Apa itu Tagline? Jenis, Manfaat dan Tips Membuat Tagline

Apa itu Tagline? Jenis, Manfaat dan Tips Membuat Tagline

Mungkin banyak yang belum tahu apa itu tagline? Jadi tagline adalah salah satu faktor utama dalam meningkatkan branding untuk sebuah bisnis.

Tidak sedikit orang yang mengira jika tak lain hanya sebuah kata singkat, yang tidak mempunyai arti penting.

Padahal yang sebenarnya tagline bisa menjadi suatu tool marketing yang berguna untuk meningkatkan brand awareness.

Bisa dibilang keberadaan tag penting karena mendukung langkah promosi suatu bisnis.

Buat Anda yang ingin memahami lebih tentang tag bisa menyimak artikel hingga selesai.

Apa itu Tagline?

Apa itu Tagline? Jenis, Manfaat dan Tips Membuat Tagline

Apa itu tagline? Tagline merupakan kata singkat yang gampang diingat untuk tujuan branding sebuah bisnis.

Suatu tagline yang baik akan menjelaskan sebuah bisnis dengan tepat.

Umumnya, istilah ini akan muncul secara berdampingan dengan logo dan dipakai untuk membedakan bisnis Anda dengan para kompetitor.

Perlu Anda ketahui, jika tak lain bukanlah slogan seperti yang dipahami oleh orang-orang.

Lalu apa bedanya?

Tagline sendiri dibuat untuk mempresentasikan sebuah brand atau perusahaan secara keseluruhan.

Sementara slogan adalah kata singkat yang digunakan untuk memasarkan suatu produk.

Istilah ini juga bisa dijadikan untuk mengedepankan arti peran serta mengadopsi bahasa iklan supaya bisa lebih menarik perhatian publik sehingga bisa memberikan efek penasaran.

Nantinya dengan rasa penasaran tersebut, orang-orang akan terkonversi menjadi daya beli di suatu produk yang dipromosikan atau diiklankan.

Contohnya, Apple mempunyai tagar berupa “think different”. Namun setiap produk Apple mempunyai slogan yang berbeda-beda. Misalnya iPad Air yang memakai “The power of lightness”.

Lalu ada contoh lain yakni Wardah yang mempunyai tagline: “feel the beauty”.

Artinya setiap perempuan bisa merasa cantik tanpa harus diasosiasikan pada kulit yang putih atau cerah.

Tapi, ketika mereka mempromosikan salah satu varian lipstik terbaru. Wardah membuat slogan yakni “feel the color comfort”.

Apakah Anda sudah memahami apa itu tagline? Jika sudah sekarang lanjut ke pembahasan jenis-jenisnya di bawah ini:

Jenis-Jenis Tagline

Jenis-Jenis Tagline

Setelah Anda mengetahui apa itu tagline?, saatnya Anda juga memahami jenis-jenis tagline.

Nah untuk jenisnya sendiri ada beberapa, supaya lebih jelas silahkan simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

1. Provokatif

Sesuai dengan namanya, tagline provokatif merupakan tag yang isinya berupa tantangan atau ajakan ke publik. Tidak jarang jenis tagline ini memakai tanda tanya di akhir. Tujuannya supaya lebih memancing reaksi.

Misalnya dari Top One berupa “Oli kamu Top One juga, kan?”

2. Spesifik

Jenis tag yang satu ini akan menonjolkan kelebihan tertentu dari bisnis Anda, namun dengan nada netral.

Khususnya, kelebihan tersebut tidak mempunyai para kompetitor. Contohnya “Permen wangi ya Relaxa”.

3. Deskriptif

Tag Deskripsi merupakan jenis tag yang memberikan penjelasan terkait layanan atau produk Anda.

Biasanya, penjelasan itu berupa keunggulan atau keunikan dari produk tersebut.

Contohnya “It’s finger-lickin’ good” dari KFC.

4. Superlative

Jenis tagline yang satu ini akan menyebutkan kelebihan bisnis Anda, namun dengan nada yang menantang dan lebih berani.

Makanya terkesan seperti provokatif. Contohnya “Semakin di Depan” dari Yamaha.

5. Imperative

Tagline imperative adalah jenis tag yang mengajak orang lain untuk melakukan sebuah aksi yang berkaitan dengan produk atau bisnis.

Contohnya “Santai, ada Sanken” dari Sanken.

Manfaat Tagline untuk Bisnis

Setelah Anda tahu penjelasan apa itu tagline?

Di bawah ini ada beberapa manfaat tagline untuk bisnis yang perlu Anda ketahui.

1. Sebagai Pembeda dengan Kompetitor

Sebagai Pembeda dengan Kompetitor

Anda tidak mungkin memiliki bisnis yang benar-benar tidak ada kompetitornya karena akan ada selalu kompetitor yang memiliki bisnis sama dengan bisnis Anda.

Namun, tidak akan menjadi masalah selama ada faktor pembeda dengan kompetitor.

Salah satunya yaitu dari segi tagline yang menunjukkan strategi bisnis.

Contoh Wardah, sebagai salah satu brand kecantikan yang terpopuler dengan produk halal.

Brand ini memiliki pembeda dari brand kecantikan lain yang dibuat dengan tagline “Feel the beauty”.

Di sini Wardah mau mengajak para perempuan supaya tampil lebih percaya diri dengan kecantikan yang dimiliki serta tidak sebatas penampilan saja. Ini dibuktikan pada saat wadah membuat gerakan #BeraniPeduli.

Gerakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan minat baca anak Indonesia yang bekerja sama dengan Taman Baca Inovator.

2. Memperkuat Identitas Bisnis

Memperkuat Identitas Bisnis

Tidak hanya menjadi pembeda, tag merupakan salah satu metode untuk memperkuat identitas suatu brand.

Hal ini dapat dibangun dengan cara menciptakan ketertarikan emosional antara suatu bisnis dengan para konsumennya.

Misalnya, tag milik McDonald I’m Loving It”. Tag ini dianggap bisa mendekatkan bisnis mereka terhadap konsumen.

Karena McDonald mau membuktikan jika konsumen mereka memang menyukai dengan berbagai macam produk makanan yang telah ditawarkan.

Ini sudah dibuktikan dari hasil riset mereka pada tahun 2004, jika brand awareness mereka meningkat sebanyak 86% setelah memakai tagar tersebut. Maka penjualan meningkat drastis sampai 7,8% dari sejak tahun 1987.

3. Representasi Visi dan Misi Bisnis

Representasi Visi dan Misi Bisnis

Pemakaian tag bisa menjadi cara yang ampuh untuk mempresentasikan seperti apa apa visi dan misi bisnis Anda kepada konsumen.

Misalnya, tagline yang dipakai oleh Toshiba berupa “Leading innovation”.

Secara eksplisit, toshiba mau menjelaskan jika visi dan misi mereka yaitu itu ingin selalu menyajikan berbagai inovasi terbaru dalam produknya.

Atau ambil dari contoh lain berupa Gojek yang memakai tag “Pasti Ada Jalan”. Tag ini menunjukkan, walaupun Gojek mempunyai berbagai macam jenis produk dan transportasi merupakan core business mereka.

Sederhananya, mereka selalu berusaha supaya mewujudkan layanan untuk konsumen sesuai dengan tagline tersebut.

4. Menonjolkan Kelebihan Brand

Menonjolkan Kelebihan Brand

Dalam berbisnis sangat penting untuk bersaing dengan kompetitor supaya tidak kalah saing dengan mereka.

Maka dari itu, membuat tagline merupakan suatu langkah yang yang sangat tepat untuk menonjolkan keunggulan brand Anda dibandingkan dengan para kompetitor.

Sebisa mungkin membuat tagline menggunakan Unique Selling Point (USP).

Baca Juga : Pengertian Unique Selling Point

5. Menguatkan Branding

Menguatkan Branding

Tagline merupakan kalimat singkat yang yang bisa dijadikan wakil bisnis Anda. Dengan tag, maka para konsumen diharapkan dapat mengenali bisnis Anda secara lebih.

Pemakaian ini juga bisa membantu untuk membangun kata-kata emosional dengan para audiens.

Maka dari itu, suatu tag perusahaan mempunyai fungsi untuk menguatkan branding bisnis atau produk Anda.

6. Meningkatkan Brand Awareness

Meningkatkan Brand Awareness

Manfaat tag untuk bisnis yaitu bisa meningkatkan brand awareness. Dengan memakai tag yang unik dan berbeda, maka bisa menjadi daya tarik atau perhatian dari masyarakat luas.

Dengan begitu, brand awareness bisa tercipta. Itulah kenapa keberadaan tag sangat penting untuk bisnis Anda, apalagi bagi yang baru saja merintis bisnis.

Tips Membuatnya

Tips Membuat Tagline

1. Jelas dan Singkat

Tips pertama untuk membuat tagline yang menarik dan bagus untuk bisnis adalah dengan membuat yang jelas namun singkat.

Dengan kata lain, harus bisa menjelaskan segala sisi bisnis Anda mulai dari produk, keunggulan, tujuan bisnis, manfaat, dan lain sebagainya.

Pastikan tidak ada kalimat yang ujungnya membingungkan konsumen. Cukup membuat kalimat yang singkat, padat namun gampang untuk dipahami.

2. Lengkapi dengan Logo

Logo sendiri bisa memaksimalkan tag yang Anda buat. Terutama kalau Anda mau mempromosikan tagline tersebut secara cara jual di berbagai macam sosial media. Jadi sebisa mungkin untuk melengkapi kalimat tersebut dengan logo.

Tapi bukan sembarang logo, logo tersebut harus seirama dengan tagline. Dengan begitu, tagline bisa lebih menonjol serta tidak membingungkan konsumen Anda.

3. Membangun Perasaan Tertentu

Tagline yang baik merupakan tag yang dapat membuat pembacanya bisa merasakan perasaan baik itu perasaan sedih, senang atau tertawa. Hal ini membuat para pembaca akan mengasosiasikan perasaannya dengan brand Anda.

4. Hindari Plagiat

Tips selanjutnya dalam membuat tag adalah menghindari meniru tagline dari brand lain atau kompetitor Anda secara terang-terangan.

Pasalnya, konsumen akan memiliki pandangan buruk terhadap brand Anda. Nantinya Anda akan kehilangan original dan dianggap sebagai penjiplak.

Terlebih lagi jika tagline yang Anda jiplak telah mendaftarkan sebagai copyright, bukan tidak mungkin Anda bisa terkena sanksi. Hal inilah yang nantinya akan memperburuk Citra bisnis Anda di mata konsumen.

5. Jujur dan Apa Adanya

Jika Anda berkeinginan untuk menonjolkan bisnis pada tag dalam iklan.

Usahakan untuk menghindari kata-kata yang memiliki makna klaim sepihak. Contohnya nomor satu di Indonesia, termurah, terbaik dan lain sebagainya.

Kenapa demikian? Karena kata-kata tersebut akan disalahartikan oleh konsumen sebagai janji serta membangun ekspektasi yang terlalu tinggi pada bisnis Anda.

Jadi tidak menutup kemungkinan berefek kecewa untuk para konsumen. Hal ini akan berdampak buruk untuk brand Anda secara keseluruhan.

Oleh karena itu, sebisa mungkin ada jujur dan apa adanya pada tagline Anda.

Kecuali kalau produk atau jasa Anda memang sudah memperoleh sertifikasi tertentu atau penghargaan dari suatu lembaga yang terpercaya.

6. Lakukan Brainstorm

Tips selanjutnya dalam membuat nya adalah melakukan brainstorm. Artinya, jangan terlalu buru-buru cara menyusunnya supaya tagline Anda efektif.

Usahakan meluangkan waktu bersama tim Anda untuk memikirkan secara sama-sama dalam melakukan brainstorm.

Silakan tulis semua hal yang muncul di pikiran Anda, namun yang berkaitan dengan tagline dan bisnis Anda, baik itu produk, layanan, kelebihan dan lain sebagainya.

Dari situlah Anda dan tim bisa memperoleh inspirasi untuk membuat tagline yang tepat.

7. Bersifat Ajakan

Tips selanjutnya dalam membuat tagline yaitu bersifat ajakan atau persuasif.

Metode seperti ini lumayan efektif untuk mengajak pelanggan supaya gampang mengingat produk Anda. Contohnya tagline milik Tolak Angin, berupa “Orang pintar minum Tolak Angin”.

Di serba era modern seperti ini mungkin jamu sering dianggap kuno.

Maka dari itu Tolak Angin memakai kata “orang pintar” untuk mengajak pelanggan merubah mindset mereka jika jamu dapat dikonsumsi oleh masyarakat modern.

8. Kenali Siapa Target Pelanggan Anda

Tidak hanya menonjolkan kelebihan, Anda juga bisa membuat tag yang disesuaikan dengan siapa target pelanggan Anda.

Ini akan menjadi metode supaya para audiens tahu apakah produk Anda diperuntukan untuk mereka atau bukan.

Misalnya tag sejenis ini yaitu majalah Gadis dengan tagline berupa “Dunia Cewek, Dunia Gadis”. Kalimat ini ini pasti akan menjelaskan target pasar mereka yakni para perempuan.

9. Fokus Pada Manfaat

Perlu diketahui jika konsumen akan lebih fokus kepada manfaat yang ditawarkan oleh Anda, bukan berbagai fitur produk. Nah, hal ini juga berlaku untuk tagline bisnis Anda.

Maka dari itu, buatlah tagline yang bisa memberikan informasi kepada audiens tentang manfaat atau layanan utama dari brand atau produk yang Anda tawarkan.

10. Tentukan Keunikan (USP) Bisnis

Perlu Anda ketahui dalam membuat tag yaitu mengetahui tujuan bisnis Anda dan menonjolkan keunikan produk yang Anda tawarkan kepada calon konsumen atau publik.

Kenapa?

Karena tagline merupakan cerminan dari hal tersebut.

Paling tidak terdapat tiga pertanyaan yang sebaiknya Anda jawab untuk menentukan hal tersebut.

Pertama, manfaat apa yang mau Anda raih dari konsumen. Kedua, bagaimana produk Anda bisa membuat kehidupan konsumen menjadi lebih baik. Ketiga, mengapa bisnis Anda bisa lebih baik dari para kompetitor.

Apabila Anda telah menjawab dari 3 pertanyaan diatas maka akan lebih gampang dalam membuat tagline produk yang isinya berupa pesan penting kepada konsumen yang tepat.

11. Sesuaikan dengan Produk

Walaupun kalimat tag singkat tapi bukan berarti Anda tidak dapat menjelaskan bisnis Anda dengan baik.

Malah sebaliknya dengan tagline yang dibuat pelanggan akan lebih mudah mengenali produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Contohnya tag milik Singapore Airlines berupa “A great way to fly”.

Melalui tag tersebut Singapore Airline berusaha menjelaskan jika bisnis Mereka menyediakan jasa transportasi yang memiliki pelayanan terbaik.

12. Tonjolkan Kelebihan Serta Tujuan Bisnis

Lantas, apa saja kelebihan produk Anda? Apa yang menjadikan Anda berbeda dari bisnis lainnya? Apabila Anda sudah menemukan satu kelebihan yang paling menonjol, maka dapat dijadikan acuan untuk membuat tagline.

Misalnya, Bukalapak yang mempunyai tagline “Jual Beli Online Mudah & Terpercaya”.

Dengan tagline ini, Bukalapak menjelaskan jika pelanggan dapat mengakses platform tersebut dengan mudah. Entah itu lewat perangkat desktop atau aplikasi mobile.

Tidak hanya itu, Bukalapak juga memberikan jaminan Jika setiap proses jual beli di Bukalapak akan terjamin keamanannya dan terpercaya.

Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya jaminan uang kembali apabila produk tidak diterima pelanggan. Selain menonjolkan kelebihan, ini juga bisa mewakili Apa tujuan utama dari bisnis Anda.

13. Gunakan Kalimat Persuasif

Tidak hanya bisa meningkatkan brand awareness, namun tagline juga bertujuan untuk menarik para audiens supaya menjadi konsumen.

Maka dari itu, Anda perlu membuat tagline yang bisa mengajak para audiens supaya mengenal brand serta produk yang Anda tawarkan.

Misalnya berupa tag acara tahunan yang diselenggarakan secara rutin di Jakarta sebelum pandemi yaitu Jakarta Fair. Dimana acara tahunan ini memakai tag  “Ayo kita ke Jakarta Fair”.

14. Pilih Kata Sederhana

Makin sederhana tag yang akan dibuat maka akan semakin gampang untuk dipahami atau dicerna oleh konsumen.

Maka tugas tagline yaitu membuat para audiens serta konsumen mengenal bahkan merasa dekat dengan brand atau produk yang Anda tawarkan.

Maka dari itu memilih kata yang sulit untuk dipahami atau asing kan menjadikan audient Anda merasa bingung dengan pesan apa yang mau disampaikan.

Contohnya brand indomie, yang memakai 1 kata tagline yaitu “Seleraku”.

Itulah pembahasan di atas tentang apa itu tagline, jenis, manfaat dan tips pembuatan tagline yang menarik. Intinya keberadaan tagline sangat penting untuk mengembangkan bisnis Anda.

Pastikan Anda membuat tagline unik dan menarik yang sekaligus bisa untuk mempresentasikan brand Anda.

Baca Juga: Strategi Promosi Anti Gagal untuk Bisnis Anda Berikut

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar