11 Tool Monitoring Server Terbaik dan Terlengkap, Rekomended!

Tool Monitoring Server Rekomendasi, Keuntungan, dan Cara Kerja

Tool monitoring server merupakan cara yang terbaik untuk perusahaan memastikan kalau server yang mereka gunakan beroperasi dan berfungsi dengan baik.

Ketika server tidak bekerja dengan baik, maka tidak akan bisa mencapai tujuan tepat waktu.

Ada berbagai macam tool monitoring, mulai dari yang berbayar sampai yang gratis. namun, sebelum membahas tentang alat-alat monitoring server, ada baiknya Anda mengetahui apa itu monitoring server.

Tentang Tool Monitoring Server

Tentang Tool Monitoring Server

Monitoring server merupakan suatu kegiatan pemantauan sumber daya dalam sistem server.

Seperti CPU Usage, memory RAM Consumption, jaringan, pemakaian disk, dan lain sebagainya.

Perlu diketahui kalau performa sebuah aplikasi dan website yang Anda buat akan bergantung pada performa server nya sendiri. Oleh karena itu, Anda membutuhkan tool monitoring server.

Tujuannya untuk memastikan kalau mesin server tersebut bisa memenuhi kebutuhan website serta mengelola aplikasi dengan baik.

Melalui server monitoring, penggunanya bisa mendapatkan data yang berhubngan dengan sistem operasi seperti memonitoring cara kerja sistem.

Ada juga hal lainnya yang penting, yaitu memantau keamanan suatu server milk Anda.

Adanya tool monitoring kinerja server, bisa membantu Anda untuk memastikan kalau server bisa bekerja dengan baik dan semestinya.

Ada banyak persoalan yang sering ditemukan dalam monitoring server. Ketahui semua masalah tersebut.

Masalah yang Sering Terjadi dalam Monitoring Server

Masalah yang Sering Terjadi dalam Monitoring Server

Menjadi tantangan terbesar ketika mengelola server dengan jumlah yang banyak tapi sumber daya terbatas.

Supaya bisa menambah layanan dalam server, Anda harus mengetahui masalah utama yang sering terjadi dalam server monitoring.

1. Kapasitas Disk yang Minim

Jumlah dokumen, aplikasi komputer, dan ERP yang terus bertambah membuat kebutuhan disk space yang juga meningkat.

Ketika volume data bertambah, maka waktu untuk merespon juga akan terus bertambah.

Saat semua terjadi, maka membutuhkan kapasitas disk space yang besar. Tapi jika disk space memiliki kapasitas minim, maka tidak akan bisa bekerja secara efektif.

2. Berlebihan Memakai CPU

CPU merupakan otak dari sebuah server yang mempunyai batasan kapasitas tertentu.

Artinya, CPU mempunyai kemampuan yang terbatas untuk menangani permintaan proses dari berbagai macam aplikasi yang memerlukan sumber.

Ketika memakai CPU secara terus menerus, bisa saja merobohkan server terbaik.

Hal tersebut biasanya disebabkan oleh menulis aplikasi dengan kualitas buruk dan menghabiskan banyak waktu penggunaan CPU.

Bisa saja terjadi adanya malware yang sudah menginfeksi server. Kebocoran memori juga bisa membuat rusak server.

Terakhir ada sejumlah gangguan yang disebabkan proses page swapping yang tidak efisien.

3. Hard Drives Rusak

Biasanya tool monitoring server memberikan peringatan sistem administrator ketika ada potensi rusak pada perangkat.

Tim IT akan memberikan langkah apa saja yang harus diambil, bisa saja memakai cadangan atau menggantinya.

4. Aplikasi dan Database Tidak Bekerja

Perlu diketahui kalau disk space yang minim dan pemakaian CPU yang berlebihan bisa membuat database dan aplikasi tidak berjalan semestinya.

5. Terjadi Lonjakan Tidak Terduga

Lonjakan trafik jaringan terjadi karena jadwal backup dalam LAN, pemakaian alat backup remote, dan update virus scanner secara bersamaan.

Bisa saja lonjakan terjadi karena bug pada server email, adanya malware, atau adanya peretasan.

Semua itu perlu adanya pemantauan dan penyelidikan. Jika tidak segera ditangani, bisa memberikan dampak negatif pada sistem IT.

Itulah beberapa masalah yang terjadi di monitoring server. Supaya memudahkan untuk mengawasi, maka perlu tool monitoring server.

Ada banyak macam tool tersebut. Ketahui apa saja yang sering dipakai oleh ahli IT.

Baca Juga : Apa Itu Colocation Server?

Rekomendasi Tool Monitoring Server

Adanya berbagai masalah utama, maka perlu adanya sebuah aplikasi tool monitoring server yang bisa Anda andalkan.

Apa saja server tool monitoring yang bisa Anda pakai? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Nagios Core

Nagios Core

Merupakan salah satu TMS yang sampai saat ini paling banyak digunakan dalam memonitor server dan jaringan.

Nagios Core biasanya dipakai untuk memantau sistem, apliasi, layanan, dan berbagai macam bisnis dalam proyek DevOps.

Banyak ahli IT yang menganggap kalau Nagios Core sebagai tool yang mudah untuk dikustomisasi. Selain itu, harganya juga paling masuk akal.

Kelebihan memakai tool Nagios Core adalah bisa memberitahukan secara cepat ketika terjadi problem pada sistem, server, aplikasi, layanan, atau jaringan.

Selain itu, Nagios menawarkan tool untuk memonitoring aplikasi dan statusnya.

2. CollectD

CollectD

Adalah tool monitoring server yang populer. Tool yang satu ini mengumpulkan statistik performa dari waktu ke waktu.

Tool ini juga bisa mengumpulkan serta menyimpan data dalam berbagai format.

Salah satu contohnya adalah file RRD yang bisa digunakan Cacti untuk membuat sebuah grafik data.

Biasanya tool CollectD dipakai untuk proyek-proyek DevOps sebagai agen untuk mengumpulkan open source.

Tool CollectD biasanya bekerja dengan berbagai macam alat grafik seperti Grafana, Graphite, atau Cacti.

Kelebihan dari tool ini adalah penulisan bahasa pemrograman sudah tersedia dalam beberapa sistem operasi.

Selain itu, tool CollectD mempunyai lebih dari 100 plugin dari case standar sampai khusus dan canggih.

Server tool ini juga menawarkan fitur jaringan yang kuat, dan Anda bisa mengembangkannya dalam berbagai cara.

3. Ganglia

Ganglia

Satu lagi TMS yang memiliki desain khusus untuk sistem komputer dengan performa tinggi seperti cluster dan grid.

Tool yang satu ini bisa menghasilkan data analisis terukur dan mudah untuk pendistribusiannya.

Sistem dari Ganglia memakai teknologi yang banyak dipakai, seperti XML untuk representasi data, ada XDR untuk transportasi data.

Salah satu tujuan dari tool ini adalah merekayasa struktur data dan algoritma supaya lebih maksimal.

Kelebihan dari tool Ganglia yaitu salah satu platform yang solid serta mendukung banyak operating sistem dan prosesor.

Bahkan, cluster terbesar di dunia, memakai platform yang satu ini terutama pada lingkungan universitas.

4. Spiceworks

Spiceworks

TMS selanjutnya ada Spiceworks. Tool ini bisa melakukan monitoring secara real time. Sedangkan sistemnya bisa dipakai untuk sistem Windows atau Linux.

Baca Juga : Jenis Perintah Dasar Linux

Bukan hanya itu saja, Spiceworks juga mempunyai alat IT gratis diluar dari monitoring server.

Alat pemantauan tersebut bisa memberikan pengetahuan tentang aspek infrastruktur seperti server, perangkat SNMP, dan layanan.

Anda bisa melakukan ping kapanpun ketika ingin mengetahui keadaan server, apakah bisa berfungsi dengan baik atau tidak.

Kelebihan dari tool ini adalah bisa diinstal pada server manapun dan mengatur URL aplikasinya.

Selain itu, ketika aplikasi atau website tidak bisa diakses, maka Anda bisa mendapatkan peringatan melalui email secara langsung.

Spiceworks juga akan memberikan informasi terkini ketika jaringan Anda lambat atau pemakaian aplikasi terlalu banyak.

5. Cacti

Cacti

TMS yang satu ini termasuk front end pengumpulan data dan alat grafik. Pengumpulan tersebut terjadi pada cron melalui skrip yang sudah tersimpan di  database MySQL.

Tool Cacti memakai RRDTool, sistem pencatatan, dan data open source supaya bisa menyimpan data.

Tujuannya adalah bisa menghasilkan semua jenis grafik pada setiap dataset. Anda bisa juga membuat berbagai jenis grafik.

Ada beberapa kelebihan ketika memakai TMS Cacti. Pertama, tool yang satu ini mempunyai komunitas developer yang sudah berkontribusi untuk plug in, skrip, dan template.

Kedua adalah tool Cacti menyediakan template grafik yang modern, metode akuisisi data, juga fitur manajemen.

6. Zabbix

Zabbix

Merupakan tool monitoring server yang dipakai dalam kelas perusahaan. Zabbix ditulis dalam PHP.

Tool yang satu ini memiliki banyak fitur yang sangat bermanfaat. Serta mempunyai pilihan support premium.

Pengguna Zabbix bisa melakuan pengecekan uptime dan waktu respon dari layanan. Adapun jarak respon adalah dari jarak jauh SMTP atau HTTP. Adapun statistic on system seperti CPU, bisa memakai SNMP.

Kelebihan dari tool Zabbix adalah memiliki performa yang baik bisa melakukan update dengan mudah.

Selain itu, menawarkan fleksibilitas dalam melakukan integrasi dua arah dengan aplikasi perusahaan.

7. Icinga

Icinga

Tool monitoring server Icinga memiliki banyak konektor database untuk MySQL, APIREST, dan PostgreSQL.

Baca Juga : Apa itu PostgreSQL?

Ketika memakai fitur yang satu ini pengguna bisa dengan mudah mengintegrasikan berbagai macam ekstensi tanpa modifikasi.

Kelebihan dari tool satu ini adalah bisa mengumpulkan data tentang sumber daya pada host sekaligus pada berbagai jenis perangkat.

Selain itu, tool satu ini mempunyai pilihan peringatan dalam bentuk sms, email, dan berbagai macam metode yang sudah ditentukan.

Icinga juga memakai user interface yang canggih dan terdapat konektor database tambahan sehingga Icinga bisa menghubungkan berbagai ekstensi tanpa merubah inti tool satu ini.

8. OpenNMS

OpenNMS

Merupakan sebuah tool yang berperan sebagai platform open source yang dirancang untuk mengelola perangkat hingga sampai ribuan dalam satu server.

Selain itu, tools ini juga mempunyai tugas mengelola perangkat dengan sekelompok server.

Keunggulan dari tool OpenNMS adalah mempunyai kemampuan untuk memonitor berbagai macam perangkat keras dan sistem operasi serta bisa mengelola dengan baik secara internal dan eksternal.

9. Monitis

Monitis

Yakni sebuah tool yang bisa menganalisis kinerja jaringan, situs web, server, dan aplikasi untuk penyebaran Linux dan Windows.

Biasanya, tool yang satu ini melakukan pemantauan CPU, memori, penyimpanan, dan pemantauan.

Selain bisa memantau jaringan dan situs web, Monitis juga bisa melakukan pemantauan khusus untuk membantu tim TI menyesuaikan solusi pemantauan.

Kelebihan dari Monitis adalah laporan real time, grafik yang interaktif, bisa memonitor secara bersama, dan tersedia dalam berbagai macam bahasa.

10. Datadog

Datadog

Merupakan salah satu tool yang berfungsi untuk memantau cloud sebagai penyedia layanan yang memungkinkan tim TI untuk memantau seluruh infrastruktur.

Alat pemantauan Datadog ini bisa mengintegrasi dengan beberapa lingkungan dan server cloud, seperti Kubernetes Metrics Server, Microsoft exchange server, dan SQL Server.

Adapun kelebihan ketika memakai tool Datadog ini adalah bisa memonitor beberapa aplikasi, misalnya Ruby, Go, dan phyton.

Selain itu, tool ini bisa melakukan monitoring secara real time serta bisa mendeteksi hal-hal aneh di sekitar cluster.

11. LogicMonitor

LogicMonitor

Tool yang satu ini memakai basis Saas yang bisa menampilkan pemantauan server secara komprehensif.

Adanya tool ini bisa menjadi solusi dalam menemukan semua perangkat dan antarmuka jaringan.

Keunggulan dari tool LogicMonitor adalah bisa memberikan peringatan lewat email dan SMS secara gratis.

Bukan hanya itu saja, tool ini juga mempunyai dashboard yang kuat dalam satu layar.

Itulah beberapa contoh TMS yang sering dipakai oleh ahli TI untuk melakukan pengawasan terhadap server.

Adanya tool-tool tersebut memberikan keuntungan bagi penggunanya.

Keuntungan Memakai Tool Server Monitoring

Keuntungan Memakai Tool Server Monitoring

Bukan hanya untuk memantau server saja, tool server monitoring juga memberikan keuntungan lainnya ketika memakainya.

Apa saja keuntungan memakai tool tersebut, berikut penjelasannya:

  • Bisa mendapatkan informasi penuh terhadap kesehatan dan performa jaringan.
  • Otomatis bisa melakukan pemeriksaan terhadap jaringan.
  • Mengetahui secara cepat jika terjadi sesuatu pada jaringan.
  • Bisa mengetahui kapan waktu untuk menambah kapasitas server, seiring dengan bertambah besarnya perusahaan dan kebutuhan kapasitas server.
  • Dapat menghemat SDM IT. Adanya tool monitoring server tidak memerlukan pemantauan tenaga manusia secara terus-menerus. Adanya tool tersebut bisa melakukan pekerjaan secara otomatis.

Kini Anda bisa mengetahui kalau ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan ketika memakai tool monitoring kinerja server.

Selain mengetahui keuntungan ketika memakainya, ketahui pula cara kerjanya.

Cara Kerja Monitoring Server

Cara Kerja Monitoring Server

Jaringan mempunyai peran sebagai jantung infrastruktur teknologi informasi.

Ketika jaringan gagal bekerja, maka secara otomatis aliran informasi akan terhenti. Selain itu, juga berdampak pada operasional perusahaan.

Ketika terjadi masalah pada sistem, maka ahli TI harus segera menemukan akar masalahnya sebelum meluas sampai ke user, jaringan, sampai aplikasi dan web.

Adanya tool tersebut bisa membantu tim TI mengidentifikasi masalah dengan cepat.

Keberadaan tool monitoring server memudahkan untuk melakukan pemantauan dan mempermudah pelacakan komponen sistem. Ketika mengetahui masalahnya, maka bisa mengambil langkah tepat dan cepat.

Ada beberapa metode yang sering digunakan oleh ahli TI untuk memantau kinerja network. Metode tersebut bisa simak di bawah ini:

1. Deteksi Intrusi

Merupakan salah satu cara memantau aktivitas untuk mengenali keberadaan tidak resmi dari peretas.

Metode ini biasanya dipakai untuk beberapa kegiatan. Misalnya mendeteksi kerentanan jaringan, malware, dan virus.

2. Vulnerability Scanning

Adalah upaya untuk mengetahui titik masalah yang berpotensi mengalami kerusakan.

Metode yang satu ini bisa mendeteksi masalah sebelum jaringan mendapatkan serangan dari luar.

3. Sniffing Packet

Sebuah program yang bisa menampilkan informasi ketika melewati jaringan.

Tujuan metode ini untuk mendeteksi perangkat lunak yang tidak resmi yang biasanya dipasang oleh peretas untuk memata-matai sebuah perusahaan.

4. Penetration Testing

Biasanya dipakai oleh peretas untuk menembus jaringan. Tim TI akan memakai metode ini untuk menemukan kelemahan jaringan yang bisa diincar oleh peretas yang mungkin tidak terdeteksi oleh metode lainnya.

5. Monitoring Firewall

Metode ini dipakai untuk melacak kegiatan firewall. Dengan begitu, proses penyaringan koneksi bisa masuk dan keluar secara optimal.

Itulah beberapa metode yang sering dipakai oleh ahli IT untuk melakukan pemantauan jaringan ketika terjadi masalah. Kegiatan pemantauan ini harus dilakukan, tentu saja ada alasan utamanya.

Alasan Utama Memakai Tool Monitoring Server

Alasan Utama Memakai Tool Monitoring Server

Tool monitoring server merupakan perangkat yang dipakai oleh ahli IT untuk memantau jaringan.

Ada beberapa alasan kenapa harus memakai tool tersebut:

  • Menjaga stabilitas jaringan. Anda harus terus memantau kondisi jaringan terus menerus. Jika terjadi masalah, maka bisa segera mengetahuinya dan bisa melakukan penanganan yang tepat.
  • Memudahkan pengawasan ketika jumlah jaringan banyak.
  • Membantu untuk mendeteksi kesalahan yang mungkin terjadi pada user, gateway, atau jaringan.
  • Memudahkan dalam proses pengarsipan atau dokumentasi jaringan.

Itulah alasan utama, Anda harus memakai tool untuk memantau sebuah sistem atau jaringan, mulai dari aplikasi atau web.

Sangat penting adanya tool monitoring server untuk ahli IT yang bekerja pada suatu perusahaan atau organisasi.

Ada banyak jenis tool, pilih yang sesuai dengan kebutuhan dan bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga: Apa itu Web Server? Fungsi, Jenis, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar