Apa itu Neraca Pembayaran? Fungsi, Tujuan dan Komponennya

Apa itu Neraca Pembayaran Fungsi, Tujuan dan Komponennya

Neraca pembayaran atau sering juga disebut sebagai Balance Of Payment (BOP), merupakan sebuah catatan yang dilaksanakan secara sistematis dari semua transaksi ekonomi di satu negara dan negara lain.

Secara umum pengertiannya adalah catatan transaksi jasa atau barang dan pergerakan uang

Dapat dikatakan juga sebagai pencatatan uang antar warga suatu negara dan warga negara lain selama periode waktu tertentu.

Sedangkan dari sisi KBBI, mengacu pada perbandingan neraca mata uang dua negara dalam aktivitas perdagangan dunia.

Apa Itu Neraca Pembayaran?

Berdasarkan KBBI, Neraca pembayaran adalah sebuah istilah sebagai daftar rinci perkiraan yang berkaitan dengan transaksi perdagangan yang dilakukan oleh suatu negara selama periode waktu tertentu.

Neraca pembayaran hanyalah catatan periodik yang berisi perdagangan ekonomi atau internasional selama periode waktu tertentu.

Untuk memahaminya kita perlu mempelajari lebih jauh penjelasan mengenai transaksi neraca pembayaran karena hal ini sangat penting bagi suatu negara.

Karena memungkinkan suatu negara untuk mengukur jumlah uang yang mengalir dari luar negeri, baik dari segi uang yang dikeluarkan maupun uang yang diterima.

Aliran uang masuk dan keluar dari transaksi ekonomi internasional menunjukkan bahwa sektor keuangan suatu negara berfungsi dengan baik. Neraca pembayaran dapat menjadi indikator yang mempengaruhi perilaku pelaku pasar.

Hanya transaksi ekonomi internasional, seperti impor dan ekspor, yang dicatat dalam neraca pembayaran.

Di sisi lain, transaksi seperti bantuan militer tidak dicatat.

Transaksi Neraca Pembayaran

Transaksi Neraca Pembayaran

Transaksi biasanya diklasifikasikan menjadi tiga bagian: transaksi finansial, transaksi berjalan, dan transaksi modal. Setiap jenis transaksi memiliki perannya masing-masing.

Tentu saja setiap transaksi memiliki fungsinya masing-masing, agar tidak salah pastikan Anda paham transaksi neraca pembayaran.

Untuk lebih jelasnya simak penjelasan tiga jenis transaksi berikut ini:

1. Transaksi Berjalan

Transaksi berjalan adalah jenis transaksi yang melibatkan impor dan ekspor barang dan jasa dalam satu tahun.

Neraca transaksi berjalan mencakup beberapa jenis transaksi yang digunakan untuk mengukur atau mengevaluasi neraca pembayaran.

  • Transaksi Barang

Jenis transaksi ini meliputi transaksi impor dan ekspor barang yang tergolong migas dan nonmigas.

Melalui proses penerimaan pembayaran, semua ekspor termasuk dalam transaksi kredit.

Sedangkan impor termasuk dalam transaksi diskon karena mengakibatkan kewajiban pembayaran ke negara lain. Jika ekspor melebihi impor, neraca pembayaran negara akan surplus, dan sebaliknya.

  • Transaksi Jasa

Jenis transaksi ini meliputi pemberian jasa oleh warga negara Indonesia kepada orang asing atau eksportir, dan pemberian jasa oleh orang asing kepada warga negara Indonesia atau importir.

Contoh transaksi jasa termasuk perjalanan dan transportasi internasional.

  • Penghasilan Primer

Pendapatan dasar adalah pendapatan atau hasil yang diperoleh dari penyediaan sumber daya manusia dan faktor-faktor produksi modal finansial.

Diklasifikasikan sebagai pendapatan utama adalah dividen seperti kupon, bunga dan diskon.

  • Penghasilan Sekunder

Jenis transaksi ini terdiri dari pembayaran, penerimaan dalam bentuk kiriman uang atau remittance dari pendapatan TKI/TKA, dan berbagai kiriman lainnya seperti hibah, jasa dan hadiah uang.

2. Transaksi Modal

Jenis transaksi ini biasanya digunakan untuk mencatat pendapatan dan laba bersih dari transaksi penanaman modal.

Transaksi ini termasuk hibah investasi dan aset tetap, yang terutama merupakan transfer modal.

Jenis transaksi ini jarang digunakan karena kontribusinya kecil terhadap neraca pembayaran. Transaksi modal terdiri dari dua komponen: aset non-keuangan yang tidak produktif dan transfer modal.

Transaksi modal dihitung dengan menjumlahkan nilai bersih aset non-keuangan, non-produktif dan transfer aset.

Bagian kredit dari transaksi ini diwakili oleh arus masuk modal dan bagian debit diwakili oleh transaksi arus keluar.

3. Transaksi Finansial

Jenis transaksi ini termasuk transaksi yang mewakili perubahan kepemilikan aset dan kewajiban keuangan luar negeri selama periode waktu tertentu.

Beberapa kategori transaksi ini secara khusus adalah:

  • Investasi Langsung

Investasi oleh investor yang menanamkan modalnya untuk tujuan investasi jangka panjang pada suatu perusahaan.

Modal yang ditanamkan sangat besar, mencapai 10% dari total modal perusahaan.

  • Investasi Portofolio

Jenis investasi ini merupakan investasi dimana keuntungan diperoleh dari suatu sekuritas.

Jenis investasi portofolio ini lebih bersifat jangka pendek.

  • Derivatif Finansial

Transaksi keuangan dalam kategori ini mencakup dokumen yang berkaitan dengan pencatatan derivatif dalam instrumen keuangan yang mengandung opsi atau waran, dan derivatif lainnya seperti kontrak forward, swap, dan kontrak forward.

4. Investasi Lainnya

Semua jenis pendanaan yang tidak termasuk dalam tiga kategori sebelumnya termasuk dalam investasi lain.

Dari sisi utang, sebagian besar investasi lainnya terdiri dari kredit luar negeri, baik swasta maupun pemerintah, dan utang usaha yang diperoleh melalui eksportir barang dan jasa luar negeri.

Sedangkan dari segi aset, golongan investasi lainnya meliputi simpanan umum pada bank luar negeri dan piutang dari eksportir Indonesia kepada pembeli asing.

Jenis–jenis Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran terutama terdiri dari debit dan kredit. Dimana didalamnya mencatat semua transaksi yang menghasilkan atau membebankan mata uang asing.

Pada saat yang sama, diskon mencatat semua transaksi yang terkait dengan pemotongan valuta asing.

Pengurangan mata uang asing secara diskonto diperoleh dari pembayaran yang menimbulkan utang luar negeri.

Neraca pembayaran dapat dibagi menjadi tiga kategori:  defisit, surplus, dan equilibrium.

1. Neraca Pembayaran Defisit

Jenis ini adalah neraca pembayaran di mana impor melebihi ekspor.

Jika suatu negara terus mengalami defisit, maka sektor keuangan akan berfungsi sangat lambat dan pertumbuhan ekonomi akan sulit tumbuh.

Mengurangi impor dan meningkatkan ekspor adalah dua cara yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah defisit negara. Pemerintah seharusnya tidak hanya membatasi impor, tetapi juga memperluas pasar untuk meningkatkan ekspor.

Namun, peningkatan ekspor tidak akan mudah karena masih bergantung pada produksi dalam negeri dan permintaan eksternal.

Permintaan luar negeri ini dipengaruhi oleh kualitas produk, tingkat harga, dan nilai tukar yang berlaku.

Cara untuk meningkatkan ekspor antara lain diversifikasi ekspor, mendukung ekspor dan preminya, mendevaluasi mata uang, mengendalikan harga domestik, dan perjanjian internasional.

2. Neraca Pembayaran Surplus

Neraca surplus adalah saldo yang menunjukkan bahwa debit dan pembayaran yang dilakukan di luar negeri lebih sedikit daripada jumlah yang diterima dari luar negeri (transaksi kredit).

Secara sederhana, surplus dapat diartikan sebagai jumlah pendapatan yang dimiliki suatu negara melebihi apa yang dibelanjakannya.

Surplus menunjukkan bahwa negara tersebut memiliki lebih banyak mata uang asing dan cadangan moneter.

Dengan kata lain, surplus  internasional dapat bermanfaat bagi pembangunan negara.

Cukup mudah untuk membedakan neraca pembayaran surplus dengan neraca lainnya.

3. Neraca Pembayaran Equilibrium

Equilibrium adalah keseimbangan yang mewakili jumlah yang sama dari pembayaran luar negeri (transaksi debit) dan penerimaan luar negeri (transaksi kredit).

Jika suatu negara ingin meningkatkan pendapatannya (surplus), negara harus mengimpor lebih sedikit dan mengekspor lebih banyak.

Fungsi Neraca Pembayaran

Syarat penyetoran dan penarikan yang terjadi dapat menunjukkan bahwa neraca pembayaran telah berfungsi dengan baik.

Agar suatu negara dapat berfungsi dengan baik, penting untuk memperhatikan transaksi ekonomi dan berusaha mengarahkannya ke arah yang menguntungkan.

Tentu saja neraca pembayaran memiliki banyak fungsi yang sangat bermanfaat dalam hal keuangan.

Berikut adalah beberapa fungsi yang dapat menjadi pertimbangan:

  • Sebagai subyek pemerintahan dalam pengambilan keputusan di bidang perdagangan internasional.
  • Sebagai agen pemerintah dalam pengambilan keputusan atau kebijakan keuangan yang dilaksanakan oleh negara.
  • Sebagai alat untuk mengukur atau menilai kondisi perekonomian suatu negara dalam kaitannya dengan transaksi ekonomi internasional.
  • Seperti laporan keuangan internasional.
  • Sebagai sarana pengumpulan data transaksi ekonomi, memastikan bahwa pemerintah suatu negara tidak menderita kerugian saat melakukan kegiatan impor dan ekspor dan memungkinkan penyelesaian pembayaran tepat waktu.
  • Sebagai alat untuk mencatat anggaran yang dikeluarkan dalam transaksi internasional.

Tujuan Neraca Pembayaran

Dengan diadakannya neraca pembayaran yang dilakukan suatu negara memiliki tujuan tersendiri.

Setiap tujuan selalu diharapkan bisa menguntungkan negara. Tujuannya adalah:

1. Mengetahui Situasi Ekonomi dalam Hubungan Internasional Negara

Neraca pembayaran dapat digunakan untuk memantau keadaan perekonomian suatu negara dan memberikan pemahaman tentang pola umum perekonomian suatu negara sehingga transaksi ekonomi dapat dilakukan secara optimal.

Dalam transaksi internasional, negara sangat perlu mengetahui keadaan ekonomi negara lain saat ini.

Mengetahui situasi ini, pemerintah dapat memutuskan kebijakan dan tindakan apa yang harus mereka ambil untuk mendapatkan keuntungan ketika melakukan transaksi ekonomi.

2. Ketahui Sumber Daya Masing-Masing Negara

Negara memiliki sumber daya yang berbeda. Oleh karena itu, negara perlu mengetahui sumber daya apa yang dimiliki negara lain untuk menjalin hubungan dalam perdagangan internasional yang dapat digunakan sebagai persiapan

Anda dapat mengetahui sumber daya apa yang dimiliki suatu negara dengan menggunakan neraca pembayaran yang benar.

Jika sudah mengetahui sumber daya apa yang dimiliki negara lain, maka pemerintah negara tersebut dapat memutuskan kesepakatan ekonomi seperti apa yang akan dibuat.

3. Mengetahui Besarnya Anggaran Mata Uang Asing

Dengan  adanya neraca pembayaran maka pemerintah bisa mengetahui besarnya anggaran mata uang asing yang dibutuhkan untuk transaksi ekonomi internasional.

Cadangan devisa yang dimiliki suatu negara dapat digunakan untuk transaksi ekonomi internasional.

Untuk meningkatkan cadangan devisa, perlu dilakukan transaksi ekonomi internasional secara efektif dan efisien serta memperoleh keuntungan dari transaksi tersebut. Anggaran mata uang asing harus direncanakan dengan cermat dan teliti.

Hal ini untuk memastikan tidak terjadi kesalahan yang menyebabkan suatu negara kehabisan anggaran mata uang asing.

Salah satu alat yang dapat menentukan anggaran devisa adalah neraca pembayaran.

Dengan neraca pembayaran, transaksi ekonomi internasional dapat dilakukan secara efektif dan efisien, tanpa merugikan negara. Mengidentifikasi langkah-langkah yang akan dilakukan dalam bidang transaksi ekonomi.

Agar tidak mengambil langkah yang salah dalam melakukan transaksi ekonomi, pemerintah harus mempertimbangkan langkah-langkah yang tepat agar negara tidak mengalami kerugian saat melakukan transaksi ekonomi.

Oleh karena itu, untuk memperoleh data perkembangan ekonomi negara lain, suatu negara harus memiliki neraca pembayaran.

Data ini berguna bagi pemerintah nasional karena memiliki data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang benar.

4. Identifikasi Masalah Ekonomi Lokal Dalam Negeri

Negara juga perlu memperhatikan masalah ekonomi yang ada di dalam negaranya.

Terdapat permasalahan dalam perekonomian domestik yang jika tidak segera diselesaikan dapat menghambat transaksi ekonomi internasional.

Masalah dalam negeri dapat ditemukan pada neraca pembayaran.

Karena catatan neraca adalah data yang akurat, pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi dan memecahkan masalah ekonomi lokal.

Kategori Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran dibagi dalam tiga kategori utama yaitu neraca berjalan, modal, serta keuangan.

Sedangkan dalam ketiga kategori ini ada beberapa subdivisi, dengan jenis-jenis transaksi moneter internasional yang berbeda-beda.

1. Neraca berjalan

Neraca berjalan biasanya digunakan untuk menandai arus keluar masuk baik barang ataupun jasa ke sebuah negara.

Sehingga pendapatan atas investasi, secara publik ataupun swasta bisa ikut dimasukkan menjadi rekening giro.

2. Neraca Modal

Neraca modal merupakan tempat transfer modal internasional yang telah dicatat.

Ini berarti jika perolehan ataupun pelepasan suatu aset non-keuangan (seperti, aset fisik misalkan tanah) serta aset tidak diproduksi, sangat diperlukan untuk produksi namun belum diproduksi.

3. Neraca Keuangan

Neraca keuangan merupakan arus moneter internasional terkait investasi dalam hal bisnis, obligasi, real estat, hingga saham yang didokumentasikan.

Ini berarti aset milik pemerintah juga termasuk, seperti emas, cadangan devisa, hak penarikan khusus milik International Monetary Fund (IMF), dll.

Komponen Komponen Penting dalam Neraca Pembayaran

Agar lebih memahami, Anda harus mempelajari juga berbagai komponen penting di dalamnya.

Komponen ini sangat menentukan neraca pembayaran, berikut adalah penjelasan dari beberapa komponen-komponennya:

1. Transaksi Berjalan

Transaksi berjalan ternyata diklasifikasikan lebih lanjut menjadi tiga bagian, berikut adalah identifikasinya :

  • Pendapatan investasi
  • Transfer sepihak
  • Neraca perdagangan merupakan suatu transaksi ekspor serta impor suatu barang (komoditas). Berbeda dengan ekspor dan impor jasa yang termasuk dalam neraca jasa-jasa.

2. Transaksi Modal

Komponen ini berisi kegiatan atau transaksi jual beli aset. Ini juga dapat mencakup catatan penjualan aset non-keuangan, seperti pendapatan sewa atau pendapatan pemasaran, sehingga berbeda dengan transaksi berjalan.

3. Transaksi Keuangan

Komponen ini memungkinkan Anda untuk mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan investasi.

Investasi langsung, portofolio, transaksi derivatif, dll. Mekanisme tindakannya adalah jika hasil transaksi saat ini positif, transaksi modal termasuk transaksi keuangan bisa negatif, atau sebaliknya.

Jadi, jika dijumlahkan secara keseluruhan, hasilnya adalah nol atau sampai dengan neraca pembayaran.

Namun, jika hasilnya menunjukkan situasi defisit, ini berarti negara perlu memasukkan uang untuk menutupi defisit itu.

Cara Menghitung Neraca Pembayaran

Dalam menghitung, Anda tidak boleh sembarangan. Karena ada rumus yang harus digunakan agar tidak ada kesalahan dalam perhitungan.

Neraca pembayaran akun dapat dirumuskan sebagai berikut:

BOP = (X – M) + (CI – CO) + (FB)

Keterangan:

  • BOP = Neraca Pembayaran
  • X – M = Current Account, yaitu selisih antara ekspor dan impor barang dan jasa
  • CI – CO = Saldo akun ekuitas (Inilah perbedaan antara arus masuk modal CI dan modal. aliran karbon dioksida).
  • FB = Saldo cadangan resmi negara.

Penutup

Itulah penjelasan singkat tentang arti, fungsi, tujuan dan komponen dari neraca pembayaran untuk membantu Anda lebih mengenal dan memahaminya. Selain itu Anda juga jadi mengetahui cara menghitungnya dengan benar.

Bagikan:

Tags

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.