15 Sub-Sektor Industri Kreatif, Pengertian dan Faktor Pendukung

15 Sub-Sektor Industri Kreatif, Pengertian, dan Faktor Pendukungnya

Hampir setiap manusia mempunyai kreativitas yang berbeda-beda. Sayangnya, tidak semua orang mampu mengembangkan kreativitasnya agar menjadi sebuah hasil karya yang nyata dan berguna untuk masyarakat di sekitarnya. Itulah sebabnya diperlukan industri kreatif.

Industri ini hadir sebagai wadah yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang dengan gagasan dan ide yang cemerlang sehingga bisa mengolah kreativitas dengan lebih maksimal.

Kreativitas seharusnya bisa digunakan untuk menciptakan kesejahteraan dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Pengertian Lengkap Industri Kreatif

Pengertian Lengkap Industri Kreatif

Secara umum, creative industry merupakan semua proses mulai dari penciptaan, ide, gagasan, dan kreativitas seseorang maupun kelompok yang kemudian diolah menjadi suatu produk atau hasil karya.

Perhatikan juga pengertian lengkap creative industry berikut ini:

1. Creative industry menurut KBBI

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, industri merupakan suatu kegiatan pengolahan atau pemrosesan barang dengan cara memanfaatkan peralatan dan sarana. Sedangkan kreatif merupakan suatu kata sifat.

Kreatif mencerminkan bahwa kelompok atau individu yang terkait mempunyai kemampuan dan daya cipta untuk menghasilkan sesuatu kreativitas yang dihasilkan tersebut diharapkan bisa membantu perkembangan ekonomi serta menyediakan lapangan kerja yang baru.

Creative industry merupakan bidang yang sangat penting dan harus selalu dikembangkan.

Perkembangannya menjadi salah satu pilar yang mampu menopang perekonomian negara.

2. Creative industry menurut UK SCM Task Force

Pengertian creative industry merupakan suatu industri yang asalnya dari kreativitas individu dan secara potensial sanggup menciptakan lapangan pekerjaan atau kekayaan melalui eksploitasi, kekayaan intelektual, atau pembangkitan daya cipta dari individu tersebut.

2. Creative industry menurut Howkins

Industri kreatif merupakan suatu industri dengan ciri-ciri berupa keunggulan di sisi kreativitas terutama dalam menciptakan atau menghasilkan berbagai desain kreatif yang melekat di berbagai jasa atau barang yang nantinya akan dijual atau diperdagangkan.

3. Creative industry menurut Departemen Perdagangan RI

Creative industry adalah suatu industri yang asalnya dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat yang dimiliki oleh individu dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan kesejahteraan.

Fokus utama industri ini adalah memberdayakan daya kreasi dan daya cipta suatu individu.

4. Creative industry menurut Simatupang

Creative industry merupakan jenis industri yang mengandalkan kreativitas, talenta, dan keterampilan serta berpotensi meningkatkan kesejahteraan.

Memahami pengertian creative industry saja tidak cukup. Karena tujuan dari adanya industri ini adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperbaiki perekonomian dengan cara menyediakan lapangan pekerjaan, pahami juga berbagai jenis creative industry.

Berbagai Jenis atau Sub-Sektor Creative Industry

Di Indonesia, ada banyak sekali jenis creative industry. Departemen Perdagangan telah memetakan creative industry di Indonesia dan sebagai hasilnya ada setidaknya 15 subsektor yang termasuk dalam industri yang berbasis kreativitas.

Ke-15 sub-sektor tersebut adalah:

1. Kuliner

Sub-Sektor Industri Kreatif

Merupakan salah satu anggota baru industri yang berbasis kreativitas. Sebuah studi akan dilakukan untuk memetakan berbagai makanan khas Indonesia sehingga nantinya daya saing makanan tersebut bisa ditingkatkan di pasar internasional dan di pasar ritel.

Setelah berbagai informasi dan data lengkap berhasil dikumpulkan, informasi kuliner khas Indonesia bisa disebarluaskan menggunakan metode yang terbaik.

Industri berbasis kreativitas yang satu ini diharapkan mampu memperkenalkan warisan budaya yang menjadi latar belakang setiap makanan.

Makanan khas Indonesia berasal dari berbagai daerah, dengan cita rasa yang sangat bervariasi. Industri kuliner merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan warisan budaya ke dunia luar.

2. Pengembangan dan riset

Sub-Sektor Industri Kreatif

Bidang yang satu ini termasuk dalam industri kreatif yang sangat berkaitan erat dengan berbagai macam usaha untuk menciptakan teknologi dan ilmu sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Riset sendiri berupa penelitian atau penyelidikan terhadap suatu masalah.

Riset dilakukan secara kritis, ilmiah, serta bersistem dengan tujuan meningkatkan pengetahuan.

Mengenai pengembangkan, maksudnya adalah penggunaan teknologi dan ilmu pengetahuan demi menghasilkan suatu teknologi yang baru.

3. Percetakan dan penerbitan

Percetakan dan penerbitan

Bidang industri yang satu ini seringkali memproduksi karya atau hasil dalam bentuk tulisan yang tertuang dalam buku, undangan, koran, majalah, dan lain sebagainya.

Tapi seiring dengan berkembangnya teknologi, banyak kreator sudah mulai berpindah sarana.

Beberapa kreator sudah mulai menggunakan karya tulis berbentuk digital seperti situs web, blog, atau e-book.

Tapi bukan hanya karya tulis yang termasuk dalam bidang industri yang satu ini. ada juga percetakan lukisan, poster, kartu pos, foto, grafis, dan lain sebagainya.

4. Seni pertunjukan

Seni pertunjukan

Berbagai bentuk seni pertunjukan yang termasuk dalam industri yang berbasis kreativitas antara lain pagelaran tari, teater, pertunjukan wayang, drama musical, dan lain sebagainya.

Seni pertunjukan berkaitan erat dengan kebudayaan masyarakat Indonesia.

Seni pertunjukan bukan sekedar untuk menghibur masyarakat tapi juga bisa menjadi salah satu sumber penghasilan untuk para seniman yang terlibat, serta merupakan salah satu cara untuk menjaga kebudayaan Indonesia.

5. Piranti lunak dan layanan komputer

Piranti lunak dan layanan komputer

Bidang industri berbasis kreativitas yang satu ini meliputi berbagai kegiatan yang berkaitan dengan teknologi informasi.

Berbagai kegiatan kreatif yang termasuk dalam industri ini mencakup jasa layanan komputer, analisis sistem, dan pengembangan software atau perangkat lunak.

6. Permainan interaktif

Permainan interaktif

Permainan atau game interaktif juga termasuk dalam jenis industri kreatif. Hasil dari sub-sektor yang satu ini adalah permainan video dan komputer yang bersifat menghibur.

Berbagai game tersebut tidak hanya bersifat menghibur tapi juga mengedukasi para pemainnya.

Game interaktif ini sangat berhubungan dengan adanya jaringan internet. Hal ini berarti subsektor game interaktif membutuhkan dukungan dari teknologi informasi.

Game interaktif diharapkan mampu menstimulasi ketangkasan para penggunanya sekaligus mendatangkan keuntungan bagi pembuatnya.

7. Desain

Sub-Sektor Industri Kreatif

Kemudian ada juga subsektor desain yang berhubungan erat dengan berbagai kegiatan kreatif seperti desain interior, desain grafis, dan bahkan desain produk.

Biasanya, orang-orang yang bergelut dalam subsektor ini merupakan orang-orang dengan ide kreatif dalam menciptakan sesuatu yang unik.

8. Fashion

Fashion

Mode atau fashion adalah sub-sektor lain yang juga termasuk dalam industri berbasis kreativitas.

Sub-sektor yang satu ini akan selalu berubah dan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini terjadi karena para desainer atau pencipta mode selalu membuat berbagai tren mode yang baru.

Tren mode yang baru akan selalu disesuaikan dengan berbagai kondisi dan keadaan.

Para desainer dituntut untuk selalu mempunyai ide kreatif agar bisa selalu mengikuti berkembangnya tren fashion dan bisa menyediakan pakaian-pakaian yang diminati oleh banyak orang.

9. Kerajian

Kerajian

Kerajinan sudah pasti termasuk dalam industri berbasis kreativitas karena telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat di setiap daerah di Indonesia.

Proses produksi yang dilakukan untuk menghasilkan kerajinan membutuhkan berbagai bahan baku.

Bahan baku pembuatan kerajinan tersebut bisa diperoleh dari lingkungan sekitar.

Contoh bahan baku yang sering digunakan dalam proses pembuatan kerajinan tangan khas Indonesia antara lain logam, batu, tanah liat, kayu, dan bambu.

10. Pasar seni dan budaya

Pasar seni dan budaya

Merupakan salah satu subsektor dalam industri kreatif yang menjadi wadah para seniman dan pegiat seni, khususnya dalam memproduksi berbagai karya melalui kreativitas dan latar belakang budaya yang bervariasi.

Pasar ini seringkali menghasilkan karya yang mampu menyampaikan berbagai pesan emosional dan mempunyai sifat sangat dekat dengan masyarakat.

Pasar seni juga seringkali berhubungan dengan jual beli barang unik, langka, dan asli yang mempunyai nilai estetika.

Perdagangan barang seni biasanya dilakukan di galeri, lelang, pasar swalayan, toko, dan internet.

Contoh barang seni antara lain alat musik, seni rupa dan lukisan, film, dan lain sebagainya.

11. Radio dan TV

Radio dan TV

Bidang yang satu ini juga termasuk dalam industri yang berbasis kreativitas.

Di dalamnya, ada banyak proses produksi yang terlibat dan menggunakan berbagai kreasi.

Contoh hasilnya adalah kui dan games, infotainment, dan juga reality show.

Berbagai proses yang terlibat dalam proses kreasi di sub-sektor ini meliputi kreasi, produksi, pengemasan, penyiaran, serta transmisi konten berbagai acara radio dan televisi.

Proses ini juga mencakup kegiatan pemancar kembali atau station relay siaran radio dan TV.

12. Musik

Musik

Sub-sektor lain yang termasuk dalam kegiatan industri yang berbasis kreativitas adalah musik. Musik digunakan oleh para pegiat seni untuk mengekspresikan perasaan mereka.

Bidang ini juga termasuk dalam industri berbasis kreativitas karena ada banyak proses yang membutuhkan ide.

Beberapa proses dalam industri musik yang membutuhkan kreativitas dan ide antara lain proses kreasi dan komposisi, pertunjukan dan reproduksi, serta rekaman suara dan distribusi.

Tidak semua orang bisa menciptakan musik dan komposisi yang menarik.

13. Video, fotografi, atau film

Video, fotografi, atau film

Subsektor industri kreatif yang satu ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi nasional.

Bidang ini termasuk dalam industri yang berbasis kreativitas karena proses pembuatannya berawal dari pengumpulan berbagai ide serta kreativitas.

Misalnya saja, beberapa proses yang terlibat dalam produksi video, fotografi, dan film antara lain penulisan skrip, manajemen pembuatan film, tata artistik, tata sinematografi, penyuntingan gambar, tata suara, eksibisi film, dan lain sebagainya.

14. Periklanan

Periklanan

Sub-sektor berikutnya yang juga termasuk dalam industri berbasis kreativitas adalah periklanan yang melibatkan banyak sekali sumber daya manusia, khususnya para muda-mudi yang kreatif.

Selain itu, industri periklanan juga berperan cukup besar dalam meningkatkan perekonomian negara.

Dalam industri periklanan, berbagai proses yang terlibat antara lain proses kreasi, proses produksi, serta proses distribusi iklan yang sudah dihasilkan.

Iklan kemudian disebarkan melalui berbagai media seperti media elektronik (TV dan radio), media cetak (majalah dan koran), dan berbagai media lainnya.

15. Arsitektur

Arsitektur

Sub-sektor yang satu ini merupakan jenis industri berbasis kreativitas yang sangat berhubungan dengan desain konstruksi dan perancangan bangunan. Bidang industri yang satu ini menghasilkan produk berupa property dan bangunan yang nilainya bisa sangat tinggi.

Kegiatan kreatif yang berhubungan dengan arsitektur biasanya meliputi jasa desain bangunan, konservasi bangunan warisan, perencanaan biaya konstruksi, pengawasan konstruksi secara menyeluruh.

Konstruksi sendiri dibagi menjadi dua, yaitu level mikro yang meliputi detail konstruksi seperti desain interior atau arsitektur taman dan level makro meliputi urban design, town planning, dan sebagainya.

Berbagai Faktor Pendukung yang Berpengaruh

Berbagai Faktor Pendukung yang Berpengaruh

Perkembangan industri kreatif bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung.

Berbagai faktor tersebut mampu mendukung perkembangan creative industry sehingga perekonomian dan kesejahteraan pun bisa ikut meningkat.

Faktor-faktor yang berpengaruh antara lain:

1. Faktor modal

Suatu industri yang berbasis kreativitas akan bisa berjalan dan berkembang dengan adanya modal.

Modal ini bisa berbentuk barang atau uang dan bisa digunakan untuk memulai dan menunjang usaha. Modal juga bisa disesuaikan dengan jenis creative industri,

Sebagai contoh, usaha yang menggunakan kain perca memerlukan modal berupa uang yang bisa digunakan untuk membeli bahan utama berupa kain perca.

Modal yang dibutuhkan juga bisa berupa perlengkapan seperti mesin jahit, jarum, serta benang.

2. Faktor bahan baku

Bahan baku juga sama pentingnya dengan modal. Faktor pendukung yang satu ini sangat dibutuhkan agar suatu usaha bisa berkembang dengan jauh lebih baik.

Bahan baku akan disesuaikan dengan sub-sektor atau jenis creative industry yang akan dikembangkan.

Misalnya, industri kuliner memerlukan bahan baku berupa berbagai bahan makanan segar dan bahan makanan kering serta beberapa bumbu dan rempah.

Sedangkan industri musik memerlukan bahan baku berupa alat musik.

3. Faktor tenaga kerja

Faktor pendukung lain yang sama pentingnya adalah tenaga kerja. Industri berbasis kreativitas tidak akan pernah berjalan dan berkembang jika tenaga kerja yang ada tidak mendukung.

Industri berbasis kreativitas memerlukan tenaga kerja yang rajin dan mau bekerja bersama dengan orang lain.

Biasanya, industri yang berbasis kreativitas tidak hanya berisi atau melibatkan satu orang saja.

Diperlukan beberapa orang yang siap untuk bekerja sama agar industri berbasis kreativitas tidak hanya berjalan tapi juga semakin maju dan berkembang.

4. Faktor sarana transportasi

Sarana transportasi termasuk salah satu faktor yang bisa mendukung berkembangnya industri yang berbasis kreativitas.

Proses produksi dalam industri berbasis kreativitas akan memerlukan transportasi yang berfungsi untuk melakukan mobilisasi.

Contohnya saja, diperlukan sarana transportasi untuk membeli berbagai bahan baku kemudian mengantarkan bahan baku ke tempat pemrosesan serta untuk membawa produk jadi untuk dijual kepada konsumen.

Jika tidak ada sarana yang tepat, industri kreatif akan kesulitan berkembang.

5. Faktor pemasaran

Pemasaran produk merupakan faktor pendukung industri yang berbasis kreativitas yang sangat penting.

Pemasaran adalah suatu kegiatan akhir dalam rangkaian proses industri. Tujuannya adalah untuk menyampaikan hasil dari proses produksi kepada konsumen.

Produsen melakukan pemasaran agar produk yang dihasilkan oleh industri berbasis kreativitas bisa dikenal, dipromosikan, dan dijual kepada masyarakat secara luas.

Berbagai Manfaat Industri Berbasis Kreativitas

Berbagai Manfaat Industri Berbasis Kreativitas

Setidaknya ada dua manfaat yang akan dihasilkan oleh industri yang berbasis kreativitas, khususnya dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Kedua manfaat industri yang berbasis kreativitas adalah untuk meningkatkan perekonomian negara dan kualitas hidup masyarakat dengan cara:

1. Manfaat untuk perekonomian

Ekonomi kreatif mencakup berbagai sub-sektor creative industry dan bisa memberikan dampak positif untuk perekonomian suatu negara.

Beberapa dampak positif ekonomi antara lain meningkatkan PDB atau produk domestic bruto, employment atau kesempatan kerja, dan meningkatkan produksi.

2. Manfaat untuk kehidupan sosial

Ekonomi kreatif juga mempunyai dampak yang positif untuk kehidupan sosial masyarakat, misalnya saja mampu menciptakan lapangan kerja yang baru sehingga mengurangi jumlah pengangguran.

Industri ini juga bisa membuat masyarakat menjadi jauh lebih kreatif.

Persaingan bisnis yang jauh lebih sehat juga bisa tercipta, seiring dengan meningkatnya inovasi di berbagai bidang usaha.

Kesenjangan sosial akan berkurang dan kualitas hidup masyarakat pun ikut meningkat menjadi jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Industri kreatif terdiri dari banyak sekali subsektor dan semuanya mampu memberikan dampak yang bersifat positif untuk perekonomian negara dan kehidupan sosial masyarakat.

Tapi agar bisa memberikan dampak positif, diperlukan berbagai faktor yang bisa mendukung perkembangan industri.

Baca Juga: Apa Itu Startup? Apa yang Perlu diketahui Sebelum Mulai?

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar