10 Tips Menulis Portofolio (Semua Bidang), Jobseeker Wajib Tahu!

Informasi Lengkap Mengenai Tips Menulis Portofolio yang Tepat, Jobseeker Wajib Tahu Nih!

Zaman sekarang, setiap orang pastinya dituntut untuk memiliki sebuah portofolio guna menunjang pengalaman karirnya.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum mengetahui tentang portofolio dan cara membuatnya.

Memangnya bagaimana tips menulis portofolio yang tepat dan menarik?

Ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk menghasilkan sebuah portofolio yang menarik, ringkas, dan padat informasi.

Banyak yang mengatakan portofolio tergolong lembaran yang bisa menunjukkan personal branding seseorang, sehingga bisa menonjolkan kelebihan dan pengalaman yang dimiliki.

Tips menulis portofolio sebenarnya mudah saja dilakukan, namun bagi para pemula mungkin akan sedikit kebingungan karena terbiasa membuat CV biasa.

CV (Curriculum Vitae) dan portofolio memang sekilas hampir sama, namun portofolio disini memuat informasi yang lebih lengkap lagi.

Apa Itu Portofolio?

Apa Itu Portofolio

Sebelum membahas tahapan dalam pembuatan portofolio, maka akan lebih baik untuk memahami tentang pengertian dan konsep dari portofolio itu sendiri.

Ada berbagai jenis portofolio yang biasa digunakan dalam dunia kerja, namun bagaimana pengertian portofolio secara umum?

Portofolio merupakan sekumpulan dokumen dan juga tulisan yang disusun secara rapi, menarik, dan memuat informasi penting mengenai aktivitas serta pengalaman seseorang.

Portofolio bisa tergolong jenis laporan lengkap yang berisi informasi mengenai hasil karya menyeluruh tentang seseorang.

Secara garis besar, portofolio berbentuk dokumen lengkap yang dimiliki oleh individual, kelompok, organisasi, lembaga, perusahaan, dan institusi lainnya.

Dengan adanya portofolio, maka Anda akan lebih mudah dalam mendokumentasikan perkembangan untuk mencapai tujuan tertentu.

Pada dokumen portofolio akan melampirkan beberapa komponen penting seperti daftar isi, CV atau riwayat hidup, pencapaian, visi misi, serta komponen penting lainnya.

Namun, tiap portofolio bisa saja memiliki komponen yang berbeda-beda tergantung dengan kebutuhan pengguna itu sendiri.

Untuk menghasilkan portofolio yang baik dan membuat orang merasa tertarik memang tidak mudah, sehingga pemilik perlu memiliki beberapa pencapaian yang bisa dijabarkan.

Tidak hanya perkara desain yang harus ditonjolkan, namun dalam menulis eportfolio yang terpenting adalah isinya.

Adakah Perbedaan Antara CV dengan Dokumen Portofolio Penunjang Karir?

Adakah Perbedaan Antara CV dengan Dokumen Portofolio Penunjang Karir

Sudah sedikit dibahas sebelumnya, CV dan dokumen portofolio untuk melamar kerja memang sekilas hampir sama.

Namun, dokumen portofolio memuat informasi yang lebih lengkap terutama dalam segi pengalaman kerja dan juga keterampilan pribadi.

Lalu apa saja perbedaan antara CV dan portofolio?

1. Tujuan Pembuatannya

Dalam tips menulis portofolio yang benar biasanya dituntut untuk mengetahui terlebih dahulu terkait tujuan penulisannya.

Setiap orang menulis CV dan portofolio tentunya memiliki tujuan yang berbeda-beda, sehingga dari segi komponennya bisa saja memiliki bahasan tersendiri.

Perlu Anda ketahui, tujuan pembuatan CV tidak lain untuk memberikan informasi mengenai data diri, latar belakang pendidikan, pengalaman karir, dan keterampilan yang dimiliki oleh pelamar.

Tujuan pembuatan portofolio agak sedikit berbeda dengan pembuatan CV itu sendiri.

Pembuatan portofolio dilakukan untuk menonjolkan hasil kinerja, skill, dan potensi yang dimiliki seseorang sebelumnya.

Pengalaman karir yang tertera dalam portofolio diharapkan bisa memuat informasi yang lebih lengkap, detail, dan memang terbukti bukan hanya sekedar tempelan.

Misalnya dalam CV, Anda mencantumkan pernah bekerja sebagai staff laboratorium di sebuah pusat penelitian.

Saat menuangkannya dalam dokumen in portofolio, maka sebaiknya jelaskan secara detail mengenai kemampuan dan pekerjaan yang dilakukan sebagai staff laboratorium itu.

2. Struktur dan Isi Dalam Portofolio

Selain tujuan pembuatannya yang berbeda, CV dan portofolio juga memuat struktur serta isi yang berbeda.

Dalam Curriculum Vitae, maka Anda akan diperintahkan untuk menuangkan informasi mengenai nama lengkap, tanggal lahir, dan informasi background tentang diri sendiri.

Berbeda halnya dengan dokumen portofolio, pemiliknya perlu menjabarkan informasi terkait pengalaman kerja yang pernah digeluti.

Beri penjelasan secara mendetail mengenai jobdesk dalam pekerjaan, sehingga nantinya akan mengarah pada skill yang akan dikuasai.

Dalam proses melamar kerja di perusahaan besar, biasanya HR Recruitment tidak hanya mempertimbangkan CV pelamar.

Mengapa demikian?

Karena informasi yang ada dalam CV dianggap masih belum lengkap dan banyak menimbulkan keraguan pada benar perekrut.

Dengan adanya tambahan portofolio, maka perekrut kerja akan mengetahui mengenai skill dan potensi dari pelamar kedepannya.

Selain itu, masih banyak informasi lainnya yang bisa digali dari dokumen portofolio tersebut, sehingga perekrut banyak tahu mengetahui background pelamar.

3. Sifat Kedua Dokumen

Dalam tips menulis portofolio yang benar dan ringkas, biasanya sifatnya dibuat secara spesifik sesuai dengan tujuannya.

Tujuan pembuatan portofolio lebih jelas, tidak meluas, dan sesuai dengan posisi pekerjaan yang nantinya ingin Anda melamar pada suatu perusahaan.

Misalnya Anda ingin melamar sebagai field assistant, maka informasi dalam portofolio akan lebih banyak membahas mengetahui skill dalam bidang pertanian.

Akan lebih menarik, ketika pemilik portofolio menjabarkan mengenai pengalaman karir dan prestasi dalam bidang pertanian.

Bagaimana dengan sifat CV? CV dibuat untuk kepentingan umum, sehingga tidak merujuk pada tujuan yang spesifik.

Dikarenakan ada begitu banyak komponen dalam CV, maka Anda bisa menulisnya secara singkat dan ringkas sesuai dengan ketentuan pada umumnya.

Saat ini untuk kebutuhan melamar kerja tidak cukup hanya melampirkan CV yang singkat.

Para pelamar diharapkan memiliki bukti yang konkret untuk menonjolkan skill dan kemampuannya.

Maka dari itu, sebaiknya persiapkan portofolio yang lengkap dan menarik dari sekarang.

Tips Menulis Portofolio Kerja yang Padat, Ringkas, dan Jelas

Tips Menulis Portofolio Kerja yang Padat, Ringkas, dan Jelas

Sebenarnya tidak ada aturan khusus yang mengharuskan portofolio berisi informasi apa saja.

Anda bisa menghasilkan portofolio semenarik mungkin sesuai dengan daya kreatifitas masing-masing.

Yang terpenting, dokumen portofolio harus menonjolkan skill, pengalaman, dan potensi yang dimiliki.

1. Membuat List Poin yang Jelas

Agar bisa menghasilkan portofolio kerja semenarik mungkin, maka alangkah baiknya untuk membuat list poin.

List poin maksudnya daftar informasi yang ingin disampaikan seseorang dalam portofolionya, sehingga tidak ada informasi yang tertinggal dan akhirnya malah tidak lengkap.

Sebagian orang mungkin berfikir bahwa membuat list poin dalam portofolio termasuk hal yang sepele, namun ternyata merancang list poin penting untuk dilakukan.

List poin yang jelas dan lengkap akan membuat portofolio terlihat tertata rapi dan mudah dipahami oleh pembacanya.

Mereka akan lebih mudah menangkap informasi apapun yang ingin didapatkan ketika membaca suatu portofolio.

List poin bisa dikatakan dengan daftar isi, sehingga Anda bisa meletakkannya pada bagian depan halaman untuk membuat tampilannya lebih terlihat menarik.

2. Menuliskan Informasi Tentang Data Diri

Tips for a good portofolio yang kedua dengan menuliskan informasi terkait data diri.

Memang portofolio dibuat untuk menonjolkan dokumentasi karya seseorang, namun bukan berarti dalam portofolio tidak memuat informasi mengenai data diri secara singkat.

Setidaknya tuangkan informasi data diri yang berisi nama, tanggal lahir, informasi media sosial, dan juga nomor telepon yang bisa dihubungi.

Tujuannya agar pembaca portofolio bisa mencari tahu informasi lain terkait pemiliknya, kemudian tidak kebingungan saat ingin menghubungi alamat.

Selain informasi data diri yang singkat, pemilik portofolio juga bisa memberikan pembahasan mengenai background pendidikan pada bagian bawahnya.

Tambahkan informasi mengenai masa tempuh pendidikan, jurusan, dan IPK yang diperoleh ketika menempuh perguruan tinggi.

Untuk masalah background pendidikan kalau tidak ingin disampaikan juga tidak masalah. Anda bisa menyampaikannya ketika sudah memasuki tahap interview.

Baca Juga : Interview Kerja: Jenis dan Cara Membuat Interview Berkesan

Setelah informasi singkat mengenai data diri, bagian portofolio selanjutnya bisa menjelaskan mengenai skill yang dimiliki.

3. Menerangkan Tentang Skill yang Dimiliki

Pada dokumen portofolio sangat penting untuk mencantumkan tentang skill yang dimiliki secara detail dan terperinci.

Kalau tidak, mungkin pihak rekruitmen akan merasa kebingungan bagaimana Anda bisa memiliki skill yang sudah tertera pada portofolio tersebut.

Tips menulis portofolio yang benar harus menjelaskan mengenai skill atau kemampuan yang bisa dilakukan oleh pelamar.

Setidaknya skill yang dicantumkan dalam portofolio sudah sangat dikuasai oleh pelamar atau sekurang-kurangnya mampu melakukannya dengan persentase 85%.

Misalnya Anda mencantumkan skill yang mumpuni dalam mengoperasikan Microsoft Excel.

Pahami dengan baik tentang kegunaan Excel, rumus Excel yang biasa digunakan sesuai bidang, kemudian cara membuat dokumen yang rapi dan benar pada lembar Excel tersebut.

Jangan berusaha mencari perhatian HR Rekrutmen dengan mencantumkan banyak skill dalam lembar portofolio kalau memang tidak sesuai faktanya.

Mengapa demikian?

Tindakan tersebut hanya membuat pelamar merasa terbebani dan bisa saja gagal saat melamar kerja.

4. Tentukan dan Cantumkan Pengalaman Kerja Paling Berkesan

Bagi Anda yang sudah berpengalaman dalam melakukan beberapa pekerjaan, maka jangan lupa untuk memilih dan mencantumkan pengalaman kerja terbaik dalam portofolio.

Bagian ini akan menjadi reward tersendiri dari pihak recruitment kerja saat membaca bagian portofolio.

Bukannya bermaksud untuk menutupi kekurangan, namun dalam pembuatan portofolio memang sebaiknya Anda menonjolkan kelebihan yang dimiliki.

Pastikan bahwa pemilik portofolio hanya mencantumkan informasi mengenai hasil-hasil kerja terbaik dan 100% berhasil.

Untuk beberapa hasil kerja yang dirasa tidak optimal, sebaiknya jangan dicantumkan dalam bagian portofolio.

Hal ini bisa memicu banyaknya pertanyaan dari pihak HRD dan malah membuat kemungkinan gagal masuk kerja lebih tinggi.

Bagaimana menentukan hasil kerja terbaik?

Dalam tips menulis portfolio folder, mudah saja untuk memasukkan hasil kerja yang dirasa paling optimal.

Coba fikirkan jenis pekerjaan yang paling disukai dan Anda banyak berperan didalamnya, sehingga bisa lebih mudah saat menjelaskannya secara langsung.

5. Cantumkan Pencapaian yang Pernah Diraih

Untuk menghasilkan portofolio yang menarik perhatian dan bisa meyakinkan banyak orang, maka cantumkan mengenai pencapaian atau prestasi yang pernah diraih.

Hal ini akan menunjukkan bahwa Anda termasuk orang yang kompeten dalam menjalankan tugas semaksimal mungkin.

Dengan kata lain, pencapaian bisa menjadi tolak ukur bahwa seseorang tidak hanya fokus untuk bekerja dan mendapatkan gaji.

Masih banyak hal lain dalam dunia kerja yang bisa dilakukan untuk menambah banyak pengalaman dan juga relasi pastinya.

Salah satu bentuk pencapaian yang bisa dituangkan misalnya menjadi karyawan teladan di kantor, memenangkan lomba inovasi teknologi, dan masih banyak pencapaian lainnya.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa mencantumkan review positif yang diperoleh dari investor ketika masih bekerja.

Semakin banyak pencapaian yang pernah didapatkan dan dicantumkan dalam portofolio, maka akan menambah poin kepercayaan dari karya tersebut.

Tidak perlu berfikir panjang, pasti pihak HR Recruitment akan langsung memanggil pemilik portofolio untuk ke tahap selanjutnya.

6. Buatlah Portofolio Simpel Tidak Terlalu Berlebihan

Tips menulis portofolio yang penting untuk diperhatikan yaitu membuatnya secara sederhana, tidak perlu dilebih-lebihkan.

Tidak semua yang berlebihan bisa mendapatkan respon positif dari orang lain, begitu juga saat menulis sebuah portofolio untuk mendapatkan pekerjaan.

Hindari membuat desain portofolio full atau sangat penuh, karena akan membuat orang lain merasa jenuh saat membacanya.

Sesuai dengan tips sebelumnya, sebaiknya gunakan list poin penting yang perlu disampaikan sebelumnya agar tidak kebingungan saat membuat portofolio.

Cukup cantumkan beberapa informasi yang dianggap relevan dengan bidang kerja yang ingin dilamar.

Fokus dalam menonjolkan beberapa hasil kerja terbaik dan kemampuan mumpuni yang bisa ditawarkan untuk perusahaan kedepannya.

Jika Anda merasa tidak mahir dalam mendesain suatu portofolio agar terlihat lebih menarik, maka bisa gunakan jasa desain grafis yang berpengalaman.

Cukup setorkan informasi mengenai data diri dan kelebihan, maka mereka akan membantu memberikan konsep desain secara optimal.

7. Memberi Penjelasan Secukupnya Tentang Sebuah Karya

Dalam membuat portofolio yang menarik, maka cukup berikan informasi secara ringkas dan jelas.

Hindari memberikan penjelasan yang terlalu berbelit-belit dan menggunakan bahasa yang sulit dipahami dalam lembar portofolio yang akan diajukan.

Setiap karya atau capaian yang dicantumkan dalam portofolio, maka tambahkan beberapa informasi tambahan dibawahnya.

Dengan begitu, pihak recruitment kerja akan mudah memahami mengenai proses pelamar dalam memperoleh pencapaian tersebut.

Bagi Anda yang memiliki sebuah karya visual juga tidak ada salahnya untuk tetap memberikan penjelasan dibawahnya.

Dengan penjelasan yang ringkas, maka informasi yang dicantumkan akan lebih mudah tersampaikan kepada pihak rekrutmen yang terkait.

8. Promosikan Diri Dengan Percaya Diri

Walaupun tertuang dalam bentuk tulisan, bukan berarti Anda tidak bisa mempromosikan diri pada lembar portofolio kerja.

Pihak HRD tidak akan mempermasalahkan mengenai sikap pelamar dalam menunjukkan rasa percaya dirinya, malah hal tersebut akan menjadi daya tarik tersendiri.

Tips menulis portofolio menarik tentunya akan lebih mudah dengan mempromosikan diri secara sederhana.

Misalnya Anda mencantumkan informasi mengenai tim yang biasa diajak kerjasama dalam menyelesaikan proyek, meraih prestasi, atau mungkin membangun startup.

Melalui sebuah konten portofolio yang profesional, maka pelamar akan lebih mudah menarik perhatian orang untuk mau bekerjasama.

Tunjukkan bahwa Anda termasuk orang yang profesional dan berkompeten, berkomunikasi dengan baik, serta mengemban tanggung jawab dengan optimal.

Lalu bagaimana portofolio fresh graduate yang belum memiliki banyak pengalaman? Mudah saja, tinggal tonjolkan kemampuan diri dalam bidang akademik dan organisasi.

Misalnya Anda menjelaskan mengenai capaian IPK, ikut organisasi kepanitiaan, dan lomba inovasi mahasiswa.

Intinya dalam membuat portofolio yang baik perlu memuat banyak review positif tentang pelamar.

Walaupun kemampuan masih dianggap sederhana, namun bisa menjadi pertimbangan sendiri bagi pihak HRD. Bagaimana, sudah paham cara membuat portofolio yang menarik?

9. Menyusun Dokumentasi Karya Secara Rapi

Tampilan portofolio dalam bentuk tulisan akan terlihat monoton tanpa didukung dengan berbagai jenis dokumentasi karya original.

Umumnya akan banyak orang yang lebih menyukai untuk melihat informasi dokumentasi yang rapi dan terdiri atas berbagai perpaduan warna menarik.

Namun saat memasukkan dokumentasi yang dibutuhkan, pastikan bahwa penataannya sudah sesuai dengan penjelasan yang ada dibawahnya.

Tujuannya agar pembaca lebih mudah memahami dan menangkap maksud pemilik portofolio membuat karyanya tersebut.

Selain itu, cukup masukkan dokumentasi karya terbaik yang pernah dilakukan sekitar 3-5 saja.

Terlalu banyak dokumentasi yang ditampilkan takutnya akan membuat portofolio terlihat penuh dan tidak menarik.

Jadi dokumentasi portofolio apa saja nih yang ingin Anda tampilkan?

10. Memasukkan Informasi Tentang Korespondensi

Tips menulis portofolio yang baik akan terlihat lebih profesional dengan menampilkan informasi mengenai korespondensi klien sebelumnya.

Korespondensi akan membantu dalam menegaskan seberapa besar kemampuan Anda menggemari suatu bidang tertentu.

Korespondensi yang dimaksud disini bisa didapatkan dari kalangan atasan, dosen, senior, atau klien lain yang pernah diajak bekerjasama.

Pastikan semua yang disampaikan oleh korespondensi termasuk dalam review positif sehingga dapat meningkatkan citra Anda kepada semua orang.

Untuk meyakinkan banyak orang, bisa tambahkan informasi mengenai alamat atau nomor telepon dari korespondensi.

Nantinya semua pihak yang ingin tahu lebih banyak tentang Anda bisa langsung menghubungi alamat yang tertera dalam portofolio tersebut.

Ketahui Manfaat Membuat Portofolio Dalam Berbagai Hal

Ketahui Manfaat Membuat Portofolio Dalam Berbagai Hal

Mudah bukan cara membuat resume lengkap atau portofolio?

Lembaran resume tersebut sangat berguna untuk menunjang karir kedepannya.

Saat ini sudah banyak pekerjaan dalam berbagai bidang yang mengharuskan pelamar untuk menyertakan portofolio sebagai syarat penting yang perlu dipenuhi.

Melalui sebuah portofolio, maka pihak perekrut akan semakin yakin terhadap kemampuan para pelamar.

Apalagi kalau dalam lembar portofolio juga dilengkapi dengan contoh karya terbaik yang profesional, maka pihak HRD akan merasa penasaran dan ingin segera menjalin kerja sama dengan pelamar.

Masih banyak manfaat lain yang akan Anda dapatkan ketika membuat portofolio yang profesional.

Tidak hanya untuk mendapatkan keperluan mendapatkan kerja, tetapi juga bisa sebagai upaya dalam membantun personal branding.

Penasaran dengan manfaat pembuatan portofolio lainnya?

1. Portofolio Bisa Menunjukkan Profesionalitas

Sesuai dengan tips menulis portofolio sebelumnya dan berbagai komponen informasi yang dimuat di dalamnya, portofolio akan menunjukkan tingkat profesionalitas seseorang.

Dalam usaha melamar kerja, tentu saja lampiran portofolio akan menjadi pertimbangan yang sangat penting.

Bagi jobseeker, pihak perekrut akan mengetahui kualitas diri pelamar lewat lembaran portofolio yang sudah diajukan.

Seiring berkembangnya teknologi, kini portofolio tidak hanya bisa ditampilkan dalam bentuk fisik, tetapi juga bisa dibuat secara digital atau via website.

Hanya lewat sebuah website, Anda bisa memasukkan banyak informasi mengenai skill dan pengalaman dalam bentuk konten video, gambar, tulisan, dan referensi lainnya.

Semakin menarik tampilan portofolio, maka menunjukkan tingkat profesionalitas yang dimiliki oleh seseorang.

2. Sebagai Upaya untuk Membangun Personal Branding

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, pembuatan portofolio merupakan salah satu cara untuk membangun personal branding.

Setiap orang memang sepertinya perlu untuk menunjukkan kualitas dirinya kepada semua orang, dengan cara menulis karya yang diulas dalam portofolio.

Melalui informasi yang jelas mengenai keterampilan, pengalaman, dan potensi yang dimiliki dalam portofolio, maka Anda akan lebih mudah dalam membentuk personal branding.

Apalagi dalam usaha mencari kerja, membangun personal branding adalah hal yang sangat penting.

Misalnya bagi Anda yang berprofesi sebagai seorang desainer, maka bisa cantumkan beberapa hasil karya serta review positif dari klien sebelumnya.

Semakin banyak orang yang menyukai hasil karya, maka semakin banyak pelanggan yang ingin menggunakan jasa desainer tersebut.

Menjadi jasa desainer yang profesional dan ternama, akan membuat Anda mendapatkan banyak keuntungan.

Tidak hanya soal materi saja, orang yang memiliki personal branding baik, bisa akan sering diundang dalam kelas-kelas penting dan menjadi speaker dalam seminar bergengsi.

3. Berpotensi Besar Dalam Mendapatkan Investor

Portofolio pada dasarnya bisa dimiliki oleh siapa saja, baik mereka yang sudah menjabat sebagai seorang direktur, manager, karyawan, ataupun jobseeker.

Portofolio berisi informasi lengkap mengenai data diri, pendidikan, pengalaman, dan skill yang dimiliki seseorang.

Oleh sebab itu, dalam usaha pengembangan bisnis juga tidak luput dengan kebutuhan portofolio untuk bisa menarik minat investor atau klien dalam bekerjasama.

Klien ataupun investor tentu saja membutuhkan informasi mengenai kualitas diri seseorang yang nantinya akan diajak bekerjasama.

Melalui tips menulis portofolio di atas, diharapkan Anda bisa membuat hasil portofolio yang menarik untuk menarik minat klien dalam menjalin kerjasama.

Semakin baik capaian yang ditunjukkan dalam portofolio, maka akan semakin besar peluang terbentuknya kerjasama.

Contoh sederhananya, Anda memiliki profesi sebagai sebagai arsitek dan tidak memiliki waktu untuk bekerja full time di luar sehingga memutuskan untuk membangun blog pribadi.

Dalam blog pribadi memuat informasi mengenai hasil proyek bangunan yang sebelumnya sudah dikerjakan.

Tanpa disadari, banyak pengusaha properti sedang membuka blog tersebut dan merasa puas dengan karya yang sudah diselesaikan.

Dengan adanya portofolio blog itu akan memudahkan banyak investor secara tidak sadar berdatangan sendiri untuk membangun kerjasama.

4. Meningkatkan Daya Kreativitas

Walaupun memang terlihat sepele, pada kenyataannya masih banyak orang yang belum tahu cara menciptakan portofolio menarik dan mengesankan.

Perlu diingat bahwa, keindahan portofolio tentu saja terletak pada kemampuan seseorang ketika menampilkan karyanya kepada semua orang.

Kini portofolio tidak hanya bisa dimuat dalam bentuk lembaran tertulis, namun Anda bisa mengkreasikannya dalam berbagai bentuk.

Trend portofolio yang saat ini banyak digeluti seperti Youtube, website, podcast, dan masih banyak kreativitas lainnya yang bisa dibangun.

Cara membuat portofolio online bisa dilakukan dengan mengikuti tips yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Sedangkan untuk masalah tampilan dan teknik pembuatan video konten bisa dipraktekkan lewat informasi dari internet yang saat ini sudah banyak dibahas.

Pada tahapan tersebut, Anda akan diajak untuk melakukan eksplorasi kreativitas menciptakan portofolio sebagus mungkin dan berbeda dengan orang lain.

Kreativitas dalam menghasilkan portofolio akan menjadi pertimbangan penting untuk mencapai karir yang selama ini diimpikan.

5. Bisa Sebagai Ajang untuk Mengasah Skill

Trend pembuatan portofolio akan mengalami perkembangan seiring berjalannya waktu. Jadi rasanya terlalu membosankan ketika Anda membuat format portofolio yang sama.

Seperti yang sudah dijelaskan, trend portofolio akan membantu seseorang dalam mengasah skill.

Ketika membuat satu portofolio, maka Anda bisa belajar beberapa aspek seperti konten yang ingin ditampilkan, grafis yang akan dipilih, dan membuat informasi secara ringkas.

Apalagi bagi mereka yang ingin menampilkan portofolio dalam video Youtube, tentunya butuh skill yang mumpuni.

Tips menulis portofolio mudah saja dilakukan, namun untuk membuatnya berbeda dari yang lain juga perlu untuk diperhatikan.

Sudah banyak perusahaan besar seperti Perbankan yang meminta para pelamarnya untuk membuat portofolio dalam bentuk video Youtube atau konten TikTok.

Baca Juga : Ide Konten TikTok yang Dijamin Akan Langsung Muncul di FYP

6. Bentuk Refleksi Diri

Refleksi diri artinya suatu cara untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan yang dimiliki oleh diri sendiri.

Ketika membuat sebuah portofolio profesional, maka Anda diharapkan bisa menjelaskan secara detail mengenai kualitas diri dan hal-hal yang sekiranya tidak bisa dilakukan secara optimal.

Orang-orang akan berusaha untuk mencari minat atau bakat yang dimiliki untuk dicantumkan dalam portofolio tersebut.

Walaupun dalam portofolio banyak membahas mengenai kelebihan, namun perancang juga tentunya akan mengetahui kelemahan diri yang selama ini dimiliki.

Anda bisa berusaha mempersiapkan diri dalam melakukan evaluasi, kemudian menyiapkan segala pertanyaan terkait kelemahan yang dimiliki.

Dengan portofolio dan persiapan yang matang, maka pemilik akan lebih mudah mendapatkan peluang kerja ataupun mendapatkan klien.

Semakin banyaknya trend portofolio yang bermunculan, maka jangan malas untuk selalu update tampilan portofolio untuk berbagai keperluan.

Portofolio bisa menunjukkan tingkat profesionalitas seseorang, sehingga akan menjadi nilai jual tersendiri agar lebih mudah dilirik klien atau rekruter.

Dari tips menulis portofolio yang tersedia di atas, Anda tidak hanya harus fokus dalam membuat tampilannya agar lebih menarik.

Akan tetapi, pertimbangkan untuk selalu upgrade diri dalam memperbanyak skill, pengalaman, dan juga proyek karya terbaik yang bisa menunjukkan kualitas diri.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar