Sering Tertukar, Inilah 5 Perbedaan Supplier dan Distributor

Sering Tertukar, Inilah 5 Perbedaan Supplier dan Distributor

Perbedaan supplier dan distributor sering kali sulit untuk dibedakan. Supplier dan distributor merupakan dua peran yang terdapat di rantai bisnis.

Pada dunia bisnis, Anda mungkin kerap dipertemukan dengan bermacam istilah yang tidak asing, namun salah mengartikannya.

Padahal, wawasan dasar terkait dengan istilah-istilah bisnis merupakan hal penting yang perlu untuk diketahui.

Dengan mempelajari sebutan di dunia bisnis itu, diharapkan Anda dapat menjalankan bisnis secara baik dan juga lancar. Karena, bahasa bisnis biasanya mempunyai perbedaan pada bahasa jual beli yang biasanya.

Anda harus memahami bahasa bisnis itu untuk mempertahankan kelangsungan rantai pasokan dan juga penjualan toko. Di dunia bisnis, istilah terkait supplier dan distributor merupakan sebutan yang biasa dipakai.

Keduanya mempunyai peran serta fungsi yang berbeda di rantai bisnis. Maka penting untuk memahami perbedaan supplier dan distributor secara baik sebelum terjun ke dunia bisnis.

Apalagi kalau bisnismu terikat pada mitra ataupun vendor lain pada operasionalnya.

Baca Juga : Apa itu Distributor?

Apa Perbedaan Supplier dan Distributor?

Apa Perbedaan Supplier dan Distributor

Supplier dan distributor mempunyai beberapa perbedaan dan memainkan fungsinya masing-masing di dalam bisnis. Lantas, apa saja yang menjadi perbedaan supplier dan distributor?

1. Berdasarkan Definisi

Agar mengetahui perbedaan supplier dan distributor, langkah pertama yakni dengan mengenal definisi keduanya. Supplier merupakan orang atau pelaku bisnis yang menyiapkan produk ataupun jasa untuk entitas lain.

Peran supplier dalam bisnis yakni agar menyediakan produk dengan kualitas tinggi oleh produsen. Lalu memakai harga yang kompetitif untuk distributor ataupun pengecer agar dijual kembali.

Supplier dalam bisnis merupakan seseorang yang bertugas jadi perantara di antara produsen denan pengecer. Adapun tugasnya untuk memastikan jika komunikasi yang akan datang serta stok mempunyai kualitas yang cukup.

Kemudian, distributor m entitas yang membeli dan menjual kembali barang, khususnya pada pengecer. Pada saluran distribusi, distributor bertugas menjadi salah satu perantara saat produk berpindah oleh produsen kepada pemakai akhir.

Bisa disimpulkan kalau supplier terdapat tangan pertama yang menyiapkan barang maupun jasa bagi pihak lain. Sedangkan distributor menjadi pihak yang melanjutkan dan menjual barang maupun jasa ke pelanggan akhir.

2. Bentuk Penjualan

Perbedaan supplier dan distributor yang selanjutnya tampak dari bentuk penjualannya.

Supplier menjualkan barang dengan kontinu untuk entitas lain dalam kegiatan produksi. Misalnya supplier bahan kain akan menyuplai kainnya ke konveksi demi keperluan produksi.

Kemudian, bahan kain yang sudah disuplai dari supplier akan diproduksi seterusnya agar selanjutnya bisa dijual. Contohnya, usaha konveksi mengeluarkan kaos dan juga celana menggunakan kain yang disiapkan oleh supplier.

Para supplier umumnya memakai perjanjian kerja yang bersifat terikat ke bisnis lain. Para supplier akan bertanggung jawab menjadi supplier tetap untuk kurun waktu tertentu.

Hasil produksi setelah itu akan diserahkan ke pihak distributor lalu dilanjutkan dengan dibeli oleh agen. Ini membuat bentuk penjualan yang dilakukan distributor berperan menjadi tangan pertama setelah produsen.

3. Jenis Barang

Perbedaan supplier dan distributor selanjutnya berdasarkan pada jenis barang yang dijual. Seperti disebut sebelumnya kalau supplier menyiapkan barang dalam produksi.

Maksudnya, unyuk hal ini supplier menyiapkan barang mentah untuk jadi bahan produksi.

Misalnya, supplier kain dalam usaha konveksi, supplier kertas bagik jasa percetakan, ataupun supplier sawit bagi industri minyak goreng.

Beda halnya dengan distributor, pada rantai bisnis distributor dapat menyiapkan barang mentah dan dapat juga menyiapkan barang jadi.

Distributor merupkan tangan pertama sesudah produsen, maka mayoritas distributor menjualkan barang jadi agar dilanjutkan ke agen ataupun pengecer. MIsalnya distributor mie instan, roti kecap dan juga distributor minyak goreng.

4. Hasil Akhir dari Produk

Perbedaan supplier dan distributor ada di hasil akhir produk. Misalnya sebelumnya, supplier kertas menjualkan kertas ke percetakan ataupun perusahaan agar diproduksi ulang atau dipakai langsung menjadi pendukung aktifitas usaha.

Maksudnya, produk yang dijual supplier tersebut tidak akan dijual kembali dengan bentuk yang sama.

Saat supplier menjualkan kertas, maka kertas itu akan dibuat media agar mencetak dokumen lalu dijual ke bentuk jasa printing.

Sama halnya dengan kertas yang disupplai ke perusahaan, akan dipakai menjadi alat inventaris dan bukan dijual kembali. Sedangkan, distributor membeli produk barang oleh produsen langsung agar dijual lagi ke agen.

Agen kemudian akan menjualnya kembali ke warung kelontong. Misalnya distributor minyak goreng yang membeli langsung dari produsen. Minyak goreng itu akan dijual lagi ke agen, agar diteruskan lagi dari agen ke warung kecil.

5. Fungsi atau Peran

Perbedaan supplier dan distributor selanjutnya dilihat dari fungsinya. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, supplier mempunyai peran dalam memasok bahan mentah ke konsumen.

Tetapi, supplier mempunyai beberapa fungsi yang lainnya, seperti:

  • Memastikan ketersediaan dari bahan baku pas dengan permintaan perusahaan yang memerlukan.
  • Mengawasi proses produksi serta mengontrol kualitas dari bahan baku supaya mempertahankan kualitas terbaik.
  • Mengatur penyimpanan dari bahan baku agar terus pada keadaan yang baik dan aman.
  • Mengatur semua proses pengiriman bahan baku supaya sampai ke perusahaan dengan tepat waktu dan aman sesuai kesepakatan dari keduanya.

Sedangkan, fungsi utama distributor yakni menjadi penghubung dari produsen ke konsumen. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari distributor:

  • Membantu proses distribusi barang dan juga jasa yang dihasilkan oleh produsen ke pelanggan, baik pengecer ataupun konsumen. Maka produsen itu bisa fokus mengawasi keberlangsungan produksi dan juga kualitas barang.
  • Memperoleh pelanggan yang pas dengan wilayahnya, dan bisa juga melayani pelanggan ataupun konsumen menjadi lebih baik. Hal ini sebab jarak yang dekat di antara distributor ke konsumen ataupun pelanggan.
  • Memantau kestabilan harga, karena kalau suatu barang yang telah ditumpuk pada satu tempat maka bisa menurunkan harga. Sementara pada daerah yang sulit harga membuat barang lebih naik.
  • Membantu konsumen agar memperoleh ataupun membeli barang ataupun jasa yang diperlukan. Salah satunya yakni membangun pusat distribusi yang ada di setiap provinsi.

6. Keuntungan yang Diperoleh

Perbedaan supplier dan distributor yang lainnya dapat dilihat berdasarkan keuntungan yang diperoleh. Di mana supplier akan memperoleh keuntungan langsung oleh penjualan bahan baku ataupun barang mentah ke industri.

Keuntungan dan harga jualnya umumnya telah disepakati pada kontrak perjanjian dalam kurun waktu tertentu. Hal ini dipakai untuk supplier tetap dari suatu perusahaan ataupun pabrik.

Sedangkan, keuntungan yang diperoleh dari distributor bersumber dari potongan harga yang diperoleh ketika membeli barang oleh produsen.

Contohnya, harga minyak goreng per liter yakni Rp12 ribu,- di pasaran. Saat membelinya langsung oleh produsen, maka distributor dapat memperoleh potongan harga jadi Rp10 ribu.

Lalu, distributor akan menjualkan lagi pada agen menggunakan harga pasaran awal.

Distributor memperoleh keuntungan berdasarkan potongan harga, maksudnya pada keadaan itu distributor memperoleh untung Rp2 irbu,- bagi tiap liter minyak goreng.

Untuk supplier atau distributor, keduanya mempunyai peran penting pada rantai bisnis. Produk-produk yang sekarang Anda pakai tidak langsung datang dari pabrik.

Terdapat proses yang panjang baik dari pengumpulan, penyediaan bahan mentah dari supplier, yang diproduksi pabrik, dilanjutkan distributor, lalu diecerkan hingga tiba ke tanganmu.

Mengetahui peran setiap fungsi di rantai bisnis sangat penting. Menjadi pelaku usaha, maka mempelajari rantai bisnis dapat memudahkan untuk menyusun strategi positioning di pasar.

Apakah Anda akan berinteraksi langsung ke pemakai akhir, atau justru kepada entitas bisnis lain? Kini Anda tidak perlu bingung lagi mengenai perbedaan supplier dan distributor dengan ulasan di atas.

Baca Juga : 12 Cara Mencari Supplier Tangan Pertama untuk Berjualan Online!

Bagikan:

Tags

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar