Pengertian Biaya Pemasaran, Jenis dan Fungsinya Lengkap

Dalam menjalani bisnis, biaya pemasaran pasti ada dalam rencana bisnis. Apa pengertian biaya pemasaran itu sebenarnya?

Ada banyak sumber daya yang dibutuhkan untuk bisa membangun usaha dengan baik. Entah itu sumber daya spiritual maupun material, semuanya dibutuhkan.

Biaya pemasaran sendiri termasuk kebutuhan sumber daya material. Memang tak bisa dipungkiri segala hal yang berkaitan dengan biaya ini membutuhkan dana yang cukup banyak, apalagi jika bisnis yang dibangun skalanya sudah sangat besar.

Kegiatan pemasaran dalam bisnis bisa dibilang merupakan pokok penting yang harus dilakukan oleh perusahaan. Pemasaran butuh biaya yang cukup banyak karena saat ini tak hanya pemasaran offline saja namun juga ada pemasaran secara online.

Pengertian Biaya Pemasaran

Pengertian Biaya Pemasaran Adalah?

Secara singkat, biaya pemasaran bisa diartikan sebagai jumlah harga yang harus dikeluarkan untuk menjual produk perusahaan.

Sedangkan jika dilihat dalam definisi yang lebih luas lagi, biaya pemasaran ini merupakan biaya yang dikeluarkan sejak bahan baku diolah menjadi produk, kemudian disimpan dalam gudang, hingga produk tersebut dijual di pasaran dan kembali menjadi uang tunai dengan laba tertentu.

Jika ditarik secara garis besarnya, biaya pemasaran ini berkaitan dengan semua kegiatan memasarkan, mempromosikan, menjangkau konsumen, hingga menjual produk target. Biaya pemasaran ini memang merupakan komponen penting yang harus ada.

Sebagian orang mungkin beranggapan bahwa biaya pemasaran yang keluar ini bisa menghabiskan modal usaha. Jika dilihat secara sekilas memang kegiatan pemasaran ini akan memakan biaya modal yang ada pada perusahaan tersebut.

Namun sadarkah Anda bahwa sebenarnya seorang pengusaha di awal memang harus rela rugi. Kerugian ini juga termasuk dalam modal usaha. Meski begitu, kerugian ini akan segera tertutup dengan keuntungan yang segera didapatkan.

Semakin baik pemasaran yang dilakukan, semakin besar peluang balik modal hingga mendapatkan laba yang besar.

Namun tetap harus ada manajemen dana yang baik sehingga tidak menghabiskan seluruh total modal hanya untuk kebutuhan pemasaran. Tetap harus ada sisa modal untuk operasional lainnya.

Baca Juga : 5 Cara Menghemat Biaya Pemasaran untuk Bisnis

Jenis Biaya Pemasaran

Jenis Biaya Pemasaran

Dalam sebuah perusahaan, umumnya dikenal dua jenis biaya pemasaran. Setiap jenisnya memiliki pengertian yang berbeda.

Agar semakin paham dengan jenis-jenis biaya pemasaran ini, maka Anda bisa simak berikut penjelasannya:

1. Biaya Tetap

Jenis yang pertama ini adalah jenis biaya pemasaran tetap. Biaya pemasaran ini juga biasa dikenal dengan istilah fixed marketing cost.

Sebagaimana namanya, biaya pemasaran ini merupakan biaya tetap yang selalu dikeluarkan dengan jumlah tetap untuk kegiatan marketing.

Misalnya perusahaan memiliki website atau langganan iklan pada media online. Biasanya pemasaran yang dilakukan pada media online tersebut sudah memiliki tarif yang ditentukan setiap bulan atau setiap tahunnya.

Perusahaan akan secara rutin mengeluarkan biaya pemasaran ini karena sudah berlangganan. Contoh lainnya adalah biaya promosi produk yang selalu dilakukan untuk menjual produk tersebut pada konsumen.

Baca Juga: Pengertian Promosi Bisnis, Tujuan, Manfaat dan Strateginya

2. Biaya Variabel

Biaya pemasaran variabel ini berbanding terbalik dengan biaya tetap yang mana pengertian biaya pemasaran variabel ini adalah biaya yang berubah-ubah pada saat tertentu.

Besaran perubahan biaya pada jenis biaya variabel ini bahkan tidak dapat diprediksi. Meski begitu, besaran biaya ini masih bisa direncanakan.

Bentuk biaya variabel ini biasanya berupa bonus dan target tiap departemen dalam hal penjualan. Artinya jika sarung departemen ternyata bisa memenuhi target yang lebih banyak, maka biaya variabel yang harus keluar juga banyak begitu pun sebaliknya.

Biaya penjualan juga masuk dalam kategori biaya variabel yang bisa berubah pada waktu-waktu tertentu tergantung dari peningkatan jumlah penjualan. Perjalanan salesman bisa dihitung dan dianggarkan dalam jenis biaya pemasaran variabel.

Pasalnya terkadang untuk melakukan penjualan perusahaan harus mengutus bagian pemasaran untuk melakukan promosi di daerah-daerah tertentu dengan target tertentu.

Maka perusahaan harus melakukan analisa biaya yang harus dikeluarkan untuk perjalanan salesman tersebut.

3. Biaya Menimbulkan Pesanan

Berdasarkan fungsinya, ada yang namanya biaya pemasaran menimbulkan pesanan. Semua biaya yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan hingga menimbulkan pesanan dari konsumen kepada perusahaan, masuk dalam kategori biaya pemasaran ini.

Beberapa contoh biaya yang menimbulkan pesanan adalah seperti biaya iklan, biaya administrasi, gaji, komisi, biaya perjalanan dinas, perlengkapan pemasaran, biaya telepon untuk penjualan, dan lain sebagainya.

Jenis biaya pemasaran ini juga sering dikenal dengan biaya advertensi, yang mana segala bentuk biaya yang dikeluarkan ini berkaitan dengan kegiatan order-getting dalam bentuk promosi sebagaimana biaya iklan pada umumnya.

4. Biaya Pelayanan Pesanan

Seperti namanya, pengertian biaya pemasaran pelayanan pesanan adalah sejumlah biaya yang keluar demi memenuhi pesanan konsumen. Beberapa contohnya bisa dilihat berikut ini:

  • Biaya Penggudangan

Biaya penggudangan ini berkaitan dengan biaya penyimpanan produk, gaji pihak gudang, peralatan penggudangan, asuransi gudang, reparasi dan pemeliharaan lainnya.

  • Biaya Pengemasan

Setelah biaya penggudangan, biaya pengemasan barang hingga pengiriman juga masuk dalam biaya layanan pesanan untuk konsumen.

Semua kegiatan pembungkusan produk yang dilakukan hingga produk tersebut siap dikirim pasti membutuhkan anggaran biaya khusus.

Untuk itu biaya pengemasan ini juga masuk dalam kategori biaya pemasaran yang harus dianggarkan oleh perusahaan.

Beberapa contoh biaya yang harus dianggarkan pada jenis biaya ini adalah seperti biaya gaji karyawan bidang pengemasan, biaya bahan dan alat untuk pengemasan.

Biaya angkut juga menjadi tanggungan dari biaya pemasaran jenis ini, seperti biaya depresiasi transportasi yang digunakan, biaya pengiriman, dan biaya eksploitasi transportasi.

  • Biaya Penagihan

Maksud biaya penagihan adalah biaya yang harus dikeluarkan dari pemantauan kemampuan pelanggan terhadap pelunasan piutang atas pesanan yang sudah dilakukan. Biaya penagihan sama halnya dengan biaya pemberian kredit.

Terkadang perusahaan harus menggunakan media atau metode khusus untuk melakukan penagihan piutang, baik itu yang dilakukan secara kredit maupun tidak.

Adapun biaya penagihan atau biaya pemberian kredit ini meliputi biaya gaji untuk karyawan yang bekerja di bidang penagihan, biaya kerugian yang harus ditanggung perusahaan karena penghapusan piutang secara terpaksa, hingga biaya potongan tunai.

  • Administrasi Penjualan

Biaya administrasi penjualan berkaitan dengan biaya untuk semua bidang perusahaan yang ada hubungannya dengan administrasi penjualan.

Biaya administrasi yang dimaksud di sini adalah seperti gaji administrasi penjualan, perlengkapan kantor yang berkaitan dengan pemasaran, biaya penyusutan alat perusahaan, reparasi alat perusahaan dan lain sebagainya.

Metode Lacak Biaya Pemasaran

Metode Lacak Biaya Pemasaran

Setelah memahami pengertian biaya pemasaran beserta beberapa jenisnya di atas, perlu diketahui bahwa biaya pemasaran ini bisa dilacak dengan beberapa metode tertentu.

1. Metode

Metode lacak ini digunakan untuk membuat perencanaan pemasaran dan mengembangkan anggaran. Selain itu metode ini juga digunakan untuk melacak pengeluaran biaya pemasaran.

Agar bisa lebih paham, berikut di bawah ini dua metode lacak biaya pemasaran yang dibuat secara khusus:

  • Expence First

Metode expence first berfokus dengan merekomendasikan perusahaan untuk membuat daftar target yang ingin dicapai kedepannya terkait pemasaran produk.

Dari target yang sudah dibuat tersebut, selanjutnya harus disusun anggaran dana atau biaya yang akan keluar demi mencapai target rencana pemasaran tersebut.

Dalam prosesnya metode ini bisa berdasarkan estimasi, revisi atau perubahan lainnya yang tentu saja akan mempengaruhi biaya pemasaran yang harus dikeluarkan.

  • Pendekatan Alokasi

Pengertian biaya pemasaran dengan menggunakan metode ini adalah biaya pemasaran yang didasarkan pada penyisihan alokasi dana.

Jadi pada metode ini, perusahaan disarankan untuk mengalokasikan dana yang akan digunakan membentuk bidang usaha baru.

Bidang usaha baru di sini difokuskan pada promosi produk. Nantinya tim yang bekerja di bidang pemasaran harus bisa membagi atau mengalokasikan dana yang didapat agar sesuai dengan anggaran dan tepat sasaran sesuai dengan target pencapaian pemasaran.

Metode lacak untuk biaya pemasaran ini punya peran yang cukup penting. Metode tersebut bisa membantu pihak pemasaran membuat capaian target yang terstruktur dan perencanaan yang sesuai dengan anggaran.

2. Alat Pelacakan

Sedangkan dalam metode lacak biaya pemasaran ini sering dikenal ada dua alat yang dapat mendorong atau membantu pelacakan biaya pemasaran tersebut. Di bawah ini beberapa alat yang bisa digunakan:

  • Sistem Manajemen Pengeluaran

Dalam melakukan pelacakan biaya pemasaran, harus ada yang namanya sistem manajemen khusus untuk pengeluaran.

Sistem ini akan melacak atau melakukan pemeriksaan terkait pengeluaran perusahaan. Nantinya informasi anggaran harus bersifat real time.

  • Template

Template anggaran yang dimaksud pada pembahasan ini adalah template anggaran yang biasanya dibuat sendiri oleh pihak terkait. Dengan adanya template anggaran ini akan memudahkan pemantauan dan pelacakan pengeluaran dari hari ke hari.

Selain itu, template anggaran ini nantinya juga bisa menjadi referensi bagi bidang pemasaran untuk bisa lebih mudah membuat keputusan pengeluaran di kemudian hari.

Dua jenis alat yang dimaksud di atas kini bisa lebih mudah diakses dengan adanya beberapa software atau platform yang memudahkan kinerja lacak biaya pemasaran.

Fungsi Utama Biaya Pemasaran

Fungsi Utama Biaya Pemasaran

Secara umum biaya pemasaran ini punya banyak manfaat atau fungsi bagi perusahaan. Berbagai manfaat atau fungsi biaya pemasaran tersebut juga tergantung dari sifat, ukuran, dan metode operasi perusahaan tersebut. Biaya pemasaran dapat meningkatkan nilai perusahaan itu sendiri.

Selain itu kemampuan perusahaan untuk bisa meraih pendapatan terus menerus pada periode ke depannya.

Pada tiap-tiap fungsi biaya pemasaran ini menjadi unit homogen bagi perusahaan, yang mana terdapat aktivitas tertentu yang bisa dihubungkan dengan bagian tertentu dari biaya pemasaran.

Baca Juga: Cara Menghitung Biaya Produksi

Trik Melakukan Analisis Biaya Pemasaran

Trik Melakukan Analisis Biaya Pemasaran

Akan bisa ditelaah lebih jauh, biaya pemasaran memang harus dianalisis dengan baik dan benar. Dengan begitu anggaran biaya pemasaran yang dibutuhkan perusahaan juga bisa dimanajemen dengan baik.

Lantas bagaimana cara analisis yang benar untuk biaya pemasaran ini? Berikut cara-caranya:

1. Cara Berdasar Jenis Biaya dan Objek Pengeluaran

Dalam analisis yang satu ini, jenis biaya dan objek pengeluaran menjadi sumber patokan untuk menentukan analisis biaya pemasaran.

Biaya perusahaan yang ada harus dipecahkan terlebih dulu menjadi beberapa bagian berdasarkan jenis-jenis biaya pemasaran yang dibutuhkan.

Adapun jenis-jenis biaya pemasaran yang dimaksud adalah seperti biaya perjalanan, biaya iklan, biaya operasi dan pemeliharaan, biaya depresiasi terhadap peralatan perusahaan, dan masih banyak lagi jenis biaya lainnya yang berkaitan dengan pemasaran.

Jadi dalam hal ini perusahaan harus melakukan analisis terhadap kebutuhan pembiayaan dari tiap-tiap jenis bagian pembiayaan sebagaimana yang sudah disebutkan di atas. Semua bagian-bagian tersebut nantinya akan menjadi bagian penting dari adanya pemasaran.

Untuk itu jika sudah diperoleh hasil analisanya, barulah nanti bisa ditentukan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk tiap-tiap bagian tersebut dari total modal yang yang dimiliki perusahaan.

2. Analisis Berdasarkan Fungsi Pemasaran

Selanjutnya ada analisa pemasaran yang didasarkan pada fungsi biaya pemasaran itu sendiri. Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, fungsi biaya pemasaran sendiri ada banyak sekali bergantung pada sifat dan beberapa hal dari perusahaan itu sendiri.

Tujuan dari dilakukannya analisa menurut fungsinya ini adalah agar pengusaha bisa melakukan pengendalian dan analisa biaya pemasaran dari usaha pemasaran tersebut. Setiap perusahaan pasti memiliki sifat usahanya masing-masing.

Dari sifat usahanya tersebut diperoleh fungsi biaya pemasaran yang berbeda-beda. Hal ini juga bergantung dari tujuan pemasaran itu sendiri.

3. Analisa Berdasarkan Usaha Pemasaran

Jika didasarkan pada usaha pemasaran itu sendiri, maka analisis ini akan berkaitan dengan jenis produk yang dipasarkan, daerah target untuk melakukan pemasaran, besar pesanan, hingga saluran distribusi produk.

Misalnya pada jenis produk yang menjadi dasar analisis, harus dipahami dulu apakah jenis produk usaha tersebut membutuhkan iklan atau pemasaran yang lebih besar dengan melibatkan influencer atau sekedar mengandalkan media saja.

Jika didasarkan pada daerah target pemasaran, harus dilihat dulu apakah daerah yang menjadi target tersebut benar-benar siap dan mau menerima media pemasaran yang akan ditunjukkan.

Jadi meskipun media pemasaran yang diberikan sangat canggih dan bagus, namun jika daerah target kurang bisa menerimanya, maka biaya pemasaran yang dikeluarkan akan sia-sia.

Untuk itu harus dilakukan analisa yang lebih baik lagi agar modal usaha tidak keluar secara percuma.

Karakteristik Biaya Pemasaran

Karakteristik Biaya Pemasaran

Selain pengertian biaya pemasaran yang sudah dijelaskan sebelumnya beserta jenis dan fungsinya, ternyata biaya pemasaran ini memiliki karakteristik tersendiri yang memang harus menjadi pertimbangan penting bagi sebuah perusahaan.

Berikut di bawah ini akan dijelaskan beberapa karakteristiknya:

  1. Kegiatan pemasaran pada perusahaan umumnya sering berubah-ubah atau tidak menetap. Hal ini karena kondisi pasar yang juga sering berubah seiring berjalannya waktu. Mau tidak mau perusahaan juga harus mengikuti berjalannya perubahan terhadap kondisi pasar.
  2. Sering kali dalam anggaran biaya pemasaran terdapat dua jenis biaya yang lebih sulit diselesaikan dibandingkan dengan biaya produksi. Dua jenis biaya pemasaran tersebut adalah biaya tidak langsung dan biaya joint cost atau biaya bersama. Utamanya biaya bersama ini membutuhkan analisa yang tepat lebih dulu agar tidak salah menganggarkan biaya, sehingga modal usaha tidak habis secara keseluruhan dan menimbulkan resiko yang cukup besar.
  3. Pada dasarnya kegiatan pemasaran ada banyak sekali. Setiap perusahaan memiliki caranya sendiri untuk mempraktekkan kegiatan pemasarannya. Bahkan perusahaan yang bergerak di bidang yang sama pun belum tentu memiliki ragam jenis kegiatan pemasaran yang sama. Untuk itu biasanya biaya pemasaran yang dibutuhkan oleh tiap perusahaan juga akan berbeda-beda. Meski begitu cara analisanya bisa disamakan untuk mendapatkan hasil anggaran yang baik dan sesuai.
  4. Kegiatan pemasaran dalam kenyataannya akan berhadapan langsung dengan konsumen yang punya sifat variabel atau tidak tetap. Perusahaan tidak akan bisa mengendalikan perilaku konsumen terhadap pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan.

Sebagaimana pengertian biaya pemasaran, biaya ini memang punya peran yang sangat penting demi berjalannya aktivitas dalam perusahaan tersebut. Manajemen biaya pemasaran yang baik tentu akan mendatangkan keuntungan yang besar bagi perusahaan.

Untuk itu, analisa biaya pemasaran beserta hal-hal yang berkaitan dengannya harus bisa dipahami dulu dengan baik seperti yang sudah dijelaskan secara mendesain di atas.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar