Spyware: Pengertian, Jenis dan Cara Melindungi dari Serangannya

Mengenal Apa Itu Spyware dan Jenis Serangannya

Tahukah Anda tentang pengertian spyware? Dalam dunia teknologi informasi spyware ini menjadi ancaman yang paling sering dialami di internet.

Seperti namanya, sistem ini melakukan tugas yang mengancam para pengguna internet dan membuat keamanan data jadi lemah.

Alih-alih sebagai pembobol yang ditujukan untuk kebaikan, sistem spyware ini justru punya efek berbahaya karena pembobolan tersebut biasanya untuk mengambil keuntungan data yang dibobol.

Bahkan spyware ini bisa menjadi salah satu kasus pelanggaran data. Sebenarnya kemampuan spyware ini akan sangat bagus untuk digunakan sebagai alat penyelidikan apabila ada kasus yang berbahaya.

Namun banyak penyalahgunaan yang dilakukan oleh ahli spyware.

Pengertian Spyware Secara Lebih Luas

Pengertian Spyware Secara Lebih Luas

Meskipun istilah spyware sudah banyak dikenal di kalangan pengguna internet, namun masih banyak juga kaum awam yang kurang paham terkait spyware.

Jika dilihat secara bahasa, kata spyware memang dapat diartikan sebagai sistem mata-mata.

Namun jika ditilik secara istilahnya, pengertian spyware adalah sejenis malware.

Sedangkan malware sendiri merupakan perangkat lunak yang berbahaya. Spyware ini secara sengaja dirancang atau dibuat guna mendapatkan kredensial sensitif pada sistem komputer tanpa meminta persetujuan pengguna.

Spyware ini ketika akan digunakan harus diinstal terlebih dulu. Nantinya spyware ini dapat memantau aktivitas dari pengguna komputer atau internet tersebut.

Jenis data yang bahkan bisa dibobol atau dipantau oleh spyware ini adalah seperti password, id untuk login akun, hingga info kartu kredit.

Spyware ini dikategorikan sebagai malware yang sifatnya kontroversial. Hal ini karena ada beberapa kasus pemasangan malware ini untuk kepentingan yang tidak berbahaya.

Meski begitu tetap saja perangkat lunak malware ini sudah melanggar privasi untuk alasan apapun.

Umumnya spyware ini sangat sulit dideteksi, butuh wawasan lebih luas dan keahlian khusus untuk bisa mendeteksi dan mengatasi adanya spyware ini.

Meski begitu, ada cara untuk menghapus atau mencegah spyware dalam komputer. Salah satu cara yang bisa dipakai adalah alat antispyware.

Cara kerja alat anti spyware ini akan memindahkan data jaringan serta memblokir data yang dianggap berbahaya. Alat ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi dan menghapus spyware.

Macam-macam Spyware

Tak hanya satu jenis, ternyata ada beberapa jenis spyware yang sudah dikenal dalam dunia teknologi informasi.

Agar lebih paham, berikut dibawah ini beberapa jenis atau macamnya :

1. Spyware Seluler

Spyware Seluler

Jenis pertama ada spyware seluler yang mana target utama penyerangannya adalah smartphone atau tablet.

Jenis ini sangat mengkhawatirkan karena diduga sistem dapat secara langsung menjalankan perintah tanpa harus berinteraksi dengan pengguna.

Media target yang dijadikan sebagai alat mata-mata biasanya adalah kamera, mikrofon, GPS, dan perekam panggilan telepon.

Perintah penyerangan umumnya akan ditransfer melalui pesan teks, pesan multimedia dan lainnya.

2. Keylogger

Keylogger

Keylogger sering dikenal dengan nama pencatatan keyboard.

Pengertian keylogger adalah sistem monitor yang digunakan oleh para penjahat cyber atau dunia maya guna pencurian data sensitif atau data penting dan sifatnya pribadi.

Selain digunakan oleh penjahat dunia maya, ada juga pengguna keylogger yang bertujuan baik sebagai bentuk pengawasan aktivitas komputer.

Contoh penggunaan baik adakah seperti pemantauan orang tua terhadap anak yang menggunakan laptop, hingga melacak aktivitas ilegal.

Secara umum keylogger punya bentukan seperti flash drive dan dijadikan sebagai konektor nyata yang menghubungkan komputer dan keyboardnya.

Sedangkan perangkat lunak berbahaya yang maanya keylogger ini berbeda lagi.

Ia tidak memerlukan akses fisik untuk bisa melakukan proses instalasi.

Pengunduran spyware keylogger biasanya ditujukan untuk mantan aktivitas pengguna dan peninggalan dilakukan secara sengaja dan otomatis tanpa alat apapun. Aksesnya tentu menggunakan sistem jarak jauh.

3. Adware

Adware

Adware umumnya terpasang secara diam-diam saat pengguna komputer mengakses website atau situs yang disinyalir telah terinfeksi spyware sebelumnya.

Adanya adware biasanya sudah sepaket dengan software gratis, shareware, dan utilitas.

Adware ini juga memiliki beberapa varian yang cukup umum.

Salah satu jenis malware yang biasa ditemukan pengguna adalah cookies yang difungsikan sebagai pelacak dan perekam tanda pengenal pribadi pengguna.

Iklan cookies yang biasa ditemukan pada akses situs tertentu ini punya target kampanye marketing secara kontekstual.

Contoh kasusnya adalah orang yang menggunakan memasang iklan pada situsnya memiliki akses untuk melacak riwayat browser serta unduhan pengguna

Hal tersebut dimaksudkan agar pengiklan dapat menampilkan iklan pop up yang nantinya akan mempengaruhi pengguna sehingga melakukan pembelian sesuai iklan. Ini dilakukan dengan menggunakan spyware cookies.

4. Trojan

Trojan

Bisa dikatakan nama lain dari malware yang satu ini adalah penyamar.

Trojan akan menyadari sebagai perangkat lunak atau software yang resmi. Karena samarannya adalah sebagai program software resmi, maka tidak menutup kemungkinan ada banyak korban terjebak.

Korban secara tidak sengaja atau tidak sadar akan menginstal software samaran ini dan kemudian sistem spyware trojan bisa melakukan pemantauan akses komputer.

Diantara tindakan bahaya yang bisa dilakukan oleh trojan adalah seperti penghapusan file, enkripsi file, hingga mengklaim akses informasi pengguna komputer.

Tindakan trojan ini memang cukup bahaya apalagi keberadaannya sebagai samaran cukup sulit dikenali.

5. Password Stealers

Password Stealers

Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa ia mempunyai tujuan utama untuk mengakses password tanpa persetujuan pemilik password.

Pengumpulan password ini bisa dilakukan apabila komputer yang digunakan sudah terinfeksi.

Password stealers ini juga merupakan salah satu spyware paling umum yang sering dijumpai dan keberadaannya cukup berbahaya.

Bagaimana tidak, password atau kata sandi yang seharusnya menjadi data privasi dan keamanan, justru dapat dibobol karena adanya infeksi pada komputer.

6. Info Stealers

Info Stealers

Jika sebelumnya ada password stealers yang digunakan untuk akses password atau kata sandi, maka berikutnya ini ada info stealers yang tentu saja sesuai namanya dimaksudkan untuk mencuri informasi pengguna komputer atau perangkat lain yang terinfeksi.

Password stealers mungkin target kegunaannya sempit karena berfokus pada pembobolan kata sandi saja.

Sedangkan info stealers ini jangkauan pembobolannya lebih luas, bisa meliputi akses kata sandi, info email, username, riwayat browser, file log, media, file, spreadsheet, dan lain-lain.

Spyware info stealers ini bekerja dengan mengandalkan sistem keamanan yang lemah dari browser pada sebuah perangkat.

Tak ayal sistem keamanan yang lemah ini akhirnya sangat mudah dibobol dan spyware bisa akses berbagai data sensitif yang sifatnya privasi.

7. Banking Trojans

Banking Trojans

Jika sebelumnya Anda sudah dikenalkan dengan spyware trojan secara umum, kali ini ada banking trojans.

Banking trojans adalah malware yang lebih fokus terhadap pembobolan data yang terkait dengan perbankan. Tentu saja spyware yang satu ini tergolong sangat berbahaya.

Banking trojans ini juga bekerja dengan mengandalkan kelemahan sistem keamanan pengguna. Data targetnya adalah kredensial lembaga keuangan.

Sistem kerjanya banking trojans mula-mula akan menginfeksi perangkat.

Kemudian setelah perangkat terinfeksi, malware ini akan memodifikasi situs transaksi atau bisa juga dengan menyisipkan transaksi lain.

Kemudian dari sinilah malware ini akan mendapatkan akses untuk membobol pengguna aplikasi transaksi online.

Tak hanya menyerang lembaga keuangan bank, banking trojans ini bahkan bisa majikan serangan pada dompet digital, pialang, platform keuangan, dan masih banyak lagi yang berkaitan dengan keuangan.

8. Pegasus

Pegasus

Jenis ini juga tergolong sebagai spyware yang sangat berbahaya karena bisa memata-matai berbagai hal yang diakses oleh korban. Hingga ia pun bisa mengakses informasi pribadi dari korban.

Pegasus sendiri merupakan spyware yang diciptakan oleh NSO Group yang berasal dari Israel.

Kasus berbahaya terbaru yang berhasil dilakukan oleh infeksi pegasus adalah penginapan data dalam aplikasi WhatsApp yang merupakan aplikasi populer.

Tips Melindungi Perangkat Dari Spyware

Tips Melindungi Perangkat Dari Spyware

Setelah memahami apa pengertian dan jenisnya, kini Anda juga perlu belajar bagaimana cara terbaik untuk bisa melindungi perangkat dari malware yang bernama spyware ini.

Berikut di bawah ini beberapa rekomendasi  tips yang bisa dilakukan:

1. Hanya Unduh Aplikasi Terpercaya

Pengunduhan aplikasi memang menjadi salah satu jalan masuknya spyware.

Meski tidak semua aplikasi memiliki resiko infeksi spyware, namun sangat penting untuk selaku mengantisipasinya. Salah satu langkah antisipasinya adalah hanya mengunduh aplikasi terpercaya.

Ada aplikasi-aplikasi yang memang sudah jelas sumbernya dan sudah dipercaya secara luas. Contoh aplikasi terpercaya adalah seperti media sosial FB, IG, dan lain-lain.

Namun jangan terkecoh dulu karena ada juga spyware yang menyamar sebagai layanan tambahan dari aplikasi terpercaya tersebut.

Untuk bisa mengantisipasinya, Anda perlu meneliti dulu apakah sumbernya sudah resmi dari aplikasi tersebut atau dari pihak ketiga.

Jika layanan tambahan tersebut adalah berasal dari pihak ketiga, maka sebaiknya jangan memakai layanan tersebut untuk menghindari infeksi spyware pada perangkat.

2. Tidak Mudah Klik Tautan Pesan Teks

Masih banyak sekali orang awam yang terkecoh dengan adanya tautan pesan teks yang mengarah pada suatu laman.

Padahal tautan ini bisa jadi merupakan jalan spyware untuk bisa akses data dalam perangkat. Metode umpan ini sudah sangat umum dan populer digunakan.

Maka bagaimana jika harus membuka link yang ditautkan?

Pastikan dulu bahwa link yang harus dibuka tersebut sudah benar dan resmi.

Kemudian sebaiknya ketik ulang link tautan ke kolom browser. Langkah ini akan lebih aman dilakukan untuk melakukan pencegahan sehingga dapat menghindari hal hal yang tidak di inginkan.

3. Tidak Membuka Atau Mengunduh Aplikasi Tak Resmi

Jaman sekarang ternyata masih banyak sekali pengguna internet yang memanfaatkan teknologi dengan membuat aplikasi tak resmi demi meraih keuntungan.

Aplikasi-aplikasi tak resmi ini justru lebih rawan bagi perangkat dan pengguna.

Sudah banyak pembuktian bahwa aplikasi tak resmi ini biasanya membawa infeksi spyware yang berbahaya bagi keamanan privasi pengguna.

Salah satu contohnya adalah pada kasus aplikasi e-commerce.

Seperti yang sudah kebanyakan orang tahu, bahwa aplikasi belanja online yang resmi adalah seperti Shopee, Lazada, Tokopedia, dan lain-lain.

Sedangkan ada aplikasi yang namanya bahkan tidak populer namun di dalamnya menjual berbagai produk dengan harga sangat murah.

Aplikasi seperti inilah yang patut dicurigai dan jangan sampai terunduh dalam perangkat karena kemungkinan besar aplikasi inilah yang menjadi media penyerangan spyware.

4. Waspada Saat Memberi Izin Aplikasi

Anda pasti sudah tidak asing dengan beberapa aplikasi yang kerap meminta izin akses demi pengalaman pengguna.

Beberapa aplikasi resmi juga kerap meminta izin akses tersebut, baik itu ijin akses lokasi, kontak, kamera, dan lain sebagainya.

Anda bisa memikirkan kembali sebelum memberikan ijin akses pada aplikasi tersebut.

Pikirkan dulu apakah aplikasi tersebut memang membutuhkan akses ijin menu dalam perangkat tersebut atau tidak. Bahkan untuk aplikasi resmi pun bisa dilakukan pemilihan ijin akses.

Misalnya saja pada aplikasi belanja online, aplikasi ini membutuhkan izin akses kamera guna mengirimkan bukti sampainya barang pesanan.

Tentu ijin ini diperbolehkan dan aman-aman saja. Berbeda dengan aplikasi tak resmi yang meminta izin akses mikrofon, kemungkinan tidak aman.

5. Hindari Tautan dan Lampiran Yang Dikirim Dalam Email

Tautan dan lampiran memang menjadi dua hal yang sangat populer dijadikan media penyebaran malware sejenis spyware ini.

Baik itu dikirim melalui media lain maupun email. Bahkan jika file yang ditargetkan dikirim oleh pihak terpercaya sekalipun, file bisa terinfeksi malware.

Hal tersebut biasanya terjadi jika file telah diretas melalui cara phising. Maka untuk menghindari resiko, sebaiknya hindari tautan dan lampiran dalam email yang memungkinkan adanya infeksi malware masuk.

6. Unduh Aplikasi Pemblokir Pop Up

Sebelumnya telah disinggung sedikit terkait iklan pop up yang lebih memungkinkan menjadi bentuk media masuknya spyware.

Tak heran jika saat ini berbagai browser telah memberikan layanan pemblokiran pop up yang sudah bawaan dari browser tersebut.

Dengan layanan bawaan pemblokiran ini secara otomatis perangkat yang membuka browser akan terlindungi.

Meski begitu ada juga cara yang bisa digunakan untuk menaikkan tingkat filter pencegahan infeksi. Salah satunya adalah dengan unduh aplikasi pemblokir pop up.

7. Update Rutin OS dan Antivirus

Hal yang tak kalah efektif untuk mencegah terinfeksinya perangkat terhadap spyware adalah dengan melakukan update anti virus dan OS secara berkala.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi jika memang sudah ada infeksi yang masuk ataupun belum.

Efek Masuknya Infeksi Spyware

Efek Masuknya Infeksi Spyware

Spyware memang bisa memberikan efek yang bermacam-macam terhadap perangkat yang terinfeksi dengannya.

Meskipun efek tersebut bisa diatasi, namun dampaknya kerap membuat data-data penting tidak bisa kembali lagi. Untuk lebih jelasnya berikut ini beberapa dampak yang di sebabkannya:

1. Sistem Perangkat Jadi Error Atau Rusak

Semua jenis spyware akan menyebabkan kerusakan pada sistem perangkat karena memang target penyerangan adalah sistem dalam perangkat itu sendiri.

Namun salah satu spyware paling umum yang membuat kerusakan berbahaya pada sistem adalah trojan.

Pasalnya trojan dapat menghapus data dalam sistem, mengubahnya, hingga memaksa untuk mematikan sistem tersebut.

Data paling penting bahkan bisa terhapus dan membuat sistem tidak berjalan dengan optimal.

2. Pencurian Identitas

Pencurian identitas atau yang sering dikenal dengan istilah identity theft juga merupakan salah satu efek adanya infeksi spyware pada perangkat.

Sesuai dengan pengertian spyware yang mengatakan bahwa malware jenis ini dibentuk untuk mendapatkan kredensial sensitif, salah satunya adalah mendapatkan data identitas.

Dengan akses masuk yang otomatis ke perangkat, spyware dapat dengan mudah mengumpulkan data.

Data yang dimaksud tak lain berkenaan dengan identitas pengguna perangkat.

Lantas dari data-data tersebutlah akan ada tindakan membahayakan yang dilakukan pelaku untuk merugikan korban pemilik identitas tersebut.

3. Membuat Perangkat Lemot dan Boros Daya Baterai

Anda tentu pernah menemukan perangkat yang sangat lemot atau lamban dalam melakukan aktivitasnya ditambah lagi daya baterainya yang sangat boros.

Hal tersebut kemungkinan besar karena perangkat sudah terinfeksi malware.

Dibandingkan dengan efek sebelumnya, efek yang satu ini mungkin tidak lantas berbahaya karena imbasnya langsung kepada sistem perangkat yang tidak mengurus pada pencurian data.

Meski begitu, jika dibiarkan tanpa adanya pembersih malware mala perangkat akan cepat rusak.

Adapun penyerangan borosnya baterai dan lambannya aktivitas perangkat, umumnya disebabkan karena ada software yang terus berjalan di belakang layar selama perangkat tersebut menyala.

Software yang dimaksud tak lain adalah malware.

4. Pengalaman Browsing Jadi Terganggu

Pada beberapa ulasan sebelumnya sudah dijelaskan bahwa malware sejenis spyware ini biasanya menggunakan media pop up untuk memulai aksi penyerangannya.

Bisa dibayangkan jika Anda sedang berselancar di dunia browsing lantas banyak pop up yang muncul, tentu hal tersebut sangat mengganggu bukan?

Belum lagi jika pop up tersebut secara tidak sengaja ditekan, pada akhirnya kegiatan browsing jadi lamban dan terganggu.

Dari aksi tekan pop up yang secara tidak sengaja dilakukan juga akan berdampak pada kegiatan browsing lanjutan saat menggunakan akun yang sama.

Maka pastikan untuk selalu waspada jika ada pop up yang muncul saat berselancar di dunia Internet.

5. Mengarahkan ke Website Lain Secara Berulang

Masih kaitannya dengan poin penjelasan sebelumnya, kali ini spyware bisa menimbulkan dampak yang mengarahkan pengguna ke website lain padahal website tersebut bukan situ tujuan pencarian.

Aksi ini bahkan bisa dilakukan secara berulang-ulang sehingga sangat mengganggu.

Adanya dampak ini bisa dikarenakan pengguna terlanjur menekan pop up atau bahkan memang perangkat sebelumnya sudah terinfeksi spyware.

Apabila sudah masuk dan mengarahkan pengguna ke situs lain, biasanya akan mendapatkan upah dari pemilik situs lain tersebut.

Tentu saja pemilik situs lain tersebut akan merasa diuntungkan karena pengunjung situsnya bertambah secara otomatis.

Jika sampai spyware melakukan aksi berdampak yang satu ini, maka saat sedang buru-buru browsing pun Anda akan sangat terganggu.

6. Menjadikan Perangkat Terinfeksi Menjadi Server

Yang dimaksud server di sini adalah perangkat yang terinfeksi akan menjadi penyebar utama spyware itu sendiri.

Kinerjanya sama seperti saat manusia terserang penyakit menular, lantas penderita bisa menyiarkan penyakit tersebut ke berbagai perangkat lain.

Begitu pula dengan perangkat yang sudah terinfeksi dengan spyware, ia bisa menjadi perangkat yang menularkan ke perangkat lain bahkan penyebarannya bisa lebih banyak dilakukan lebih dari aksi penyebaran yang dilakukan oleh spyware awal itu sendiri.

Tentu saja dampak ini sangat mengerikan. Perangkat jadi tidak memungkinkan untuk terhubung ke berbagai perangkat lainnya.

Bahkan untuk akses sebuah situs pun perangkat bisa menyebarkan spyware yang sudah tertanam dalam perangkat itu sendiri.

7. Merugikan Bisnis

Siapa sangka bahwa spyware ini bahkan bisa membawa dampak buruk bagi para pelaku bisnis.

Utamanya yang sering diserang spyware adalah pelaku UMKM dengan media online dan sistem keamanannya masih tergolong lemah.

Mulai dari jadwal operasional, informasi rahasia pelanggan dan pebisnis, data-data bisnis, semua bisa bisa terinfeksi dan berakhir terhapus bahkan error dan tidak bisa dibuka.

Dampak spyware pada bisnis ini lantas bisa merusak reputasi bisnis karena adanya kebocoran data.

Meskipun kebocoran data ini tidak sengaja terjadi karena adanya malware, tetap saja hal tersebut akan membuat banyak pelanggan dan partner kerja akhirnya tidak menaruh kepercayaan pada bisnis tersebut.

Untuk itu sebaiknya tetap gunakan sistem keamanan siber yang kuat untuk bisnis UMKM.

Kemungkinan aksi ini akan membutuhkan sedikit biaya lebih, namun hal ini dilakukan untuk menjaga reputasi bisnis agar tidak hancur di awal karir pertumbuhannya.

Rekomendasi Aplikasi Anti Spyware

Rekomendasi Aplikasi Anti Spyware

Salah satu cara untuk mengatasi spyware adalah dengan menginstal anti virus spyware pada perangkat.

Setelah belajar pengertian beserta dampak dan jenisnya, pembahasan jenis anti spyware ini juga sangat penting diperhatikan.

Pasalnya ada banyak sekali jenis yang ditawarkan pada pengguna perangkat.

Alih-alih ingin mengatasi spyware, aplikasi anti spyware justru kurang efektif.

Maka jalan terbaik adalah menggunakan rekomendasi aplikasi anti spyware yang memang sudah terjamin kualitasnya seperti di bawah ini:

1. Anti Spy Mobile Free

Sebagaimana namanya, anti spyware yang satu ini digunakan untuk perangkat mobile dan merupakan jenis anti spyware tak berbayar alias gratis.

Aplikasi ini akan mendeteksi aktivitas yang dirasa mencurigakan pada sistem perangkat.

Lantas Anti Spy Mobile Free akan segera melakukan tindakan penghapusan aktivitas mencurigakan ini dari sistem sehingga perangkat tetap aman sebelum terinfeksi.

2. Incognito

Selanjutnya ada aplikasi Incognito yang merupakan aplikasi khusus pengguna Android.

Tentu saja penggunaan utamanya adalah untuk mendeteksi spyware pada perangkat Android tersebut. Aplikasi ini sudah punya kredibilitas yang bagus.

Pasalnya Incognito mampu membasmi berbagai macam malware sekaligus menghancurkannya dalam waktu singkat.

Kekuatan Incognito dalam mengatasi spyware layak dijadikan opsi yang tepat untuk dipasang di perangkat Andorid Anda.

3. Privacy Scanner

Privacy Scanner merupakan aplikasi khusus penjamin keamanan data privasi agar tidak dihack oleh spyware. Adapun jenis dari aplikasi ini sendiri ada beberapa rekomendasi juga.

Diantara beberapa rekomendasinya adalah seperti eBlaster Mobile, UonMap Spy, SpyBubble, dan lain-lain.

Anda bisa sesuaikan opsi aplikasi berdasarkan kebutuhan dan jenis perangkat, baik itu smartphone maupun komputer bisa menggunakan aplikasi anti spyware dari Privacy Scanner.

4. Spy Mobile Remover

Kinerja aplikasi ini adalah dengan melakukan scanning terhadap perangkat, khususnya pada baterai dan kuota yang dipakai.

Aplikasi Spy Mobile Remover juga memungkinkan pengguna untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh dan rutin.

Saat pengecekan dilakukan dan ditemukan beberapa aktivitas mencurigakan dari malware, mala pengguna bisa langsung menghapus malware tersebut melalui fitur Spy Mobile Remover ini.

Aplikasi mobile ini juga tergolong aplikasi terbaik yang kerap diandalkan pengguna.

5. SMS/MMS Spy Detector

Di era digital saat ini masih banyak sekali ditemukan berbagai kasus korban pengguna smartphone yang menerima pesan SMS ataupun MMS secara berulang.

Adapun pesan yang diterima ini biasanya terlihat seperti pesan iseng atau formal dari pihak yang tak dikenal.

Jika Anda menjadi salah satu orang yang menerima pesan tersebut, maka waspadalah karena kemungkinan besar hal tersebut adalah pesan tiruan dari spyware yang ingin membobol data.

Adanya Spy Detector ini, akan bekerja untuk mendeteksi nomor tak dikenal sebagai spyware.

Biasanya nomor spyware ini secara khusus bisa dibedakan dengan nomor yang umumnya digunakan oleh orang biasa, sehingga proses deteksi bisa dilakukan sesuai target.

Mulai dari penjelasan terkait pengertian spyware, jenis-jenisnya, dampak, contoh aplikasi spyware remover, hingga cara mengatasinya di atas bisa menjadi wawasan baru untuk Anda yang mungkin masih merasa asing dengan nama spyware ini.

Meski begitu tips untuk mengatasi spyware bisa dicoba agar data dan sistem perangkat tetap aman digunakan.

Berbagai rekomendasi anti spyware di atas juga bisa menjadi opsi terbaik untuk dicoba pada masing-masing perangkat yang sesuai.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar