Apa itu Merchant Discount Rate dalam Bisnis? Inilah Penjelasan Lengkapnya

Apa itu Merchant Discount Rate dalam Bisnis Inilah Penjelasan Lengkapnya

Jika Anda menggunakan kartu kredit, mungkin sudah familiar dengan istilah Merchant Discount Rate (MDR). MDR adalah biaya yang dikenakan pada setiap transaksi yang Anda lakukan menggunakan kartu kredit.

Biaya ini merupakan potongan yang ditanggung oleh pemilik outlet. Merchant harus membayar fee ini terkait dengan proses transaksi melalui mesin EDC (Electronic Data Capture).

Biaya ini menjadi salah satu pertimbangan bagi merchant dalam menerima pembayaran menggunakan kartu kredit.

Apa itu Merchant Discount Rate?

Merchant Discount Rate (MDR) adalah biaya yang dikenakan kepada pemilik usaha atau merchant setiap kali mereka memproses transaksi menggunakan kartu kredit atau debit.

Biaya ini merupakan persentase dari total nilai transaksi dan dikenakan oleh penyedia layanan pembayaran atau bank yang menyediakan mesin EDC (Electronic Data Capture) kepada merchant.

MDR mencakup biaya untuk memproses transaksi, risiko penipuan, dan keuntungan bagi bank atau penyedia layanan. Biasanya, persentase MDR bervariasi tergantung pada jenis kartu yang digunakan (kredit atau debit) dan kesepakatan antara merchant dengan penyedia layanan.

MDR penting bagi merchant karena dapat mempengaruhi profitabilitas mereka, terutama jika mereka sering memproses transaksi dalam jumlah besar.

Oleh karena itu, merchant perlu mempertimbangkan biaya MDR saat memutuskan apakah akan menerima pembayaran menggunakan kartu kredit atau debit.

Meskipun biaya ini dapat dianggap sebagai pengeluaran tambahan, menerima pembayaran dengan kartu dapat meningkatkan penjualan dan kenyamanan pelanggan.

Dalam beberapa kasus, merchant dapat mencoba untuk menegosiasikan tarif MDR yang lebih rendah dengan penyedia layanan pembayaran, terutama jika mereka memiliki volume transaksi yang tinggi.

Faktor yang Mempengaruhi Merchant Discount Rate (MDR)

Merchant Discount Rate (MDR) dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dapat mempengaruhi biaya yang dikenakan kepada merchant setiap kali mereka memproses transaksi menggunakan kartu kredit atau debit.

Berikut adalah lima faktor utama yang mempengaruhi MDR secara lengkap dan mendalam:

1. Jenis Kartu yang Digunakan

Jenis kartu yang digunakan oleh pelanggan dapat sangat mempengaruhi MDR. Secara umum, kartu kredit memiliki biaya MDR yang lebih tinggi dibandingkan kartu debit.

Hal ini disebabkan oleh risiko yang lebih besar yang diambil oleh penerbit kartu kredit, termasuk risiko default dan penipuan.

Selain itu, kartu kredit premium atau reward card sering kali memiliki biaya MDR yang lebih tinggi karena program hadiah yang ditawarkan kepada pemegang kartu.

Program-program ini memerlukan biaya tambahan yang biasanya diteruskan ke merchant dalam bentuk MDR yang lebih tinggi.

2. Volume dan Nilai Transaksi

Volume dan nilai total transaksi yang diproses oleh merchant juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi MDR.

Merchant yang memiliki volume transaksi tinggi atau nilai transaksi besar biasanya dapat menegosiasikan tarif MDR yang lebih rendah dengan penyedia layanan pembayaran.

Hal ini karena bank atau penyedia layanan melihat merchant tersebut sebagai pelanggan yang berharga dan stabil, sehingga mereka bersedia memberikan tarif yang lebih kompetitif untuk menjaga hubungan bisnis yang menguntungkan.

Sebaliknya, merchant dengan volume transaksi yang lebih rendah mungkin harus membayar MDR yang lebih tinggi.

3. Jenis Industri

Jenis industri di mana merchant beroperasi juga dapat mempengaruhi tingkat MDR.

Beberapa industri dianggap memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan yang lain, seperti industri perjalanan, hotel, dan e-commerce.

Risiko ini bisa berupa tingkat penipuan yang lebih tinggi atau volatilitas bisnis yang lebih besar. Akibatnya, merchant di industri-industri ini mungkin dikenakan MDR yang lebih tinggi.

Di sisi lain, industri dengan risiko lebih rendah, seperti ritel tradisional atau layanan kesehatan, mungkin menikmati tarif MDR yang lebih rendah.

4. Profil Risiko Merchant

Profil risiko merchant meliputi berbagai faktor seperti riwayat transaksi, tingkat pengembalian barang (refund), dan insiden penipuan.

Merchant yang memiliki riwayat transaksi yang baik, dengan sedikit insiden penipuan dan pengembalian barang, dianggap memiliki profil risiko yang rendah dan mungkin dikenakan MDR yang lebih rendah.

Sebaliknya, merchant dengan banyak insiden penipuan atau pengembalian barang yang tinggi dianggap memiliki profil risiko yang lebih tinggi, sehingga dikenakan tarif MDR yang lebih tinggi untuk mengkompensasi risiko yang diambil oleh penyedia layanan pembayaran.

5. Negosiasi dan Hubungan dengan Penyedia Layanan Pembayaran

Kemampuan merchant untuk menegosiasikan tarif MDR dengan penyedia layanan pembayaran juga merupakan faktor penting.

Merchant yang memiliki hubungan baik dan sejarah panjang dengan penyedia layanan pembayaran sering kali dapat menegosiasikan tarif yang lebih baik.

Selain itu, merchant yang memiliki volume transaksi tinggi atau yang menggunakan berbagai layanan lain dari penyedia yang sama mungkin memiliki leverage lebih besar dalam negosiasi tarif.

Beberapa penyedia layanan juga menawarkan paket khusus atau diskon untuk merchant yang menggunakan lebih banyak layanan atau berkomitmen untuk kontrak jangka panjang.

Manfaat Merchant Discount Rate (MDR) dalam Bisnis

Meskipun MDR adalah biaya tambahan yang harus ditanggung oleh merchant, ada beberapa manfaat penting yang bisa diperoleh dari penerapan MDR dalam bisnis.

Berikut ini adalah manfaat utama MDR dalam bisnis:

1. Meningkatkan Kemudahan dan Kepuasan Pelanggan

Dengan menerima kartu kredit dan debit sebagai metode pembayaran, merchant dapat meningkatkan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan.

Pelanggan cenderung memilih merchant yang menawarkan berbagai opsi pembayaran, termasuk kartu kredit dan debit, karena ini memungkinkan mereka untuk bertransaksi dengan cara yang paling nyaman bagi mereka.

Dengan meningkatkan kemudahan ini, merchant dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan loyalitas dan retensi pelanggan.

Pelanggan yang puas lebih mungkin untuk kembali dan melakukan pembelian berulang, yang dapat meningkatkan pendapatan jangka panjang.

2. Meningkatkan Penjualan dan Pendapatan

Menerima pembayaran dengan kartu kredit dan debit dapat membantu merchant meningkatkan penjualan dan pendapatan mereka.

Pelanggan yang menggunakan kartu kredit atau debit cenderung melakukan pembelian dengan nilai transaksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang membayar dengan uang tunai.

Hal ini karena kartu kredit memungkinkan pelanggan untuk melakukan pembelian yang mungkin tidak bisa mereka lakukan jika mereka hanya mengandalkan uang tunai yang tersedia.

Dengan menawarkan opsi pembayaran yang lebih fleksibel, merchant dapat menarik lebih banyak pelanggan dan mendorong penjualan yang lebih besar.

3. Mengurangi Risiko dan Biaya Penanganan Uang Tunai

Mengelola dan menyimpan uang tunai memiliki risiko dan biaya yang signifikan, termasuk risiko kehilangan atau pencurian, serta biaya penanganan dan pengelolaan uang tunai.

Dengan menerima pembayaran kartu, merchant dapat mengurangi jumlah uang tunai yang mereka harus tangani setiap hari.

Hal ini tidak hanya mengurangi risiko pencurian, tetapi juga mengurangi biaya dan waktu yang dihabiskan untuk menangani, menghitung, dan menyetorkan uang tunai ke bank.

Selain itu, pembayaran kartu dapat diproses secara elektronik, yang meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan manusia dalam pengelolaan uang tunai.

4. Mempercepat Proses Transaksi

Pembayaran dengan kartu kredit dan debit biasanya lebih cepat dibandingkan dengan pembayaran tunai.

Proses transaksi dapat diselesaikan hanya dalam beberapa detik, terutama dengan teknologi terbaru seperti contactless payment atau NFC (Near Field Communication).

Kecepatan ini tidak hanya menguntungkan pelanggan, yang dapat menyelesaikan pembelian mereka dengan cepat, tetapi juga menguntungkan merchant dengan mengurangi waktu antrian dan meningkatkan efisiensi operasional.

Dengan transaksi yang lebih cepat, merchant dapat melayani lebih banyak pelanggan dalam waktu yang lebih singkat, yang dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan.

5. Meningkatkan Keamanan Transaksi

Pembayaran dengan kartu kredit dan debit menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembayaran tunai.

Transaksi kartu dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan seperti enkripsi data, tokenisasi, dan autentikasi dua faktor, yang membantu melindungi informasi sensitif pelanggan dan mengurangi risiko penipuan.

Selain itu, jika terjadi transaksi yang mencurigakan atau tidak sah, pelanggan dapat mengajukan klaim pengembalian dana (chargeback) melalui bank mereka.

Tentunya hal ini memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi pelanggan dan merchant, yang dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap bisnis.

6. Memfasilitasi Manajemen Keuangan yang Lebih Baik

Menerima pembayaran kartu dapat membantu merchant dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.

Transaksi kartu secara otomatis dicatat dan dilacak oleh sistem pembayaran elektronik, yang memudahkan pencatatan dan pelaporan keuangan.

Dengan laporan transaksi yang terperinci, merchant dapat memantau penjualan, mengidentifikasi tren pembelian, dan membuat keputusan bisnis yang lebih informasional.

Selain itu, integrasi dengan sistem akuntansi dan manajemen inventaris dapat meningkatkan efisiensi operasional dan membantu merchant dalam merencanakan strategi keuangan jangka panjang.

Contoh Perhitungan Merchant Discount Rate (MDR)

Untuk memberikan gambaran yang lebih mendalam tentang cara kerja Merchant Discount Rate (MDR), kita akan membahas beberapa contoh perhitungan yang melibatkan berbagai skenario transaksi.

1. Transaksi Tunggal

Seorang pelanggan melakukan pembelian di toko elektronik dengan menggunakan kartu kredit. Nilai transaksi adalah Rp2.000.000 dan MDR yang dikenakan adalah 2,5%.

Perhitungan:

  • MDR=2,5%×𝑅𝑝2.000.000
  • MDR=0,025×𝑅𝑝2.000.000
  • MDR=𝑅𝑝50.000

Jadi, biaya MDR yang dikenakan kepada pedagang adalah Rp50.000. Dengan demikian, pedagang akan menerima:

Jumlah yang diterima pedagang=𝑅𝑝2.000.000−𝑅𝑝50.000

Jumlah yang diterima pedagang=𝑅𝑝1.950.000

2. Transaksi Multiple

Sebuah restoran melakukan transaksi sebanyak 10 kali dalam sehari, dengan rata-rata nilai transaksi sebesar Rp500.000. MDR yang dikenakan adalah 3%.

Perhitungan untuk satu transaksi:

  • MDR per transaksi=3%×𝑅𝑝500.000
  • MDR per transaksi=0,03×𝑅𝑝500.000
  • MDR per transaksi=𝑅𝑝15.000

Total MDR untuk 10 transaksi:

Total MDR=𝑅𝑝15.000×10 Total MDR=𝑅𝑝150.000

Jadi, total biaya MDR yang dikenakan untuk 10 transaksi adalah Rp150.000. Jumlah total yang diterima pedagang setelah dikurangi MDR adalah:

Jumlah total yang diterima pedagang=(𝑅𝑝500.000×10)−𝑅𝑝150.000

Jumlah total yang diterima pedagang=𝑅𝑝5.000.000−𝑅𝑝150.000 Jumlah total yang diterima pedagang=𝑅𝑝4.850.000

3. Transaksi dengan Tarif MDR Berbeda

Sebuah toko pakaian memiliki dua jenis transaksi: transaksi kartu debit dengan MDR 1,5% dan transaksi kartu kredit dengan MDR 2,5%. Dalam sehari, toko tersebut melakukan 20 transaksi kartu debit dengan rata-rata nilai Rp300.000 dan 15 transaksi kartu kredit dengan rata-rata nilai Rp700.000.

Perhitungan untuk transaksi kartu debit:

  • MDR kartu debit per transaksi=1,5%×𝑅𝑝300.000
  • MDR kartu debit per transaksi=0,015×𝑅𝑝300.000
  • MDR kartu debit per transaksi=𝑅𝑝4.500

Total MDR untuk 20 transaksi kartu debit:

  • Total MDR kartu debit=𝑅𝑝4.500×20
  • Total MDR kartu debit=𝑅𝑝90.000

Perhitungan untuk transaksi kartu kredit:

  • MDR kartu kredit per transaksi=2,5%×𝑅𝑝700.000
  • MDR kartu kredit per transaksi=0,025×𝑅𝑝700.000
  • MDR kartu kredit per transaksi=𝑅𝑝17.500

Total MDR untuk 15 transaksi kartu kredit:

  • Total MDR kartu kredit=𝑅𝑝17.500×15
  • Total MDR kartu kredit=𝑅𝑝262.500

Total MDR untuk semua transaksi:

Total MDR=𝑅𝑝90.000+𝑅𝑝262.500 Total MDR=𝑅𝑝352.500

Jumlah total yang diterima pedagang:

Untuk kartu debit:

  • Jumlah yang diterima dari kartu debit=(𝑅𝑝300.000×20)−𝑅𝑝90.000
  • Jumlah yang diterima dari kartu debit=𝑅𝑝6.000.000−𝑅𝑝90.000 Jumlah yang diterima dari kartu debit=𝑅𝑝5.910.000

Untuk kartu kredit:

  • Jumlah yang diterima dari kartu kredit (𝑅𝑝700.000×15)−𝑅𝑝262.500
  • Jumlah yang diterima dari kartu kredit=𝑅𝑝10.500.000−𝑅𝑝262.500
  • Jumlah yang diterima dari kartu kredit=𝑅𝑝10.237.500

Total jumlah yang diterima pedagang dari semua transaksi:

  • Jumlah total yang diterima pedagang=𝑅𝑝5.910.000+𝑅𝑝10.237.500
  • Jumlah total yang diterima pedagang=𝑅𝑝16.147.500

4. Transaksi dengan Diskon Volume

Sebuah supermarket melakukan transaksi dengan total nilai Rp50.000.000 dalam sebulan. Penyedia layanan pembayaran menawarkan diskon volume dengan tarif MDR 2% untuk transaksi hingga Rp25.000.000 dan 1,5% untuk transaksi di atas Rp25.000.000.

Perhitungan untuk Rp25.000.000 pertama:

MDR=2%×𝑅𝑝25.000.000

MDR=0,02×𝑅𝑝25.000.000 MDR=𝑅𝑝500.000

Perhitungan untuk Rp25.000.000 berikutnya:

MDR=1,5%×𝑅𝑝25.000.000

MDR=0,015×𝑅𝑝25.000.000

MDR=𝑅𝑝375.000

Total MDR:

Total MDR=𝑅𝑝500.000+𝑅𝑝375.000 Total MDR=𝑅𝑝875.000

Jumlah total yang diterima pedagang:

  • Jumlah total yang diterima pedagang=𝑅𝑝50.000.000−𝑅𝑝875.000
  • Jumlah total yang diterima pedagang=𝑅𝑝49.125.000

Contoh-contoh di atas menunjukkan bagaimana MDR dapat bervariasi tergantung pada nilai transaksi, jenis kartu yang digunakan, dan kebijakan tarif dari penyedia layanan pembayaran.

Pedagang perlu memahami dan menghitung MDR secara akurat untuk memastikan bahwa biaya ini tidak mengurangi margin keuntungan mereka secara signifikan. Dengan demikian, mereka dapat mengelola biaya operasi dengan lebih baik dan membuat keputusan yang lebih informasional terkait metode pembayaran yang diterima.

Baca Juga : Apa Perbedaan Debit dan Kredit? Ini Penjelasannya

Bagikan:

Tags

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.