CloudFlare Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Cara Penggunaan

CloudFlare Adalah, Pengertian, Fungsi, dan Cara Penggunaan

Bagi Anda yang mau memiliki website aman serta terhindar dari ancaman DDOS, maka bisa mencoba memakai CloudFlare untuk melindungi website Anda.

Buat yang belum tahu, CloudFlare adalah pelindung dari pihak ketiga yang bisa meminimalisir ancaman serangan terhadap website.

Tidak hanya itu, CloudFlare juga dapat membuat akses website menjadi lebih cepat karena adanya fitur caching.

Buat Anda yang penasaran dengan apa itu CloudFlare, manfaat, dan cara memakainya maka bisa menyimak pembahasannya di artikel berikut ini.

Apa itu CloudFlare?

Apa itu CloudFlare

CloudFlare adalah penyedia jaringan pengiriman konten terkenal di dunia. Dimana fungsinya untuk mengirimkan konten dari server ke website.

Bisa dibilang istilah ini juga digunakan sebagai proxy antara visitor dengan website.

Cloud server sendiri mempunyai banyak server yang tersebar di beberapa negara, hal inilah yang menjadikan loading sebuah situs atau website lebih cepat.

Baca Juga: Cara Mempercepat Loading Website

Sederhananya, cloud server bertindak sebagai penghubung antara server website dengan pengunjung.

Tujuannya agar website terhindar dari serangan yang berbahaya yang dilakukan oleh visitor website.

Adapun visitor website dibagi menjadi tiga jenis yakni:

  • Visitor merupakan pengunjung.
  • Robot merupakan program yang mengunjungi website untuk memindah setiap halaman website sehingga bisa menghabiskan bandwidth server.
  • Attackers merupakan pihak yang mau melakukan serangan pada website.

Dengan memakai layanan CloudFlare warp, maka website Anda akan aman dari ancaman serangan atau aktivitas yang bisa merusak performa website.

Tidak hanya itu, CloudFlare juga melayani seluruh request ke website serta bisa menawarkan layanan yang lebih berguna Apabila dibandingkan dengan CDN lain.

Baca Juga : Pengertian CDN Adalah

Fungsi

Fungsi CloudFlare

1. Kinerja Cepat

Pemakaian CloudFlare pada sebuah website mengotomasi name server dari CloudFlare.

Hal ini menjadikan kecepatan akses sebuah website. Pasalnya, semua kegiatan sudah difilter lewat CloudFlare terlebih dahulu.

2. Pengunjung Diarahkan di Koneksi Tercepat

Dengan pemakaian CloudFlare di sebuah website, pengunjung nantinya akan diarahkan kepada koneksi terdekat.

Pengunjung bisa menikmati akses dua kali lebih cepat jika dibandingkan dengan website tanpa menggunakan CloudFlare.

3. Mendeteksi Traffic Berbahaya

Visitor diharuskan melakukan permintaan akses terlebih dahulu sebelum mengakses sebuah website.

CloudFlare akan menganalisis permintaan akses serta memastikan visitor tidak berbahaya.

CloudFlare akan memblokir jika mendeteksi sebuah ancaman untuk website tersebut.

4. Sebagai Berkas Konten Statis

Sebuah website memakai CloudFlare sebagai berkas penyimpanan sementara untuk konten statis situs.

Konten statis ini yaitu CSS, Gambar, JavaScript, dan lain sebagainya.

5. Offline Browsing

Di mana visitor bisa melakukan pencarian di website walaupun hosting sedang mengalami gangguan.

Pasalnya, CloudFlare DNS sudah menyimpan halaman website di berkas penyimpanan. Ini akan terus berlangsung sampai koneksi terhubung kembali.

6. Laporan Visitor

CloudFlare juga mempunyai kemampuan untuk menayangkan visitor sebuah website.

Baik visitor merupakan manusia, robot, dan ancaman akan mampu ditampilkan oleh CloudFlare.

7. Meminimalisir Spam

Bagi Anda yang sering memperoleh komentar yang berisi spam, maka CloudFlare bisa mengurangi komentar spam tersebut di website Anda dengan cara memanfaatkan data dari pihak ketiga.

Baca Juga : Cara Menghilangkan Komentar Spam di WordPress

8. Peringatan Infeksi Virus

Apabila perangkat laptop atau komputer Anda terkena virus, maka CloudFlare bisa mendeteksinya serta mengingatkan Anda untuk segera membersihkan virus tersebut.

Visitor akan diminta untuk mengisi captcha supaya bisa mengakses website tersebut.

Cara Menggunakannya

Cara Menggunakan CloudFlare

Supaya bisa menggunakannya  Anda harus mengatur penggunaannya terlebih dahulu.

  • Pertama kunjungi terlebih dahulu website CloudFlare: http://www.cloudflare.com/
  • Kemudian sign up untuk mendaftarkan email beserta password Anda. Lalu klik Continue.
  • Setelah itu masukkan nama domain.
  • Selanjutnya klik Add Website untuk melanjutkan proses pendaftaran.
  • Nantinya Anda akan dibawa untuk mengambil DNS dan konten dari website.
  • Pengambilan DNS ini nantinya disertakan dengan CDN milik CloudFlare.
  • Silahkan Anda tunggu beberapa saat hingga prosesnya selesai.
  • Nantinya, tampilan akan berubah pada saat proses tersebut selesai.
  • Setelah itu, klik Continue untuk ke tahap berikutnya.
  • Kemudian Anda akan diarahkan ke halaman pengaturan DNS dari domain yang sebelumnya sudah disertakan.
  • Ada 2 gambar awan di laman, yakni berwarna orange dan abu-abu. Awan orange mengartikan DNS dari domain yang didaftarkan akan melalui server CDN CloudFlare. Sementara awan abu-abu artinya melalui server awal punya hosting domain yang didaftarkan.
  • Pada halaman selanjutnya adalah pengaturan DNS. Anda bisa menambahkan DNS baru apabila mau lewat layanan CloudFlare.
  • Anda juga bisa menentukan layanan performa berdasarkan keinginan Anda.
  • Apabila mau yang gratis, tinggal sesuaikan saja. Pendaftaran direkomendasikan memilih tingkat keamanan medium.
  • Untuk halaman selanjutnya, silahkan perbarui nama server dari domain menjadi nama server dari CloudFlare.
  • Pendaftaran layanan sudah berhasil.

Baca Juga: Apa itu Domain?

Keuntungannya

Keuntungan Menggunakan CloudFlare

CloudFlare adalah layanan CDN yang berfungsi sebagai penghubung pengunjung dengan server website.

Tidak ada salahnya mengetahui apa saja keuntungan memakai CloudFlare, berikut ulasan lengkapnya:

  • Menyembunyikan IP Address asli dari website hosting. Dengan begitu, seseorang tidak bisa menyerang server.
  • Bisa membuat cache website. Jadi sumber daya untuk loading website lebih cepat sekaligus mengurangi beban server.
  • Memberi perlindungan dari serangan DDOS dengan merubah keamanan website.
  • Apabila website down, CloudFlare akan terus melayani cached data hingga website normal kembali.
  • Apabila register tidak memberikan opsi untuk menambahkan DNS record, Anda bisa memakai nameservers dari CloudFlare serta menambahkan host DNS record.
  • Memberikan pelayanan gratis serta memungkinkan Anda bisa menambahkan beberapa domain.
  • Anda bisa memblok akses website dari negara maupun daerah tertentu, apabila menerima banyak serangan dari negara atau daerah tersebut.
  • Memberikan SSL gratis yang bisa dipakai di shared host.

Kerugian/Kelemahannya

Kerugian Memakai CloudFlare

Selain mempunyai banyak keuntungan, ada juga kerugian apabila Anda menggunakan CloudFlare, di antaranya:

  • Bertindak sebagai main in the middle, apabila CloudFlare mengalami down, website down, dan bahkan web hosting up juga.
  • Memungkinkan Anda bisa merubah keamanan website menjadi “I am under attack” mode. Yang mana memblok semuanya upaya serangan DDOS. Namun, juga memblok seluruh robot dan menjadi kerugian untuk sebagian orang.

Cara Custom Domain dengan Blogger Lewat CloudFlare

Cara Custom Domain dengan Blogger Lewat CloudFlare

CloudFlare adalah sebuah layanan gratis dengan paket premium untuk Website yang memiliki traffic tinggi.

Hal ini memberi kemampuan untuk merubah web hosting tanpa harus menunggu propagasi name server.

Contohnya, Anda mempunyai website dengan host  “A” dan berkeinginan untuk migrasi ke host “B”. Anda bisa melakukan migrasi dalam hitungan menit apabila memakainya.

Namun, jika Anda tidak memakai CloudFlare, maka proses migrasi mungkin bisa memakan waktu yang cukup banyak.

CloudFlare sendiri mempunyai banyak Data Center di seluruh penjuru dunia. Dengan begitu, visitor atau pengunjung akan dilayani oleh Data Center terdekat dengan mereka.

Cara Setting di WordPress

Cara Setting CloudFlare di WordPress

Apabila website Anda memakai WordPress, maka Anda bisa menginstall plugin CloudFlare untuk memudahkan settingan fitur pada dashboard admin.

CloudFlare sendiri mempunyai plugin yang cukup baik untuk WordPress, karena ada beberapa fitur yang gampang dipakai seperti:

  • Optimasi WordPress dalam satu klik
  • Aturan Web Application Firewall
  • Membersihkan cache otomatis
  • Statistik
  • Kemampuan untuk merubah pengaturan tanpa harus masuk ke dashboard

Berikut dibawah ini cara mengatur CloudFlare dengan menginstal serta mengkonfigurasi pluginnya di WordPress:

  • Pertama masuk ke dashboard admin WordPress.
  • Setelah itu install plugin CloudFlare.
  • Setelah proses instalasi dan plugin diaktifkan, silahkan mulai mengkonfigurasi plugin tersebut.
  • Kemudian pilih menu plugins. Lalu, pilih installed plugins.
  • Pada plugin nya, setting untuk melakukan konfigurasi.
  • Setelah itu, Anda akan diminta untuk memasukkan email serta API key.
  • Kemudian, klik tombol Get your API Key from here.
  • Nantinya akan muncul pop up untuk masuk ke akun CloudFlare, dimana Anda bisa menemukan API Key di bagian API KEY.
  • Setelah Anda memperoleh API Key, masukkan email serta API Key ke dalam formulir sebelumnya.
  • Apabila sudah klik tombol SAVE API Credentials.
  • Setelah itu, Anda akan dibawa ke halaman setting CloudFlare.
  • Pada baris Apply Default Settings, silahkan Klik tombol Apply.
  • Anda bisa memakai pengaturan default CloudFlare pada website WordPress.
  • Anda juga bisa mengaktifkan Automatic Cache. Caranya Klik tombol Enable di baris Automatic Cache.

Catatan: Aktifkan Automatic Cache bisa membantu untuk mendelete cache di CloudFlare pada saat dilakukan pembaruan desain di website Anda.

Baca Juga : Apa itu API?

Cara Sinkronisasi dengan VPS (Virtual Private Server)

Cara Sinkronisasi VPS ke CloudFlare

Berikut dibawah ini langkah-langkah melakukan sinkronisasi dengan VPS:

  • Pertama kunjungi terlebih dahulu situs: http://www.cloudflare.com/.
  • Setelah itu, klik tombol Sign Up bagian kanan atas.
  • Jika sudah masukkan email dan kata sandi, lalu klik tombol Create Account.
  • Selanjutnya, klik tombol Add Site.
  • Kemudian masukkan alamat website Anda.
  • Nantinya secara otomatis akan melakukan pemindaian DNS records yang telah terdaftar di domain.
  • Apabila sudah, klik tombol next. Proses ini biasanya memerlukan waktu sekitar 60 detik.
  • CloudFlare bisa dipakai secara gratis atau Anda juga bisa menyesuaikan dengan keperluan website.
  • Setelah itu, klik tombol Confirm Plan.
  • Nantinya pada bagian ini akan di munculkan semua daftar DNS Records, termasuk subdomain.
  • Setelah itu, klik tombol Continue apabila dirasa konfigurasi sudah benar dan tepat.
  • Kemudian salin name server yang diberikan di akhir langkah. Nameserver ini akan dipakai untuk menggantikan name server yang telah terdaftar di domain.

Tahap berikutnya yakni merubah nameserver domain dengan VPS.

Untuk mengarahkan trafik website lewat jaringan, Anda harus merubah nameserver asli dengan nameserver yang telah diberikan oleh CloudFlare ketika mendaftar lagi.

Berikut langkah-langkahnya:

  • Masuk ke halaman penyedia layanan domain Anda berada.
  • Kemudian masukkan name server yang sebelumnya sudah di catat. Jika Anda lupa, bisa masuk ke dashboard CloudFlare. Lalu, klik DNS.
  • Jika sudah mengganti nameserver domain, silahkan konfirmasi perubahan lewat dashboard CloudFlare.
  • Jika statusnya sudah aktif, artinya domain telah terhubung dengan CloudFlare.
  • Semua penukaran data pada website akan melalui CloudFlare terlebih dulu.
  • Setelah semua tahapan telah dilakukan, selanjutnya lakukan sinkronisasi VPS CloudFlare adalah melakukan validasi.
  • Anda bisa mengecek lewat situs Whois untuk memastikan name server telah terganti.

Cara Sinkronisasi dengan IPv6

Cara Sinkronisasi IPv6 ke CloudFlare

Berikut di bawah ini langkah-langkah melakukan sinkronisasi IPv6 ke CloudFlare DNS:

  • Pertama aktifkan terlebih dahulu IPv6. Caranya klik tombol Kelola Hosting di layanan hosting yang mau Anda aktifkan.
  • Pada halaman Pengaturan Hosting, pilih tab Detail.
  • Kemudian, klik tombol Enable IPV6 supaya IPv6 aktif secara otomatis.
  • Silahkan tunggu beberapa saat sampai IP muncul di halaman detail hosting.
  • Jika sudah aktif, Anda salin IPv6 tersebut. Pasalnya akan dipakai di tahap berikutnya.
  • Tahap selanjutnya masuk ke panel CloudFlare terlebih dahulu.
  • Pada halaman dashboard, pilih nama domain website Anda. Lalu, masuk pada menu DNS.
  • Kemudian Anda harus menambahkan AAAA record pada konfigurasi DNS. Caranya klik tombol Add record.
  • Setelah itu, isilah tiga kolom seperti Type diganti menjadi AAA, Name Anda isi dengan simbol @ untuk domain utama, dan IPv6 address untuk memasukan IPv6 hosting yang sebelumnya sudah Anda salin.
  • Jika sudah, silahkan Anda klik tombol Save untuk menyimpan record DNS.
  • Apabila AAAA record sudah ditambahkan, Anda bisa mendelete A record. Pasalnya sudah tidak memakai IPv4 lagi. Caranya, klik Edit pada A record.
  • Kemudian klik tombol Delete untuk menghapus record.
  • Di sini Anda sudah selesai melakukan sinkronisasi IPv6 ke CloudFlare.
  • Sekarang AAAA record yang memuat IPv6 telah ditambahkan serta A record telah dihapus.
  • Setelah itu, tampilan pada konfigurasi DNS Anda akan mirip

Daftar DNS Tercepat Lainnya

Berikut di bawah ini ada beberapa rekomendasi DNS tercepat lainnya, di antaranya:

1. OpenDNS

OpenDNS

Rekomendasi pertama untuk DNS tercepat yaitu OpenDNS. Dimana jenis DNS berada di bawah naungan Cisco dengan interface yang mudah dipahami.

Untuk waktu respon dari dNS jenis ini yaitu 22.73 milliseconds, cepat sekali bukan?

Sementara untuk uptime DNS ini mencatatkan angka presentasi 99.87%.

Selain cepat, jenis DNS ini juga memberi penawaran keamanan untuk browser Anda.

OpenDNS sendiri menyedikan paketan DNS. Dari yang gratis hingga berbayar. Biaya yang dikeluarkan untuk paket berbayar mulai dari $19.95 per tahun.

2. Google Public DNS

Google Public DNS

Mungkin sebagian orang belum tahu jika Google juga mempunyai layanan DNS sendiri dan diberikan nama Google Public DNS.

Dimana layanan ini mempunyai waktu respon 28.76 milliseconds serta uptime sampai 99.98%.

Layanan DNS ini mempunyai pengguna terbanyak di dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Adapun alasannya yakni nama Google sudah kredibel dan bisa dipakai secara gratis. Hanya saja untuk layanan DNS ini mempunyai beberapa kelemahan.

Selain tidak dapat dipakai untuk memblokir akses ke website tertentu, DNS ini masih kurang dalam mengatasi ancaman. Misalnya serangan dari DDOS, Spoofing atau yang lainnya.

Layanan DNS ini juga hanya mampu merekam maksimum 48 sebelum dihapus secara otomatis.

Mereka juga menjamin jika data penggunaannya tidak akan diberikan kepada pengiklan.

3. Quad9 DNS

Quad9 DNS

DNS selanjutnya yang direkomendasikan adalah Quad 9 DNS. Dimana layanan DNS ini bisa Anda gunakan secara gratis.

DNS jenis ini mempunyai waktu respon 40.61 milliseconds serta uptime hingga 99.91%.

Sebagai DNS yang masuk pelayanan DNS tercepat, Quad 9 DNS sendiri mempunyai layanan DNS recursive yang bisa menghasilkan akses internet aman untuk penggunaannya.

Layanan DNS ini juga mempunyai server indonesia. Jadi Anda bisa menggunakan jika mau mendapatkan kecepatan akses dari indonesia dan aman sekaligus terjamin.

CloudFlare adalah salah satu layanan jaringan pengirim konten tercepat di dunia.

Adapun tugasnya yaitu menghubungkan pengunjung dengan server website.

Selain itu, juga berfungsi sebagai pelindung server website dari ancaman yang membahayakan website itu sendiri.

Bagikan:

Tags

Joko Warino

Seorang praktisi SEO (Search Engine Optimization) dari tahun 2013 yang selalu berusaha meningkatkan kemampuan seiring dengan perubahan logaritma yang dilakukan oleh Google.

Tinggalkan komentar