Biaya Marginal Adalah: Pengertian, Contoh dan Cara Hitungnya

Biaya Marginal Adalah Biaya Tambahan Produksi Usaha, Benarkah?

Ketika menjalankan aktivitas bisnis, tentunya Anda akan sering mendengar istilah biaya tetap, total cost, biaya variabel, dan ada juga biaya marginal. Apa itu biaya marginal?

Biaya marginal adalah biaya pada proses produksi yang paling penting dan bisa mempengaruhi besar kecilnya keuntungan bisnis.

Suatu perusahaan harus mengetahui secara detail perkiraan biaya yang digunakan dalam siklus produksi dalam periode tertentu.

Entah biaya marginal jangka pendek maupun jangka panjang perlu melalui siklus perhitungan akurat dari perusahaan untuk meminimalkan terjadinya kerugian kedepannya.

Perhitungan biaya marginal menggunakan rumus secara akurat juga memberi kemudahan para pelaku bisnis untuk merencanakan harga dengan tepat.

Dengan begitu, harga bisa diterima dengan baik oleh konsumen dan pebisnis juga tetap mendapatkan keuntungan sesuai goals yang diinginkan.

Apa Itu Biaya Marginal?

Apa Itu Biaya Marginal Selengkapnya? Biaya Marginal Adalah..

Biaya marginal merupakan sekumpulan biaya tambahan yang perlu dikeluarkan oleh perusahaan untuk bisa memproduksi satu unit output dalam jumlah lebih banyak dibandingkan biasanya.

Tentunya untuk bisa mendapatkan nominal biaya marginal perusahaan, Anda perlu menggunakan rumus yang benar.

Biaya marginal juga dapat mengindikasikan sebagai biaya untuk menggambarkan tingkat saat terjadinya perubahan total suatu produksi barang.

Jika jumlah produksi barang mengalami perubahan, maka dapat dipastikan bahwa biaya ekonominya juga akan mengalami perubahan secara seimbang.

Contoh kasarannya seperti ini, suatu perusahaan memproduksi sekitar 5000 unit barang, kemudian biaya yang perlu dikeluarkan sekitar 5001 unit.

Jumlah tambahan yang sudah terjadi dan dilakukan oleh suatu perusahaan itulah dinamakan dengan biaya marginal atau biaya tambahan.

Sebelum melakukan pengambilan keputusan dalam bisnis, maka Anda disarankan untuk memperhatikan perubahan biaya marginal yang sudah terjadi.

Jika perubahan biaya marginal tidak diperhatikan, takutnya akan membawa dampak buruk bagi kelangsungan bisnis terutama pada masalah keuangannya.

Biaya marginal merupakan biaya yang dianggap tidak terlalu penting, tetapi dapat mempengaruhi siklus keuangan suatu produksi bisnis.

Suatu perusahaan lebih mudah mengambil keputusan paling tepat untuk meningkatkan volume produksi, sehingga membawa dampak baik bagi bisnis kedepannya.

Umumnya perhitungan biaya marginal bisa didapatkan langsung dari fixed cost (biaya tetap) dan variabel cost (biaya variabel).

Kedua jenis biaya akan selalu diperhitungkan dalam memproduksi unit tambahan, sehingga manajemen perusahaan lebih mudah dalam pengambilan keputusan bisnis kedepannya.

Baca Juga : Pengertian Biaya Primer, Kelebihan, Kekurangan dan Cara Hitungnya

Beragam Karakteristik Biaya Marginal Perusahaan

Beragam Karakteristik Biaya Marginal Perusahaan

Biaya marginal tentunya memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan jenis biaya lain.

Banyak pebisnis yang seringkali tidak memperhitungkan biaya marginal, sehingga tidak dapat melakukan perkiraan faktor kerugian bisnis.

Kira-kira apa saja karakteristik yang dimiliki biaya marginal?

1. Sifatnya Tidak Tetap Terus Berubah

Biaya marginal adalah jenis biaya yang sifatnya tidak sama dengan fixed cost atau biaya tetap pada umumnya.

Biaya marginal sifatnya tidak tetap karena tergantung dengan jumlah tambahan unit yang akan diproduksi nantinya sesuai dengan kebutuhan perusahaan sendiri.

2. Berhubungan Erat dengan Biaya Variabel

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, biaya marginal berhubungan erat dengan biaya variabel karena seringkali mengalami perubahan.

Hal ini tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari jumlah unit yang akan diproduksi, tambahan sumber daya, dan masih banyak lagi.

3. Hasilnya Bisa Berbanding Terbalik dengan Jumlah Unit Barang

Biaya marginal hasilnya bisa saja berbanding terbalik dengan tingginya volume produksi yang sudah ditentukan oleh perusahaan.

Selain itu, hasil perhitungannya juga dipengaruhi oleh situasi proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan selama dalam waktu tertentu.

Manfaat Perhitungan Biaya Marginal

Manfaat Perhitungan Biaya Marginal

Suatu perusahaan yang melakukan analisis biaya marginal, bisa membantu kegiatan produksi bisa jalan lebih baik dan matang.

Kegiatan produksi sangat berkaitan dengan keuntungan bisnis, oleh sebab itu perlu dipertimbangkan sebaik mungkin guna meminimalkan keuntungan nantinya.

  1. Suatu perusahaan yang memperhitungkan biaya marginal nantinya diharapkan mampu dalam menentukan titik pencapaian skala ekonomi dalam kegiatan bisnisnya. Apa tujuannya? Tujuan dari perusahaan menghitung biaya marginal untuk melakukan proses produksi lebih maksimal lagi.
  2. Bisa membantu perusahaan dalam melakukan penilaian kinerja dan efisiensi kegiatan operasional yang biasa dilakukan setiap harinya.
  3. Membantu memberi gambaran perusahaan dalam menilai kemampuan meningkatkan kuantitas barang ataupun jasa yang nantinya akan diproduksi.

Biaya marginal adalah biaya tambahan yang mampu mempengaruhi skala ekonomi suatu perusahaan, oleh sebab itu perhitungannya perlu dilakukan dengan benar.

Sebelumnya perusahaan perlu mengetahui biaya tetap dan biaya variabel yang sudah dikeluarkan untuk menentukan biaya marginal paling tepat.

Beragam Contoh Biaya Marginal

Beragam Contoh Biaya Marginal

Jika Anda masih belum paham terkait contoh biaya marginal yang bisa ditemui dalam suatu perusahaan, bisa simak beberapa contohnya berikut ini. ‘

Pada umumnya contoh biaya marginal antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya itu memiliki perbedaan karena terkait biaya variabel yang dikeluarkan.

1. Biaya Tenaga Kerja

Contoh biaya marginal yang pertama berhubungan dengan biaya tenaga kerja atau pengadaan SDM atau Sumber Daya Manusia.

Yang namanya biaya tenaga kerja pastinya akan meningkat atau menurun, tergantung dengan kegiatan operasional suatu perusahaan.

2. Biaya Bahan Baku

Mengapa bahan baku masuk dalam biaya marginal? Hal ini dikarenakan biaya bahan baku bisa mengalami penurunan walaupun jumlah produksinya meningkat.

Biaya bahan baku juga bisa tiba-tiba mengalami perubahan karena jumlah permintaan dari konsumen perusahaan.

3. Biaya Mesin Produksi

Saat mengalami peningkatan jumlah permintaan konsumen, maka seringkali perusahaan akan mengalami penurunan biaya penggunaan mesin.

Selisih sedikit yang terjadi pada penurunan biaya mesin dinamakan dengan biaya marginal, sehingga terkadang belum banyak dipahami.

Tahap Perhitungan Biaya Marginal

Tahap Perhitungan Biaya Marginal

Biaya marginal merupakan biaya tambahan yang dilakukan oleh perusahaan terhadap aktivitas seperti penyediaan tenaga kerja, bahan baku, dan mesin produksi.

Biaya marginal meliputi biaya tetap dan biaya variabel dan bisa ikuti tahapan perhitungannya sesuai dengan penjelasan di bawah ini.

1. Terjadinya Perubahan Biaya

Apa yang dimaksud dengan perubahan biaya?

Perubahan biaya merupakan proses kenaikan atau penurunan biaya produksi sesuai dengan tingkatan produksi dalam periode tertentu.

Perubahan seperti ini akan terjadi ketika permintaan produksinya lebih banyak ataupun lebih sedikit.

Misalnya suatu perusahaan sudah mempekerjakan 1 atau 2 orang pekerja, kemudian menambah biaya bahan, maka secara otomatis biaya produksi juga akan mengalami perubahan.

Jika Anda ingin menghitung biaya perubahan, kurangi biaya produksi awal dengan biaya produksi berikutnya.

Perubahan biaya inilah yang dinamakan dengan biaya marginal, sehingga kapasitas produksi tiap harinya perlu di rekap dengan baik.

Terjadi kesalahan saat menginput nilai perubahan produksi, maka bisa mempengaruhi keuntungan yang seharusnya bisa didapatkan.

2. Terjadinya Perubahan Kuantitas

Saat akan melakukan perhitungan biaya marginal, maka Anda perlu mengetahui tentang total cost yang diperlukan untuk menghasilkan 1 unit output dari suatu bisnis.

Pastikan bahwa total biaya harus sebanding dengan analisis biaya yang sebelumnya sudah dilakukan oleh perusahaan.

Kira-kira kapan biaya tetap akan mengalami perubahan? Itulah langkah awal dalam menentukan nilai biaya marginal.

Biaya marginal adalah selisih biaya tambahan yang diperoleh dari hasil penambahan barang produksi perusahaan sesuai dengan kegiatan operasional.

Misalnya suatu perusahaan menambahkan atau mengurangi biaya produksi, maka perhitungan terhadap kuantitas barang perlu dilakukan dalam proses produksi pertama.

Hasilnya nanti bisa langsung dikurangi dengan volume produksi yang akan dilakukan pada periode berikutnya.

3. Biaya Marginal Perusahaan

Biaya marginal merupakan biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi 1 unit produk tambahan dalam kegiatan operasional usaha.

Dalam menghitung biaya marginal, maka Anda perlu terlebih dahulu melakukan perhitungan kenaikan biaya dalam 1 unit produksi yang sudah dilakukan.

Setelah itu, total biaya marginal yang sudah didapatkan dari hasil pembagian biaya produksi dengan biaya perubahan kuantitas sebelumnya.

Jika Anda mengalami kesalahan hitung pada tahap sebelumnya, tentu saja akan mempengaruhi hasil penjumlahan biaya marginal.

Makin banyak penambahan unit yang dilakukan dalam kegiatan operasional usaha, belum tentu juga nilai marginal akan mengalami perubahan drastis.

Dengan kata lain perusahaan perlu teliti dalam menentukan manakah yang masuk dalam biaya marginal ataupun sebaliknya.

Tips Menghitung Biaya Marginal Perusahaan

Tips Menghitung Biaya Marginal Perusahaan

Walaupun sudah mengetahui tahapan dalam menghitung biaya marginal, namun belum tentu semua orang bisa langsung memahami dan mempraktekkannya dalam bisnis.

Namun Anda tidak perlu khawatir karena bisa mengikuti tips menghitung biaya marginal sesuai dengan langkah berikut ini.

1. Cara Menghitung Perubahan Kuantitas Produk Bisnis

Untuk bisa menemukan nominal biaya marginal, maka Anda perlu mengetahui terlebih dahulu semua jenis biaya yang digunakan didalamnya.

Seperti biasa suatu perusahaan pastinya butuh biaya untuk menciptakan produk atau layanan, nantinya bisa masuk dalam kategori biaya tetap.

Selain biaya tetap, perusahaan juga pastinya memiliki biaya variabel yang sifatnya mengalami perubahan seperti biaya marginal.

Setelah mengetahui nilai biaya tetap dan biaya variabel, maka barulah melakukan analisis biaya dengan tepat serta benar sesuai ketentuan yang berlaku.

Biaya marginal adalah sejenis biaya yang rentan mengalami perubahan, sehingga Anda bisa coba memperkirakan kapan biaya tetap akan mengalami perubahan.

Biasanya untuk perusahaan yang sudah berjalan lama sudah hafal alur perubahan biaya tetap pada jangka waktu tertentu.

2. Hitunglah Perubahan Biaya

Perubahan biaya bisa dihitung dari total biaya produksi sebelumnya dengan biaya produksi baru suatu perusahaan.

Maka dari itu, setiap perusahaan melakukan produksi unit perlu ada pihak yang merekap jumlah produksi dengan benar untuk digunakan perhitungan biaya marginal.

Biaya tetap merupakan biaya yang nilainya tidak akan mudah mengalami perubahan selama masih dalam periode evaluasi. Memangnya apa saja jenis biaya tetap?

Perusahaan biasanya akan sering mengeluarkan biaya untuk keperluan sewa ruangan, furniture, pajak bangunan, dan lainnya.

Konsepnya berbeda dengan biaya variabel karena jenis biaya seperti ini akan meningkat bersama dengan kenaikan biaya produksi.

Contoh biaya variabel meliputi gaji staf, biaya bahan, peralatan, pengadaan mesin, dan kebutuhan lainnya yang seringkali mengalami perubahan.

Setelah berhasil menghitung fixed cost dan biaya variabel, maka suatu perusahaan lebih mudah menurunkan biaya produksi dan variabel produksi secara penuh.

Tahapan berikutnya pelaku usaha akan mengetahui total biaya produksi lengkap dengan nilai variasi produksinya.

3. Perhitungan Harga Marginal

Manfaat biaya marginal dalam suatu perusahaan cukup signifikan dalam memperhitungkan nilai keuntungan.

Dengan metode ini, perusahaan bisa memperkirakan biaya yang diperlukan dalam proses produksi 1 unit output lagi atau mungkin ada tambahan lagi dalam proses produksinya.

Perhitungannya bisa dilakukan dengan menggunakan rumus MC = TC/Q. MC merupakan biaya marginal, TC simbol perubahan biaya, sedangkan Q termasuk perubahan kuantitas produk. Biaya marginal nantinya bisa diperoleh dari pembagian biaya produksi dengan perubahan output.

Mungkin masih banyak yang masih belum paham tentang metode perhitungan dengan memakai rumus MC.

Untuk lebih bisa memahaminya dan meminimalkan kesalahan dalam perhitungan biaya marginal, bisa lihat perhitungannya pada beberapa contoh pembahasan berikutnya.

Contoh Penerapan Rumus Biaya Marginal Perusahaan

Contoh Penerapan Rumus Biaya Marginal Perusahaan

Sudah tahu kan rumus biaya marginal? Ada beberapa contoh kasus yang bisa digunakan untuk lebih memahami metode perhitungan biaya marginal.

Dengan mengetahui total biaya marginal, Anda akan lebih mudah mengambil keputusan terbaik dalam keberlangsungan bisnis kedepannya.

Pada suatu perusahaan bernama PT Sentosa mengeluarkan biaya sekitar Rp400 juta untuk bisa melakukan pengadaan 1000 unit kursi.

Ketika PT Sentotas sudah berhasil mencapai produksi sebanyak 2000 unit, barulah perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp600 juta untuk pengadaannya.

Berdasarkan contoh kasus yang sudah dijelaskan sebelumnya, berapakah biaya marginal yang perlu dikeluarkan oleh perusahaan?

Gunakan perhitungan dengan menggunakan rumus MC=TC/Q sesuai dengan sejumlah informasi yang sudah diketahui sebelumnya.

TC=Rp600 juta-Rp400 juta

TC= Rp200 juta

Q=2000 unit-1000 unit

Q=1000 unit

Metode perhitungan biaya marginal adalah sebagai berikut:

MC = TC/Q

MC = Rp200.000.000,- / 1000 unit

MC = Rp 200.000/ unit

Berdasarkan hasil perhitungan biaya marginal yang sudah dilakukan, maka perusahaan butuh biaya produksi meja sekitar Rp200.000,- per unitnya.

Perusahaan memiliki total peningkatan biaya sekitar Rp200.000 untuk memproduksi 1 meja guna melancarkan operasional perusahaan.

Para pebisnis diharapkan bisa melacak dan memahami perbedaan biaya yang berubah seiring dengan penambahan volume dan tingkat produksi.

Setelah mengetahui informasi mengenai biaya marginal, maka akan lebih mudah dalam menentukan harga layanan dan aspek penting lainnya.

Baca Juga: Pengertian, Unsur, Jenis, dan Cara Menghitung Biaya Produksi

Mengapa Biaya Marginal Penting Dalam Suatu Bisnis?

Mengapa Biaya Marginal Penting Dalam Suatu Bisnis?

Sebelumnya memang sudah dijelaskan beberapa fungsi melakukan perhitungan biaya marginal dalam suatu bisnis.

Akan tetapi apa sebenarnya alasan biaya marginal dianggap penting dalam bisnis?

Ketika biaya marginal sama dengan pendapatan marginal, maka Anda akan mendapatkan untuk maksimal.

1. Sumber Daya Perusahaan Bisa Lebih Terpusat

Biaya marginal adalah kategori biaya yang penting bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Dalam menghitung biaya marginal, maka secara otomatis Anda mampu melakukan analisis keuangan.

Dengan analisis keuangan yang tepat, maka pebisnis bisa memusatkan sumber daya secara tepat.

2. Mempermudah Perusahaan Mengevaluasi Besaran Biaya

Dengan melakukan perhitungan biaya marginal, maka Anda juga akan lebih mudah dalam rangka melakukan evaluasi besaran biaya.

Mungkin saja perusahaan perlu memproduksi banyak barang, maka alangkah baiknya dilakukan analisis keuangan sebelumnya.

3. Sebagai Indikator Produksi Perusahaan

Biaya marginal juga dapat digunakan untuk menunjukkan apakah perusahaan perlu melanjutkan produksi tambahan atau menaikkan harga.

Indikator seperti ini sangat bergantung pada kerugian yang terjadi, sehingga perusahaan bisa berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Biaya marginal juga bisa membantu perusahaan dalam menentukan momen paling tepat untuk bisa mencapai keunggulan biaya.

Dengan cara melakukan produksi secara efisien, maka Anda akan mampu melakukan operasi jalannya usaha secara keseluruhan dalam waktu bersamaan.

Melalui adanya perhitungan dan analisis biaya marginal, maka pihak manajemen perusahaan bisa lebih baik dalam mengoptimalkan kinerja sumber daya yang ada didalamnya.

Biaya marginal adalah metode tepat dalam usaha meningkatkan kuantitas laba produksi suatu perusahaan.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar