Import barang dari China ke Indonesia menjadi salah satu peluang yang menarik bagi pebisnis dan pelaku UMKM. Beragam produk dapat ditemukan di China dengan pilihan supplier, spesifikasi, kualitas, dan harga yang sangat bervariasi.
Kondisi ini membuat import barang dari China banyak dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan stok, mendapatkan produk dengan harga kompetitif, hingga membangun bisnis dengan brand sendiri.
Namun, proses import tidak hanya berkaitan dengan membeli barang dari supplier lalu mengirimkannya ke Indonesia.
Pebisnis perlu memahami cara memilih produk, mencari supplier, menghitung biaya, menentukan metode pengiriman, memahami dokumen dan kepabeanan, serta memastikan barang yang dibeli memenuhi ketentuan impor di Indonesia.
Dengan memahami prosesnya sejak awal, kegiatan import dapat dilakukan secara lebih terencana dan membantu UMKM mengurangi risiko kerugian.
Mengapa Banyak Pebisnis Memilih Import Barang dari China?
China dikenal sebagai salah satu pusat produksi dan perdagangan terbesar di dunia. Hampir berbagai kategori produk dapat ditemukan di sana, mulai dari fashion, aksesori, perlengkapan rumah tangga, elektronik, mainan, stationery, packaging, hingga kebutuhan industri.
Salah satu daya tariknya adalah banyaknya pilihan supplier. Pebisnis dapat membandingkan harga dan kualitas dari beberapa penjual sebelum menentukan produk yang akan dibeli.
Selain itu, pembelian dalam jumlah grosir dapat memberikan harga yang lebih kompetitif. Bagi UMKM, kondisi ini dapat membuka peluang untuk mendapatkan margin keuntungan yang lebih baik apabila biaya import dan harga jual sudah dihitung dengan tepat.
Platform seperti 1688, Alibaba, Taobao, dan marketplace China lainnya juga membuat proses pencarian produk menjadi lebih mudah.
Namun, pemilihan supplier tetap harus dilakukan secara hati-hati karena harga murah belum tentu menunjukkan kualitas produk yang baik.
Tentukan Produk Sebelum Mulai Import
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan produk yang memiliki peluang pasar.
Jangan hanya memilih barang karena terlihat murah di China. Cari tahu terlebih dahulu apakah produk tersebut benar-benar memiliki permintaan di Indonesia.
Beberapa hal yang dapat dianalisis antara lain:
- Harga jual produk di Indonesia.
- Tingkat persaingan.
- Jumlah permintaan.
- Harga dari beberapa supplier China.
- Minimum order quantity atau MOQ.
- Berat dan volume barang.
- Potensi biaya pengiriman.
- Kualitas produk.
- Ketentuan impor.
- Potensi keuntungan.
Untuk UMKM yang baru memulai, sebaiknya jangan langsung membeli dalam jumlah besar. Sampel atau pembelian awal dalam jumlah terbatas dapat digunakan untuk menguji kualitas produk dan respons pasar.
Cara Memilih Supplier China
Supplier merupakan salah satu faktor penting dalam kegiatan import.
Pebisnis sebaiknya tidak langsung memilih supplier dengan harga paling murah. Periksa profil supplier, ulasan pembeli, jumlah transaksi, lama beroperasi, kualitas komunikasi, serta kemampuan produksinya.
Jika memungkinkan, pesan sampel sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Sampel dapat digunakan untuk memeriksa bahan, ukuran, warna, fungsi, finishing, packaging, dan kesesuaian produk dengan foto atau deskripsi yang diberikan supplier.
Untuk bisnis yang ingin membangun brand sendiri, supplier juga dapat ditanyakan mengenai layanan OEM atau private label, termasuk kemungkinan membuat kemasan dan spesifikasi produk sesuai kebutuhan.
Pahami MOQ Sebelum Membeli
MOQ atau Minimum Order Quantity adalah jumlah minimum barang yang harus dibeli dari supplier.
Misalnya supplier menetapkan MOQ 100 unit. Artinya, pembeli harus memesan setidaknya 100 unit.
MOQ perlu diperhatikan oleh UMKM karena berkaitan langsung dengan modal dan risiko stok.
Harga satuan yang murah belum tentu menguntungkan apabila supplier mengharuskan pembelian dalam jumlah sangat besar. Karena itu, carilah keseimbangan antara harga, jumlah pesanan, kemampuan modal, dan potensi penjualan.
Hitung Total Biaya Import, Bukan Hanya Harga Barang
Salah satu kesalahan importir pemula adalah menghitung keuntungan hanya berdasarkan harga barang dari supplier.
Padahal, terdapat biaya lain yang perlu diperhitungkan hingga barang sampai di Indonesia.
Secara sederhana, biaya import dapat terdiri dari:
Harga barang + biaya pengiriman + bea masuk + pajak impor + handling + biaya kepabeanan + biaya lokal lainnya.
Besarnya biaya dapat berbeda tergantung jenis barang, HS Code, nilai transaksi, metode pengiriman, serta ketentuan yang berlaku.
Sebagai contoh, jika harga barang Rp20 juta, pengiriman Rp5 juta, dan biaya lainnya Rp5 juta, maka total biaya yang perlu diperhitungkan adalah Rp30 juta.
Jika barang tersebut berjumlah 1.000 unit, biaya rata-ratanya menjadi sekitar Rp30.000 per unit.
Angka inilah yang kemudian dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk menentukan harga jual dan menghitung potensi keuntungan.
Apa Itu HS Code?
HS Code atau Harmonized System Code merupakan kode klasifikasi barang dalam perdagangan internasional.
HS Code penting karena klasifikasi barang berkaitan dengan tarif dan ketentuan impor yang berlaku.
Kesalahan dalam menentukan klasifikasi barang dapat menyebabkan perhitungan biaya atau proses kepabeanan menjadi tidak sesuai.
Karena itu, pebisnis sebaiknya tidak hanya mengandalkan nama umum produk. Karakteristik, bahan, fungsi, dan spesifikasi barang juga perlu diperhatikan ketika menentukan klasifikasinya.
Selain itu, tidak semua barang dapat diimpor secara bebas. Produk tertentu dapat memiliki ketentuan larangan dan pembatasan (lartas) atau membutuhkan dokumen dan persyaratan tambahan.
Untuk UMKM, hal ini penting diperiksa sebelum melakukan pembelian dalam jumlah besar.
Pilih Metode Pengiriman yang Sesuai
Pengiriman dari China ke Indonesia umumnya dapat dilakukan melalui jalur laut atau udara.
1. Pengiriman Laut
Pengiriman laut cocok untuk barang yang memiliki volume atau jumlah cukup besar.
Untuk barang yang tidak memenuhi satu kontainer penuh, tersedia metode LCL (Less than Container Load). Barang dapat digabungkan dengan kiriman importir lain dan biaya biasanya diperhitungkan berdasarkan volume.
Sementara itu, FCL (Full Container Load) digunakan ketika kebutuhan pengiriman sudah cukup besar untuk menggunakan satu kontainer.
2. Pengiriman Udara
Pengiriman udara biasanya lebih cepat dibandingkan jalur laut.
Metode ini dapat dipertimbangkan untuk barang yang ringan, bernilai relatif tinggi, membutuhkan waktu pengiriman lebih cepat, atau digunakan untuk kebutuhan mendesak.
Pemilihan metode pengiriman sebaiknya tidak hanya berdasarkan kecepatan. Pebisnis perlu membandingkan biaya, berat, volume, nilai barang, dan kebutuhan stok.
Mengapa Forwarder Penting untuk Pebisnis dan UMKM?
Bagi importir yang sudah berpengalaman, berbagai proses impor mungkin dapat dilakukan secara mandiri. Namun, bagi UMKM dan pemula, proses tersebut bisa terasa cukup rumit.
Di sinilah jasa freight forwarder dapat membantu.
Forwarder dapat membantu mengatur proses pengiriman barang dari supplier di China menuju Indonesia.
Layanan yang diberikan dapat mencakup penerimaan barang di gudang China, konsolidasi, pengiriman internasional, pengurusan dokumen, customs clearance, hingga pengiriman ke alamat penerima.
Dengan menggunakan forwarder, pemilik bisnis dapat mengurangi beban koordinasi sehingga dapat lebih fokus pada penjualan, pemasaran, dan pengembangan bisnis.
Namun, tetap penting untuk memilih forwarder yang transparan mengenai biaya dan proses pengiriman.
Alur Import Barang dari China ke Indonesia
Secara umum, proses import dapat berlangsung melalui beberapa tahapan.
- Pertama, pebisnis menentukan produk dan mencari supplier.
- Kedua, harga, MOQ, spesifikasi, dan ketentuan pembelian dinegosiasikan.
- Ketiga, barang dibeli dan dikirim supplier menuju gudang forwarder di China apabila menggunakan jasa forwarder.
- Keempat, barang diperiksa, ditimbang, diukur, dan dipersiapkan untuk pengiriman.
- Kelima, barang dikirim dari China menuju Indonesia melalui jalur laut atau udara.
- Keenam, barang menjalani proses kepabeanan dan customs clearance sesuai ketentuan.
- Ketujuh, setelah proses selesai, barang dikirim menuju gudang atau alamat tujuan di Indonesia.
Alur tersebut dapat berbeda tergantung jenis barang, metode pengiriman, dan layanan forwarder yang digunakan.
Dokumen yang Perlu Diperhatikan
Dokumen merupakan bagian penting dalam kegiatan import.
Beberapa dokumen yang umum digunakan antara lain:
- Commercial Invoice.
- Packing List.
- Bill of Lading untuk pengiriman laut.
- Airway Bill untuk pengiriman udara.
- Dokumen identifikasi barang.
- Dokumen pemenuhan persyaratan impor jika diperlukan.
- Dokumen kepabeanan.
Kebutuhan dokumen dapat berbeda berdasarkan jenis barang dan skema importasinya.
Karena itu, pebisnis sebaiknya memastikan dokumen yang dibutuhkan sebelum barang dikirim.
Mengenal Natindo Cargo sebagai Jasa Forwarder Import China

Bagi pebisnis dan UMKM yang ingin melakukan import dari China tetapi belum ingin menangani seluruh proses logistik sendiri, menggunakan jasa forwarder dapat menjadi pilihan.
Salah satu penyedia layanan yang fokus pada rute China – Indonesia adalah Natindo Cargo. Natindo Cargo merupakan perusahaan jasa import dari china ke indonesia menangani kebutuhan import dari China ke Indonesia untuk berbagai skala bisnis, mulai dari UMKM hingga perusahaan.
Berdasarkan informasi di situs resminya, Natindo Cargo telah memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun dan melayani lebih dari 25.000 pengiriman.
Natindo Cargo menyediakan beberapa pilihan layanan, termasuk Sea Freight LCL, Sea Freight FCL, dan Air Freight.
LCL dapat menjadi pilihan untuk pengiriman dengan volume kecil hingga menengah, sedangkan FCL ditujukan untuk kebutuhan satu kontainer penuh. Air Freight dapat dipertimbangkan ketika kecepatan pengiriman menjadi prioritas.
Selain pengiriman, Natindo Cargo juga menyediakan jasa pembelian atau sourcing dari marketplace China seperti 1688, Alibaba, dan Taobao.
Layanan ini dapat membantu pebisnis yang sudah mengetahui produk yang ingin dibeli tetapi membutuhkan bantuan dalam proses pembelian dari supplier China.
Natindo Cargo juga memiliki fasilitas gudang operasional di Guangzhou, Yiwu, dan Foshan. Gudang tersebut digunakan untuk mendukung penerimaan, konsolidasi, pemeriksaan awal, dan persiapan barang sebelum dikirim ke Indonesia.
Untuk kebutuhan transaksi dengan supplier China, Natindo Cargo juga menyediakan layanan transfer RMB, termasuk fasilitas pembayaran kepada supplier atau pengisian saldo Alipay dan WeChat Pay sesuai layanan yang tersedia.
Salah satu konsep layanan yang ditawarkan adalah import door-to-door, yaitu proses pengiriman yang ditangani dari supplier atau gudang di China hingga barang dikirim ke alamat tujuan di Indonesia.
Natindo Cargo menjelaskan alurnya mulai dari barang diterima di gudang China, pengiriman melalui laut atau udara, customs clearance, hingga distribusi lokal di Indonesia.
Bagi UMKM, model layanan seperti ini dapat membantu menyederhanakan proses import. Pebisnis tidak perlu menangani setiap tahapan logistik secara terpisah dan dapat memperoleh bantuan untuk memahami proses pengiriman dari China ke Indonesia.
Tips Sebelum Menggunakan Jasa Natindo Cargo
Sebelum mengirim barang, sebaiknya siapkan informasi produk secara lengkap.
Informasi yang dapat diberikan antara lain:
- Nama dan jenis barang.
- Jumlah barang.
- Berat atau perkiraan volume.
- Link supplier atau marketplace.
- Kota asal barang di China.
- Alamat tujuan di Indonesia.
- Jenis pengiriman yang diinginkan.
- Informasi mengenai spesifikasi produk.
Dengan informasi tersebut, tim forwarder dapat membantu memberikan gambaran mengenai metode pengiriman dan estimasi biaya yang sesuai.
Untuk mendapatkan perhitungan yang lebih akurat, sebaiknya konsultasikan barang yang akan diimpor terlebih dahulu, terutama jika produk memiliki karakteristik atau persyaratan impor tertentu.
Kesimpulan
Import barang dari China dapat menjadi peluang bisnis yang menarik bagi UMKM dan pebisnis Indonesia. Namun, keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mendapatkan produk dengan harga murah.
Pebisnis perlu melakukan riset pasar, memilih supplier dengan hati-hati, menghitung seluruh biaya import, memahami HS Code dan ketentuan barang, serta memilih metode pengiriman yang sesuai.
Bagi pemula yang ingin lebih praktis, menggunakan jasa forwarder dapat membantu menyederhanakan proses pengiriman dari China ke Indonesia.
Natindo Cargo dapat menjadi salah satu pilihan untuk kebutuhan tersebut dengan layanan import China, Sea Freight LCL dan FCL, Air Freight, jasa pembelian, transfer RMB, gudang di beberapa kota China, serta layanan door-to-door.






