Wajib Tahu, Ini Dia Ciri Lingkungan Kerja Toxic dan Cara Mengatasinya!

Wajib Tahu, Ini Dia Ciri Lingkungan Kerja Toxic dan Cara Mengatasinya!

Belakangan banyak orang yang menanyakan ciri lingkungan kerja toxic dan cara mengatasinya. Tidak diragukan lagi, setiap karyawan menginginkan lingkungan kerja yang aman, ramah, dan mendukung.

Pada kenyataannya, tidak semua tempat kerja bisa seperti itu. Akibatnya, Anda perlu memahami apa yang membuat tempat kerja disebut toxic.

Tidak adanya dukungan dari rekan kerja lain adalah salah satu tanda lingkungan kerja yang berbahaya. Padahal bantuan dari rekan kerja adalah salah satu hal yang bisa membantu kita menjalani hidup.

Jadi, apa saja sih yang membuat tempat kerja dikatakan toxic? Nah untuk memahami lebih lanjut, sebaiknya simak ulasan ini sampai selesai karena kami akan membahasnya.

6 Ciri Lingkungan Kerja Toxic dan Tidak Nyaman

6 Ciri Lingkungan Kerja Toxic dan Tidak Nyaman

Kenyataannya, masih ada beberapa pekerja yang tidak mengetahui seperti apa ciri lingkungan kerja toxic tersebut. Tapi, mungkin saja mereka sudah mengalami salah satu tanda tempat kerja yang berbahaya ini.

Selain menghasilkan uang, bekerja untuk perusahaan memungkinkan kita mempelajari keterampilan baru dan mengembangkan pengalaman di tempat kerja.

Ingin tahu apa saja ciri lingkungan kerja yang toxic? Berikut penjelasannya:

1. Adanya Agresi Mikro di Tempat Kerja

Adanya mikro agresi di tempat kerja merupakan ciri lingkungan kerja toxic dan berbahaya. Mikro agresi adalah komentar atau interaksi yang menunjukkan perilaku berprasangka terhadap sekelompok orang yang kurang menonjol.

Intinya, agresi kecil ini sama dengan diskriminasi pekerjaan. Mereka yang sering terlibat dalam agresi mikro suka menyebarkan desas-desus, terlibat dalam intimidasi verbal secara langsung, dan terlibat dalam gosip.

Siapa saja bisa mengalami ini; itu bisa tergantung pada faktor-faktor seperti jenis kelamin, ras, produktivitas di tempat kerja, dan lainnya.

2. Atasan yang Selalu Merasa Berkuasa

Ciri lingkungan kerja toxic dapat diindikasikan oleh seorang manajer yang tampaknya selalu bertanggung jawab atas segalanya. Terutama jika karyawan tidak merasa diakui atau dihargai atas kontribusinya.

Apalagi jika kebutuhan sebagai pekerja tidak terpenuhi. Ini menunjukkan bahwa kondisi tempat kerja yang toxic sudah ada.

Majikan yang selalu merasa memegang kendali biasanya mengabaikan dan tidak begitu menghargai karyawannya.

3. Tidak Ada Kesempatan Berkembang

Setiap karyawan bercita-cita untuk maju dalam pekerjaannya. Itu bisa dihasilkan melalui pengetahuan dan pengalaman atau bahkan dari promosi.

Tapi perlu diketahui bahwa tidak adanya peluang pertumbuhan adalah salah satu ciri lingkungan kerja toxic?

Jika Anda merasa terjebak di posisi yang sama sepanjang waktu dengan sedikit ruang untuk maju, tentu saja karyawan harus meninggalkan tempat kerja yang beracun ini sesegera mungkin.

Bukan sekadar berada di zona nyaman, namun jika hal ini terus terjadi, mungkin akan berdampak pada jenjang karir ke depan.

Pastinya tidak ada yang ingin berada di posisi tersebut mengingat sejauh mana hal-hal telah terjadi dalam beberapa tahun terakhir?

4. Beban Kerja Tidak Normal

Ciri lingkungan kerja toxic selanjutnya adalah beban kerja yang tidak normal.

Misalnya, si atasan yang mungkin menugaskan pekerjaan yang berlebihan atau tidak sesuai dengan job desk yang ada, sehingga Anda tidak dapat menyelesaikannya.

Perlu diketahui bahwa situasi seperti ini dapat menyebabkan kecemasan dan kesedihan yang signifikan. Bahkan bisa berdampak jangka panjang.

Mirip dengan bagaimana tidak ada gairah untuk bekerja sampai kelelahan, atau bahkan hingga tidak ada ujungnya.

5. Jam Kerja Tidak Sesuai

Pemerintah mengamanatkan bahwa karyawan bekerja total delapan jam per hari. Meskipun demikian, perusahaan tertentu terkadang mengharuskan karyawan bekerja lebih dari delapan jam setiap hari, dan ini tidak termasuk lembur.

Adapun ciri lingkungan kerja toxic berikutnya adalah jika jam kerja yang ada tidak mengikuti peraturan atau kesepakatan kontrak. Menurut penelitian, depresi bisa disebabkan oleh mereka yang bekerja tanpa henti dalam jangka waktu yang panjang.

6. Gosip Kerja

Gosip di tempat kerja adalah tanda lain dari tempat kerja yang toxic. Seringkali, seorang karyawan merasa terintimidasi atau dieksploitasi sebagai akibat dari rumor yang disebarluaskan.

Salah satu aspek dari sifat kita yang pada dasarnya tidak dapat diubah. Jika Anda membiarkan pengaruh negatif, seperti gosip kantor yang tidak berdasarkan fakta, tentu ini bisa berbahaya.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan berkomentar jika mendengar gosip di tempat kerja.

Cara Mengatasi Ciri Lingkungan Kerja Toxic dan Berbahaya

Cara Mengatasi Ciri Lingkungan Kerja Toxic dan Berbahaya

Sekarang setelah menyadari apa yang membuat tempat kerja dikatakan toxic, inilah saatnya untuk mencari solusi.

Jika meninggalkan tempat kerja yang toxic bukanlah suatu pilihan, Anda bisa mengembangkan mekanisme penanganan berikut ini:

1. Tetapkan Batasan

Menetapkan batasan yang jelas adalah langkah pertama dalam mengatasi tempat kerja yang toxic.

Rahasianya adalah memprioritaskan gagasan keseimbangan kehidupan kerja dan menjaga kehidupan pribadi dan profesional agar tetap berbeda.

Jangan biarkan kesehatan mental menderita akibat gagal menetapkan batasan. Jika lokasi pekerjaan ternyata berdampak negatif terhadap kesehatan mental, Anda harus segera pergi.

2. Jalin Hubungan Baik dengan Orang Terpercaya

Karyawan yang baik harus menyadari fakta ini dan memahaminya, tidak semua orang di tempat kerja dapat dipercaya.

Untuk mengatasi ciri lingkungan kerja toxic, Anda harus mengembangkan dan menjaga hubungan dengan orang-orang yang dapat diandalkan.

Pada dasarnya setiap karyawan membutuhkan jaringan pendukung di tempat kerja. Temukan teman yang tidak menyebarkan cerita negatif atau bergosip. Jadi yang terbaik adalah menjauh dari orang-orang seperti mereka.

3. Cari Support System di Luar Kantor

Menemukan support system di luar pekerjaan bisa menjadi strategi selanjutnya untuk menghadapi tempat kerja yang toxic. Kita pasti akan merasa lelah setelah seharian bekerja.

Tidak ada salahnya mengubah lingkungan dengan orang yang dipercayai selain rekan kerja.

Ini adalah pilihan lain jika Anda ingin mengungkapkan emosi, tetapi merasa tidak nyaman melakukannya di depan rekan kerja.

4. Luangkan Waktu untuk Me Time

Tidak ada salahnya meluangkan sedikit waktu untuk diri sendiri ketika mulai lelah bekerja. Anda bisa meningkatkan keseimbangan bekerja dengan mempelajari cara menangani ciri lingkungan kerja toxic.

Selain itu, memiliki waktu sendirian dapat memberi kesempatan untuk menghindari melakukan hal-hal yang mungkin membuat diri pribadi terlalu stres.

Anda bisa beristirahat sejenak dari pekerjaan untuk mendapatkan kopi atau makanan ringan favorit.

5. Rencanakan Waktu Keluar yang Pas

Sebagai strategi tambahan, rencanakan waktu yang ideal untuk berhenti jika tempat kerja dinilai toxic. Mungkin, jalan satu-satunya adalah meninggalkan tempat kerja yang berbahaya.

Jika Anda merasa tidak dapat lagi mentolerir satu atau dua aspek dari tempat kerja yang toxic tersebut, pendekatan dan rencana time out yang tepat juga harus dilakukan.

Namun ketika Anda masih memiliki banyak tugas, jangan langsung keluar begitu saja. Karena nantinya sebagai karyawan akan terlihat tidak profesional jika melakukan hal ini.

Jadi itulah penjelasan mengenai apa saja yang membuat lingkungan kerja toxic, sekaligus saran cara mengatasinya.

Sebaiknya tinggalkan lingkungan kerja yang berbahaya sesegera mungkin jika Anda benar-benar merasa terjebak dalam lingkungan seperti yang dijelaskan di atas.

Hindari mengorbankan waktu dan kesehatan mental untuk bertahan dalam pekerjaan yang hanya menghasilkan sedikit uang dan karir yang stuck.

Semoga ciri lingkungan kerja toxic diatas bisa dijadikan panduan untuk mengambil keputusan yang tepat.

Baca Juga : 20 Jurusan dengan Prospek Kerja Tinggi, Anda Wajib Tahu!

Bagikan:

Tags

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar