagai Pembanding

Dengan melihat arsip dokumentasi data sebelumnya, Anda bisa membandingkan hasil untuk mengetahui perkembangan bisnis saat ini.

Fungsi pembanding akan sangat bergantung pada hasil perhitungan sebelumnya yang sangat dibutuhkan untuk hasil yang real.

3. Sebagai Perencanaan Strategis

Akuntansi perpajakan berperan dalam pembuatan perencanaan strategis melalui urusan perpajakan yang ada di masa mendatang.

Pajak menjadi beban rutin yang wajib dibayarkan, sehingga seringkali dibutuhkan adanya perencanaan yang matang untuk alokasi pajak.

Sehingga, data pajak yang sebelumnya bisa menjadi pedoman dalam proses perbaikan bisnis usaha atau keuangan pribadi selanjutnya.

Dengan pemahaman ilmu akuntansi perpajakan yang baik akan menentukan strategi untuk proses perpajakan di periode selanjutnya.

4. Sebagai Publikasi

Publikasi memegang peranan dalam laporan keuangan yang berhubungan dengan pihak yang bersinggungan langsung dengan Anda.

Bagi sebuah bisnis startup, laporan perpajakan harus selalu disertakan dalam laporan biaya beban yang Anda berikan kepada investor.

Dengan bentuk laporan yang detail dan jelas akan mampu menunjukan tingkat profesionalitas perusahaan yang Anda bisa bangun.

Semakin detail laporan yang dihasilkan maka akan semakin menunjukan tingkat profesionalitas perusahaan yang Anda bangun.

Prinsip Akuntansi Perpajakan

Setelah mengetahui pengertian akuntansi perpajakan dan fungsinya, ternyata akuntansi perpajakan juga memiliki beberapa prinsip yang bisa Anda ketahui.

Prinsip ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan dalam perhitungan pajak tertentu, berikut ini prinsip akuntansi perpajakan yaitu :

1. Konsistensi

Prinsip akuntansi perpajakan yaitu konsistensi di mana sebagai perusahaan yang menunjukan metode pembukuan tidak boleh secara sembarangan diubah oleh siapa pun.

Perubahan dalam jangka waktu tertentu yang sangat diperlukan memang perlu memenuhi ketentuan alasan perubahan.

Alasan perubahan metode pembukuan tersebut yaitu karena perubahan ini telah terhitung dalam angka persediaan barang yang tersedia. Metode perhitungan persediaan barang, penentuan tahun buku, atau metode penyusutan yang ada.

2. Kesatuan

Prinsip akuntansi perpajakan selanjutnya yaitu kesatuan, sebab dalam suatu perusahaan adalah satu kesatuan yang meliputi ekonomi lainnya yang tidak dapat dipisahkan.

Sehingga proses pembukuan akuntansi perpajakan ini menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan.

Secara hukum, lembaga atau pemilik perusahaan tidak memiliki hak yang tertulis dalam proses pembukuan akuntansi perpajakan. Namun, dalam administrasi keuangan perusahaan dan perpajakan sudah menjadi satu kesatuan yang utuh.

3. Kontinuitas

Prinsip akuntansi perpajakan berikut ini merupakan kelanjutan dari tahap pembukuan administrasi keuangan dalam suatu perusahaan.

Pembukuan akuntansi juga menunjukan bahwa perusahaan atau lembaga tersebut akan terus menjalankan usahanya di masa mendatang.

Akuntansi perpajakan ini menunjukan bahwa keadaan ekonomi suatu badan usaha bisa terus berlangsung. Sehingga terdapat kejelasan dalam proses administrasi keuangan dan perpajakan yang dimiliki suatu perusahaan atau lembaga.

4. Pengungkapan Penuh

Prinsip akuntansi perpajakan yang satu ini merupakan salah satu upaya guna mendapatkan hasil yang akurat dalam pencatatan keuangan di suatu perusahaan atau badan keuangan.

Hasil pencatatan yang transparan dan jelas akan memberikan dampak positif untuk perusahaan.

Pencatatan keuangan memiliki prinsip harus tertulis secara informatif, jelas, dan detail sehingga hal ini sangat memungkinkan adanya informasi tambahan dalam catatan.

Penggunaan referensi tambahan sebagai lampiran atau catatan kaki akan sangat berguna bagi perusahaan.

5. Histori

Prinsip akuntansi perpajakan merupakan keadaan secara real time yang memiliki peran penting dalam pembiayaan aset dari suatu perusahaan.

Prinsip histori ini mengartikan bahwa akuntansi perpajakan menjadi bukti arus masuk dan keluarnya suatu barang dalam perusahaan tertentu.

Sehingga pencatatan administrasi akuntansi perpajakan harus secara real time menjadi pembiayaan aset yang secara langsung tercatat.

Adanya pencatatan ini memungkinkan pebisnis untuk merencanakan pembelian dan pembaharuan alat penunjang kerja atau produksi.

Klasifikasi Pajak

Klasifikasi pajak menjadi hal yang sangat penting dalam pembuatan akuntansi perpajakan sebelum menyusun laporan. Ada beberapa klasifikasi pajak yang sangat penting Anda ketahui terutama ketika akan menyusun laporan administrasi perpajakan.

Untuk memudahkan pemahaman Anda, secara umum klasifikasi akuntansi perpajakan terbagi menjadi dua jenis berdasarkan pemungutannya. Berikut ini merupakan penjelasan lengkap dari klasifikasi pajak yang bisa Anda ketahui, yaitu:

1. Pajak Langsung

Klasifikasi pajak langsung merupakan jenis pajak yang dikenakan dengan melihat jumlah suatu penghasilan atau kekayaan yang dimiliki oleh suatu badan atau perusahaan.

Besaran pajak ini menyesuaikan dengan banyak atau sedikitnya kekayaan yang dimiliki oleh setiap perusahaan.

Besaran pajak secara umum telah diatur dalam Undang-Undang Perpajakan yang ada di Indonesia, proses pembayaran pajak ini biasanya telah diatur tempat dan waktunya.

Pajak langsung mengharuskan dibayarkan oleh wajib pajak tanpa adanya perwakilan atau perantara.

2. Pajak Tidak Langsung

Pajak tidak langsung merupakan salah satu klasifikasi pajak yang bisa terbayar hanya ketika diadakan atau berlangsungnya transaksi keuangan.

Sama seperti pajak langsung, pajak tidak langsung juga tidak boleh diwakilkan atau dibebankan kepada lembaga atau pihak lainnya.

Seperti ketika membeli barang atau alat yang digunakan untuk pengoperasian perusahaan di pusat perbelanjaan, biasanya akan langsung terkena pajak dalam biaya total belanja.

Pajak pembelian ini biasanya akan langsung dibayarkan sehingga tidak perlu lagi membayar ke pemerintah.

Sifat Akuntansi Perpajakan

Sifat Akuntansi Perpajakan

Ternyata ada beberapa sifat akuntansi perpajakan yang harus Anda ketahui setelah memahami pengertian akuntansi perpajakan dan komponen lainnya.

Dengan mengetahui sifat akuntansi perpajakan akan membantu Anda dalam proses pembukuan dan pencatatan keuangan.

Wajib pajak merupakan salah satu kewajiban yang dikenakan kepada setiap masyarakat Indonesia yang sudah memiliki penghasilan sendiri.

Proses pembayaran wajib pajak ini bahkan telah diatur secara langsung dalam Undang-Undang dan terdapat pula konsekuensi jika tidak mematuhinya.

Namun, hingga saat ini masih ada beberapa perusahaan atau lembaga yang masih tidak memenuhi wajib pajak untuk membayarnya.

Hal ini bisa terjadi karena belum ada pemahaman yang tepat terhadap wajib pajak yang berlaku, berikut ini merupakan sifat akuntansi perpajakan, yaitu :

1. Sifat Wajib dan Memaksa Semua Orang yang Berkewajiban Membayar

Salah satu masalah utama pajak atau pendapatan negara yang masih rendah yaitu karena masih ada beberapa masyarakat yang tidak membayar.

Sehingga menjadi penyebab utama pajak di Indonesia belum bisa maksimal yang secara otomatis manfaatnya bagi negara menjadi kurang terasa.

Masih banyak individu atau perusahaan yang menghindari pembayaran pajak supaya pendapatan yang diperoleh menjadi tidak kurang.

Hal ini juga tidak jauh dari peran pemerintah dengan pemberlakuan konsekuensi yang kurang tegas bagi oknum yang belum membayar pajak.

2. Pajak Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Pajak yang didapat dari masyarakat Indonesia ini tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan individu dalam pemerintahan.

Namun, uang pajak yang didapat dari hasil wajib pajak kemudian akan dikumpulkan dan digunakan sesuai dengan kebutuhan negara seperti pembangunan infrastruktur.

Sehingga, wajib pajak tidak semata-mata untuk mengambil uang rakyat dan membuat rakyat menjadi rugi.

Akan tetapi ada beberapa oknum yang masih mangkir dari kewajibannya dalam membayar pajak karena masih belum memahami tujuan pengalokasian dana pajak.

3. Pajak Untuk Membayar Piutang Pajak Sebelum Jatuh Tempo Kepada Kantor Pajak

Pajak memberikan manfaat yang besar bagi orang yang membayarnya, kantor yang membayar pajak dengan tepat waktu akan memiliki sistem pengoperasian yang lancar.

Sedangkan kantor yang tidak membayar pajak dan utang, berisiko akan diberhentikan izin operasinya oleh pemerintah.

Tidak hanya kewajiban terhadap wajib pajak, namun kantor pajak juga memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang taat bayar.

Kantor pajak juga harus menjalankan amanah pengelolaan uang pajak dengan sebaik-baiknya.

4. Pajak Tidak Hanya Untuk Kepentingan Ekonomi

Pajak memang memiliki peranan besar dalam keberlangsungan ekonomi di suatu negara, pajak menjadi tolak ukur perkembangan dan kesejahteraan masyarakat.

Ternyata pajak juga memiliki keuntungan bagi aspek sosial dan kebudayaan yang ada di suatu negara.

Dengan adanya beberapa kepentingan ini membuktikan bahwa sebenarnya pajak memiliki peran yang sangat penting dalam keberlangsungan suatu negara.

Wajib pajak kini telah menjadi kebudayaan yang terus berlangsung untuk warga negara yang telah mencukupi syarat.

Proses Akuntansi Perpajakan

Proses akuntansi perpajakan sebenarnya tidak jauh berbeda dari proses akuntansi umum dan memiliki siklus yang sama.

Keberlangsungan siklus ini berawal dari pencatatan akuntansi yang sangat berkaitan erat dengan pembukuan atau pencatatan keuangan yang dinilai.

Transaksi kemudian akan tercatat di dalam jurnal yang kemudian terposting ke dalam buku besar, di dalam buku besar sudah terakumulasi proses pencatatan keuangan.

Setelah melalui buku besar, kemudian akan memasuki neraca lajur yang selanjutnya bisa menjadi laporan keuangan komersial.

Terdapat dua jenis jurnal yang ada dalam pencatatan akuntansi perpajakan, yaitu:

  • Jurnal umum untuk mencatat transaksi baik secara kredit ataupun tunai di suatu jurnal.
  • Ada pula jurnal khusus yang terbagi menjadi jurnal penjualan, pembelian, penerimaan kas, dan juga pengeluaran kas.

Pembuatan buku besar pembantu berguna untuk memonitoring besarnya mutasi piutang/hutang/persediaan untuk masing-masing pelanggan. Buku besar pembantu ini misalnya seperti buku pembantu piutang dagang.

Peraturan dan Ketentuan Perpajakan

Berdasarkan peraturan yang terdapat pada Undang-Undang Perpajakan yang berlaku mengikat semua masyarakat Indonesia yang berkewajiban.

Terdapat beberapa perbedaan yang mencolok antara akuntansi komersial yang berlaku dengan peraturan perpajakan di Indonesia.

Perbedaan yang ada inilah sehingga perusahaan juga harus membuat Laporan Rekonsiliasi Fiskal. Dari laporan tersebut maka akan dibuat laporan neraca dan laba-rugi.

Laporan neraca ini akan menentukan aktiva dan hutang yang menentukan kewajiban atau hak pemilik perusahaan.

Beberapa instansi telah menerapkan peraturan dan ketentuan perpajakan ini dengan baik sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dalam penyusunan akuntansi perpajakan juga memiliki aturan dan ketentuan yang perlu ditaati oleh seluruh instansi, badan, dan perusahaan.

Contoh Perhitungan Akuntansi Perpajakan

Contoh Perhitungan Akuntansi Perpajakan

Setelah mengetahui pengertian akuntansi perpajakan dan penjelasannya, alangkah lebih baik untuk mengetahui pula bagaimana cara menghitung dengan baik.

Terdapat beberapa variabel yang perlu diperhatikan untuk menghitung pajak terutang dengan tepat.

Perhitungan yang tepat akan menghasilkan laporan akuntansi perpajakan yang sesuai dan bisa menjadi pedoman untuk laporan selanjutnya.

Untuk menghitung laporan akuntansi dengan baik maka Anda harus mengetahui besaran jumlah PPh, PKP, dan jumlah wajib pajak.

Menghitung pajak terutang bisa menggunakan rumus 25% x PKP = PPh badan, di mana PPh Badan – PPh – PPh Pasal 23 = utang pajak.

Perhitungan pajak secara manual memang lebih menyulitkan terutama jika wajib pajak yang terhitung sangat banyak.

Seiring dengan berkembangnya zaman, perhitungan pajak saat ini sudah semakin praktis dan mudah untuk dilakukan siapa pun.

Perhitungan juga semakin otomatis dengan keakuratan tinggi menggunakan aplikasi kalkulator pajak yang banyak beredar saat ini.

Cara Pengelolaan Pajak dengan Benar

Dengan adanya akuntansi perpajakan yang rapi dan terorganisir akan berdampak baik bagi performa perusahaan yang ada. Akuntansi perpajakan juga membantu perusahaan untuk membayar pajak secara tepat waktu kepada kantor pajak.

Sehingga penyusunan akuntansi perpajakan harus tepat dan teliti dari segala aspek, tidak boleh ada kesalahan sedikitpun dalam penyusunannya.

Pengelolaan dana pajak yang tepat akan memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam mengatur bidang keuangan.

Penutup

Setelah mengetahui pengertian akuntansi perpajakan dan penjelasan lengkapnya, kita akan semakin memahami tentang pentingnya akuntansi perpajakan.

Peran akuntansi perpajakan sangat penting dalam keberlangsungan dan perkembangan suatu instansi atau perusahaan.

Akuntansi perpajakan akan selalu berhubungan dengan kondisi keuangan atau catatan administrasi perusahaan atau instansi. Pemahaman mengenai akuntansi perpajakan yang baik akan menghasilkan hasil pencatatan keuangan yang baik dan terarah.

Bagikan:

Tags

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar