Apa Itu Bug? Asal Usul, Jenis, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Apa Itu Bug? Asal Usul, Jenis, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Istilah bug dalam dunia komputer, khususnya software dan website merupakan istilah yang umum.

Mereka yang berkecimpung di dunia IT pasti memahaminya dengan baik. Namun, istilah ini pasti tidak dipahami oleh orang awam.

Pertanyaan apa itu bug? dan pertanyaan lain yang berkaitan dengannya pasti muncul.

Bug dalam dunia komputer adalah pertanda sebuah, atau bahkan banyak masalah pada suatu aplikasi atau program. Bug ini ada banyak jenis dan penyebabnya.

Memahami beragam jenis bug yang sudah ada dengan baik, akan membantu Anda menemukan solusi yang tepat untuk mencegah kemunculannya.

Apa Itu Bug?

Apa Itu Bug?

Bug adalah kata dalam bahasa Inggris yang memiliki arti serangga. Apa itu bug? dalam dunia komputer?

Dalam dunia komputer, khususnya pengembangan software, bug dapat diartikan sebagai masalah atau sesuatu yang menyebabkan software tidak bekerja semestinya. Dampak bug software macam-macam.

Masalah ini bisa berdampak pada tidak berfungsinya software secara menyeluruh, mengakibatkan beberapa fungsi dan fitur pada program tidak bekerja, membuat layar menjadi biru, membuat aplikasi membeku, dan mengakibatkan beragam hal negatif. Bug adalah hal yang umum dalam pengembangan software.

Masalah ini bisa terjadi pada software dari pengembang kecil sampai pengembang besar. Dari mana istilah bug digunakan untuk menyatakan masalah pada software?

Pada 9 September 1947, komputer Harvard Mark II yang sedang dipakai Grace Murray mengalami kerusakan secara tiba-tiba. Diselidikah komputer tersebut.

Ternyata, terdapat serangga ngengat yang tersangkut di sana. Sejak insiden tersebut, istilah bug digunakan untuk mengidentifikasi suatu masalah pada komputer.

Sampai saat ini, istilah tersebut masih digunakan dan lebih populer. Seberapa berbahayakah bug dan apakah bug adalah masalah sederhana?

Dampak buruk yang dihasilkan bug cukup bervariasi, dari yang receh sampai membuat sistem tidak berfungsi sama sekali.

Bug jika dibiarkan bisa menjadi celah bagi peretas untuk melakukan pembajakan, akses ilegal, dan bahkan menanamkan malware yang bisa berdampak pada kesehatan komputer Anda.

Jenis-Jenis Bug

Bug pada pengembangan software beragam jenisnya. Masing-masing bug memiliki penyebab muncul yang berbeda dengan dampak negatif yang berbeda pula.

Dari sekian banyak bug, terdapat beberapa bug sering muncul dalam proses pengembangan software.

1. Performance Defects

Performance Defects

Dari namanya, Anda mungkin sudah memiliki dugaan jenis apakah ini.

Performance Defects adalah jenis yang ada kaitannya dengan banyak aspek performa.

Lebih spesifiknya, jenis ini memiliki kaitan dengan stabilitas, waktu respons, pemakaian sumber daya, dan kecepatan dari sebuah software.

2. Syntax Error

Syntax Error

Syntax Error adalah jenis yang juga sering muncul dalam pengembangan software.

Jenis masalah ini terjadi pada source code sebuah program, Syntax Error akan merintangi proses pengembangan software.

Selain itu, bug jenis Syntax Error juga bisa mengakibatkan software tidak dapat dicompile dengan baik.

3. Compatibility Error

Compatibility Error

Compatibility Error adalah masalah yang muncul ketika sebuah software tidak dapat berjalan dalam situasi tertentu.

Bug jenis ini umumnya muncul ketika Anda menjalankan software lama pada sistem operasi yang lebih baru alias tidak kompatibel. Ketidakcocokan tersebut membuat masalah kompabilitas muncul.

4. Functional Error

Functional Error

Functional Error merupakan penyederhanaan istilah dari beragam masalah fungsionalitas pada software.

Karena merupakan penyederhanaan, otomatis jenis ini cukup beragam.

Masalah fungsionalitas ini mencakup yang sederhana (tombol tidak berfungsi) sampai yang kompleks (software tidak berfungsi).

5. Security Error

Security Error

Kalau sudah menyangkut soal keamanan, sebuah buah harus dianggap super serius. Security Error adalah jenis yang muncul pada sektor keamanan software.

Masalah semacam ini harus langsung ditanggapi serius. Masalahnya, jika dibiarkan bisa menjadi celah masuk pada pembajak dan pencuri informasi.

6. Logic Error

Logic Error

Logic Error adalah jenis masalah yang terjadi pada source code suatu program. Jenis error ini bisa disebabkan oleh penggunaan kode yang tidak sesuai.

Akibatnya, output yang dihasilkan salah atau tidak sesuai dengan yang diniatkan.

Logic Error ini akan mengakibatkan program tidak bekerja dengan baik dan semestinya.

7. Usability Defects

Usability Defects

Jenis bug ini mengakibatkan pengguna tidak mampu menggunakan software secara maksimal.

Usability Defects merupakan bug yang memang ada kaitannya dengan pemakaian. Bug ini juga membuat software menjadi sulit atau tidak nyaman untuk digunakan.

Kira-kira apa penyebab munculnya bug Usability Defects?

Usability Defects bisa bisa muncul jika ada masalah pada kode software. Bug ini juga bisa muncul disebabkan oleh desain User Interface (UI) yang terlalu kompleks.

Akibatnya, pengguna akan kesulitan menemukan fitur dan manfaat yang dicari. Software pun menjadi tidak terlihat berguna dan optimal.

Penyebab Munculnya Bug

Penyebab Munculnya Bug

Penyebab munculnya bug ini bisa dikatakan bervariasi. Bug bisa muncul karena masalah komunikasi yang tidak baik.

Bug juga bisa muncul karena adanya kesalahan logis pada desain suatu aplikasi.

Berikut adalah beragam alasan atau penyebab kenapa masalah bisa muncul pada sebuah software.

1. Kompleksitas pada Software

Hal yang kompleks umumnya memang memunculkan masalah yang juga kompleks.

Hal tersebut juga berlaku pada suatu program atau software. Bug bisa muncul karena sebuah software memiliki kompleksitas yang tinggi. Software kompleks tentu memiliki banyak kode yang harus didesain dengan baik dan rapi.

Diperlukan semacam jalur atau alur yang tepat agar kode-kode tersebut tidak saling bertabrakan jika dijalankan pada waktu yang bersamaan.

Bisa dibayangkan masalah dan dampak negatif yang akan muncul jika hal tersebut terjadi. Diperlukan kemampuan coding tingkat tinggi dengan tingkat ketepatan yang tinggi.

Masalah bisa lebih berat jika suatu program dikembangkan oleh banyak pemrogram dimana masing-masing pemrogram mengerjakan fitur yang berbeda.

Sudah kodenya banyak, banyak pula kepala yang terlibat. Karena kompleksitas software yang tinggi, bug bisa muncul dan memberi dampak yang buruk.

2. Dikejar Deadline

Memang, ada beberapa orang yang apabila bekerja dikejar deadline, otaknya bisa lebih encer dan bekerja lebih baik.

Sayangnya, beberapa lainnya tidak demikian dan bahkan sebaliknya. Dalam dunia pengembangan software, software yang dikerjakan terburu-buru berpotensi menghasilkan banyak masalah.

Pengembang sejatinya memiliki rencana dan tahapan pengembangan software. Namun, rencana dan tahapan tersebut akan kacau karena deadline yang semakin mepet.

Akibatnya, pengembangan software akan dilakukan secara terburu-buru, tidak dilakukan dengan kapasitas maksimal, dan bisa asal-asalan.

Terlebih jika dalam pengembangannya, terdapat penambahan fitur baru yang tidak mendapatkan pengujian yang layak.

Pengujian, selain dilakukan untuk mencoba fitur, dilakukan juga untuk menemukan masalah yang muncul. Fitur yang tidak diuji dengan baik berpotensi memunculkan bug di masa depan.

3. Perubahan yang Tidak Dicatat dengan Baik

Dalam dunia pengembangan software, perubahan kode harus dicatat atau didokumentasikan dengan baik.

Alasannya tentu saja adalah software yang dikembangkan tidak mengalami masalah kode yang diubah tidak sesuai dengan kebutuhan. Kode yang diubah tentu akan mengakibatkan output yang berbeda.

Apabila perubahan kode tidak dicatat dengan baik apalagi dipublikasikan dengan jelas, hal yang paling ditakutkan adalah ada program lain membuat kode dengan asumsi kode tersebut belum diubah.

Dengan kata lain, ada kode yang sudah diubah, tidak dicatat, dianggap belum diubah, dan diubah kemudian.

Hal tersebut tentu tidak akan berdampak baik ke depannya. Pada proyek pengembangan yang melibatkan banyak pemrogram, tentu perubahan kode ini sangat penting untuk dicatatnya.

Perubahan kode yang tidak diketahui atau tidak dianalisis dengan teliti ternyata cukup sering mengakibatkan munculnya logic bug.

4. Komunikasi yang Buruk

Bagaimana bisa komunikasi yang buruk mengakibatkan bug muncul? Bukankan masalah bug bersumber pada kode dan hal-hal yang lebih teknis? Hal tersebut adalah betul.

Namun, masalah pada sektor teknis dan kode tersebut bisa diakibatkan oleh komunikasi dan kerja tim yang buruk serta tidak berjalan lancar.

Dalam pengembangan website atau aplikasi, pengembang bekerja dalam tim. Artinya, mereka tidak sendiri dalam mengembangkan suatu software.

Komunikasi buruk bisa mengakibatkan adanya masalah yang muncul tidak tersampaikan dengan baik. Misalnya, ada masalah atau bug ditemukan pada suatu bagian.

Masalah tersebut lupa atau tidak disampaikan dengan baik. Karena hal tersebut, perubahan kode dan pengembangan lain dilakukan tanpa menyelesaikan masalah tersebut.

Lebih parah jika bug tersebut justru membuat pengembangan fitur baru menjadi bermasalah dan orang-orang bingung mencari penyebabnya.

5. Masalah pada Pengujian

Tahap pengujian seharusnya menjadi tahap yang mampu menemukan masalah pada software yang akan dirilis ke pasaran.

Sayangnya, proses pengujian juga bisa menjadi alasan kenapa software masih memiliki bug. Pengujian yang jadi sumber masalah tersebut adalah pengujian yang tidak dilakukan dengan baik.

Proses pengujian software bisa saja tidak berjalan dengan lancar. Akibatnya, pengujian tersebut gagal mendeteksi adanya bug pada software.

Celakanya, orang-orang kadang tidak teliti dan mengabaikan hal tersebut. Penyebab lain selain pengujian yang tidak lancar adalah alat uji yang tidak sesuai standar.

Bisa juga penyebabnya adalah prosedur pengujian yang tidak memenuhi standar. Bug yang tidak terdeteksi tersebut akan merepotkan di kemudian hari.

Melakukan persiapan dengan baik sebelum proses pengujian itu penting. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan alat, prosedur, dan pengujian bisa berjalan lancar.

Solusi Menghindari Bug

Solusi Menghindari Bug

Solusi untuk masalah tersebut cukup beragam, dari yang teknis seperti penulisan kode yang sederhana sampai yang normatif, seperti menciptakan komunikasi yang baik.

Berikut adalah beragam solusi untuk menghindari munculnya masalah pada software yang dikembangkan, yaitu:

1. Selesaikan Proyek dengan Baik

Bekerja dalam kondisi dikejar deadline dengan waktu yang sempit akan membuat hasil akhir dari pekerjaan Anda tidak optimal.

Bug bisa muncul akibat proses pengerjaan dan pengembangan software dilakukan tidak optimal karena harus diselesaikan secara terburu. Maka dari itu, hal tersebut harus dihindari.

Caranya adalah dengan membuat perencanaan yang baik, mengerjakan tugas secara tepat waktu, dan tidak membuang waktu untuk hal yang tidak diperlukan.

Jika proyek diselesaikan tepat waktu dan optimal, maka masalah seperti bug tidak akan muncul saat pengujian dan ketika software sudah dirilis ke pasaran.

2. Menulis Kode yang Sederhana

Sebisa mungkin, hindari penulisan kode yang kompleks. Pada kode yang tidak kompleks tentu akan mengurangi kerumitan pada proses pengembangan software.

Kode yang sederhana juga lebih mudah untuk diteliti dan diidentifikasi celah-celah yang bisa memunculkan bug. Kode sederhana lebih cepat dikerjakan.

3. Manfaatkan Jasa Penguji Software

Pengujian memang bisa dilakukan secara mandiri dan memang aktivitas tersebut adalah aktivitas yang wajib dilakukan.

Namun, ada kalanya pengujian software lebih cepat atau lebih mudah dilakukan pihak ketiga.

Waktu yang Anda butuhkan untuk melakukan pengujian tidak sebentar dan bisa berlarut-larut.

Untuk mengatasi situasi tersebut, Anda bisa menggunakan jasa penguji software. Seorang penguji atau tester adalah orang yang memang memiliki kemampuan untuk menguji software.

Mereka adalah profesional yang memang ahli dan pandai menemukan beragam masalah, termasuk masalah ada software.

Menggunakan dan memanfaatkan jasa penguji software ini juga bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kualitas pengujian.

Anda bisa saja menggunakan penguji software setelah melakukan pengujian mandiri.

Tujuannya adalah memastikan bahwa software yang dikembangkan benar-benar mendekati sempurna.

4. Lakukan Pengujian dengan Baik

Proses pengujian adalah proses serius yang harus Anda lakukan dan selesaikan dengan baik. Bug-bug bisa muncul karena pada proses ini, Anda tidak melakukan pengujian secara mendetail.

Lebih parah lagi jika Anda tidak menguji sama sekali software yang dibuat. Pengujian bisa dilakukan secara rutin.

Pengujian yang rutin dilakukan dan bertahap akan membuat Anda bisa menemukan masalah sedini mungkin pada tingkat pengembangan yang masih awal.

Semakin jauh pengembangan software, maka semakin kompleks software tersebut diuji di kemudian hari. Jadi, lakukan pengujian secara rutin berkala.

5. Ciptakan Komunikasi yang Baik

Membangun budaya komunikasi yang baik akan berdampak sangat baik pada proses pengembangan software.

Beragam bug bisa muncul karena komunikasi yang tidak baik. Agar semua proses pengembangan lancar, Anda perlu membangun budaya dan kebiasaan komunikasi yang baik dan jelas.

Beberapa tips yang bisa Anda terapkan adalah berikan informasi yang diperlukan dengan jelas. Gunakan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menyampaikan informasi dan ide.

Bertanya dan berdiskusi dengan baik. Jangan malu dan jangan anggap rapat/diskusi sebagai aktivitas membosankan.

Ketika ada masalah, apalagi ketika bug ditemukan, bug tersebut harus diselesaikan. Dengan berdiskusi bisa ditemukan solusi dan bagaimana pencegahannya.

Semua orang yang terlibat dalam proyek pengembangan software harus mampu berkomunikasi dengan lancar dan tidak kesulitan menyalurkan ide.

6. Gunakan Alat Kolaborasi yang Optimal

Untuk meningkatkan kualitas kerja tim, Anda bisa memanfaatkan beragam tools kolaboratif.

Tools tersebut memang didesain untuk membuat pekerjaan yang dilakukan kolektif bisa dikerjakan dengan baik dan kompak.

Semakin banyak orang yang terlibat, maka akan semakin rumit proses pengerjaannya proyeknya.

Tools-tools kolaboratif semacam Slack, Trello, dan Git bisa Anda gunakan untuk membuat pengembangan software berjalan lancar.

Beragam ide, jalur komunikasi, dan catatan perubahan bisa dipublikasikan dan dibagikan dengan mudah. Akses informasi begitu bebas dan terbuka untuk semua pekerja proyek software.

7. Gunakan Program Bug Bounty

Bug Bounty adalah program perburuan bug. Program ini diselenggarakan untuk meminta atau menantang siapa saja untuk menemukan masalah yang ada pada software yang Anda kembangkan.

Dengan program ini, Anda akan menarik perhatian banyak orang, terutama pada pemburu bug yang profesional dan andal.

Pada pemburu bug yang andal tersebut umumnya adalah praktisi di bidang kode, software, dan peretas.

Pasang pengumuman di media publik dan tentu saja siapkan imbalan untuk memberi motivasi dan kredit atas apa yang dilakukan para pemburu tersebut. Bug software pun akan mudah dibasmi dan dicegah.

Pembahasan apa itu bug, jenis, penyebab, dan solusi mencegahnya sudah diselesaikan. Sekarang, Anda pasti sudah jauh lebih memahami istilah bug dalam dunia komputer.

Selain mencegah, solusi untuk mengatasi masalah yang sudah muncul adalah dengan merilis perbaikan dalam bentuk update atau patch.

Baca Juga: 12 Bahaya Penggunaan Nulled Themes untuk Website

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar