Jenis Pinjaman Online dan Rekomendasi Aplikasi yang Aman

Pinjaman Online

Pinjaman online telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem keuangan saat ini. Jenis pinjaman ini dapat membantu banyak orang dalam situasi terdesak.

Proses yang relatif lebih mudah dan cepat merupakan alasan kenapa orang-orang mulai beralih meminjam uang secara online.

Sistem pinjaman semacam ini bisa diakses secara legal. Terdapat OJK yang mengawasi alur kerja perusahaan fintech sehingga Anda bisa menggunakannya dengan aman.

Misalnya, jika membutuhkan modal untuk usaha tetapi tidak memiliki cukup modal, maka meminjam uang lewat online patut dicoba.

Pinjaman tidak hanya digunakan untuk kebutuhan yang mendesak atau produktif, terkadang orang juga meminjam untuk alasan konsumtif, seperti membeli smartphone.

Kemudahan mengakses pinjaman melalui aplikasi seperti ini memang bisa membuat Anda terlalu konsumtif dan terjerat utang.

Pengertian Pinjaman Online

Pengertian Pinjaman Online

Apa itu pinjaman online? Anda tentu sudah sering mendengarnya, khususnya selama beberapa tahun terakhir.

Pinjaman ini mengacu pada jenis bantuan keuangan yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan melalui prosedur online. Klien dimungkinkan untuk mengajukan pinjaman melalui web atau aplikasi.

Kemunculan jenis pinjaman ini merupakan bukti dari kemajuan bidang fintech. Meskipun memiliki risiko, seperti membuat orang semakin konsumtif, harus diakui pinjaman semacam ini bisa membantu dalam situasi terdesak.

Anda juga akan mendapati istilah-istilah yang familier, seperti tenor. Jangka waktu untuk melunasi utang relatif singkat, mulai dari 30 hari sampai dua tahun. Total pengembalian dana saat meminjam secara online lebih kecil dibanding offline, tetapi dengan jumlah cicilan yang lebih besar.

Pastinya ada pilihan untuk pelunasan dengan tenor yang panjang, misalnya berlaku bagi klien yang meminjam dalam jumlah besar, seperti KPR. Tempo pelunasannya bisa mencapai tiga sampai 20 tahun.

Jumlah cicilan pada kasus ini jauh lebih kecil dibanding tenor pendek, tetapi total dana yang harus dibayar lebih besar.

Baca Juga: Pengertian Pinjaman: Tujuan, Fungsi, Jenis, dan Istilahnya

Jenis-Jenis Pinjaman Online

Jenis-Jenis

Terdapat tiga jenis pinjaman online yang biasanya disediakan oleh lembaga fintech. Anda perlu memahaminya agar bisa mengajukan pinjaman sesuai kebutuhan!

1. P2P Lending

Jenis pinjaman yang memungkinkan kreditur dan debitur terhubung langsung melalui aplikasi.

Tidak ada perantara dalam P2P lending, sehingga peminjam harus mengajukan pinjaman secara mandiri. Pihak-pihak yang terlibat biasanya telah sepakat untuk memanfaatkan pinjaman ini.

Keuntungan yang ditawarkan berupa suku bunga terjangkau bagi peminjam. Di sisi lain, pemberi pinjaman akan memperoleh manfaat dari imbal hasilnya.

P2P lending cocok untuk Anda yang tidak ingin melibatkan pihak perantara dalam proses pengajuan pinjaman.

Baca Juga: Apa Itu Peer to Peer (P2P) Lending? Yuk Mengenalnya Lebih Jauh!

2. Pinjaman Usaha

Ingin membuka usaha, tetapi tidak memiliki cukup dana? Enggan meminjam lewat lembaga keuangan secara offline karena prosesnya panjang? Pilihlah pinjaman usaha online agar ide bisnis dapat segera dilaksanakan.

Prosedurnya benar-benar praktis, tidak membutuhkan waktu lama. Syarat yang diberlakukan oleh fintech pun relatif fleksibel, biasanya berupa rekening koran, legalitas usaha jika perlu, dan KTP.

Pinjaman online jenis ini sudah banyak dimanfaatkan oleh para pelaku usaha.

3. Dana Tunai

Ketika mengalami situasi darurat yang memaksa mengeluarkan sejumlah uang, pinjaman dana tunai bisa jadi solusinya. Jenis pinjaman ini berguna bagi Anda dengan masalah finansial, seperti tidak memiliki tabungan untuk dana darurat.

Dana pinjaman akan langsung dicairkan melalui rekening bank tetap setelah pengajuan dilakukan. Prosesnya sangat cepat, fasilitas yang sulit didapatkan bila meminjam secara offline.

Namun, plafon dananya terbatas dan tenornya juga pendek. Sebaiknya hanya digunakan ketika benar-benar terdesak.

Tips Memilih Pinjaman Online

Tips Memilih

Bagaimana cara mengajukan pinjaman agar tidak menyebabkan masalah besar di kemudian hari? Adakah hal-hal yang perlu diperhatikan sehingga Anda bisa mendapatkannya sesegera mungkin? Berikut ini tips meminjam secara online, yaitu:

1. Terdaftar OJK

Hindari memilih lembaga keuangan fintech yang tidak diawasi OJK jika tidak mau rugi atau ditipu. Pinjaman online sudah sering kali digunakan oleh pelaku kriminal untuk mencari korban sebanyak-banyaknya.

Jadilah peminjam yang teliti dengan mengecek legalitas sebuah perusahaan fintech sebelum mengajukan pinjaman.

Tidak semua aplikasi di platform resmi, seperti App Store dan Play Store diawasi oleh OJK. Ketika terlibat aplikasi ilegal, Anda akan sulit membebaskan diri dari jeratan utang.

2. Cek Suku Bunga

Kemudahan proses pengajuan pinjaman tidak semestinya membuat Anda terlena. Perlu kepekaan terhadap suku bunga yang ditetapkan oleh lembaga keuangan.

Pastikan untuk mengambil pinjaman dengan suku bunga maksimal 0,4 persen per hari sesuai regulasi OJK.

Informasi terkait suku bunga umumnya disediakan melalui aplikasi atau website resmi perusahaan fintech. Cari tahu sebaik mungkin dan pertimbangkan dengan kondisi finansial pribadi. Hindari aplikasi yang menetapkan suku bunga terlalu tinggi.

3. Gunakan Aplikasi Resmi

Aplikasi resmi hanya bisa diperoleh melalui platform resmi, seperti App Store. Tetapi tidak semua aplikasi yang ada di platform resmi, bisa dipercayai kredibilitasnya. Pastikan hanya memakai aplikasi yang berada di bawah pengawasan OJK.

Cari juga aplikasi yang menyediakan customer service agar dapat dihubungi sewaktu-waktu ketika ada masalah.

Layanan pelanggan merupakan hak pengguna aplikasi pinjaman. Sebagian besar perusahaan fintech ilegal pasalnya tidak mempunyai fitur ini selama beroperasi.

Informasi terkait customer service bisa ditemukan melalui aplikasi atau web perusahaan pemberi pinjaman. Cobalah untuk mengetesnya dengan menghubungi CS. Jika responsif, maka Anda dapat memercayai perusahaan tersebut.

4. Pinjam Sesuai Kebutuhan

Berpikirlah beberapa kali sebelum benar-benar mengajukan pinjaman. Jangan sampai melakukannya hanya karena ingin mengikuti tren, seperti yang sering terjadi belakangan ini.

Kendalikan diri agar tidak berlaku konsumtif sampai rela berutang untuk memenuhi keinginan.

Pinjaman online memiliki risiko finansial yang cukup besar dengan regulasi tenor pendek. Anda bisa saja tidak dapat melunasinya dan justru terjerat utang. Ajukan pinjaman hanya ketika siap membayarnya.

Meminjam sesuai kebutuhan merupakan bentuk kecakapan dalam mengatur keuangan. Jangan sampai mengajukan pinjaman saat Anda belum membutuhkannya.

Ingat selalu bahwa ada risiko pinalti atau denda ketika tidak mampu melunasi cicilan pada tanggal jatuh tempo.

5. Pahami Persyaratan

Syarat dan ketentuan pinjaman online bisa dipelajari melalui aplikasi perusahaan pemberi pinjaman.

Pahami sebaik mungkin agar dapat mempertimbangkan risiko pada masa yang akan datang. Cek hak dan kewajiban pengguna, biaya, atau ketentuan lain terkait proses pengajuan.

Ketika ada persyaratan yang belum dipahami, jangan ragu bertanya kepada customer service. Hindari menyetujui kebijakan perusahaan tanpa memahaminya karena bisa jadi malah memberatkan.

Tidak perlu khawatir ditolak satu lembaga keuangan untuk meminjam uang karena sekarang terdapat banyak lembaga keuangan yang memberikan pinjaman di internet.

Anda dapat mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan lain jika ditolak oleh satu lembaga.

Manfaat dan Keuntungan

Manfaat dan Keuntungan

Mengajukan pinjaman secara online memberikan beberapa manfaat atau keuntungan. Apa saja keuntungan tersebut?

Jika belum mengetahuinya, maka berikut ini beberapa keuntungan dan manfaat ketika mengajukan pinjaman secara online, yaitu:

1. Persyaratan Mudah Dipenuhi

Kebanyakan lembaga keuangan hanya meminta foto diri dan KTP calon peminjam sebagai persyaratan.

Siapa pun yang memiliki KTP tentu dapat memenuhi persyaratan ini dengan gampang. Tidak heran banyak orang lebih memilih pinjaman online dibanding offline.

Jika membutuhkan dana darurat untuk keperluan harian, Anda dapat mengajukannya hanya bermodalkan membuat akun di aplikasi tertentu, memasang foto diri, dan kartu identitas. Sangat mudah, bukan?

2. Pencairan Dana Cepat

Pencairan dana relatif lebih cepat karena mengandalkan platform digital. Anda bahkan bisa langsung mendapatkan dana pinjaman masuk ke rekening dalam waktu kurang dari 24 jam.

Cukup penuhi semua persyaratannya dan tunggu pengajuan pinjaman disetujui!

Ketika perusahaan fintech membutuhkan wawancara dengan calon peminjam, prosedurnya bisa berlangsung tanpa tatap muka.

Seluruh keperluan administrasi pinjaman online sangat ringkas dan mudah dibandingkan dengan administrasi pinjaman konvensional.

3. Suku Bunga Terjangkau

Suku bunga relatif lebih terjangkau karena OJK sudah membuat regulasi agar tidak lebih dari 0,4 % per hari. Nah, suku bunga yang kecil membuat peminjam dapat memperkecil total uang yang harus dilunasi.

Anda juga bisa membandingkan satu perusahaan fintech dengan perusahaan lainnya. Tujuannya untuk untuk mengetahui perusahaan fintech atau lembaga keuangan yang menetapkan suku bunga terendah.

Anda bisa memanfaatkan internet untuk melakukan perbandingan tersebut. Pastikan tidak terpaku hanya pada satu perusahaan untuk mendapatkan pinjaman terbaik.

4. Solusi untuk Kondisi Darurat

Keuntungan pinjaman online akan sangat dirasakan oleh orang yang sedang berada dalam keadaan darurat.

Misalnya, mengalami kecelakaan dan harus berobat ke rumah sakit, tetapi tidak memiliki asuransi, tabungan juga tidak mencukupi sehingga pengobatan sulit untuk dilakukan.

Ketika berada dalam situasi semacam itu, Anda bisa mengajukan jenis pinjaman dana tunai ke perusahaan fintech.

Pencairan kurang dari 24 jam dan langsung masuk melalui rekening yang didaftarkan. Anda bisa segera berobat dan selanjutnya memikirkan bagaimana cara melunasi utang.

Menariknya, perusahaan fintech biasanya menyediakan kalkulator kredit bagi pengguna aplikasi. Hal ini akan membantu dalam memperkirakan total dana tunai yang dapat dipinjam sesuai kemampuan membayarnya.

5. Tenor Fleksibel

Rata-rata tenor pinjaman berlangsung singkat, tetapi ada juga yang menyediakan tenor panjang.

Anda bisa mengajukan KPR melalui perusahaan fintech tertentu dengan tenor sampai 20 tahun. Fleksibilitas ini memudahkan kreditur untuk mengatur keuangan pribadi.

Proses pengajuannya juga sederhana, tidak perlu datang langsung ke perusahaan penyedia pinjaman. Cukup dengan koneksi internet dan smartphone, pinjaman dapat diajukan kapan saja sesuai keperluan setiap pengguna.

Produknya cukup variatif, tidak kalah dari pinjaman yang diberikan oleh bank konvensional. Anda dapat mengandalkan jenis pinjaman ini sebagai solusi untuk kebutuhan dana tambahan, seperti modal usaha atau kredit kendaraan.

Baca Juga : Sumber Modal Koperasi

Cara Mengetahui Pinjaman Online Ilegal

Cara Mengetahui Pinjaman Online Ilegal

Perusahaan fintech ilegal juga mudah ditemui dan beroperasi selama beberapa tahun terakhir.

Kebutuhan yang semakin mahal membuatnya semakin menjamur sehingga menjerat banyak korban. Inilah beberapa ciri-ciri lembaga keuangan ilegal yang harus dipahami agar tidak tertipu!

1. Proses Pengajuan Terlalu Mudah

Anda perlu waspada ketika mendapati perusahaan tertentu yang tidak memberlakukan syarat pinjaman seperti kebanyakan perusahaan lainnya.

Jika dirasa proses pengajuan terlalu instan dan mudah, maka kemungkinan besar perusahaan tersebut merupakan salah satu jasa peminjaman uang ilegal.

Pemberi pinjaman ilegal jelas ingin mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, sehingga memberikan syarat yang sangat mudah.

Tidak jarang banyak orang tergoda sehingga berakhir terjerat utang karena suku bunga ternyata sangat tinggi dan tenornya singkat.

2. Tidak Terdaftar OJK

Legalitas dari OJK adalah syarat yang harus dimiliki suatu perusahaan fintech. Tanpa pengawasan dari lembaga ini, cara kerja di perusahaan tersebut patut diragukan. Pastikan Anda menghindari aplikasi yang tidak diawasi oleh OJK.

Perusahaan yang resmi biasanya mencantumkan logo OJK dalam aplikasi. Ketika menemukan aplikasi tanpa logo OJK, maka kemungkinan perusahaan ilegal walaupun aplikasinya tersedia di platform resmi, seperti Play Store.

3. Promosi Melalui SMS

Perusahaan pinjaman online ilegal juga sering melakukan promosi melalui SMS agar tidak menarik perhatian banyak orang dalam satu waktu.

Meskipun ingin menjerat korban sebanyak-banyaknya, tetapi pemberi pinjaman ilegal akan kesulitan jika meraih atensi publik secara bersamaan.

Aplikasi ilegal bisa saja diblokir oleh pemerintah jika menarik terlalu banyak perhatian. Inilah alasan promosi melalui SMS dipilih karena penggunanya tidak semassif WhatsApp atau aplikasi pesan instan lainnya.

Oleh karena itu, Anda perlu berhati-hati jika mendapatkan penawaran pinjaman melalui SMS. Sebaiknya diabaikan saja, hapus pesan tersebut, dan blokir nomor pengirim.

4. Identitas Perusahaan Tidak Jelas

Tidak ada identitas yang jelas dari sebuah perusahaan fintech ilegal. Perusahaan seperti ini sebenarnya cukup susah dilacak keberadaannya secara langsung maupun lewat internet.

Struktur perusahaan pun tidak memiliki penanggung jawab yang pasti. Anda bahkan tidak dapat mengetahui di mana lokasi perusahaan tersebut.

Perusahaan ilegal pada dasarnya sudah banyak merugikan pengguna. Oleh karena itu, perusahaan ini akan beroperasi secara sembunyi-sembunyi agar keberadaannya tidak dapat dideteksi oleh pihak berwajib atau korban.

5. Tidak Punya Customer Service

Memperoleh kepuasan pelanggan bukanlah tujuan dari perusahaan ilegal. Tidak heran jika perusahaan seperti ini tidak memiliki layanan Customer Service.

Target perusahaan ini hanyalah untuk menjerat korban sebanyak-banyaknya agar terlilit utang.

Pemberi pinjaman ilegal juga sering menyalahgunakan data-data pribadi pengguna, meneror kenalan yang digunakan sebagai jaminan, dan berbagai masalah lainnya.

Sesulit apa pun keadaan Anda, jangan coba-coba mengajukan pinjaman ke perusahaan ilegal!

Rekomendasi Aplikasi Pinjaman Online

Terdapat banyak aplikasi yang dapat dipilih untuk mengajukan pinjaman secara legal.

Dibandingkan sembarangan menginstal aplikasi dari platform tidak resmi, pertimbangkan beberapa alternatif pilihan aplikasi berikut ini sebagai prioritas!

1. Maucash

Maucash

Maucash diterbitkan oleh Astra Group, kredibilitas aplikasi ini jelas bisa dipertanggungjawabkan. Tersedia limit hingga 15 juta untuk setiap pengguna.

Cukup besar, bukan? Anda juga dapat memakai fitur PayLater dengan mudah dan memilih barang lewat AstraPay.

2. MEKAR

MEKAR

MEKAR adalah aplikasi yang fleksibel karena membuat pengguna dapat menentukan fasilitas dan tenor pinjaman secara mandiri.

Tempo pelunasan bisa ditentukan dengan bebas, mulai dari 12, 6, hingga 3 bulan. Aplikasi Mekar dapat membantu pengguna untuk tidak merasa terlalu terbebani saat berutang!

3. Julo

Julo

Apakah Anda mencari aplikasi pinjaman legal yang super lengkap? Langsung saja pilih Julo!

Bukan hanya pengajuan pinjaman, pengguna juga dapat melakukan top-up uang elektronik dan membayar tagihan. Daripada menginstal banyak aplikasi di Smartphone, bukankah memanfaatkan Julo lebih praktis?

Persyaratan dan peraturan Julo membuat banyak penggunanya  dapat melunasi cicilan dengan mudah. Biaya adminnya sebesar 7% dengan tenor pinjaman dua sampai sembilan bulan.

Banyak pengguna yang percaya dengan aplikasi ini, sehingga aplikasi ini sudah diunduh lebih dari 10 juta kali.

Kemajuan dunia digital telah menciptakan cara hidup yang praktis di berbagai bidang, termasuk fintech. Buktinya banyaknya aplikasi keuangan yang dapat diakses secara gratis oleh siapa pun dan dari mana saja hanya melalui internet.

Manfaat kemajuan dunia digital khususnya fintech dapat Anda lihat melalui adanya pinjaman online.

Dulu calon peminjam harus datang ke lokasi lembaga keuangan dan memenuhi syarat rumit untuk dapat pinjaman. Sekarang cukup mengandalkan koneksi Internet dan smartphone untuk dapat pinjaman.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar