Manajemen Bisnis: Perencanaan, Fungsi dan Komponennya

Manajemen Bisnis Perencanaan, Fungsi dan Komponennya

Pada saat Anda memiliki usaha, maka penting untuk memahami ilmu tentang bisnis.

Salah satunya adalah perlunya mempelajari tentang manajemen bisnis.

Memulai sebuah usaha tidak dapat langsung dijalankan begitu saja, namun perlu persiapan dan juga perencanaan.

Dalam mempersiapkan bisnis tersebut, peranan manajemen akan memudahkan dalam menjalankan usaha.

Ketika perencanaan tidak tepat, maka akan timbul beberapa permasalahan. Misalnya adalah modal yang tidak kembali, usaha mandek, barang menumpuk, dan lainnya.

Pengertian Manajemen Bisnis

Pengertian Manajemen Bisnis

Dari sisi bahasa, manajemen diartikan sebagai sebuah kegiatan mengatur.

Aktivitas ini berupa perencanaan, pengerjaan, dan juga pengawasan pada sebuah usaha atau bisnis.

Tujuan yang ingin dicapai dari aktivitas tersebut adalah untuk mendapatkan target yang dikehendaki.

Pengertian lain dari manajemen yaitu sebuah kegiatan atau usaha yang sengaja dijalankan berdasarkan rencana, agar dapat mencapai target penjualan dari perusahaan.

Dari pengertian tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa tanpa adanya manajemen, maka keuntungan yang akan didapatkan tidak bisa optimal.

Lalu apa itu manajemen bisnis?

Pengertian manajemen bisnis adalah unsur yang paling penting dalam mengembangkan sebuah usaha.

Sudah sewajarnya sebuah bisnis yang berjalan dengan baik, ditentukan oleh proses manajemen yang baik juga.

Sedangkan perjalanan bisnis yang buruk, pada umumnya manajemennya juga kurang baik.

Sebuah bisnis dijalankan dengan adanya beberapa komponen penting.

Tanpa adanya manajemen ini, maka komponen tersebut  tidak dapat bekerja dengan baik.

Bahkan ada beberapa komponen bisnis yang gagal, sehingga berdampak buruk pula pada komponen yang lainnya.

Perencanaan Manajemen Bisnis

Kenapa sebuah perencanaan penting dilakukan?

Tujuan utama dari perencanaan adalah agar usaha yang dijalankan, dapat berjalan lancar dan mencapai target.

Bisnis tanpa perencanaan maka tidak dapat dilakukan pengawasan atau controlling yang baik.

Bisa jadi modal usaha justru akan habis terpakai untuk keperluan lainnya yang tidak berkaitan dengan bisnis.

Apabila hal tersebut terjadi, maka perusahaan atau bisnis dapat mengalami kebangkrutan dan pailit.

Perencanaan juga membantu dalam mengambil keputusan secara tepat bagi jalannya usaha.

Selama bisnis dijalankan, akan menghadapi beberapa masalah yang harus diselesaikan.

Penyelesaian ini haruslah dilakukan dengan pengambilan keputusan yang tepat, baik untuk keputusan yang bersifat operasional maupun strategis.

Perencanaan bisnis, menjadi panduan dalam menjalankan bisnis agar tetap berjalan sesuai dengan tujuan awal.

Aktivitas ini juga lebih memudahkan dalam operasional karena memahami apa yang harus dilakukan.

Beberapa perencanaan yang dapat dilakukan antara lain.

  • Menentukan tujuan dan target perusahaan.
  • Menyusun langkah-langkah sesuai dengan target agar dapat tercapai.
  • Menentukan sumber daya manusia serta sumber daya yang lain yang mungkin dibutuhkan.
  • Menetapkan standarisasi kerja demi tercapainya sasaran dan tujuan.

Fungsi Manajemen Bisnis

Fungsi Manajemen Bisnis

Dari uraian tentang pengertian business management yang telah disampaikan diatas, maka dapat dilihat bahwa manajemen ini memiliki fungsi tertentu.

Nantinya, fungsi manajemen ini akan diaplikasikan atau diterapkan dalam bisnis.

Berikut ini adalah beberapa fungsi manajemen tersebut.

1. Planning

Manajemen bisnis memiliki fungsi planning atau perencanaan.

Aktivitas ini merupakan aktivitas awal sebelum membangun usaha.

Contoh planning ini adalah dalam bidang promosi produk, jenis produk yang akan dijual, dokumentasi penjualan, hingga pembukuan keuangan.

Apa yang telah ditetapkan pada planning ini, harus didokumentasikan dengan baik sebagai patokan bisnis nantinya.

Kesalahan yang sering dilakukan para pemilik bisnis adalah tidak memiliki pencatatan yang baik. Padahal pencatatan ini sangat penting untuk memudahkan kontrol finansial yang dimiliki.

2. Organizing

Organizing merupakan fungsi manajemen yang berkaitan dengan sumber daya manusia. Dalam hal ini yang dimaksud adalah pekerja.

Setelah melakukan perencanaan, maka Anda bisa membuat kelompok kerja yang terdiri dari orang-orang dengan porsi tugas yang sama.

Adanya kelompok kerja ini akan memudahkan dalam proses pelaksanaan kerja.

Misalnya kelompok pemasaran, administrasi, teknis, dan lainnya.

Dengan cara ini, proses penilaian hasil kerja juga akan semakin mudah dan lebih menghemat alur penilaian.

3. Staffing

Fungsi staffing ini memiliki cakupan yang luas, yaitu semua sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan.

Contoh sumber daya ini antara lain mesin, sarana prasarana, bahan baku, dan lainnya. Sumber daya ini, harus digunakan dan diatur sesuai dengan kebutuhan usaha.

Apabila perusahaan tidak menerapkan manajemen yang baik, maka pemakaian sumber daya dapat melebihi dari batasan yang ada.

Akibatnya modal perusahaan akan membengkak. Apabila tidak diatasi dengan baik, dapat menyebabkan bisnis bangkrut.

4. Directing

Fungsi selanjutnya adalah directing. Dalam pengertiannya directing merupakan sebuah pengarahan atau tindakan yang dilakukan oleh atasan atau pemimpin usaha, sebagai penyemangat tim agar apa yang dikerjakan sesuai dengan perencanaan.

Dalam melaksanakan rencana bisnis yang telah tersusun, kadang kala mengalami kejenuhan atau turunnya semangat.

Hal ini harus segera diatasi agar kinerja menjadi kembali naik dan progres kerja akan tercapai.

Directing ini memiliki kaitan yang erat dengan tingkat kepatuhan pada rencana yang dibuat.

Ketika bekerja sesuai dengan rencana, akan membuat bisnis berjalan dengan baik dan dapat mencapai target.

5. Controlling

Kata lain dari controlling adalah pengawasan. Fungsi manajemen bisnis ini berupa pengawasan dalam sistem kerja.

Perusahaan dapat  menilai apakah sistem kerja yang dilaksanakan telah  sesuai dengan ketentuan atau tidak.

Dari fungsi controlling ini, akan muncul beberapa poin penting sebagai bahan evaluasi dan juga laporan.

Selain itu juga dapat diketahui adanya hambatan-hambatan yang terjadi. controlling dapat dilakukan oleh ketua tim maupun pimpinan langsung.

Orang yang bertugas melakukan controlling, akan membuat laporan yang diserahkan kepada pimpinan.

Laporan tersebut berisi tentang penilaian dan juga identifikasi di lapangan.

Hasil laporan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan periode selanjutnya.

Unsur-Unsur Dalam Perencanaan Manajemen Bisnis

Unsur-Unsur Dalam Perencanaan Manajemen Bisnis

Sebuah perencanaan bisnis tentu tidak dapat dijalankan dengan baik tanpa adanya unsur pelengkapnya, Untuk itulah dibutuhkan spesifikasi unsur penting yang berhubungan dengan proses perencanaan manajemen agar berjalan dengan baik.

1. Deskripsi Bisnis Jelas

Sebuah bisnis akan berjalan dengan baik jika memiliki deskripsi yang jelas.

Tujuannya adalah agar konsumen lebih mudah untuk memahami jenis usaha yang dijalankan.

Bisnis tersebut haruslah jelas bidangnya. Contohnya adalah fashion, jasa, kuliner, grosir barang rumah tangga, dan lainnya.

  • Nama Perusahaan

Bisnis yang tidak jelas jenis usahanya, akan membuat konsumen bingung pada saat mencari beberapa produk yang dibutuhkan.

Konsumen tidak dapat mengetahui spesifikasi produk apa saja yang diproduksi oleh perusahaan.

Lebih jauh lagi, deskripsi produk tersebut akan sangat berkaitan dengan brand perusahaan. Paling mudahnya adalah tentang nama perusahaan.

Memilih nama perusahaan juga harus memperhatikan beberapa hal, salah satunya adalah mewakili jenis usaha serta produk yang dijual.

  • Logo Perusahaan

Selain itu nama perusahaan juga diusahakan yang mudah diingat oleh konsumen.

Selanjutnya adalah logo perusahaan yang pada umumnya menggunakan gambar dengan desain yang simpel.

Agar logo mudah diingat, pilihlah warna logo yang khas dengan warna perusahaan.

  • Spesifikasi Produk

Perusahaan harus menunjukkan spesifikasi produk yang jelas. Meskipun mungkin perusahaan menghasilkan beberapa produk, namun sebagian besar memiliki jenis produk yang sejenis.

Contohnya produk makanan, aksesoris, dan lainnya.

2. Melakukan Analisis Pesaing

Dalam proses penentuan jenis produk yang akan dipasarkan, Anda bisa juga melakukan analisis produk pesaing.

Dari analisis ini maka dapat diketahui apakah pesaing memiliki produk yang jenisnya sama, atau produknya lebih berkualitas.

Apabila produk dari pesaing memiliki kelebihan dibandingkan produk Anda, maka harus meningkatkan kualitas agar mampu untuk bersaing di pasar.

Boleh juga mencoba mempelajari teknik marketing yang dilakukan oleh pesaing.

Dari hasil pengamatan dan pembelajaran ini, Anda bisa mengembangkan proses marketing yang dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan.

Memiliki pesaing dapat menjadi salah satu kesempatan agar perusahaan dapat berkembang lebih baik.

3. Memiliki Strategi Pemasaran

Bisnis tanpa pemasaran maka belum lengkap, bahkan bisa saja bisnis ini menjadi tumpul.

Perusahaan harus memiliki rencana pemasaran yang matang bagi produknya.

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan analisa produk apa saja yang dibutuhkan oleh konsumen.

Langkah selanjutnya adalah bisa membuat strategi marketing secara tepat. Promosi ini merupakan cara pengenalan brand atau merek usaha dari produk yang dikeluarkan.

Ada beberapa cara promosi yang dilakukan, misalnya promo diskon, voucher potongan harga, atau bisa juga pembelian berhadiah.

Dalam melakukan promosi dibutuhkan media, dapat berupa media cetak maupun digital.

Saat ini metode yang sedang populer adalah digital marketing, dimana pemasaran ini berbasis menggunakan layanan internet.

4. Laporan Keuangan

Meskipun terlihat mudah, namun catatan keuangan ini menjadi jenis pencatatan yang sering diabaikan.

Pembukuan menjadi hal yang sangat penting dalam proses perjalanan sebuah bisnis. Dengan adanya pembukuan yang baik, maka menjadi acuan untuk aktivitas perusahaan.

Salah satu contoh pentingnya pembukuan adalah untuk melihat berapa stok barang yang telah dikeluarkan. Termasuk dalam hal ini adalah pencatatan tentang pengiriman barang tersebut.

Pencatatan stok, bahan baku, dan lainnya dapat menghindarkan dari penggunaan yang berlebihan.

Laporan keuangan dibuat dengan mencatat finansial usaha.

Misalnya berapa modal awalnya, berapa biaya yang telah dikeluarkan, serta berapa pendapatan yang diterima.

Pencatatan yang baik akan menghindarkan dari kebangkrutan usaha.

5. Menjaga Kualitas Produk dan Layanan

Perusahaan harus senantiasa mempertahankan dan memperbaiki kualitas produk dan layanan. Dua unsur tersebut sangat berkaitan erat dengan promosi.

Apabila produk memiliki kualitas barang yang buruk, maka dapat dipastikan terjadi kekecewaan dari konsumen.

Konsumen yang kecewa akan membuat penjualan produk menurun. Begitu juga dengan kualitas layanan.

Semakin cepat respon yang diberikan oleh perusahaan, maka akan semakin membuat konsumen merasa nyaman dalam membeli produknya.

Komponen Manajemen Bisnis

Komponen Manajemen Bisnis

Selain memiliki fungsi dan unsur-unsur pendukungnya, business management juga memiliki komponen manajemen.

Komponen ini merupakan bagian-bagian dimana aktivitasnya harus didasarkan pada sistem manajemen perusahaan.

Berikut adalah komponen manajemen tersebut.

1. Manajemen Keuangan

Secara umum manajemen keuangan adalah bidang manajemen yang fungsinya mengatur finansial sebuah perusahaan.

Dengan adanya komponen ini, harapannya adalah perusahaan dapat berjalan lebih stabil dan dilaksanakan tepat dengan tujuannya.

Sebuah bisnis harus selalu didukung dengan pengelolaan keuangan yang baik. Harus jelas pencatatan antara pendapatan dan pengeluaran.

Tujuannya adalah agar dapat melihat berapakah biaya yang telah dikeluarkan dan berapa yang didapatkan.

Dengan manajemen keuangan yang baik, maka perusahaan dapat mengendalikan penggunaan modal.

Jangan sampai modal yang dimiliki akan habis dan mengalami kebangkrutan. Perusahaan yang sehat akan memiliki laporan keuangan yang positif atau tidak rugi.

2. Manajemen Marketing

Komponen manajemen marketing ini terdiri dari kegiatan perencanaan dan juga pengawasan. Objek yang masuk dalam kegiatan ini yaitu aktivitas pemasaran.

Tujuan yang ingin dicapai dari manajemen marketing ini berupa kontrol yang baik pada konsep pemasaran produk.

Semakin lama akan semakin banyak pesaing yang ada disekeliling perusahaan. Para pesaing tersebut akan berusaha untuk menemukan rencana promosi yang baru.

Tentunya Anda juga harus bersiap dengan terobosan promosi yang berbeda.

Pemasaran merupakan pintu untuk memperkenalkan produk ke masyarakat.

Manajemen pemasaran yang tepat, akan membantu promosi efektif agar konsumen lebih mengenal produk yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Berbeda ketika manajemen marketing ini tidak berjalan, atau tidak dilaksanakan dengan baik.

Akibat yang terjadi adalah produk tidak laku karena tidak banyak konsumen yang mengetahui produk tersebut, sehingga tergantikan oleh produk lain yang sejenis.

3. Manajemen Produksi

Tugas dari manajemen produksi ini adalah mengatur proses produksi barang yang ada di perusahaan.

Aktivitas di dalamnya termasuk juga kontrol terhadap fungsi serta kelayakan dari mesin-mesin produksi di perusahaan.

Manajemen produksi juga berkaitan dengan pengawasan terhadap para petugas operator produksi.

Selain itu juga memberikan pengawasan mulai dari proses pembuatan produk hingga produk selesai dan siap diedarkan ke pasaran untuk dijual.

Apabila proses produksi tidak diberikan pengawasan, dapat terjadi kesalahan atau masalah.

Misalnya adalah kesalahan produksi, penggunaan bahan baku yang tidak sesuai, kerusakan mesin, pengemasan, dan berbagai kesalahan lainnya.

4. Manajemen Distribusi

Manajemen distribusi merupakan komponen dalam manajemen bisnis yang memiliki tugas untuk mengawasi jalannya aktivitas distribusi produk.

Kegiatan dalam manajemen ini ditujukan untuk memastikan apakah produk disalurkan ke konsumen dengan baik dan cepat.

Kenapa penting memastikan produk sampai ke konsumen dengan baik?

Secara umum pada saat membeli produk, maka akan memilih produk yang memiliki kualitas baik. Jika saluran distribusi ini tidak baik, maka produk juga akan sampai ke konsumen dalam kondisi tidak baik.

Misalnya saja produk rusak, basi, atau melebihi tanggal kadaluarsa.

Akibatnya adalah produk tidak akan terjual dan tidak ada pemasukan untuk perusahaan.

Justru perusahaan akan mengalami kerugian karena menanggung biaya produksi dan juga distribusi.

5. Manajemen SDM

Komponen manajemen yang tidak kalah pentingnya adalah manajemen SDM.

Dalam manajemen ini, mengatur tentang bidang pekerjaan, porsi tanggung jawab, hingga tingkat kedisiplinan pekerja.

Untuk bisa menjalankan poin-poin tersebut, tentunya tidak mudah begitu saja.

Diperlukan komitmen yang kuat untuk memastikan keberlangsungan usaha. Hal ini sangat tergantung dari manajemen dalam mengatur dan melaksanakannya.

Setiap unsur dalam manajemen, akan saling bersinergi untuk bisa menjalankan fungsi perencanaan yang baik.

Terutama tentang kerjasama yang dilakukan antara pimpinan dan pekerja. Perencanaan harus dilakukan sebaik mungkin dan terarah.

Contoh perencanaan bisnis yang masuk dalam komponen manajemen SDM ini antara lain pengelolaan manajemen, pengembangan, keuangan, dan juga promosi.

Perencanaan yang baik, serta didukung dengan SDM yang baik maka akan menunjang keberhasilan perusahaan.

Fungsi dan tujuan dari adanya manajemen bisnis ini adalah untuk membawa perusahaan agar semakin berkembang.

Langkah awal perusahaan dengan menerapkan manajemen perusahaan yang baik, akan berfungsi untuk membuat perusahaan tetap berjalan dan mengatasi hambatan yang ada.

Bagikan:

Tags

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar