Insentif Adalah: Pengertian, Jenis, Tujuan dan Manfaatnya

Insentif Adalah

Di sektor profesional, insentif adalah bentuk kompensasi yang dapat diperoleh oleh karyawan. Insentif umumnya berbentuk penghargaan terhadap dampak positif dan kinerja dari pekerja.

Namun, semakin ke sini, insentif dapat menunjang dedikasi dan produktivitas karyawan.

Karena itu, bentuk-bentuk insentif dari perusahaan kian bervariasi, dan biasanya disesuaikan kembali berdasarkan keperluan karyawan.

Sifat ini terbilang saling menguntungkan, sebab job seeker dan pekerja harus mengerti tentang insentif dan latar belakang diberikannya insentif oleh perusahaan.

Dengan demikian, para pekerja bisa lebih mudah mengajukan insentif setelah mempelajari dengan saksama mengenai kompensasi satu ini.

Untuk pemaparan lebih lanjut, langsung saja simak tulisan berikut ini sampai habis!

Pengertian Insentif

Pengertian Insentif

Insentif bukan gaji, walaupun kedua hal itu bentuk tanda jasa atau imbalan atas pekerjaan yang telah diselesaikan oleh karyawan.

Terdapat perbedaan pada keduanya, seperti gaji adalah hak pokok pekerja di suatu perusahaan. Lalu, bagaimana dengan insentif?

1. Menurut Ahli

Di dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia: Teori dan Kasus, sejumlah ahli mengungkapkan pendapat mereka tentang insentif dan definisinya. Beberapa tokoh-tokoh tersebut di antaranya adalah seperti penjelasan di bawah ini.

  • Hasibuan

Hasibuan menyatakan bahwa insentif adalah tambahan dari balas jasa dari perusahaan kepada pekerja yang mencapai suatu prestasi di luar pencapaian standar.

Insentif menjadi alat yang akan dipakai perusahaan dalam mendukung prinsip keadilan saat memberikan kompensasi.

  • Andrew F. Sikula

Andrew F. Sikula mengatakan bahwa insentif merupakan hal yang mampu mendorong atau cenderung mampu merangsang suatu aktivitas. Insentif dikatakan sebagai imbalan sekaligus motif untuk memperbaiki proses produksi.

  • Heidjrachman

Heidjracham mengemukakan pendapatnya mengenai insentif adalah tindakan dengan tujuan memberikan gaji atau upah dengan cara berbeda, sebab karyawan sudah mencapai prestasi kerja yang tidak sama seperti biasanya.

  • Samsudin

Menurut Samsudin, insentif merupakan pemberian gaji atau upah berbeda, tapi tidak berdasarkan evaluasi dari jabatan pekerja, melainkan karena terdapat perbedaan di bagian prestasi atau pencapaian kerja mereka.

  • Panggabean

Panggabean menyatakan arti insentif sebagai imbalan langsung untuk pekerja sebab pekerja itu mempunyai prestasi di atas standar atas dasar asumsi, dan uang bisa mendorong kinerja para pekerja menjadi lebih baik.

Karena itulah, pekerja menjadi lebih produktif jika mendapatkan gaji sesuai dengan kinerja mereka.

  • Gorda

Gorda menyatakan bahwa insentif adalah sarana dalam memotivasi para pekerja dalam bentuk materi yang langsung diberikan, dengan harapan dapat merangsang atau mendorong dengan sengaja agar produktivitas pekerja di organisasi bisa meningkat.

2. Secara Umum

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), insentif adalah tambahan penghasilan berbentuk uang, barang, dan lain sebagainya untuk seseorang agar dapat meningkatkan semangat kerja.

Insentif memang menjadi stimulut atau motivasi pekerja untuk memperbaiki performa kerja mereka.

Insentif kerap dianggap bonus, serta menjadi kabar gembira bagi pekerja yang berhasil memperolehnya. Dengan adanya pemberian insentif, setiap pekerja dengan dedikasi tinggi akan merasa dianggap dan dihargai oleh pihak perusahaan.

Dengan kata lain, insentif ialah tanda jasa tambahan atau bentuk imbalan di luar hak-hak pokok pekerja, seperti gaji. Insentif dapat diberikan dalam bentuk uang, barang, atau bentuk lain dari perusahaan dalam rangka meningkatkan performa kerja para karyawan.

Di samping berbentuk uang dan barang, insentif juga dapat diberikan dalam bentuk lain. Misalnya saja, pinjaman, promosi jabatan, bahkan tambahan tunjangan. Bentuk apapun itu, dapat menjadi kabar positif bagi pekerja.

Baca Juga: Apa itu Petty Cash?

Bentuk-Bentuk Insentif

Bentuk-Bentuk Insentif

Berdasarkan buku Manajemen Sumber Manusia, bentuk-bentuk insentif dari perusahaan terbagi menjadi tiga, yaitu berbentuk insentif individu, insentif tim, dan insentif organisasi. Penjelasan rincinya dapat disimak sebagai berikut.

1. Insentif Individu

Bentuk pertama adalah insentif individu, seperti namanya, diberikan untuk pekerja sebagai penghargaan karena produktivitas dan kinerja si pekerja.

Kelebihan jenis ini adalah dapat menjadi sumber tambahan pendapatan, sehingga ia dapat termotivasi untuk bekerja lebih baik.

Walaupun demikian, jenis ini bisa jadi memicu sikap egois dalam pribadi beberapa pekerja. Karyawan dapat larut dalam fokus terhadap diri sendiri dalam mencapai target, bahkan tidak peduli apabila harus menekan pekerja lain sebagai pesaing.

2. Insentif Tim

Insentif tim adalah jenis yang diserahkan kepada suatu tim setelah meraih target yang sebelumnya sudah ditentukan.

Keunggulan jenis ini adalah memotivasi sikap bekerja sama di dalam tim. Namun, dampak buruknya adalah tindakan yang terlalu kompetitif.

3. Insentif Organisasi

Bentuk berikutnya ialah insentif yang diserahkan jika kinerja perusahaan mampu melewati perencanaan target.

Jenis ini mengasumsikan bahwa semua pekerja berhasil bekerja sama dalam menggapai tujuan pendek perusahaan.

Kelebihan jenis ini adalah seluruh anggota pekerja merasa diperlakukan adil, sehingga meminimalisir sikap kompetitif dan membangun sikap kerja sama.

Namun, insentif ini dapat memunculkan rasa malas bagi sebagian pekerja, sebab semua karyawan akan menerima insentif tanpa terkecuali, atau tidak bergantung pada pencapaian atau usaha secara individual.

Jenis-Jenis Insentif

Jenis-Jenis Insentif

Selain terbagi berdasarkan bentuknya, insentif juga dibedakan atas beberapa jenis, yakni insentif positif dan negatif.

1. Insentif Positif

Positif dalam istilah insentif merupakan bentuk jaminan positif dalam memenuhi keperluan sekaligus keinginan. Biasanya, insentif ini bersikap optimis dan bertujuan untuk memenuhi keperluan psikologis pekerja.

Misalnya adalah promosi, pujian, tunjangan, pinjaman, pengakuan, dan sebagainya. Insentif positif terbagi tiga, yakni sebagai berikut.

  • Insentif Finansial

Berdasarkan laman Indeed, insentif ini kerap ditawarkan pihak perusahaan. Seperti namanya, insentif ini berbentuk uang, dan merupakan hak di luar gaji pokok.

Insentif finansial dapat pula diserahkan atas keuntungan perusahaan serta terkait kesejahteraan pekerja.

Berikut ini adalah beberapa implementasi dari insentif finansila bagi karyawan.

  • Jaminan hari tua
  • Biaya rekreasi
  • Asuransi kesehatan
  • Reimbursement (keperlun keluarga atau keperluan pendidikan pribadi)
  • Insentif Nonfinansial

Insentif adalah kompensasi berbentuk nonfinansial, menjadi hak karyawan yang umumnya berbentuk tidak uang. Namun, sama saja dengan insentif finansial, kompensasi harus mampu mencapai tujuan kesejahteraan pekerja.

Bukan cuma itu, insentif atau kompensasi adalah bentuk penghargaan yang juga semestinya dapat menumbuhkan rasa dihargai oleh pekerja karena dedikasi yang diberikannya.

Di bawah ini adalah sejumlah bentuk-bentuk insentif nonfinansial bagi para pekerja.

  • Apresiasi terbuka
  • Promosi jabatan
  • Asuransi kesehatan mental
  • Undangan makan malam
  • Lingkungan kerja tidak toxic
  • Kesempatan mengembangkan karier
  • Insentif Sosial

Satu lagi jenis insentif positif yang dilansir dari laman Challenge Consulting, insentif sosial dikatakan sebagai insentif yang semestinya bisa diraih oleh pekerja.

Bentuk ini biasanya tidak dapat langsung dirasakan, tetapi disediakan untuk menjaga hubungan baik antarrekan kerja dan atasan.

Karena itu, insentif sosial umumnya berbentuk aktivitas langsung yang disediakan oleh perusahaan, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • perayaan ulang tahun di kantor
  • acara makan malam kantor
  • testimoni prestasi pekerja
  • sesi team building atau bonding dengan anggota tim

2. Insentif Negatif

Di samping itu, ternyata ada insentif yang tergolong negatif, tetapi pada pelaksanaannya bukanlah memberikan dampak negatif. Insentif ini bertujuan khusus agar pekerja dapat memperbaiki standar bekerja atau kesalahannya.

Tujuannya tidak lain hanyalah untuk mengevaluasi kekeliruan pekerja agar hal sama tidak terulang lagi ke depannya. Biasanya, insentif ini diberikan secara terpaksa saat motivasi tidak berpengaruh melalui pemberian insentif positif.

Secara negatif, contoh insentif adalah penurunan pangkat, transfer, dan denda.

Mengapa Insentif Diberikan?

Mengapa Insentif Diberikan_

Melihat bentuk-bentuk dan jenis insentif sebelumnya, secara mendasar pemberian insentif tidak memiliki tujuan asal atau acak, melainkan ada perencanaan di baliknya.

Di bawah ini adalah latar belakang atau dasar pemberian insentif bagi pekerja, tim, serta organisasi.

1. Kinerja

Alasan utama mengapa ada pemberian insentif adalah kinerja seorang karyawan yang dianggap sebagai suatu prestasi atau pencapaian.

Disebut demikian karena ia memberikan hasil di atas rata-rata, sehingga patut menerima insentif khusus.

2. Senioritas

Dasar berikutnya adalah terkait masa kerja karyawan di suatu perusahaan.

Jika ada pekerja yang bekerja cukup lama, maka biasanya insentif yang diterima olehnya lebih besar, daripada jumlah insentif pekerja yang belum lama menjadi karyawan di perusahaan itu.

3. Waktu Kerja

Alasan selanjutnya adalah waktu kerja yang sesuai dengan ia sampai semua pekerjaan selesai. Misalnya, seseorang dapat lebih cepat menuntaskan suatu proyek atau menjalani lembur, maka ia layak menerima insentif.

4. Kebutuhan

Pemberian insentif juga dapat didasarkan pada tingkat urgensi atau keperluan tertentu terkait kualitas hidup seorang pekerja, agar ke depannya menjadi lebih baik dibandingkan sebelum ia menerima insentif.

5. Kelayakan dan Keadilan

Pemberian dana insentif adalah bentuk penerapan prinsip kelayakan dan keadilan. Insentif semestinya diberi berdasarkan pengorbanan kerja seorang karyawan.

6. Evaluasi Jabatan

Salah satu faktor pemberian insentif ialah tingkat jabatan setiap pekerja.

Tujuan Pemberian Insentif

Tujuan Pemberian Insentif

Selain latar belakang pemberian insentif, ada pula tujuan pemberiannya, seperti yang telah dibahas sebelumnya.

Insentif sendiri dapat memberikan motivasi, sehingga kualitas kinerja dan produktivitas para pekerja dapat meningkat, dan memberikan keuntungan bagi perusahaan.

Pemberian insentif pun dilakukan dengan berbagai pertimbangan, termasuk dasar-dasar dan alasan pemberian pada sub pembahasan sebelumnya.

Perusahaan atau pihak petinggi biasanya sudah berekspektasi bahwa insentif tidak akan bernasib cuma-cuma, melainkan dapat memberi dampak.

Dampak ini diharapkan berpengaruh langsung terhadap perwujudan tujuan perusahaan dalam mencapai target. Jika pekerja semakin termotivasi dan semangat, maka perusahaan akan memperoleh manfaat signifikan.

Hal paling kentara ialah produktivitas, di mana berpengaruh besar terhadap perkembangan pesat bagi sebuah perusahaan. Tujuan pemberian gaji insentif adalah sebagai berikut.

  • Meningkatkan produktivitas.
  • Meningkatkan komitmen dalam mencapai prestasi.
  • Mendorong dan membangkitkan stimulus dalam bekerja.
  • Menanamkan antusias dan semangat saat bekerja.

Di samping keempat poin itu, ada beberapa tujuan lain pemberian insentif. Berikut adalah pemaparan rincinya.

1. Mengerjakan Pekerjaan di Luar Tugas

Tujuan pertama ialah memberikan apresiasi kepada pekerja yang sudah menyelesaikan pekerjaan di luar kewajibannya.

Berdasarkan peraturan, karyawan dengan pencapaian lebih atau prestasi ini layak mendapatkan bonus.

Hal ini sepatutnya dilaksanakan oleh perusahaan sebagai bentuk pengakuan hasil pekerjaan dari pekerja itu.

Sebagai perusahaan, tentunya harus melayani para karyawannya dengan baik, sehingga ada timbal balik dari karyawan untuk menguntungkan perusahaan.

2. Mengikuti Pelatihan

Untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pekerja, perusahaan kerap mendelegasikan sebagian karyawan untuk mengikuti pelatihan atau kursus khusus.

Para delegasi ini nantinya akan memperoleh insentif setelah masa pelatihan selesai.

3. Menjadi Perwakilan Bisnis

Tujuan lain pemberian insentif adalah memberikan kompensasi setelah perusahaan mengirimkan sejumlah perwakilan untuk menghadiri acara-acara bisnis. Sebagai perwakilan, para karyawan berhak memperoleh insentif.

Tujuannya tidak lain adalah agar pekerja bisa melaksanakan tugasnya sebagai perwakilan dengan optimal dan semangat. Dengan demikian, ia mampu menumbuhkan citra dan reputasi baik perusahaan tempat ia bekerja.

3. Melakukan Hal Penting dalam Menyelamatkan Bisnis Perusahaan

Selanjutnya adalah tujuan pemberian yang didasarkan atas prestasi karyawan dalam menjaga keamanan perusahaan, atau menyelamatkan kondisi bisnis perusahaan. Pekerja seperti ini sudah sepatutnya menerima insentif.

Tujuan pemberiannya adalah menjadi ucapan terima kasih dari pihak perusahaan, sebab upaya pekerja itu dapat mengembalikan kondisi perusahaan menjadi stabil kembali.

Seperti yang diketahui, menstabilkan situasi ‘gawat’ tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Baca Juga: Analisis Bisnis: Pengertian, Manfaat, Jenis-jenis dan Tahapannya

Manfaat Pemberian Insentif

Manfaat Pemberian Insentif

Selain tujuan, pemberian insentif adalah apresiasi yang tentunya bermanfaat baik untuk karyawan dan juga perusahaan.

Bagi karyawan, sudah pasti menjadi sumber pendapatan tambahan. Namun, untuk manfaat lainnya dapat disimak sebagai berikut.

1. Meningkatkan Semangat Kerja

Dampak yang diharapkan sehabis penerimaan insentif adalah motivasi dan semangat kerja yang meningkat secara signifikan.

Dengan demikian, pekerja itu akan melakukan yang terbaik bagi perusahaan, karena sudah merasa senang sehabis mendapatkan insentif.

2. Menerima Pendapatan di Luar Gaji Pokok

Keuntungan selanjutnya adalah seorang karyawan bisa menerima pendapatan di luar gaji pokok atau hak mereka.

Hal ini sudah pasti berdampak baik bagi kondisi finansial pekerja, sehingga kebutuhan pribadinya dapat terpenuhi dengan lebih maksimal.

3. Merasa Dihargai

Dampak pemberian insentif adalah karyawan dapat merasa dihargai setelah melepaskan jerih payahnya dalam bekerja. Dengan demikian, upaya dalam memajukan perusahaan merasa terbayar dengan pemberian penghargaan berupa insentif.

Insentif memang dapat dianggap sebagai tanda terima kasih atau penghargaan dari perusahaan yang menghargai kerja keras pekerjanya.

Hal ini disebabkan karena komitmen pekerja harus dapat diukur secara kuantitatif dan kualitatif, salah satunya adalah dengan memberikan insentif.

4. Pimpinan Dihormati Karyawan

Selanjutnya adalah dampak baik pemberian insentif bagi perusahaan, di mana seorang pimpinan dianggap dapat memahami kebutuhan karyawannya, sehingga ia dihargai.

Jika ingin pekerja termotivasi, maka perusahaan melalui pimpinan harus mendorong dengan pemberian insentif.

5. Karyawan Merasa Dimiliki oleh Perusahaan

Manfaat lain adalah di mana perusahaan mampu mengakui kinerja dan kerja keras para karyawannya.

Insentif menjadi bentuk penghargaan dari perusahaan yang menganggap pekerjanya loyal, sehingga karyawan merasa dimiliki.

6. Turnover Karyawan Rendah

Pemberian uang insentif bermanfaat dalam menumbuhkan rasa nyaman saat karyawan bekerja di perusahaan.

Dengan demikian, turnover kian berkurang, sebab akan lebih banyak pekerja yang memilih untuk terus bertahan dan menjadi pekerja di perusahaan itu.

7. Karyawan Mau Melakukan Pekerjaan di Luar Tugas Pokok

Saat mendapatkan insentif adalah saat di mana perusahaan memberikan imbalan kepada karyawan yang mengerjakan suatu hal di luar pekerjaan pokok.

Dengan demikian, tumbuh kemauan dan rasa rela pekerja untuk bekerja keras, sebab sudah menerima insentif.

Dalam dunia pekerjaan, insentif adalah hal wajib yang diberikan perusahaan setiap kali suatu pekerja mampu menyelesaikan tugas di luar pekerjaan pokok. Tindakan ini tidak cuma berdampak baik bagi karyawan itu, melainkan juga perusahaan.

Jadi, dapat dilihat bahwa pemberian insentif bukannya merugikan perusahaan, melainkan berpotensi dalam memajukan perusahaan.

Hal ini disebabkan karena salah satu dampak insentif ialah tumbuhnya semangat bekerja yang lebih baik di jiwa karyawan dibandingkan sebelumnya.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar