Pengertian Surplus: Penyebab, Dampak, Jenis, dan Contohnya

Pengertian Surplus Penyebab, Dampak, Jenis, dan Contohnya

Salah satu hal yang cukup penting dalam keseharian manusia adalah mengenai ruang lingkup ekonomi. Bicara tentang perekonomian, tentu tidak jauh dari istilah surplus. Sampai saat ini masih banyak masyarakat awam yang belum mengetahui pengertian surplus, penyebab, dampak, dan jenisnya.

Banyak kegiatan dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan bidang ekonomi. Misalnya transaksi yang Anda lakukan ketika membeli atau menjual suatu barang.

Dalam kegiatan tersebut membutuhkan pengetahuan ekonomi agar dapat dilakukan dengan tepat.

Pada dasarnya pengetahuan mengenai bidang ekonomi akan sangat membantu banyak hal dalam keseharian.

Salah satu pengetahuan yang cukup penting untuk dipahami adalah mengenai surplus. Pada ulasan berikut akan dibahas mengenai berbagai hal mengenai surplus termasuk pengertian surplus.

Pengertian Surplus

Penyebab Surplus

Surplus merupakan jumlah sumber daya atau aset yang lebih dibandingkan dengan apa yang sedang digunakan. Istilah surplus merujuk pada berbagai macam hal, seperti laba, pendapatan, barang, dan modal.

Oleh sebab itu, pengertian surplus cukup kompleks maknanya karena tergantung pada konteks yang sedang dibicarakan. Dalam hal inventory, surplus merupakan gambaran dari produk tetap yang disimpan atau tidak digunakan.

Pada konteks anggaran, surplus merupakan pendapatan yang jumlahnya lebih dibandingkan dengan pengeluaran. Surplus anggaran tidak hanya terjadi pada bisnis saja, namun juga dapat terjadi dalam pemerintahan.

Surplus anggaran dalam pemerintahan salah satunya adalah jumlah pendapatan pajak yang melebihi apa yang harus dibiayai oleh pemerintah. Berdasarkan ulasan tersebut dapat disimpulkan mengenai pengertian surplus secara umum.

Dapat disimpulkan surplus adalah gambaran dari tingkat suatu aset yang melebihi dari apa yang digunakan. Surplus juga dapat dikatakan sebagai persediaan tetap dari suatu produk yang tidak dijual.

Penyebab Surplus

Penyebab Surplus

Surplus dalam bidang ekonomi terjadi pada saat ada yang bersedia membayar lebih daripada yang lainnya.

Misalnya harga akan ditetapkan untuk suatu produk dan semua orang bersedia membayar sesuai dengan harga yang ditetapkan, maka tidak akan terjadi kekurangan maupun surplus.

Berbeda jika seseorang bersedia membayar lebih dari harga yang telah ditetapkan, maka akan terjadi surplus. Pengeluaran suatu perusahaan yang lebih kecil dibandingkan dengan pemasukan juga dapat dikatakan sebagai surplus.

Hal tersebut tentunya akan memberikan keuntungan bagi suatu perusahaan. Pada kenyataannya surplus tidak selalu memberi makna yang positif. Adapun surplus negatif akibat ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan.

Contohnya ketika pemerintah menaikkan harga minyak goreng. Dalam hal ini perusahaan atau pelaku usaha akan memperoleh keuntungan yang lebih besar seharusnya.

Akan tetapi, justru permintaan akan minyak goreng menjadi semakin menurun sehingga dikatakan sebagai surplus negatif.

Selain dari penjelasan diatas, terdapat beberapa penyebab lain yang mengakibatkan terjadinya surplus. Berikut beberapa kondisi yang mengakibatkan terjadinya surplus ekonomi:

1. Perubahan demand

Pada kondisi atau musim tertentu seringkali terjadi perubahan demand atau permintaan terhadap suatu produk secara tiba-tiba. Misalnya selama pademi Covid-19 terdapat permintaan yang melonjak terhadap produk kesehatan.

Hampir semua orang tahu bahwa selama pademi covid permintaan akan masker kesehatan, layanan online, paket internet, dan beberapa hal lain meningkat.

Hal ini menjadi salah satu pemicu terjadinya surplus pada produsen, namun mengakibatkan kelangkaan.

2. Peran pemerintah

Peran pemerintah dalam bidang ekonomi terlihat secara jelas pada kekuatan China yang sedang menguasai pasar global.

Seringkali perusahaan China melakukan peningkatan produk secara cepat ketika produsen lain lebih lambat dalam pemenuhan demand.

3. Penetrasi pasar

Terdapat beberapa perusahaan yang mengambil kebijakan untuk penetrasi pasar secara besar-besaran. Hal tersebut mengakibatkan produk tertentu membanjiri pasar dan menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Akan tetapi, dari kegiatan tersebut juga dapat menyebabkan pasar jenuh. Akibat dari pasar yang jenuh adalah konsumen enggan untuk membeli suatu produk terkait.

Jenis-Jenis Surplus

Jenis-Jenis Surplus

Setelah memahami pengertian surplus, sebaiknya Anda juga memahami mengenai jenis-jenis surplus serta contoh untuk menghitungnya. Kata surplus sering dipakai oleh pemerintah untuk menjelaskan mengenai kondisi ekonomi suatu negara.

Adapun 2 jenis surplus yang selama ini digunakan serta cara menghitungnya, yakni:

1. Surplus konsumen

Pengertian surplus konsumen merupakan keadaan dimana harga suatu jasa atau produk tertentu lebih rendah dibandingkan dengan harga yang ditetapkan. Dengan kata lain konsumen harus membayar harga produk atau jasa lebih murah.

Konsep surplus konsumen ini biasanya diterapkan pada sistem lelang. Dalam hal ini barang-barang yang akan dilelang akan mempunyai harga jual yang lebih mudah atau dibawah harga maksimal pembeli.

Surplus konsumen juga bisa terjadi ketika ada penurunan harga dari komoditas tertentu. Dalam hal ini konsumen harus membayar suatu komoditas secara lebih murah, sehingga konsumen mengalami surplus.

Adapun persamaan yang digunakan untuk menghitung surplus konsumen, yaitu:

Surplus Konsumen = (1/2) x Qe x ∆P

Keterangan:

  • Qe: kuantitas penerimaan dan permintaan sama
  • Pmax: harga yang akan dibayarkan oleh konsumen
  • Pe: harga ekuilibrium.
  • ∆P: Pmax – Pe

Supaya Anda dapat lebih memahami mengenai cara menghitung surplus konsumen, maka perhatikan contoh soal berikut:

Diketahui harga tertinggi dari produk sabun batang adalah sebesar Rp20.000. Akan tetapi, terjadi negosias yang dilakukan oleh konsumen sehingga mencapai keputusan bahwa konsumen akan membayar sabun tersebut dengan harga Rp15.000.

Dimana dengan harga yang lebih murah tersebut konsumen membeli sebanyak 12 buah. Hitunglah besar surplus yang dinikmati oleh konsumen!

Penyelesaian:

Surplus Konsumen = (1/2) x Qe x ∆P

Surplus Konsumen = (1/2) x 12 x (Rp20.000 – Rp15.000)

Surplus Konsumen = (1/2) x 12 x Rp5.000

Surplus Konsumen = Rp30.000

Berdasarkan perhitungan tersebut maka diperoleh bahwa surplus yang dinikmati oleh konsumen adalah sebesar Rp30.000

2. Surplus produsen

Pengertian surplus produsen merupakan keadaan ketika harga barang atau jasa yang berhasil dijual lebih tinggi dibandingkan dengan harga minimum yang ditetapkan oleh produsen.

Maksud harga minimum tersebut adalah harga untuk produsen dapat balik modal.

Ketika harga produk atau jasa yang dibeli konsumen lebih tinggi dibandingkan dengan modal, maka dikatakan sebagai keuntungan atau surplus produsen.

Dalam hal ini memberi keuntungan pada produsen dan tidak memberi keuntungan pada konsumen.

Adapun rumus atau persamaan yang digunakan untuk menghitung surplus produsen, yaitu:

Surplus produsen = harga jual produk – harga paling rendah dari produsen

Supaya Anda lebih mudah memahami mengenai cara menghitung surplus produsen maka perhatikan contoh soal berikut:

Suatu perusahaan TV digital menjual produk paling barunya dengan harga Rp7.000.000.

Akan tetapi setelah dimasukkan ke pasar konsumen bersedia untuk membeli dengan harga Rp8.500.000. Tentukan berapakah surplus yang diterima oleh produsen!

Penyelesaian:

Surplus produsen = harga jual produk – harga paling rendah dari produsen

Surplus produsen = Rp8.500.000 – Rp7.000.000

Surplus produsen = Rp1.500.000

Berdasarkan perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa surplus yang diperoleh perusahaan TV digital sebesar Rp1.500.000

Dampak Surplus

Dampak Surplus

Adapun dampak yang ditimbulkan akibat keberadaan surplus, yakni sebagai berikut:

1. Sebagai acuan untuk menyusun kas

Terjadinya suatu surplus pada perusahaan dapat memberikan pertimbangan untuk menyusun anggaran pada periode sebelumnya. Hal ini tentu akan berkaitan dengan penyusunan kas yang ada pada suatu perusahaan.

2. Ekonomi membaik

Keberadaan surplus mampu memberikan keuntungan, baik surplus konsumen maupun surplus negatif. Dalam hal tersebut akan menjadikan ekonomi suatu negara menjadi lebih baik.

Pada surplus produsen dapat menjual harga produk lebih tinggi dibandingkan dengan harga minimum.

Sedangkan pada surplus konsumen juga memberi keuntungan ketika harga produk turun dibandingkan dengan harga jual yang seharusnya.

Dengan kata lain surplus memberikan pendapatan kepada perusahaan yang lebih besar daripada pengeluaran.

3. Ketidakseimbangan pasar

Keberadaan surplus seringkali memberi dampak berupa ketidakseimbangan pasar dalam permintaan dan penawaran suatu produk. Pengertian dari ketidakseimbangan tersebut adalah ketika produk tidak mampu mengalir secara efisien pada pasar.

Akan tetapi, siklus kekurangan dan kelebihan mempunyai cara tertentu untuk menyeimbangkannya. Biasanya pemerintah akan ikut campur untuk memperbaiki ketidakseimbangan tersebut.

Dimana yang dilakukan oleh pemerintah adalah menetapkan harga minimum atau harga pasar untuk suatu produk yang dijual. Dengan demikian label harga dapat menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan apa yang harus dibayar oleh konsumen.

Dalam hal tersebut tentu akan memberikan keuntungan pada pebisnis karena jumlah permintaan akan semakin meningkat dengan harga yang lebih dari minimum. Akan tetapi, terkadang campur tangan pemerintah tidak dibutuhkan lagi.

Hal tersebut dikarenakan ketidakseimbangan yang terjadi mampu terkoreksi secara alami. Pada saat produsen mempunyai pasokan yang lebih, mereka akan paham bahwa produk harus dijual dengan harga yang lebih rendah.

Dari hal tersebut memberi konsekuensi berupa konsumen akan lebih banyak yang membeli produk karena harganya lebih mudah.

Kekurangannya adalah hal tersebut mengakibatkan pasokan barang semakin menurun dan tidak mampu memenuhi permintaan konsumen.

Akibat dari kelangkaan suatu barang atau produk tersebut mampu mengakibatkan harga akan naik kembali. Konsumen pun akan berpaling dari produk yang harganya mahal dan siklus tersebut akan terus berulang.

4. Mempengaruhi investasi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa pengertian surplus tidak hanya berhubungan pada perusahaan saja. Akan tetapi, keberadaan surplus pun juga mampu memberikan dampak terhadap investasi yang dilakukan oleh semua orang.

Pada suatu perusahaan mempunyai manajemen yang baik, strategi bisnis cerdas, laporan keuangan transparan dan sistematis, kondisi keuangan sesuai dengan target, maka produk yang ditawarkan oleh perusahaan pasti mempunyai harga yang kompetitif.

Dengan demikian produk atau jasa dari perusahaan yang memiliki karakteristik tersebut permintaannya akan terus berkembang.

Apabila Anda seorang investor yang menanamkan modal pada perusahaan tersebut, tentu return investasi akan menguntungkan.

Dengan kata lain jika perusahaan mengalami surplus maka investor juga akan memperoleh keuntungan dari investasi yang dilakukannya. Perusahaan dapat dikatakan surplus apabila laporan keuangan menunjukkan laba.

Konsep tersebut hampir sama dengan yang terjadi pada ekonomi rumah tangga. Pada saat pendapatan lebih tinggi dibandingkan dengan biaya keseharian, maka surplus ekonominya dapat dialokasikan pada investasi.

Baca Juga: Mengenal Investasi Leher ke Atas, Bagaimana Cara Melakukannya?

5. Penurunan harga

Penurunan harga suatu produk atau jasa terjadi pada saat mudahnya ditemukan produk pada pasaran. Terkadang harga dapat turun sesuai dengan kebutuhan konsumen. Akan tetapi, penurunan harga seringkali dapat merugikan produsen.

Hal tersebut dikarenakan keuntungan yang diperoleh produsen menjadi sedikit atau bahkan tidak untung. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengurangi pasokan terhadap barang terkait.

6. Peluang menyimpan barang

Surplus barang memberikan peluang untuk melakukan penyimpanan barang oleh produsen hingga masa mendatang. Contohnya adalah hasil dari pertanian berupa gandum yang mempunyai sifat awet dan dapat disimpan dalam hitungan tahun.

Jika pertanian gandum tersebut terjadi surplus barang, maka produsen dapat menyimpan barang untuk masa yang akan datang.

Dimana petani atau pelaku usaha dapat menggunakan stok barang tersebut ketika terjadi gagal panen atau harga anjlok.

7. Minim efisiensi distribusi barang

Saat terjadi surplus produk dapat mengakibatkan minimnya efisiensi distribusi suatu produk. Barang menjadi tidak didistribusikan sesuai dengan preferensi dari konsumen.

Pada keadaan tersebut, produsen dapat mengurangi pasokan untuk memindahkan pada daerah yang demandnya lebih tinggi.

Perbedaan Surplus dan Defisit

Perbedaan Surplus dan Defisit

Bicara mengenai surplus, tentu akan muncul istilah defisit yang merupakan kebalikan dari surplus. Defisit terjadi ketika ada kekurangan aset atau sumber daya yang digunakan.

Supaya Anda lebih paham mengenai perbedaan surplus dan defisit maka perhatikan penjelasan berikut:

1. Dalam rumah tangga

Keadaan surplus pada rumah tangga terjadi apabila pendapatan dari seluruh anggota keluarga melebihi dari biaya yang dibutuhkan.

Dimana biaya yang dibutuhkan meliputi maka, listrik, tagihan air, cicilan rumah, tagihan internet, dan lain sebagainya.

Pada umumnya pendapatan yang diperoleh pada rumah tangga berupa profit investasi atau gaji. Jika jumlah pendapatan keluarga atau dalam rumah tangga lebih sedikit dibandingkan dengan pengeluaran maka akan dikatakan sebagai defisit.

2. Dalam perusahaan

Perbedaan surplus dan defisit pada perusahaan sesuai dengan pengertian surplus yang telah dijelaskan sebelumnya.

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa surplus ekonomi pada perusahaan terjadi jika hasil penjualan produk atau jasa lebih besar dibandingkan dengan biaya operasional dan modal.

Sebaliknya jika pemasukan perusahaan tidak mampu memenuhi pengeluaran maka akan terjadi defisit perusahaan.

Pengertian Neraca Surplus

Pengertian Neraca Surplus

Bicara mengenai pengertian surplus, tentu tidak akan jauh dari istilah neraca surplus. Istilah neraca surplus seringkali disebut dengan neraca pembayaran.

Definisi dari neraca surplus adalah suatu kondisi dimana jumlah pemasukan lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah pengeluaran pada suatu negara.

Dalam ekonomi makro, neraca pembayaran yang surplus memberi gambaran mengenai transaksi debit yang lebih kecil dibandingkan dengan kredit. Dengan adanya neraca surplus ini maka akan meningkatkan cadangan devisa negara.

Dengan demikian neraca pembayaran surplus ini mampu memberikan keuntungan pada suatu negara tertentu. Selain itu, adanya neraca pembayaran surplus mampu membuat nilai tukar negara menjadi lebih meningkat.

Hal tersebut akan memberikan dampak pada nilai tukar barang serta jasa ekspor.

Jika kurs valuta asing atau nilai tukar suatu negara meningkat maka harga barang maupun jasa ekspor juga akan meningkat. Sebaliknya, masyarakat akan membeli barang impor jika harganya lebih murah.

Oleh sebab itu, surplus neraca pembayaran akan digunakan untuk membiayai hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan impor.

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian surplus merupakan kondisi lebih dari apa yang dibutuhkan.

Konteks yang digunakan pada surplus juga berbeda-beda, dapat berupa surplus pendapatan maupun barang.

Terdapat beberapa penyebab yang mengakibatkan terjadinya surplus. Pada dasarnya surplus dapat mempunyai makna negatif maupun positif.

Makna negatif pada surplus salah satunya adalah ketidakseimbangan pada pasar, namun masih bisa diatasi dengan berbagai macam kebijakan.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar