Dari Konsep ke Layar: Mengenal Pentingnya Storyboard Iklan

Dari Konsep ke Layar: Mengenal Pentingnya Storyboard Iklan

Dalam beberapa tahun terakhir, iklan dalam bentuk video merupakan jenis iklan yang “dilirik” calon konsumen dan terbukti memberikan ROI cukup tinggi. Ini sebabnya, banyak bisnis yang berlomba-lomba membuat iklan video yang menarik. Salah satu alat kreatif yang memainkan peran sentral dalam membuat iklan video yang menarik dan efektif  adalah storyboard iklan.

Berdasarkan data dari Wyzowl, 96% orang lebih tertarik menonton video produk atau jasa. Dari angka tersebut, 89% diantaranya menjadi tertarik untuk melakukan pembelian dari video yang mereka tonton tersebut.

Dari data ini, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengimplementasikan iklan bentuk video dalam strategi marketing Anda untuk meningkatkan penjualan.

Untuk memulainya, Anda bisa mempelajari dasar membuat video iklan yang menarik dan salah satunya adalah dengan memahami pentingnya storyboard.

Apa yang Dimaksud dengan Storyboard dalam Iklan?

Apa yang Dimaksud dengan Storyboard dalam Iklan

Sebelum membahas tentang storyboard iklan, pertama Anda harus memahami apa itu storyboard. Storyboard adalah rentetan gambar visual yang dibuat sebagai sketsa atau petunjuk adegan yang akan muncul dalam sebuah video.

Seperti peta yang membantu orang mengenali jalan dan rute yang harus diambil, storyboard adalah “peta” yang menggambarkan alur cerita dan  komposisi visual.

Pada awalnya, storyboard ini lebih banyak digunakan dalam produksi film. Namun seiring dengan berkembangnya zaman, storyboard mulai dipakai dalam bidang lain, termasuk periklanan, sehingga munculah istilah storyboard iklan.

Storyboard iklan sering digunakan para profesional dalam pembuatan iklan TV. Namun seiring dengan evolusi konten video di platform media sosial, penggunaan storyboard juga telah meluas, mencakup kebutuhan konten iklan di media sosial.

Storyboard iklan sendiri biasanya tidak panjang seperti storyboard film karena durasi video iklan yang juga relatif lebih singkat.

Baca Juga : 10 Metrik Keberhasilan Iklan Untuk Bisnis Anda

Manfaat Storyboard Iklan

Manfaat Storyboard

Storyboard memiliki beberapa manfaat utama dalam konteks kreatif dan produksi, terutama dalam pembuatan iklan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Memvisualisasikan Konsep

Storyboard adalah langkah awal dalam mengubah konsep ide yang ada di benak Anda menjadi bentuk visual yang kasat mata.

Dalam konteks iklan, setiap panel storyboard akan membantu Anda menggambarkan bagaimana adegan atau elemen akan terlihat dalam hasil akhir.

2. Lebih Mudah Melihat Alur Cerita

Dengan menggambarkan setiap adegan dalam urutan yang terstruktur, storyboard membantu Anda untuk mengatur dan melihat alur cerita yang dibuat untuk iklan.

Hal ini akan membantu Anda mengevaluasi apakah alur cerita sudah baik atau masih perlu polesan.

3. Sebagai Alat Komunikasi

Apa keuntungan membuat iklan dengan bantuan storyboard? Dalam produksi yang melibatkan banyak orang, storyboard membantu semua pihak untuk memahami visi dan konsep yang diusulkan.

Dengan bantuan storyboard, Anda bisa menghindari salah paham yang mungkin muncul dalam tahap produksi.

4. Pemetaan Visual dan Desain

Pembuatan storyboard iklan produk juga bisa membantu dalam merencanakan desain visual setiap adegan secara terperinci.

Beberapa contohnya adalah penentuan komposisi, pencahayaan, dan warna. Dengan storyboard, konsistensi visual dalam iklan akan terjaga.

5. Menghemat Waktu Produksi

Membuat iklan terutama iklan video biasanya akan memakan waktu lama. Nah, penggunaan storyboard ini bisa membantu Anda mengarahkan produksi menjadi lebih efisien.

Dengan memiliki panduan visual yang jelas, semua anggota tim memiliki pemahaman yang seragam tentang apa yang perlu mereka kerjakan.

Hal ini tentu saja akan mengurangi risiko perubahan mendadak atau kesalahan komunikasi yang dapat menghambat proses produksi.

Pada akhirnya, hal ini juga bisa membantu Anda menghemat budget karena proses produksi iklan lebih cepat.

6. Sebagai Panduan Pengambilan Gambar dan Rekaman

Dalam produksi iklan, storyboard sangat membantu sutradara atau videografer dalam merencanakan pengambilan gambar serta rekaman dengan lebih terstruktur.

Dengan demikian, kebingungan di lokasi pengambilan video dapat dihindari dan setiap adegan iklan dapat difilmkan sesuai rencana.

Langkah-Langkah Membuat Storyboard Iklan

Langkah Langkah Membuat Storyboard

Pembuatan storyboard iklan melibatkan beberapa langkah penting yang membantu merencanakan visual, alur cerita, dan pesan yang ingin Anda sampaikan. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

1. Menentukan Tujuan Iklan

Langkah pertama dalam pembuatan storyboard adalah menentukan tujuan iklan Anda. Tujuan iklan ini bisa sangat bervariasi tergantung pada strategi pemasaran Anda.

Jika ingin meningkatkan penjualan, tujuan iklan bisa berfokus pada menarik perhatian pembeli. Salah satu caranya dengan menginformasikan calon pembeli tentang manfaat produk.

Di sisi lain, jika ingin membangun kesadaran merek, tujuan iklan bisa berfokus pada penjelasan mengenai value brand atau produk Anda.

Dengan mendefinisikan tujuan iklan dengan jelas, Anda bisa dengan mudah masuk ke dalam proses kreatif, yakni ide video dan menyusun alur cerita.

2. Menentukan Durasi Video

Menentukan durasi video adalah langkah penting dalam pembuatan storyboard iklan. Pasalnya, panjang durasi akan memengaruhi seberapa banyak panel yang Anda butuhkan dalam storyboard.

Untuk menentukan panjang durasi video iklan, Anda bisa mempertimbangkan terlebih dahulu jenis platform yang akan Anda gunakan untuk beriklan. Karena setiap platform menyediakan durasi yang berbeda untuk konten video.

Selanjutnya, pertimbangkan juga preferensi konsumen. Berdasarkan laporan marketing dari Hubspot, 83% pemasar mengatakan bahwa durasi video terbaik yang konsumen nikmati adalah tidak lebih dari satu menit.

Adapun jika Anda ingin membuat konten iklan yang lebih panjang atau lebih dari tiga menit, Anda bisa menggunakan elemen yang menarik perhatian konsumen. Contohnya seperti penggunaan grafik serta musik yang baik dalam video iklan.

3. Menyiapkan Template Storyboard

Langkah selanjutnya adalah menyiapkan template. Untuk pembuatan template sendiri, Anda bisa memperhatikan jenis platform yang akan Anda gunakan untuk beriklan.

Sebagai gambaran, jika Anda ingin iklan Anda tayang di media sosial, Anda mungkin ingin memilih format vertikal atau persegi. Namun jika Anda ingin iklan Anda tayang di TV atau YouTube, format horizontal lebih umum untuk Anda gunakan.

Lebih lanjut, template storyboard ini biasanya terdiri atas ruang judul, ruang visual, dan juga ruang deskripsi.

4. Tuangkan Ide Kreasi Anda

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, Anda bisa mulai menuangkan imajinasi atau ide yang ada dalam pikiran ke template storyboard.

Anda bisa menuangkan ide menjadi alur cerita ke dalam panel-panel yang nantinya akan merepresentasikan setiap adegan penting dalam iklan Anda.

Gambarkan visual dalam setiap panel dengan cara sederhana saja. Anda tidak perlu menjadi seniman profesional karena tujuan utamanya adalah untuk mengomunikasikan ide secara visual saja.

Tambahkan deskripsi singkat atau narasi dari setiap adegan yang Anda gambar. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan dialog pada karakter dan juga efek suara.

5. Baca Ulang Storyboard dan Lakukan Revisi jika Ada Kesalahan

Membaca ulang storyboard dan melakukan revisi merupakan langkah penting dalam proses pembuatan iklan.

Ini memungkinkan Anda untuk mengevaluasi kembali konsep, alur cerita, dan elemen visual yang telah direncanakan, serta memastikan bahwa iklan yang akan dihasilkan mencapai tujuan Anda dengan efektif.

Demikianlah sedikit pembahasan terkait storyboard iklan ini. Selain memanfaatkan iklan video yang lebih disukai konsumen saat ini, Anda juga bisa memaksimalkan penjualan dengan memasang jenis iklan lainnya.

Beberapa contohnya adalah memasang iklan baris atau iklan banner di website iklan gratis.

Bagikan:

Tags

Rita Elfianis

Menyukai hal yang berkaitan dengan bisnis dan strategi marketing. Semoga artikel yang disajikan bermanfaat ya...

Tinggalkan komentar