8 Jenis Investasi Syariah yang Ada di Indonesia, No Riba!

Pengertian, Prinsip Jenis Investasi Syariah

Jenis Investasi syariah atau yang dikenal juga dengan investasi berdasarkan prinsip syariah, adalah salah satu yang semakin populer di kalangan masyarakat.

Investasi syariah berbeda dengan investasi konvensional karena didasarkan pada prinsip-prinsip syariah yang sesuai dengan hukum Islam.

Investasi syariah memiliki beragam jenis yang dapat dipilih, mulai dari investasi di pasar modal syariah, investasi di sektor properti, hingga investasi di sektor keuangan syariah.

Dalam artikel ini, akan dibahas secara lebih mendalam mengenai jenis-jenisnya yang bisa menjadi pilihan untuk memperoleh keuntungan secara halal dan sesuai dengan prinsip syariah.

Pengertian Investasi Syariah

Pengertian Investasi Syariah

Jika Anda masih awam dalam hal investasi, mungkin akan merasa bingung dengan konsep investasi syariah dan ingin tahu lebih lanjut tentang apa itu.

Sesuai dengan namanya pak investasi Syariah merupakan jenis investasi yang memegang teguh prinsip-prinsip keislaman karena dalam kegiatannya tidak akan terdapat unsur, mysir, maupun riba.

Sebagai gantinya, digunakan akad untuk kesepakatan.

Prinsip Investasi Syariah

Prinsip Investasi Syariah

Untuk memahami lebih lanjut,  perlu diketahui beberapa istilah terkait ekonomi syariah. Riba merujuk pada penambahan nilai yang membuat salah satu pihak dirugikan, seperti bunga pada pinjaman.

Sementara itu, grahar pengertiannya adalah terkait dengan segala hal yang dianggap tidak jelas dan maysir adalah suatu hal yang terkait mendapatkan sesuatu yang terlalu mudah.

Selanjutnya, kesepakatan atau akad di dalam investasi Syariah ini ada beragam, mulai dari akan kerjasama atau musyarakah, ada juga akad sewa-menyewa atau ijarah serta akad mudarabah atau bagi hasil.

Dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip yang berada pada agama Islam maka pada investasi Syariah dijamin kehalalannya serta tidak melanggar hukum.

Lembaga yang ada di Indonesia untuk mengawasi praktek investasi Syariah ini adalah dewan Syariah nasional dan dewan pengawas Syariah. Keduanya, berada di bawah naungan MUI atau majelis ulama Indonesia.

Selanjutnya, jenis investasi Syariah di pasar modal juga harus tercatat di OJK (otoritas Jasa keuangan).

Dengan demikian database legalitasnya dapat dengan mudah dicek melalui situsnya.

Baca Juga: Apa Itu Perbankan Syariah?

Jenis Investasi Syariah Masa Kini

Jenis Investasi Syariah Masa Kini

Jenis Investasi syariah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan investasi konvensional. Adapun jenisnya tersebut cuma bisa dilihat pada penjelasan di bawah ini:

1. Saham Syariah

Jenis investasi Syariah yang cukup terkenal dan populer adalah saham Syariah. Di dalamnya sendiri ada efek serta surat berharga yang sesuai dengan aturan atau prinsip syariat Islam.

Umumnya cuma Perusahaan yang memberikan penawaran saham ini Tentunya berada di jenis usaha halal.

Kemudian, di dalam transaksinya, tidak akan ada emiten dari penyedia pinjaman konvensional maupun perbankan.

Tidak akan ada juga berbagai produk yang berasal dari sesuatu yang dianggap tidak bagus dalam Islam sama seperti minuman, rokok, dan lain-lain.

Mekanisme investasinya berdasarkan atas prinsip penyerahan modal serta pembagian keuntungan sesuai dengan aturan Islam. Dengan kata lain, akan dianggap halal serta sesuai dengan prinsip-prinsip islami.

Baca Juga : Apa itu Saham?

3. Reksa Dana Syariah

Produk investasi selanjutnya yaitu Reksadana Syariah. Ada beberapa produknya misalkan saham syariah yang juga menjadi produk pasar modal dan alokasikan dana di perusahaan atau jasa yang produksi barang/jasa halal saja.

Pihak manager investasi akan melakukan pembelian obligasi, saham maupun pasar uang dari perusahaan yang ada pada daftar efek Syariah (DES).

4. Deposito Syariah

Jenis Investasi syariah Yang berikutnya adalah deposito Syariah. Di sini, Para investor akan menyimpan dana di Bank maupun lembaga penjamin simpanan yang mempraktekkan prinsip-prinsip syariat Islam.

Dana yang tersimpan, selanjutnya diatur lembaga keuangan untuk jangka waktu tertentu.

Hitungan pada investasi ini yaitu didapatkan lewat sistem bagi hasil berdasarkan profit yang didapatkan perusahaan.

Tentunya, perusahaan tersebut memproduksi produk halal saja.

5. Sukuk (Obligasi Syariah)

Jenis investasi Syariah berikutnya adalah sukuk. Pengertiannya sendiri merupakan bentuk surat utang yang diterbitkan perusahaan agar memperoleh sokongan modal Para investor.

Pada prinsip syariah, modal yang didapatkan dipakai dalam pengembangan usaha atau memproduksi barang-barang halal.

Para investor tidak memperoleh bunga sebagai keuntungannya. Akan tetapi, mendapatkan keuntungan bagi hasil dari para penerima modal.

Di masa sekarang, ada kurang lebih 171 produk obligasi Syariah yang ada di OJK.

6. P2P Lending Syariah

Investasi peer to peer lending termasuk dalam kategori investasi syariah selama dana yang disalurkan digunakan sebagai modal usaha bagi perusahaan yang membutuhkan.

Kemudian, penerima modal bukanlah produsen atau pihak yang terlibat dalam produksi barang dan jasa yang haram.

Dalam investasi ini, keuntungan yang dihasilkan dibagi antara investor dan penerima modal melalui sistem bagi hasil.

7. Properti

Investasi properti syariah adalah investasi yang dilakukan berdasarkan syariat Islam dengan membeli atau menjual aset properti seperti rumah, apartemen, kios atau kontrakan.

Investasi ini memiliki keuntungan seperti risiko rendah, nilai plus dan keuntungan besar.

Risiko rendah karena investasi ini jelas dan bisa digunakan kapan saja. Nilai plus karena nilainya berasal dari nilai properti itu sendiri.

Keuntungan besar karena properti bisa disewakan atau dikontrak tanpa kehilangan properti.

8. Emas

Emas adalah salah satu jenis Investasi syariah yang dilakukan dengan membeli atau menjual emas sesuai syariat Islam.

Investasi ini memiliki keuntungan seperti melindungi nilai tabungan dari inflasi, mudah dan murah dalam transaksi, serta nyaman dan aman dalam penyimpanan.

Emas juga bisa dilakukan melalui berbagai produk yang tersedia di bank syariah, asuransi jiwa syariah, atau lembaga keuangan syariah lainnya.

Investasi ini cocok bagi yang ingin memiliki aset berharga dengan cara halal dan mudah.

Tips Berinvestasi Syariah

Tips Berinvestasi Syariah

Berinvestasi syariah adalah cara mengembangkan uang sesuai syariat Islam dengan memilih instrumen yang halal dan transparan.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk memulai investasi syariah, antara lain:

  • Tetapkan tujuan investasi, apakah untuk jangka pendek atau panjang, dan pilih instrumen yang sesuai.
  • Pahami kondisi keuangan saat ini dan rencana masa depan. Jangan menunda investasi karena mapan itu relatif.
  • Kenali profil risiko dan pilih instrumen yang cocok dengan toleransi risiko. Jangan tergiur dengan imbal hasil yang tinggi tanpa mempertimbangkan risikonya.
  • Jangan malas belajar tentang investasi syariah. Pelajari akad, produk, dan manfaatnya dari sumber terpercaya.
  • Lakukan investasi secara konsisten dan disiplin. Ikuti perkembangan pasar dan evaluasi kinerja investasi secara berkala.

Jenis Investasi Apa yang Cocok untuk Pemula?

Jenis Investasi Apa yang Cocok untuk Pemula

Deposito Berjangka Syariah, Reksadana Syariah, Obligasi Syariah, dan Emas Syariah adalah pilihan investasi syariah terbaik yang cocok bagi pemula.

Deposito Berjangka Syariah menawarkan risiko rendah dengan keuntungan stabil, sementara Reksadana Syariah memberikan kemudahan berinvestasi pada pasar modal.

Obligasi Syariah memberikan penghasilan tetap dengan risiko rendah, sedangkan Emas Syariah cocok bagi yang ingin investasi halal

. Sebelum memulai investasi, pastikan memahami produk investasi yang dipilih, risiko dan keuntungan yang akan didapat.

Demikianlah artikel tentang investasi syariah yang telah membahas pengertian, prinsip, dan jenis investasi syariah.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang ingin mengetahui lebih banyak tentang investasi syariah dan tertarik untuk memulainya.

Jenis Investasi syariah adalah investasi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan memberikan manfaat bagi umat.

Investasi syariah juga memiliki berbagai pilihan instrumen yang bisa disesuaikan dengan tujuan, kondisi, dan profil risiko masing-masing investor. Mari berinvestasi syariah dengan bijak dan bertanggung jawab.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar