7 Tips Alokasi Keuangan di Bulan Ramadhan Anti Boros

5+ Tips Alokasi Keuangan di Bulan Ramadhan agar Lebaran Tanpa Hutang

Pada bulan Ramadhan umat islam diwajibkan menjalankan puasa. Meskipun menjalankan ibadah puasa, Anda tetap harus berhemat dan menabung menyisihkan uang untuk lebaran. Pelajari tips alokasi keuangan di bulan Ramadhan agar dapat memenuhi kebutuhan dan terhindar lilitan hutang.

Memangnya, seperti apa tips mengelola alokasi keuangan?

Jika penasaran, maka sebaiknya baca artikel tentang cara mengelola alokasi keuangan ketika bulan Ramadhan di bawah ini!

Tips Alokasi Keuangan di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan menjadi waktu yang sangat spesial bagi umat Islam di seluruh dunia. Selama bulan Ramadhan pastikan untuk tetap bijak mengelola keuangan.

Bagaimana caranya? Tidak usah bingung karena cara mengelola alokasi keuangan selama bulan suci ini bisa dipelajari melalui beberapa tips.

Jika penasaran, maka berikut ini berapa tips mengatur keuangan selama bulan Ramadhan, yaitu:

1. Buat Rencana Anggaran

Buat Rencana Anggaran

Tips atur keuangan di bulan ramadhan pertama yang perlu dilakukan adalah membuat rencana anggaran.

Rencana ini harus mencakup semua pengeluaran yang mungkin dikeluarkan selama bulan Ramadhan, seperti makanan sahur dan berbuka puasa, sedekah, dan keperluan lainnya.

  • Buatlah daftar belanjaan bulanan yang mencakup kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, minuman, bahan bakar, tagihan listrik, air, dan kebutuhan pribadi lainnya.
  • Jangan lupa untuk mencantumkan pengeluaran khusus yang terkait dengan bulan Ramadhan, seperti zakat, sedekah, dan persiapan Idul Fitri.
  • Hitung total penghasilan bulanan dan kurangkan dari total pengeluaran yang sudah dicatat pada daftar belanjaan. Hal ini akan memberikan gambaran tentang jumlah uang yang tersisa setelah memenuhi semua kebutuhan sehari-hari.
  • Tentukan persentase alokasi dana untuk setiap kategori pengeluaran pada daftar belanjaan. Pastikan untuk mengalokasikan dana untuk pengeluaran khusus Ramadhan, seperti zakat dan sedekah.
  • Prioritaskan pengeluaran penting dan kurangi pengeluaran yang tidak diperlukan, misalnya pengeluaran untuk makanan di luar dan lebih sering memasak sendiri di rumah.

2. Belanja Secara Bijak

Belanja Secara Bijak

Ketika membeli makanan untuk sahur atau berbuka puasa, pastikan untuk membelinya dengan bijak. Sebaiknya hindari membeli makanan yang berlebihan.

Cobalah untuk melakukan tips yang ada di bawah ini, yaitu:

  • Sebelum pergi belanja, buat daftar belanja berisi kebutuhan-kebutuhan yang benar-benar diperlukan. Pastikan daftar belanja tersebut sesuai dengan rencana anggaran yang sudah dibuat sebelumnya.
  • Tips alokasi keuangan di bulan Ramadhan dengan cari tahu harga barang yang dibutuhkan di beberapa beberapa tempat belanja dan pilihlah harga yang lebih terjangkau. Anda juga bisa memanfaatkan promo dan diskon untuk menghemat pengeluaran.
  • Belanja di pasar tradisional bisa lebih hemat dibandingkan di supermarket. Anda bisa menawar harga barang yang dibeli untuk mendapatkan harga jauh lebih murah.

3. Beramal dengan Bijak

Beramal dengan Bijak

Selama bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk sedekah.

Namun, cobalah untuk beramal dengan bijak dan lakukan cara hemat uang saat Ramadhan berikut ini, yaitu:

  • Tentukan target zakat dan sedekah yang ingin diberikan serta sesuaikan dengan kemampuan keuangan Anda. Pastikan juga untuk memberikan zakat dan sedekah kepada orang yang benar-benar membutuhkan.
  • Bila ingin berdonasi, sebaiknya membuat rencana donasi dengan matang dan memilih organisasi terpercaya untuk menyalurkan donasi tersebut.
  • Jika memiliki waktu luang, menjadi sukarelawan bisa menjadi alternatif untuk membantu sesama dengan cara yang berbeda. Cari tahu kesempatan untuk menjadi sukarelawan di lembaga sosial atau amal hingga media sosial.
  • Selain memberikan zakat dan sedekah, beramal juga bisa dilakukan dengan cara memberikan beasiswa atau memberikan pelatihan keterampilan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Baca Juga: Cara Melunasi Hutang, 7+ Langkah yang Wajib Anda Ikuti!

4. Gunakan Diskon dan Promo

Gunakan Diskon dan Promo

Ketika bulan Ramadhan, banyak toko dan restoran yang menawarkan diskon atau promo khusus untuk pelanggan mereka.

Cobalah untuk memanfaatkan diskon dan promo ini untuk menghemat uang. Berikut ini tips alokasi keuangan di bulan Ramadhan yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Cari tahu promo dan diskon yang ditawarkan oleh toko-toko atau supermarket di sekitar Anda. Anda bisa mencari informasi tersebut di media sosial, website, atau aplikasi toko.
  • Setelah mengetahui promo dan diskon yang tersedia, bandingkan harga barang tersebut dengan harga di toko lain untuk memastikan bahwa promo tersebut benar-benar memberikan harga lebih terjangkau.
  • Voucher atau kode promo yang diberikan oleh toko bisa digunakan untuk memperoleh diskon tambahan. Pastikan untuk memanfaatkan voucher atau kode promo tersebut sebelum masa berlakunya habis.
  • Belanja online bisa lebih efektif untuk memanfaatkan promo dan diskon karena bisa memudahkan pencarian di berbagai toko.

5. Buka Puasa Bersama

Buka Puasa Bersama

Ikut buka puasa bersama dapat menjadi alternatif yang baik sebagai cara mengelola keuangan di bulan Ramadhan.

Selain dapat membantu mengurangi biaya belanja dan memasak, buka puasa bersama juga dapat mempererat hubungan sosial dengan keluarga, teman, dan tetangga hingga memaksimalkan pahala dan berbagi rezeki.

Namun, pastikan untuk tidak membeli makanan yang terlalu mahal ketika mengadakan buka puasa bersama.

6. Buat Kue Lebaran Sendiri

Buat Kue Lebaran Sendiri

Membuat kue lebaran sendiri dapat menjadi pilihan yang tepat untuk tips alokasi keuangan di bulan Ramadhan.

Selain dapat menekan biaya belanja kue, membuat kue lebaran sendiri juga dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan bersama keluarga di rumah.

Anda dapat mencari resep kue lebaran yang mudah dan murah, seperti nastar, kastengel, hingga putri salju.

Selain itu, memanfaatkan pula bahan-bahan yang sudah ada di dapur untuk membuat kue-kue sederhana, seperti bolu kukus atau brownies.

7. Investasi Produk Halal

Investasi Produk Halal

Tips kelola keuangan di bulan Ramadhan lainnya dapat dilakukan dengan berinvestasi di produk halal untuk menghasilkan uang dan mendapatkan pahala.

Berikut beberapa contoh investasi produk halal yang dapat dipertimbangkan, yaitu:

  • Reksa dana syariah adalah investasi yang mengumpulkan dana dari investor untuk dikelola oleh manajer investasi dengan prinsip syariah. Produk ini didesain untuk memenuhi prinsip syariah dan memperoleh keuntungan yang halal.
  • Obligasi syariah adalah surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan atau pemerintah dengan mengikuti prinsip syariah. Investasi di obligasi syariah memberikan keuntungan bagi investor berupa bunga atau bagi hasil yang halal. Baca Juga : Perbedaan Obligasi Syariah dan Konvensional
  • Investasi properti syariah adalah investasi di properti yang diatur sesuai dengan prinsip syariah. Contoh investasi properti syariah, yaitu membeli properti, seperti apartemen atau rumah, dan kemudian menyewakannya untuk mendapatkan penghasilan yang halal.
  • Investasi emas syariah dilakukan dengan membeli emas dengan cara halal, yaitu membeli emas fisik atau melalui produk-produk investasi emas syariah yang diakui oleh lembaga pengawas syariah. Kabar baiknya, emas dianggap sebagai investasi yang aman dan stabil.
  • Saham syariah adalah saham dari perusahaan yang dianggap halal menurut prinsip syariah. Saham-saham ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang ditetapkan oleh lembaga pengawas syariah.

Melakukan perencanaan dan pengaturan keuangan yang baik dapat memaksimalkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan.

Selain itu, cobalah menyisihkan uang agar dapat digunakan untuk persiapan lebaran, sehingga terhindar dari hutang.

Pastikan selalu ingat untuk melakukan tips alokasi keuangan di bulan Ramadhan dengan mengatur anggaran, memaksimalkan penghasilan, dan memanfaatkan zakat maupun sedekah secara bijaksana.

Baca Juga : Mengenal Kebiasaan Boros dan Cara Mengatasinya

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar