Target Market: Pengertian, Manfaat, dan Tips Merealisasikannya

Mengenal Target Market Pengertian, Manfaat, dan Tips Merealisasikannya

Mengumpulkan keberanian untuk berbisnis berarti Anda harus bersiap dengan berbagai macam tantangan di dalamnya.

Tidak sedikit bisnis yang gulung tikar karena tidak mencermati target market dengan baik. Oleh karena itu, hal ini harus dicegah dengan mempelajarinya sedini mungkin.

Pada dasarnya, perjuangan dalam berbisnis tidak hanya sekedar mengumpulkan modal besar atau hal terkait biaya lainnya.

Dibutuhkan strategi mencari target market/pasar yang tepat untuk memperkenalkan produk Anda.

Pengertian Target Market

Pengertian Target Market

Istilah market sendiri mungkin sudah tidak asing, baik untuk pebisnis maupun masyarakat awam.

Pada dasarnya, target yang dimaksud yaitu pelanggan yang dituju atas penjualan produk atau jasa.

Pebisnis harus mengetahui tujuan produk itu akan dipasarkan dan kepada konsumen mana.

Target pasar harus ditentukan sesuai dengan bobot dan spesifikasi yang dimiliki produk itu sendiri.

Dalam hal ini, konsumen yang dijadikan target benar-benar utama sehingga tidak bisa dilewatkan dalam penawaran barang.

Dengan kata lain, target market diibaratkan sebagai siapa saja yang hendak membeli barang atau menggunakan jasa dari bisnis Anda.

Sebaiknya, setiap pebisnis tidak menyepelekan penentuan target ini karena akan sangat mempengaruhi kelanjutan usaha kedepannya.

Oleh karena itu, diperlukan kecermatan dalam mengetahui target yang tuju.

Hal ini bisa dilakukan sebelum menentukan desain, harga, ukuran, dan sebagainya dari suatu produk.

Tips Jitu Menentukan Target Market dari Produk atau Jasa

Tips Jitu Menentukan Target Market dari Produk atau Jasa

Pebisnis di bidang apapun sudah seharusnya memahami target dari market yang dituju.

Sayangnya, tidak sedikit yang masih awam sehingga keliru menentukannya. Agar peluang keberhasilan bisnis semakin besar, berikut beberapa tips jitu dalam menentukan target pasar.

1. Mengenal Konsumen yang Dituju

Merancang sebuah produk tidak boleh asal-asalan atau hanya menuruti ego saja.

Penting untuk mengetahui siapa saja konsumen yang dituju agar target market bisnis jelas dan akurat.

Tentukan siapa saja konsumen yang membutuhkan produk atau jasa tersebut sehingga mereka akan membelinya.

Pada dasarnya, hal ini bisa dilakukan dengan memahami berbagai jenis segmentasi pasar terlebih dahulu.

Misalnya segmentasi geografi memungkinkan Anda menargetkan konsumen berdasarkan tempat produk akan dipasarkan.

Segmentasi demografi yaitu masyarakat umum berdasarkan kategori tertentu. Sedangkan psikologi yaitu konsumen berdasarkan latar belakang sosial dan ekonomi.

2. Memahami Apa yang Dibutuhkan Konsumen

Tidak cukup mengenal konsumen yang dituju, Anda juga perlu memahami kebutuhan target pasar itu sendiri.

Hal ini wajib dipertimbangan dengan cepat mengingat kebutuhan masyarakat memang berbeda-beda berdasarkan faktor tertentu.

Oleh karena itu, pikirkan dengan baik kira-kira apa produk atau jasa yang paling dibutuhkan masyarakat?

Anda bisa memulainya dengan orang-orang di sekitar, sekiranya hal apa yang diperlukan hingga nantinya menjadi peluang bisnis menjanjikan.

Jika sudah mengetahui hal apa yang dibutuhkan, pebisnis bisa menyesuaikan dengan menciptakan produk atau jasa yang menjadi solusi.

Jika memperhatikan hal ini dengan baik, bisnis pun akan meningkat pesat karena memproduksi produk yang benar-benar dibutuhkan.

3. Mengevaluasi Target di Pasaran

Pada dasarnya, pebisnis tidak bisa menentukan target market begitu saja tanpa pertimbangan.

Tindakan ini harus dimulai dengan analisis dan evaluasi terlebih dahulu secara cermat. Langkah awalnya yaitu dengan menentukan golongan calon konsumen.

Setelah itu, pahami apa yang mereka butuhkan, baik itu berupa produk atau jasa. Selain itu, jangan lupa menilai target yang ada di pasaran.

Perlu diingat penilaian tersebut tidak dilakukan secara sederhana, melainkan penuh pertimbangan.

Artinya, Anda akan menentukan apakah bisnis patut dilanjutkan atau tidak. Evaluasi ini dilakukan dengan menelaah kembali kebutuhan dan minat calon konsumen yang dijadikan target.

Hasil penilaian tersebut selanjutnya disesuaikan dengan produk yang sudah dirancang sebelumnya.

Renungkan dengan seksama, apakah produk tersebut sesuai dengan minat target pasar atau tidak?

Sebaiknya tidak hanya berpatokan pada minat yang tinggi. Anda juga harus memperhatikan dari aspek kebutuhan dan harganya sudah sesuai atau belum.

Jika sudah memikirkan hal-hal tersebut dengan baik, maka sudah seharusnya pebisnis mengambil keputusan.

Apabila hasil evaluasi kurang baik, sebaiknya temukan solusi lain. Misalnya dengan mengganti produk yang paling sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat.

4. Melakukan Strategi Marketing yang Tepat

Dalam bisnis, melakukan strategi marketing yang tepat adalah sebuah keharusan.

Mungkin Anda sudah cukup sering mendengar istilah strategi pemasaran, namun belum menerapkannya dengan baik pada bisnis yang pernah atau sedang digeluti.

Dengan mempertimbangkan segmentasi pasar, maka strategi marketing pun harus diperhatikan dengan baik.

Pebisnis bisa menentukan strategi tersebut dengan berbagai macam gaya sesuai jenis konsumen yang dituju.

Pebisnis pemula tidak boleh lengah dalam memahami calon konsumen yang dituju. Dengan memilih strategi yang tepat, maka promosi pasar akan lebih mudah dilakukan.

Lalu, bagaimana jika keliru dalam menentukan strategi pemasaran?

Pada dasarnya, hal tersebut bisa berakibat fatal pada pengoperasian bisnis. Misalnya tingkat penjualan yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

5. Mengevaluasi Tanggapan Dari Pelanggan

Mungkin Anda berpikir sudah menentukan strategi dan target pasar yang terbaik.

Namun, hal ini membutuhkan proses evaluasi tanggapan dari konsumen terlebih dahulu.

Perlu diingat bahwa semuanya harus sesuai dengan segmentasi agar bisa mencapai tujuan bisnis yang diharapkan.

Tidak hanya itu, tahap evaluasi ini sebenarnya akan sangat terasa manfaatnya untuk bisnis Anda.

Terutama dalam mengenali apa saja kekurangan pada usaha yang sudah dilakukan.

Ketika melakukan evaluasi, sebaiknya jujur pada diri sendiri dan melakukan penilaian secara objektif.

Nantinya, Anda bisa menemukan kekurangan pada bisnis dan memperbaikinya untuk masa mendatang.

Mengevaluasi bisnis akan bermanfaat untuk usaha itu sendiri sehingga pelanggan pun akan lebih loyal.

Bisnis yang memperbaiki produknya dengan baik akan semakin dicintai konsumen setianya. Adapun proses evaluasi disini sebenarnya tidak terdapat batasan jumlah.

Tahap ini bisa dilakukan setiap kali pebisnis membutuhkan revisi atas produk atau jasa yang ditawarkan.

Sebaiknya pertimbangkan saran dan tanggapan dari konsumen karena merupakan hal utama yang harus diperhatikan.

Alasannya yaitu karena pelangganlah yang merasakan langsung ketika menggunakan produk yang dipasarkan.

Pentingnya Mempelajari Target Market yang Tepat

Jika Anda bertanya apa standar dari kualitas produk?

Maka jawabannya adalah target market produk itu sendiri. Dengan menentukan target pasar yang tepat, produk akan diciptakan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Namun, hal ini juga tidak mengabaikan jumlah peminat produk tersebut. Selain itu, faktor harga juga ikut mempengaruhi keberhasilan penjualan produk.

Jangan sampai suatu bisnis menciptakan produk yang sesuai kebutuhan dan minat, namun harganya di luar jangkauan.

Jika pebisnis tidak memikirkan target pasar, bukan tidak mungkin produk akan sulit bertahan di pasaran.

Menciptakan produk atau jasa yang tidak sesuai minat pasar, mungkin tidak akan dibeli karena mereka merasa tidak membutuhkannya.

Sedangkan membuat produk yang tidak sesuai minat pelanggan juga tidak akan meningkatkan penjualan karena mereka kurang tertarik.

Selain itu, sebaiknya tidak mengedepankan ego dengan mematok harga yang tinggi.

Padahal, bisa jadi konsumen sangat berminat dengan produk tersebut namun terhalang harga yang kurang masuk akal.

Oleh karena itu, keberadaan target pasar sangat dibutuhkan sebagai ukuran standar dari produk yang ditawarkan.

Mana yang Lebih Efektif, Target Market Luas atau yang Spesifik?

Mana yang Lebih Efektif, Target Market Luas atau yang Spesifik

Seperti yang telah diketahui, produk buatan manusia memang tidak akan memenuhi keinginan semua orang.

Inilah yang melatarbelakangi mengapa target pasar harus ditentukkan. Hal ini agar produk atau jasa hanya dilihat oleh mereka yang membutuhkan saja.

Bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dengan target konsumen umum tentu merupakan tantangan tersendiri.

Oleh karena itu, situasi ini bisa disiasati dengan memilih target yang lebih spesifik.

Misalnya merek minuman A yang sudah legendaris karena berdiri sudah sangat lama dan hingga kini masih eksis.

Bahkan masyarakat dunia sudah mengenalnya dan banyak yang menjadikannya minuman favorit.

Sementara itu, merek minuman B mirip dengan merek A. Hanya saja mengambil target pasar yang niche atau spesifik, yaitu para atlet dan anak muda yang menginginkan gaya hidup sehat.

Hasilnya, merek B yang merupakan perusahaan lebih kecil pun bisa bersaing dengan A.

Meskipun sebenarnya produk yang ditawarkan cenderung awam bagi publik.

Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa memilih target konsumen yang lebih spesifik bisa sangat efektif untuk pemilik usaha kecil yang baru memulai.

Bahkan Anda hanya akan bersaing dengan bisnis yang menawarkan produk serupa.

Namun, jangan lupa untuk mendengar langsung pendapat dan masukan dari para konsumen agar bisa menciptakan produk lebih baik.

Macam-Macam Segmentasi Pasar

Macam-Macam Segmentasi Pasar

Menentukan target market harus dilakukan dengan tepat, baik yang sifatnya umum maupun spesifik.

Penentuan dari target juga akan memberi petunjuk kemana seharusnya produk tersebut dipublikasi.

Misalnya apabila target adalah kalangan millennial, maka pastikan produk dari bisnis Anda memang mengikuti tren anak muda.

Jangan lupa pula untuk memasarkannya melalui media sosial, misalnya Instagram dan sebagainya. Dengan demikian, produk akan lebih mudah dikenal dan dicintai masyarakat.

Agar bisa menentukannya dengan mudah, sebaiknya kenali macam-macam segmentasi pasar yang ada di masyarakat, yaitu sebagai berikut.

1. Segmentasi Demografis

Segmentasi demografis merupakan pembagian pasar berdasarkan demografi atau karakteristik manusia.

Pada dasarnya, banyak jenis demografi yang bisa dijadikan rujukan, namun paling sering yaitu sebagai berikut:

  • Pendidikan
  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Agama
  • Ras
  • Tingkat pendidikan
  • Status perkawinan

Jika tidak memahami segmentasi demografi, Anda akan lebih mudah mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan pelanggan.

Mengingat setiap orang tentu memiliki keinginan dan kebutuhan berbeda di setiap usia.

Contohnya anak-anak pada awalnya akan senang dengan produk mainan. Setelah beranjak dewasa, hal ini akan mengalihkannya pada hobi yang lain.

Oleh karena itu, segmentasi demografi ini sebenarnya sudah cukup banyak digunakan untuk riset pasar.

Hal ini juga berlaku untuk tingkat pendidikan yang masih termasuk segmentasi demografi.

Masyarakat dengan tingkat pendidikan tertentu terkadang berbeda kebutuhannya dengan masyarakat lain.

2. Segmentasi Psikografis

Segmentasi psikografis adalah segmentasi market yang berhubungan dengan cara berpikir suatu masyarakat dalam melihat sesuatu.

Umumnya, jenis segmentasi ini meliputi:

  • Lifestyle
  • Kepribadian
  • Kesukaan atau hobi
  • Kepercayaan

Perlu diketahui bahwa segmentasi psikografis termasuk segmentasi pasar yang sifatnya spesifik.

Tak heran jika produk yang dibutuhkan ketika Anda menggunakan segmen ini adalah produk untuk memenuhi hobi tertentu.

3. Segmentasi Perilaku

Jenis segmentasi pasar berikutnya yaitu segmentasi perilaku, yaitu segmen masyarakat berdasarkan kebiasaan yang sebenarnya.

Adapun segmentasi ini sebenarnya termasuk yang sifatnya umum di masyarakat.

Kebiasaan yang termasuk ke dalam segmentasi ini adalah sebagai berikut:

  • Loyalitas pelanggan
  • Kebiasaan berbelanja
  • Kebiasaan pelanggan berinteraksi
  • Status seseorang

Jika diperhatikan, kebiasaan-kebiasaan yang sudah disebutkan di atas sebenarnya bisa menentukan target pasar mana yang hendak diambil.

Contohnya perusahaan kredit online atau kartu kredit yang lebih gencar berpromosi pada masyarakat yang cenderung konsumtif.

Bandingkan dengan segmen masyarakat yang jarang berbelanja, maka perusahaan kartu kredit itu tidak akan mempromosikannya pada mereka.

4. Segmentasi Geografis

Jenis segmentasi berikutnya yaitu segmentasi geografis, hal ini bisa dilihat dari geografis atau tempat tinggal masyarakatnya. Pada dasarnya, jenis segmentasi ini tidak hanya tentang kota dimana pelanggan tinggal.

Melainkan tempat sebagian besar konsumen berpotensi besar berasal dari kota atau area tertentu.

Misalnya daerah kabupaten, pinggir kota,tengah kota, tempat panas, tempat dingin, dan sebagainya. Lalu, apa saja segmentasi yang termasuk geografis? Yaitu sebagai berikut:

  • Iklim atau suhu tempat tinggal
  • Negara
  • Kota atau kabupaten
  • Lingkungan tempat tinggal

Agar bisa memahami segmentasi geografis dengan baik, Anda bisa memahaminya melalui contoh.

Misalnya masyarakat di daerah yang dikenal panas terbilang cukup jarang membeli jaket-jaket tebal.

Hal tersebut biasanya dilakukan oleh masyarakat dengan lingkungan pegunungan yang dingin.

Oleh karena itu, penting untuk memahami segmentasi geografi dengan baik karena akan mempengaruhi perkembangan bisnis di masa mendatang.

Strategi Menentukan Target Market Perusahaan dengan Melakukan Riset

Salah satu strategi yang bisa dilakukan untuk menentukan target market suatu usaha adalah dengan melakukan riset jauh sebelum perilisan produk.

Mungkin proses tersebut membutuhkan waktu yang lebih lama karena pengembangan produk.

Adapun strategi menentukan target pasar dengan riset membutuhkan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Identifikasi

Indentifikasi

Hal pertama yang harus dilakukan yaitu identifikasi mengapa masyarakat tertarik pada produk atau jasa yang akan Anda tawarkan.

Pikirkan dengan baik apa saja fitur yang akan diberikan dan manfaat realnya untuk konsumen.

2. Membuat Segmentasi Pasar

Membuat Segmentasi Pasar

Setelah mengidentifikasi, selanjutnya Anda bisa membuat segmentasi pasar untuk konsumen yang membutuhkan manfaat produk tersebut.

Hal ini bisa ditentukan berdasarkan perilaku, demografi, geografi, dan psikografik.

3. Melakukan Riset

Melakukan Riset

Langkah ini sangat krusial karena bisa mempengaruhi langkah berikutnya. Anda bisa melakukan riset pasar agar mengetahui secara pasti adakah manfaat lain yang diinginkan target market.

4. Lakukan Promosi

Lakukan Promosi

Langkah terakhir, yaitu melakukan promosi dengan mengarahkan target konsumen ke segmentasi yang sudah dipilih.

Dengan demikian, Anda bisa melihat sendiri apakah produk atau jasa tersebut sudah sesuai keinginan dan minat target atau belum.

Baca Juga: Strategi Advertising Anti Gagal, Wajib Coba untuk Bisnis

Bagaimana Peran Sosial Media dalam Menentukan Target Pasar?

Bagaimana Peran Sosial Media dalam Menentukan Target Pasar

Era digital yang semakin berkembang saat ini memang menjadi kesempatan besar untuk mempromosikan dan memasarkan produk atau jasa.

Contohnya di Instagram atau Facebook yang sudah memiliki fitur yang mendukung kegiatan bisnis.

Fitur-fitur tersebut harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendapatkan perhatian dari target pasar yang sudah ditentukan.

Selain fitur promosi berbayar yang disediakan platform media sosial, Anda juga bisa membuat konten semenarik mungkin.

Namun, pastikan konten yang dibuat memang sesuai dengan target market yang dituju.

Mengingat saat ini masyarakat sudah semakin melek dengan internet dan media sosial.

Menentukan target market memang merupakan hal krusial sebelum memulai bisnis.

Tanpa pasar yang sesuai, penjualan produk akan sulit meningkat bahkan cenderung berkurang. Usaha atau bisnis pun cenderung mandek atau berputar-putar disitu saja.

Baca Juga : 18+ Ide Peluang Bisnis Online Terbaik Paling Menguntungkan

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar