Cara Menghitung Profit Perusahaan dan Penjelasan Rumusnya

Pengertian, Jenis, Manfaat dan Cara Menghitung Profit

Profit tinggi menjadi tujuan semua pelaku bisnis, karena semakin banyak profit yang dihasilkan maka potensi perkembangan bisnis juga semakin tinggi. Untuk itu, cara menghitung profit perlu dipelajari dengan baik sehingga dapat menentukan strategi masa depan sehingga dapat menaikkan keuntungan.

Pencatatan dan pembuatan laporan terkait profit perlu dilakukan secara berkala dalam periode tertentu. Hal ini dibutuhkan agar perusahaan dapat memantau profit pada setiap periode.

Apakah mengalami kenaikan atau penurunan. Hasil laporan profit inilah yang akan menjadi bahan penentu strategi selanjutnya.

Pengertian Profit

Pengertian Profit

Profit adalah jumlah uang yang mampu dihasilkan oleh pelaku bisnis dari kegiatan penjualan yang dilakukan dalam periode tertentu setelah dikurangi dengan biaya dan HPP. Profit juga disebut dengan keuntungan atau laba bersih.

Jika didefinisikan secara sederhana, profit bisa dikatakan sebagai keuntungan yang didapatkan dari kegiatan bisnis.

Untuk dapat mengetahui informasi tersebut, pelaku bisnis harus mempelajari cara menghitung profit dengan baik.

Pemahaman tentang ilmu marketing dan penerapannya perlu dilakukan dengan baik agar rencana perkembangan bisnis berjalan lancar dan efektif.

Ada beberapa informasi yang dibutuhkan untuk dapat melakukan perhitungan profit dan proses pengumpulan data bisa memakan waktu yang cukup lama.

Rumus dan Cara Menghitung Profit

Rumus dan Cara Menghitung Profit

Sebagai pelaku usaha, mengetahui bagaimana cara menghitung profit merupakan hal yang harus dipahami dengan baik.

Profit bisa dijadikan sebagai tolak ukur untuk mengetahui perkembangan dari bisnis yang dijalankan.

Selain itu, data ini juga dibutuhkan untuk menyusun strategi bisnis selanjutnya yang akan diterapkan.

Profit adalah pendapatan perusahaan setelah dikurangi biaya. Tingkat profit bisnis dapat dilihat berdasarkan jumlah penjualan, pelanggan.

Karyawan, kapasitas, hingga fasilitas perusahaan. Laba atau profit terbagi atas dua jenis, diantaranya laba bersih dan laba kotor.

Keduanya memiliki rumus perhitungan yang berbeda. Data yang mendukung untuk perhitungan juga berbeda sehingga harus dipahami dengan baik.

Laba kotor: Total Penjualan – Harga Pokok Penjualan

HPP atau Harga pokok penjualan adalah jumlah keseluruhan pengeluaran yang terjadi secara langsung dalam proses produksi barang hingga terjual.

Untuk dapat menghitung profit, seluruh biaya harus dijumlah terlebih dahulu kemudian dikurangi dengan laba kotor. Rumusnya sebagai berikut.

Laba bersih: Laba kotor – Semua Biaya Perusahaan (termasuk operasional dan lainnya)

Baca Juga: Pengertian Omzet Usaha dan Perbedaannya dengan Laba/Profit

Cara Perhitungan Profit Perusahaan dan Contohnya

Contoh Cara Perhitungan Profit Perusahaan

Profit dapat didefinisikan sebagai bentuk indikator yang menunjukkan kesehatan keuangan perusahaan. Manajemen akan bergantung pada laporan profit untuk dapat menilai kinerja perusahaan.

Selain itu juga sering digunakan sebagai bahan untuk menentukan keputusan terkait kebijakan selanjutnya yang perlu diambil untuk dapat meningkatkan profit.

Melalui laporan profit, pihak kreditur bisa lebih yakin terhadap kemampuan perusahaan untuk melakukan pembayaran.

Peranan penting laporan ini mengharuskan pelaku usaha memahami dengan benar proses perhitungannya.

Agar bisa memahami cara menghitung profit dengan baik, simak melalui contoh sebagai berikut.

Contoh:

Sebuah perusahaan biskuit memiliki laba kotor sekitar Rp70 juta. Dalam menjalankan operasionalnya, perusahaan membutuhkan beberapa komponen lain yang didefinisikan sebagai beban yang harus dibayarkan.

Diantaranya seperti membayar pajak penghasilan sebesar Rp5 juta, biaya operasional untuk perusahaan Rp6 juta, dan pinjaman yang harus dibayarkan ke bank sebesar Rp10 juta. Dengan kondisi seperti itu, berapa jumlah profit yang bisa didapatkan oleh perusahaan tersebut?

Diketahui:

Laba Kotor Rp70 juta

Pajak Penghasilan Rp5 juta

Biaya Operasional Rp6 juta

Pinjaman Bank Rp10 juta

Ditanya:

Berapa profit yang dihasilkan perusahaan?

Jawab:

Laba bersih (profit) = Laba Kotor – Biaya

=Rp70 juta – (Rp5 juta + Rp6 juta + Rp10 juta)

=Rp70 juta – Rp21 juta

=Rp49 juta (Profit yang dihasilkan perusahaan)

Manfaat Menghitung Profit Perusahaan

Manfaat Menghitung Profit Perusahaan

Jika sudah memahami cara menghitung profit penjualan dengan baik, ketahui juga apa saja fungsi dari perhitungan yang dilakukan.

Laba sendiri memiliki fungsi yang sangat penting dalam sebuah bisnis yaitu mengindikasi jumlah keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan pada periode tertentu.

Selain itu dengan menghitung profit, pelaku usaha dapat mengetahui perkembangan bisnis secara tepat dari waktu ke waktu. Apakah mengalami kenaikan atau justru penurunan.

Melalui informasi tersebut, penyusunan strategi di masa depan dapat berjalan secara lebih baik karena telah mempertimbangkan berbagai hal.

Dengan begitu keuntungan yang bisa dihasilkan dapat lebih signifikan. Selain itu, menghitung profit juga memiliki fungsi lainnya sebagai berikut.

  • Dapat digunakan sebagai indikator untuk mengetahui besar keuntungan yang didapatkan perusahaan dalam periode tertentu.
  • Dapat membantu pelaku usaha untuk bisa melihat kelebihan dan kekurangan bisnis yang dijalankan.
  • Untuk digunakan sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menyusun strategi bisnis selanjutnya.
  • Untuk penentu tentang kelayakan sebuah perusahaan mendapatkan pinjaman modal untuk peluang usaha dari pihak kreditur.
  • Untuk indikator yang menginformasikan tentang stabilitas keuangan perusahaan.
  • Sebagai bahan penentu terkait status perusahaan apakah investasi yang dilakukan sudah sesuai dengan resikonya. Hal ini dapat menunjukkan indikator keberhasilan perusahaan yang dapat digunakan sebagai pertimbangan bagi investor.

Strategi Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan

Strategi Untuk Meningkatkan Profit Perusahaan

Tidak hanya perlu mengetahui cara menghitung laba atau rugi perusahaan saja. Namun pelaku bisnis juga harus memahami bagaimana cara meningkatkannya.

Hal ini penting untuk dapat menjaga kestabilan pertumbuhan bisnis untuk masa saat dan mendatang.

Strategi yang tepat dapat mendorong perkembangan perusahaan sehingga mampu mendapatkan profit yang jauh lebih besar.

Inilah beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk dapat meningkatkan profit perusahaan.

1. Menaikkan Harga

Resiko yang perlu diperhatikan saat ingin menaikkan harga adalah kehilangan pelanggan.

Namun perlu dipahami bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya diukur berdasarkan banyaknya jumlah pelanggan yang didapatkan.

Contohnya ketika harga terlalu rendah, maka akan mendapatkan banyak pelanggan. Namun tidak bisa menghasilkan profit yang besar.

Tidak perlu takut untuk menaikkan harga produk apabila nilai yang ditawarkan memang berkualitas.

Strategi promosi dapat diterapkan. Misalnya menawarkan harga spesial saat pertama kali produk diluncurkan.

Namun harga akan kembali normal dan tentunya akan lebih tinggi setelah promo berakhir. Cara seperti ini dapat mendatangkan profit yang lebih besar.

2. Ketahui Terlebih Dahulu Margin Laba Kotor

Strategi lainnya yang bisa diterapkan adalah mengetahui jumlah margin laba kotor secara menyeluruh.

Gunakan informasi data terbaru agar lebih akurat. Bandingkan nilai tersebut dengan rata-rata yang ada pada industri.

Lakukan analisis terhadap jumlah margin agar informasi dapat lebih akurat. Selain itu, cari juga informasi terkait laba kotor setiap produk. Lakukan analisis terhadap nilai margin kotor untuk setiap divisi, produk, supplier, dan pelanggan.

Melalui hal tersebut, Anda bisa mengetahui produk mana saja yang memiliki margin rendah dan mana yang tinggi. Melalui hasil analisa, perencanaan strategi peningkatan profit dapat berjalan secara lebih efektif.

Dengan memahami cara menghitung profit dengan baik, perusahaan dapat lebih mudah dalam menganalisa kondisi keuangannya.

Hal ini akan digunakan sebagai bahan dasar untuk menyusun strategi bisnis mendatang. Informasi ini juga bisa mendukung pengambilan keputusan untuk alur bisnis selanjutnya.

Apabila profit yang didapatkan belum besar, cobalah untuk melakukan berbagai upaya untuk bisa meningkatkannya.

Hal ini dapat membuat perusahaan dapat bertahan dan mampu bersaing dengan baik. Meningkatkan profit semaksimal mungkin dapat membuat bisnis yang berjalan semakin berkembang.

Baca Juga: Biaya Overhead: Pengertian, Jenis, Cara Menghitung dan Tipsnya

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar