10 Cara Membangun Bisnis Restoran dari 0 untuk Pemula

10 Langkah Penting Dalam Membangun Bisnis Restoran

Kebutuhan manusia akan makanan harus terpenuhi setiap harinya menjadi alasan utama munculnya bisnis kuliner. Bisnis ini dapat berupa usaha warung kecil-kecilan, kedai, hingga berskala besar seperti bisnis restoran.

Sama halnya dengan ukuran, bisnis ini juga memiliki risiko yang sangat tinggi.

Sebuah restoran pasti memiliki resep masakan dengan ciri khas tersendiri. Memulai bisnis ini membutuhkan perencanaan yang matang, sistematis, dan terorganisir.

Hal ini disebabkan karena restoran memiliki cukup banyak karyawan dengan tugas masing-masing.

Umumnya, harga makanan di restoran lebih tinggi dari harga makanan di kedai-kedai kecil karena biaya operasional maupun bahan yang digunakan cukup mahal.

Orang-orang yang berkunjung ke tempat seperti ini tidak hanya untuk makan, namun juga menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat.

Baca Juga : 8 Tips Membangun Bisnis untuk Pemula & Prinsipnya

10 Langkah Penting Dalam Membangun Bisnis Restoran

Membangun sebuah bisnis restoran membutuhkan biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, jika terdapat kesalahan dari perencanaan hingga pengelolaan dapat berakibat fatal.

Berdasarkan data, lebih dari 60% restoran tutup karena kegagalan persiapan.

Untuk menghindari hal tersebut, Anda tentu harus memahami langkah-langkah penting dalam pembuatan restoran.

Langkah ini merupakan acuan bagi semua pebisnis saat akan memulai usahanya yang dilanjutkan dengan eksekusi yang bagus. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

1. Menentukan Konsep Bisnis

Menentukan Konsep Bisnis

Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membuat bisnis apapun adalah menentukan konsep. Anda jenis restoran apa yang akan dibuat.

Apakah menyajikan makanan tradisional atau modern? Apakah menyediakan layanan pesan antar, makan di tempat, atau keduanya?

Apa menu terbaik yang pasti menarik minat pelanggan? Apakah memungkinkan bagi pelanggan untuk menghabiskan waktu cukup lama?

Semua pertanyaan dasar tersebut jika terjawab akan memberikan gambaran besar terkait bagaimana rupa dari restoran Anda nantinya.

Contoh konsep bisnis untuk restoran adalah fine dining (mewah) yang menyajikan makanan tradisional semua provinsi di Indonesia.

Dengan demikian, pelanggan menjadi tertarik karena bisa merasakan banyak pilihan makanan tanpa harus berkunjung ke daerah asalnya.

2. Menentukan Lokasi Restoran

Menentukan Lokasi Restoran

Meskipun memiliki konsep restoran bergaya mewah, namun jika berada di tempat yang minim penduduk, maka pendapatannya akan kecil.

Oleh karena itu, bisnis kuliner ini harus dibangun pada daerah yang padat penduduk, seperti perkotaan, dekat kampus, mall, dan lain sebagainya.

Lokasi restoran harus strategis, mudah untuk dijangkau menggunakan kendaraan apapun, baik kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan umum.

Selain itu, terdapat beberapa hal penting yang juga harus menjadi pertimbangan dalam pemilihan lokasi bisnis restoran, diantaranya:

  • Biaya sewa

Pertimbangkan harga sewa dengan jumlah pendapatan yang akan Anda peroleh nantinya. Jangan memilih lokasi dengan biaya sewa sangat tinggi, sementara pemasukan dari pelanggan tidak dapat menutupi uang tersebut sehingga restoran menjadi rugi.

  • Jumlah orang yang berlalu lalang

Dalam menentukan lokasi, penting untuk memperhatikan jumlah orang yang berlalu Lalang setiap harinya. Dengan begitu, Anda bisa memperhitungkan berapa persen diantaranya yang kemungkinan singgah untuk makan di restoran.

Jika orang yang lewat saja sedikit, maka jumlah orang yang akan singgah pasti akan lebih sedikit lagi.

Oleh karena itu, sebaiknya cari lokasi yang berada di pinggir jalan raya sehingga akses orang-orang untuk berlalu Lalang setiap hari selalu tinggi.

  • Luas area parkir

Area parkir juga dapat menunjang kenyamanan pengunjung. Pastikan parkiran memiliki area yang luas sehingga pelanggan tidak perlu khawatir akan keamanan kendaraan mereka.

Selain itu, tempatkan juru parkir dan satpam yang bisa mengawasi seluruh kendaraan.

  • Bangunan di sekitar

Perhatikan bangunan yang ada di sekitar lokasi, apakah sudah ada yang membuat bisnis restoran yang sama dengan Anda.

Jika ada, maka kemungkinan untuk bersaing akan tinggi. Namun jika tidak, maka peluang untuk berbisnis di tempat itu menjadi sangat bagus.

  • Status kepemilikan tanah

Masalah yang juga sering muncul dalam pencarian lokasi status kepemilikan. Hindari untuk membeli tanah yang tanpa mengetahui latar belakang pemilik dengan jelas, karena dapat memunculkan masalah sengketa kedepannya.

Misalnya, tanah warisan yang diperebutkan oleh anak-anaknya atau tertipu makelar tanah yang tidak bertanggung jawab. Jika hal tersebut terjadi, maka kemungkinan besar bisnis restoran Anda bisa terganggu bahkan ditutup.

3. Memilih Koki Restoran

Memilih Koki Restoran

Daya tarik utama sebuah restoran adalah masakan, jadi aktor terbaiknya merupakan seorang koki.

Pilihlah juru masak (koki) yang berpengalaman dan terbukti mampu membuat masakan yang sangat enak, sehingga para pelanggan bisa merasa puas saat berkunjung.

Setiap koki memiliki keahlian untuk memasak makanan tertentu. Jadi, cari koki yang sesuai dengan bisnis Anda. Misalnya, restoran menyajikan makanan Italia, maka cari juru masak dalam membuat berbagai makanan khas Italia, bukan yang lainnya.

Namun, apabila dalam pilihan menu juga terdapat makanan jenis lain, maka sebaiknya tambah jumlah koki sesuai kebutuhan.

Hindari untuk meminta satu koki memasak berbagai jenis makanan karena dapat mengurangi cita rasa hingga keterlambatan penyajian kepada pelanggan.

4. Mengetahui Target Konsumen

Mengetahui Target Konsumen

Setelah memiliki konsep, Anda tentu sudah punya gambaran tentang siapa saja yang menjadi target konsumen bisnis restoran. Akan tetapi, melakukan riset konsumen akan memberikan hasil yang lebih efektif.

Nah, berikut ini terdapat 5 kategori dalam masyarakat yang bisa menjadi target pemasaran:

  • Senior

Orang yang termasuk dalam golongan senior adalah yang berusia rata-rata lebih dari 65 tahun. Kelebihannya, mereka memiliki penghasilan yang tetap sehingga cenderung memiliki restoran yang nyaman dengan harga terjangkau.

Konsep restoran yang paling banyak dicari oleh konsumen senior adalah yang bernuansa kekeluargaan dengan pelayanan yang baik. Untuk porsi makanan, mereka lebih suka sedikit karena mempertimbangkan faktor kesehatan.

  • Empty nester

Empty nester merupakan masyarakat dengan usia antara awal 50 tahun hingga 60 tahun. Mereka umumnya sudah berkeluarga dan punya anak, namun sudah tidak tinggal serumah.

Oleh karena itu, empty nester lebih senang mengunjungi restoran mewah dengan pelayanan paling baik.

Masyarakat yang termasuk dalam golongan ini cenderung tidak mempermasalahkan harga, bahkan mahal sekalipun. Mereka telah memiliki pekerjaan tetap dengan pendapatan per kapita yang terbilang sangat tinggi.

  • Baby boomers

Jumlah masyarakat yang tergolong sebagai baby boomers tidak banyak, yaitu mereka yang lahir pada tahun 1946 – 1964. Orang-orang ini umumnya adalah seorang pensiunan dan punya anak maupun cucu yang termasuk dalam generasi X dan Y.

Dari segi harga, para baby boomers juga tidak terlalu peduli karena keuangan mereka sudah sangat stabil. Bisnis restoran yang sering dikunjungi adalah yang bernuansa kekeluargaan maupun formal, seperti restoran hotel.

  • Generasi X

Generasi X adalah orang-orang yang lahir pada tahun 1965 – 1980. Mereka cenderung lebih senang mengunjungi restoran siap saji atau yang menggunakan konsep prasmanan.

Para generasi X juga lebih sering makan sambil menghabiskan waktu bersama keluarga.

  • Generasi Y

Generasi Y sering dikenal dengan generasi milenial, yaitu orang-orang yang lahir pada tahun 1980 – 2000.

Sebutan untuk Gen  ini memiliki jumlah yang paling banyak dari yang lainnya dengan keragaman etnis yang luas. Restoran favorit mereka yang menyediakan layanan cepat saji, seperti pizza dan burger.

5. Memilih Pemasok (Supplier)

Memilih Pemasok (Supplier)

Langkah selanjutnya dalam membangun bisnis restoran adalah memilih pemasok (supplier) yang tepat.

Pemasok ini berfungsi untuk menyediakan bahan baku sesuai dengan kebutuhan dari restoran. Supplier yang baik adalah yang jujur dan tepat waktu dalam memberikan pesanan.

Meskipun Anda sudah memiliki pemasok utama, sebaiknya tetap mencari pemasok cadangan dengan kualitas yang sama atau hampir sama.

Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kekosongan stok bahan baku saat pemasok utama sedang tidak bisa memenuhi permintaan.

6. Memilih Tenaga Kerja (Karyawan)

Memilih Tenaga Kerja (Karyawan)

Tenaga kerja yang dibutuhkan oleh restoran cukup banyak, termasuk pelayan, kasir, petugas kebersihan, satpam, koki, dan lain-lain.

Semua karyawan tersebut harus memiliki sikap tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

Misalnya, pelayan yang selalu ramah dan cepat merespon pelanggan, kasir yang teliti dan jujur, petugas kebersihan yang baik, serta koki yang handal.

Jika semuanya mampu memberikan pelayanan yang baik, maka pelanggan akan merasa puas dan tertarik untuk berkunjung kembali.

Pemilihan karyawan dapat dilakukan melalui seleksi tertentu dengan menanamkan aturan-aturan yang sesuai dengan visi misi restoran.

Jika selama bekerja ada yang menyalahi aturan, maka berhak mendapatkan teguran hingga sanksi sesuai kesepakatan sebelumnya.

7. Menentukan Desain Restoran

Menentukan Desain Restoran

Desain restoran penting bagi pelanggan, investor, dan mitra bisnis. Desain ini harus sesuai dengan konsep yang telah ditentukan.

Misalnya, restoran kekinian yang minimalis akan menggunakan desain dengan dominan warna hitam, putih, dan cokelat. Desain restoran umumnya meliputi:

  • Logo

Logo mampu merepresentasikan sebuah restoran. Oleh karena itu, buatlah desain yang unik, simpel, dan menarik yang bisa menjadi jati diri dari bisnis Anda. Logo juga selalu terlihat pada bagian depan bersama dengan nama restoran.

  • Interior dan eksterior

Baik interior maupun eksterior restoran harus memiliki desain yang bagus. Jika Anda merasa kurang mampu merancang desain, gunakan jasa desain interior.

Mereka biasanya akan membuat beberapa pilihan desain yang bisa dipilih atau digabung sesuai keinginan pemilik bisnis.

  • Buku menu

Saat berkunjung ke sebuah restoran, hal pertama yang akan dipegang oleh pelanggan adalah buku menu.

Buku ini berisi detail hidangan yang tersedia mulai dari makanan pembuka, menu utama, minuman, hingga makanan penutup yang dilengkapi dengan harga.

Buku menu sebaiknya memiliki desain yang menarik dan semua daftarnya tertulis dengan rapi sehingga mudah untuk dibaca.

Jika buku tersebut kurang lengkap, maka pelanggan akan merasa kebingungan dan membutuhkan bantuan pelayan untuk meminta informasi tertentu.

  • Tambahan ornamen

Untuk menyempurnakan tampilan restoran, umumnya terdapat ornamen, dekorasi, bunga, hingga lukisan-lukisan tertentu.

Para pelanggan yang sedang berkunjung bisa merasakan suasana nyaman dan santai untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

8. Menentukan Rencana Pemasaran (Branding)

Menentukan Rencana Pemasaran (Branding)

Pada awal pembukaan bisnis restoran, tentu hal tersulit yang akan dihadapi adalah mendatangkan pelanggan.

Oleh karena itu, Anda harus melakukan rencana pemasaran jauh sebelum restoran dibuka. Berikut ini terdapat beberapa pilihan cara pemasaran yang baik, diantaranya:

  • Promosi melalui media sosial

Perkembangan teknologi yang semakin canggih sangat memudahkan para pelaku usaha untuk melakukan promosi terhadap bisnisnya. Anda bisa membuat akun media sosial khusus bisnis agar orang-orang bisa tahu tentang keberadaan restoran baru.

Dalam melakukan branding secara online, dibutuhkan kreativitas dan konsistensi yang tinggi. Pastikan untuk membuat konten baik berupa gambar maupun video di beberapa platform sehingga audiens yang dijangkau lebih banyak dan bervariasi.

Jangan lupa untuk menuliskan detail alamat pada profil media sosial restoran, agar siapapun bisa langsung mengetahui lokasi bisnis Anda. Semakin mendekati waktu pembukaan restoran, promosi harus semakin sering untuk dilakukan.

  • Membuat situs restoran

Restoran-restoran besar umumnya memiliki situs tersendiri. Keberadaan situs dapat menjadi alternatif promosi sekaligus menunjukkan bentuk profesionalitas restoran.

Lembaga-lembaga yang ingin bekerja sama dengan restoran biasanya melakukan pencarian informasi melalui situs.

Selain itu, situs juga menyediakan pilihan pemesanan online sehingga para pelanggan dapat melakukan booking atau reservasi terlebih dahulu.

Bahkan, dalam beberapa restoran tertentu, menyediakan kolom komplain jika terdapat kekurangan yang pelanggan terima.

  • Promosi secara langsung (offline)

Selain online, kegiatan promosi juga dapat dilakukan secara langsung (offline). Misalnya, mencetak beberapa lembar brosur kemudian membagikannya kepada orang-orang.

Anda juga bisa meminta orang-orang terdekat untuk mengajak teman serta keluarga untuk berkunjung ke restoran.

9. Menentukan dan Menyiapkan Dana

Menentukan dan Menyiapkan Dana

Dari semua langkah yang ada, persiapan dana menjadi hal yang sangat krusial. Dana ini bisa berupa modal utama dan dana cadangan.

Modal utama yaitu besaran dana untuk keseluruhan perencanaan, pembangunan, pengelolaan, hingga pembukaan bisnis restoran.

Adapun untuk dana cadangan adalah uang yang sengaja dipersiapkan untuk mengantisipasi adanya kekurangan selama berbisnis. Meskipun demikian, hindari untuk menggunakan dana ini semaksimal mungkin.

Oleh karena itu, rencanakan keuangan restoran dengan menggunakan analisis berikut ini.

  • Perkiraan total modal

Setiap bagian dalam pembuatan bisnis restoran, harus dicatat sedemikian rupa untuk menentukan total modal yang telah dikeluarkan. Modal ini juga dapat menjadi pegangan untuk ditunjukkan pada investor saat akan menjalin kerja sama.

Prinsip sederhana dalam berbisnis adalah pendapatan harus lebih besar dari total modal. Oleh karena itu, sekecil apapun dana yang terpakai, harus tercatat sebagai modal bisnis restoran untuk menghindari adanya kerugian.

  • Perkiraan penjualan

Melakukan perkiraan penjualan mingguan, bulanan, hingga tahunan untuk mendapatkan referensi terhadap target.

Anda bisa mempertimbangkan berdasarkan jumlah tempat duduk, anggaran pemasaran, harga lokasi, hidangan, opsi pengiriman, serta peningkatan jumlah pelanggan.

  • Perkiraan untung dan rugi

Meskipun termasuk bisnis baru, perkiraan akan keuntungan maupun kerugian harus diketahui.

Hal ini bisa menjadi evaluasi untuk melakukan berbagai peningkatan kualitas restoran untuk kedepannya. Namun, untung dan rugi pada awal bisnis merupakan hal yang biasa.

Saat mengalami kerugian, jangan patah semangat. Cari penyebab mengapa hal tersebut bisa terjadi, perbaiki, kemudian susun kembali dengan cara atau inovasi yang baru.

Jangan lupa untuk meminta bantuan kepada orang-orang yang telah berpengalaman mengelola restoran.

  • Analisis seimbang (break-even)

Analisis seimbang merupakan kondisi saat sebuah bisnis restoran baru saja mengalami keuntungan setelah mengembalikan seluruh modal.

Cara menghitung break-even adalah total biaya tetap dibagi dengan selisih pendapatan dan biaya rata-rata pelanggan.

10. Mencari Mitra

Mencari Mitra

Jika sebelum memulai bisnis Anda tidak memiliki mitra, maka setelah restoran menunjukkan keuntungan hal tersebut dapat dilakukan. Mencari mitra bertujuan untuk mencapai tujuan bersama dalam memajukan usaha dengan membagi keuntungan.

Bisnis restoran semakin hari memunculkan banyak pesaing, sehingga para pebisnis berlomba-lomba untuk melakukan inovasi agar tetap bertahan.

Dalam membangun bisnis restoran yang sukses, Anda perlu memahami beberapa langkah penting dengan baik.

Semuanya dimulai dari penentuan konsep, lokasi yang strategi, koki yang handal, target konsumen, pemasok, desain, hingga tenaga kerja.

Selain itu, Anda juga harus menyiapkan berbagai strategi pemasaran, persiapan modal, dan pencarian mitra yang tepat untuk bisnis restoran.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar